
" Miska!" beonya.
" Loe kenapa sih masih aja datang kesini, mau loe apa sih sebenarnya?" ketus Miska
" Gue_"
" Apa loe takut akan pindah ke panti asuhan jadi loe mencoba buat deketin gue supaya kita enggak jadi berpisah, iyakan?" tuduh Miska
Jlep
Rasanya sakit sekali dituduh oleh seseorang yang sudah bersemayam di dalam hati. Roni hanya bisa tersenyum getir menundukkan wajahnya sejenak lalu menatap wajah gadis ayu namun sedikit galak yang ada di hadapannya.
" Bagaimana keadaan kamu sekarang?" Roni bukan menjawab pertanyaan Miska tapi malah balik bertanya dengan sikap yang setenang mungkin. jika dulu Miska yang selalu bersikap tenang dalam menghadapinya tapi sekarang justru dia sendiri yang harus bersikap tenang dalam menghadapi pujaan hatinya ini.
" Kamu? apa-apaan dia sok lembut banget sih ngomongnya bikin gue semakin sakit dan sedih aja kalau dia bersikap seperti ini, loe itu seharusnya membenci gue Ron, bukan malah bersikap manis kayak gini" batin Miska
" Gue baik, baik banget malah asal loe enggak menampakkan wajah loe lagi di hadapan gue" sahut Miska ketus dan menyelekit
" Astaghfirullah, sampai sebegitu bencinya kah dia sama gue, sabar Roni sabar ini mungkin aja ujian buat loe, apa yang sudah loe lakuin memang sudah keterlaluan wajar dia marah dan benci!" monolog Roni pada dirinya sendiri
" Kamu boleh membenciku, enggak menemui aku setiap kali aku datang kesini, tapi izinkan aku buat tetap datang memenuhi tanggung jawab aku sebagai suami kamu sebelum kita benar-benar berpisah!"
" Aku datang bukan karena aku takut akan tinggal di panti asuhan bukan sama sekali, tapi aku ingin menebus kesalahan aku yang selama ini sudah lalai dalam menjalankan peran aku sebagai seorang suami, tidak bisa menjaga bahkan melindungi kamu!" ungkap Roni
" Cukup Ron, kata-kata Loe semakin membuat dada gue terasa sesak"
Miska berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tidak menangis, kata-kata Roni membuat hatinya bergemuruh dan bergejolak hebat. Andai peristiwa itu tidak pernah terjadi mungkin saat ini Miska sudah berlari berhambur kedalam pelukannya.
" Cukup Ron, gue mau loe jangan datang lagi ke sini !"
" Ka, beri aku satu kesempatan lagi untuk menebus semua kesalahan aku sama kamu, aku janji akan berubah Ka!" pinta Roni yang sudah tidak lagi bisa menahan perasaannya.
" Kamu tidak perlu melakukan itu Ron, gue sudah ikhlas dan maafin loe tapi untuk kita terus bersama gue rasa itu sudah tidak mungkin lagi"
" Kenapa tidak mungkin Ka? aku sayang sama kamu Ka dan aku..... aku... aku CINTA sama kamu Miska Maheswari!" ucap Roni mengungkapkan isi hatinya
Deg
Deg
Deg
Miska berkali-kali menggelengkan kepalanya seraya melangkah mundur.
" Tidak Ron, loe enggak cinta sama gue loe cuma kasihan sama gue, loe enggak mungkin cinta sama gue, enggak mungkin... gue ini udah kotor loe enggak pantas cinta sama gue... !" teriak Miska histeris lalu berlari masuk ke dalam rumah sambil menangis
" Miska tunggu dulu.... Miska!" teriak Roni saat Miska berlari meninggalkannya.
" Apa sampai sebenci itu loe sama gue Ka, hingga merasa diri loe kotor setelah gue sentuh loe, isteri gue sendiri!"
Roni kembali masuk ke dalam rumah Miska namun gadis itu sudah melesat masuk ke dalam kamarnya.
Mama Rika yang melihat putrinya berlari masuk ke dalam kamar sambil menangis terkejut apalagi saat melihat Roni yang tengah berdiri di depannya.
__ADS_1
" Ada apa ini nak Roni, Miska kenapa?" tanya mama Rika cemas
" Maaf mah, Roni tadi tidak bisa mengendalikan diri dan meminta kepada Miska satu kesempatan lagi untuk menjalani pernikahan ini dan Roni juga sudah menyatakan perasaan Roni selama ini kalau Roni sangat mencintai Miska" akunya.
" Maafkan Roni mah!' ucap laki-laki itu sendu
Mama Rika tersenyum simpul, " Jadi Miska lari gara-gara kamu menyatakan perasaan kamu ke dia begitu iya?" Roni mengangguk
" Oh ya ampun, ada-ada saja" mama Rika geleng-geleng kepala mengingat tingkah putri dan menantunya.
" Ya udah sebaiknya nak Roni pulang saja dulu, nanti biar mama yang bicara sama Miska ya!"
" Iya mah!" Roni pun berpamitan dan tidak lupa salam takzim.
Sementara di apartemen Aldy tengah membujuk sang isteri untuk beristirahat, sedari tadi Khanza tidak henti-hentinya gelisah memikirkan nasib sahabatnya Miska.
" Za jadi kepikiran Miska mas, bagaimana dia akan melewati hari-harinya mas, apalagi dia memutuskan untuk berpisah dari Roni"
" Iya mas ngerti tapi kamu juga tetap harus menjaga kesehatan kamu, besok pulang sekolah kamu bisa ajak Miska kesini atau kamu yang ke rumahnya. kamu temani dia mungkin dia juga butuh seseorang untuk mencurahkan isi hatinya"
" Khanza berbinar, beneran Za boleh main ke rumah Miska?"
" Iya sayang, boleh" Khanza terlihat senang
" Tadi kalau Miska enggak menghalangi Za udah abis tuh si Bayu ditangan Za mas" cerita Khanza
" Duh isteri mas jangan bar bar gitu dong, kasihan si dede bayi kalau bundanya sampai menghajar orang" tutur Aldy
" Tapi perbuatan Bayu itu sudah termasuk tindak kejahatan mas, itu sama aja pemerkosaan tapi anehnya kenapa baik keluarga Miska ataupun Roni kok diam aja ya mas, enggak ada tindakan hukum gitu"
" Mungkin sudah, sayang tapi sedang berproses"
"Enggak mungkin lah mas, kalau memang sedang berproses kenapa Bayu bisa bebas masuk sekolah"
" Ya mungkin mereka sudah membicarakannya secara kekeluargaan"
" Apa mungkin Bayu mau bertanggung jawab, lalu bagaimana dengan Roni? Za lihat sekarang ini Roni sudah banyak berubah"
" Jodoh tidak ada yang tahu sayang, kita doakan saja yang terbaik untuk mereka"
" Iya mas, tapi Za merasa sedih dengan apa yang sudah menimpa Miska dan Za juga takut kalau Miska sampai hamil mas"
" Jangan bicara seperti itu sayang, semoga saja tidak!"
" Iya mas, semoga saja tidak"
Sementara di lain sisi justru Roni sangat berharap Miska akan mengandung benihnya, dengan begitu dia bisa mempertahankan rumah tangga mereka yang sudah di ujung tanduk.
" Kamu kenapa sayang?" tanya mommy Sarah saat melihat putranya tengah duduk di taman belakang sendirian.
" Roni tidak kenapa-kenapa kok mom" Roni tersenyum hambar
" Kamu tidak bisa berbohong sama mommy sayang, katakan ada apa hem?"
__ADS_1
Roni menundukkan wajahnya lalu menghela nafasnya panjang " Roni sudah menyatakan perasaan Roni pada Miska mom, seumur hidup Roni, inilah kali pertama Roni menyatakan perasaan kepada seorang wanita, karena biasanya mereka lah yang selalu mengejar-ngejar Roni dan menyatakan cintanya walaupun berkali-kali Roni tolak." curhatnya
" Ternyata seperti ini ya rasanya cinta di tolak, sakit mom" mommy Sarah tersenyum tipis
" Jangan mudah menyerah sayang, ini barulah permulaan, untuk mendapatkan cinta yang tulus memang terkadang butuh pengorbanan dan keberanian sayang, berani terluka dan berani menghadapi segala rintangan dan halangan. jangan khawatir cinta sejati pasti akan menemukan jalannya sayang walaupun dia sedang tersesat kelak dia pasti akan kembali lagi jadi bersabarlah dan teruslah berjuang untuk mendapatkan cinta menantu mommy" ucap mommy Sarah menepuk bahu Roni memberinya dukungan dan semangat
" Terima kasih mom!"
" Iya sayang, mommy berharap kamu dan Miska benar-benar bisa bersama kembali!"
" Do'akan Roni mom!" ucap Roni
" Itu pasti nak, kami akan selalu mendukung mu. kejarlah dan perjuangkan isteri mu itu jangan sampai di rebut oleh orang lain!" ucap seseorang yang baru saja bergabung
" Daddy!" Seru mommy dan Roni menoleh ke sumber suara
" Daddy sangat mendukung keputusan mu, jika kamu memang ingin bersama dengan Miska murni karena kamu tulus mencintainya daddy pasti setuju dan mendukung kamu tapi kalau hanya karena kamu takut kehilangan harta dan kekayaan yang daddy punya dengan keras daddy menentang mu" ucap Bambang
" Dadd aku tulus, jika daddy ingin aku keluar dari rumah ini sekarang pun aku tidak akan keberatan tanpa harus menunggu aku dan Miska berpisah." sahut Roni tegas.
" Mulai besok aku akan keluar dari rumah ini, dan mencari pekerjaan paruh waktu. aku akan membuktikannya kalau perasaan aku ini tulus" daddy dan mommy nya merasa terharu dan juga bangga, ternyata putranya benar-benar sudah berubah bahkan biasanya dia yang tidak pernah betah berada di rumah kini lebih banyak meluangkan waktunya di rumah.
" Daddy percaya sama kamu, buktikan pada kami semua kalau kamu memang layak menjadi pendamping Miska!"
" Itu pasti dad, doakan saja"
" Pasti nak"
Sejak saat itu Roni benar-benar membuktikan ucapannya, dia keluar dari rumah besar itu dan tinggal di sebuah bengkel milik temannya.
" Elo yakin Ron mau tinggal disini?" tanya Lukman sahabat baik Roni sejak SD, namun saat sekolah SMA mereka berpisah. karena Lukman memilih sekolah jurusan mesin.
" Yakin!" jawab Roni
" Gue enggak nyangka seorang Roni Aryandra putra pengusaha ternama mau meninggalkan hidup mewahnya demi seorang wanita" oceh Lukman.
" Udah berhenti loe main cewek? apa sekarang loe kena batunya sendiri? dulu sering nolakkin cewek-cewek yang berbondong-bondong mengejar cinta loe dan sekarang justru sebaliknya loe yang sampai senekat ini demi mengejar cinta seorang cewek, sungguh beruntung ya tuh cewek di sukai oleh manusia langka kayak loe" canda Lukman
" Sialan loe, justru gue yang beruntung kalau bisa mendapatkan cintanya" sahut Roni
" Gue jadi penasaran, seperti apa sih tuh cewek!"
" Enggak usah penasaran kalau sudah waktunya nanti gue kenalin"
" Gue tunggu bro!"
Roni tinggal di bengkel milik Lukman, bengkel tersebut tidak kecil tapi juga tidak terlalu besar. Roni banyak belajar pada Lukman dalam hal mesin, karena sering datang ke bengkel tersebut Roni sudah biasa membantu Lukman dan sekarang dia cukup membantu Lukman dalam mengelola bengkelnya.
" Terima kasih ya Ron, berkat loe bengkel gue ramai dan kerja loe benar-benar membuat para pelanggan puas" ucap Lukman.
Sudah dua Minggu ini Roni tinggal dan membantu Lukman di bengkelnya karena sibuk Roni pun hanya bisa mengirimkan makanan untuk Miska lewat ojek online.
Roni benar-benar berusaha untuk belajar menjadi suami yang bertanggung jawab, meskipun penghasilan yang dia dapat dari hasil bekerja di bengkel tidak begitu besar tapi Roni merasa puas karena bisa membelikan sesuatu untuk Miska dari hasil jerih payahnya sendiri.
__ADS_1