Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Calon istri


__ADS_3

Sore ini Zaira berada di rumah bunda Aryani, selepas pulang sekolah Lia memang mengantarkan Zaira kesana.


Zaira memang sengaja pulang ke rumah bundanya karena malam nanti Zaira dan bundanya ada janji makan malam bersama dokter Ariel.


Azka sebenarnya berat mengizinkan Zaira bertemu dokter yang berstatus kakak angkat namun memendam rasa terhadap istrinya.


Tapi Azka juga tidak mau bersikap egois apalagi bunda Aryani sendiri yang meminta Zaira untuk menemaninya makan malam bersama sang kakak. Zaira ingin menolak karena menghargai perasaan suaminya yang pasti akan sangat cemburu tapi walau bagaimanapun dokter Ariel adalah orang yang pernah berarti dalam hidupnya meskipun hanya sebatas status kakak angkat. dia juga tidak ingin membuat bunda dan kakaknya kecewa.


Untung saja Zaira memiliki suami yang pengertian meskipun pencemburu akut tapi Zaira sangat bersyukur karena memiliki suami yang begitu mencintainya dan mau mengerti keadaannya.


Walaupun Azka tidak bisa menemani Zaira bertemu dengan sang dokter tapi seperti syarat yang pernah diajukannya kalau Zaira pergi dengan pengawalan.


" Sayang kamu sudah siap belum?" tanya bunda dibalik pintu kamar Zaira.


" Iya bund sebentar lagi" teriak Zaira dari dalam.


" Cepat nak, kakak kamu sudah menunggu di bawah" Bunda Aryani kembali berteriak


" Iya bund"


" Yaudah bunda tunggu di bawah ya!"


" Iya"


Bunda pun turun dan menemui dokter Ariel yang sudah menunggu di ruang tamu.


Zaira yang sudah rapih dan nampak cocok dengan busana yang pas dengan tubuhnya yang sekarang nampak lebih berisi membuat aura kecantikan ibu hamil ini begitu terpancar.


Zaira menuruni anak tangga dokter Ariel yang melihat kedatangan Zaira begitu tertegun dengan kecantikan yang terpancar dari calon ibu muda ini.


Dokter Ariel terasa begitu sulit menelan salivanya, melihat wanita yang bertahta di hatinya berjalan begitu anggun mengarah ke arahnya.


" Kak!" sapa Zaira setelah berada di hadapan dokter Ariel yang masih belum bergeming dari kekagumannya terhadap adik angkat yang sudah mencuri cintanya.


" Ah Iya maaf" dokter Ariel nampak gugup.


" Kamu cantik sekali Al" pujinya


" Terima kasih kak" ucap Zaira lalu tersenyum ramah namun senyum Zaira justru membuat dokter Ariel tambah terpesona.


" Sudah siap, ayok kita berangkat sekarang saja takut nanti kemalaman kasihan Za" ucap bunda Aryani membuyarkan suasana canggung yang terpancar di antara keduanya.


Bunda Aryani memang tidak ingin Zaira sampai pulang kemalaman karena merasa tidak enak nantinya dengan menantunya dan juga tidak ingin Zaira kelelahan mengingat Zaira yang tengah hamil muda yang pastinya sangat butuh istirahat yang cukup.


" Ayok bund, Al kita berangkat sekarang" ucap dokter Ariel seraya berjalan keluar.


*


Setelah sampai di restoran yang di tuju dokter Ariel mempersilahkan bunda dan Zaira memilih menu makanan dan dari kejauhan tepatnya terhalang dua meja dari tempat Zaira berada dua orang wanita dan dua orang laki-laki tengah memperhatikan interaksi Zaira dan dokter Ariel sesuai dengan perintah atasannya.


Dokter Ariel sesekali mencuri pandang memperhatikan Zaira yang malam ini terlihat sangat cantik. Zaira benar-benar sudah banyak berubah pikir dokter Ariel gadis kecil yang sangat ia cintai kini tumbuh menjadi gadis cantik yang sangat mempesona ya walaupun dokter Ariel tidak tahu gadis cantik yang ada dihadapannya bukan gadis lagi melainkan sudah menjadi calon mama muda.


" Kak kok gak dimakan?" tanya Zaira saat hidangan sudah tersaji di meja makan.


Dokter Ariel yang sedang mengagumi gadis pujaannya itu terkesiap dari lamunannya.


" Ah iya ada apa Al?" tanya dokter Ariel dibalik sikapnya yang menjadi salah tingkah.


" Kak Ariel kenapa dari tadi diam aja, itu makanannya kenapa gak dimakan, apa gak enak makanannya?"tanya Zaira lagi


" Ow enak kok makanannya, ini kakak mau makan" sahut dokter Ariel dengan sedikit canggung.


" Kamu kenapa nak, apa di rumah sakit masih ada kesibukan kok terlihat gelisah gitu?" tanya Bunda Aryani yang melihat dokter Ariel nampak gelisah dan salah tingkah.


Rupanya bunda Aryani tidak peka kalau putra angkatnya ini tengah berusaha mengendalikan debaran detak jantungnya yang berpacu seperti pacuan kuda.


" Emmmm... bunda tinggal ke toilet dulu ya, gak apa-apa kan?" tanya bunda kepada dua insan yang sama-sama terlihat canggung


" Iya bund gak apa-apa" sahut Zaira


Setelah bunda Aryani sudah pergi ke toilet tinggallah Zaira dan dokter Ariel berdua. Mereka nampak begitu canggung dan Zaira pun sedikit merasa risih sendiri sadar akan statusnya sekarang adalah istri orang tapi tidak dengan dokter Ariel yang memang belum tahu status yang telah disandang oleh sang adik belahan jiwanya ini. ia masih menganggap Alzaira sama seperti Alzaira adik kesayangannya dulu, kekasih hatinya cinta pertamanya.


Dokter Ariel memberanikan diri untuk menatap lekat wajah cantik Zaira. " Kamu cantik sekali Al, kamu benar-benar sudah berubah. tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik" puji dokter Ariel dengan senyum manisnya.


Zaira hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.


Melihat Zaira yang makan dengan lahap dokter Ariel menyunggingkan senyumnya.


" Pelan-pelan saja makannya" ucapnya


Zaira menoleh sekilas lalu kembali melanjutkan makannya dia enggan bertemu tatap dengan kakak angkatnya ini. sebenarnya ingin sekali Zaira mengatakan yang sebenarnya tapi dia belum berani karena ia masih ingin menjalani sekolahnya dengan tenang jika banyak yang tahu perihal pernikahannya dengan sang guru Zaira takut dia akan dikeluarkan dari sekolah dan begitu juga dengan suaminya.


" Al apa boleh kakak berbicara?" tanya Azka hati-hati


Zaira yang sedang mengunyah sempat berhenti sejenak menatap lekat wajah kakak angkatnya itu. Zaira meneguk minumannya lalu menghentikan kegiatan makannya.


" Kakak mau bicara apa?" tanya Zaira

__ADS_1


Dokter Ariel diam sejenak menyiapkan mentalnya dan debaran jantungnya yang sudah mau lompat keluar. dokter Ariel menghela napasnya sebelum mengatakan sesuatu yang ada di hati dan pikirannya.


" Al apa kita masih bisa seperti dulu? kamu tidak berubah kan Al?" tanya dokter Ariel


Zaira hanya diam ada rasa kasihan dan juga bersalah terhadap pria yang kini berada di hadapannya. bingung menjawab apa Zaira hanya mencoba untuk tersenyum.


" Al maaf jika waktu itu kakak pergi begitu saja meninggalkan kamu. tapi Al kakak pergi demi membuktikan kepada ayah kalau kakak ini pantas untuk menjadi pendamping kamu Al, dan sekarang kakak sudah berhasil Al, kakak_" ucapan dokter Ariel terpotong.


" Kak maaf!" ucap Zaira menundukkan kepalanya


" Maaf untuk apa Al?" tanya dokter Ariel mengernyitkan alisnya


" Kak, aku_" Zaira menggantung ucapannya


" Aku masih seperti yang dulu Al, sedikitpun tidak ada yang berubah disini Al" ucap dokter Ariel meletakkan tangannya di dada.


" Maaf jika Kakak datang terlambat Al, tapi beri kakak kesempatan Al. maukan!" pinta dokter Ariel penuh harap.


" Kak, aku_!"


" Zaira?" panggil seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Zaira


Zaira yang namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara.


" Kak Irfan, kak Kelin?" batin Zaira


" Hai Za!" sapa Irfan saat sudah berada di depan Zaira.


" Hai kak" Zaira balas menyapa


" Ini?" ucap Irfan menunjuk ke arah dokter Ariel


" Ini kak Ariel dia_" ucapan Zaira terpotong


" Pacarnya!" sahut dokter Ariel dengan percaya diri.


Zaira menoleh ke dokter dengan mata membola sedangkan Irfan mengepalkan tangannya.


" pacar?" tanya Irfan mempertegas


" Ti_"


" Iya dan setelah Zaira lulus kami akan menikah" ucap dokter Ariel yang menyela ucapan Zaira dan tentu saja pernyataan dokter Ariel bukan hanya membuat Irfan terkejut bukan main tapi Zaira sendiripun seakan ingin memberingsut ke lantai.


" Kak" ucap Zaira dengan tatapan tidak suka.


" Selamat kalau begitu!" ucap Irfan lalu mengajak Kelin pergi.


Kelin yang awalnya fokus dengan ponselnya tiba-tiba mengernyitkan dahi saat melihat pria yang ada di hadapannya.


" Tunggu sebentar fan sepertinya kakak mengenalnya" ucap Kelin seraya memperhatikan dokter Ariel dengan seksama.


" Ariel, kamu Ariel kan?" tanya Kelin memastikan.


Dokter Ariel menoleh " Kelin?" ucap dokter Ariel menunjuk ke arah Kelin.


" Kak Kelin kenal?" tanya Irfan


" Dia ini teman kakak, sempat satu kampus hanya berbeda jurusan dan tidak pernah bertemu lagi setelah kakak pindah ke Malaysia" tutur Kelin.


" Jadi ini calon istrimu?" tanya Kelin melirik ke Zaira


" Iya" Jawab dokter Ariel lantang


" Kalian satu sekolah kan?" tanya Kelin ke Zaira


" Iya kak" jawab Zaira memutar bolanya malas.


Dan tidak berapa lama bunda Aryani kembali dari toilet.


" Loh!" Bunda Aryani terlihat bingung karena ada Irfan dan Kelin yang nampak asing dimatanya.


" Ini bund kak Irfan masih ingat kan Bun?" tanya Zaira dan bunda Aryani tersenyum mengingat Irfan yang pernah mengantarkan Zaira pulang ke rumah " dan ini kakak sepupunya mah kak Kelin" ucap Zaira memperkenalkan


Bunda Aryani yang mendengar nama Kelin mengerutkan dahinya seperti tidak asing dengan nama yang baru saja didengarnya.


" Maaf kalau mengganggu acara makan malamnya tante, tadi tidak sengaja melihat Zaira jadi nyamperin deh kesini" ucap Irfan


" Gak apa-apa, kalau begitu gabung saja sini!" tawar bunda Aryani.


" Tidak usah tante terima kasih, takut ganggu acaranya!" kali ini Kelin yang bicara


" Gak apa-apa, lagi pula kita juga sudah lama banget tidak ketemu" ucap dokter Ariel kepada Kelin.


" Duduk!" ucap dokter Ariel mempersilahkan Kelin dan Irfan.


Irfan tidak begitu menyukai sosok dokter Ariel yang sudah mengaku sebagai calon suami Zaira gadis pujaannya.

__ADS_1


Irfan menatap sinis ke arah dokter Ariel dan begitu pun dokter Ariel menatap tajam ke arah Irfan karena ia menyadari kalau Irfan pun menaruh hati kepada adik kecil kekasih hatinya itu.


Dokter Ariel tersenyum tipis melihat Zaira yang terlihat gundah dan hanya mengaduk-aduk makanannya . dokter Ariel sepertinya salah paham dia mengira Zaira merasa cemburu karena melihat dirinya yang tengah berbincang-bincang dengan Kelin begitu akrab apalagi Kelin sesekali bersikap sok manis dengannya sehingga dia memanfaatkan keadaan berniat membuat Zaira cemburu. padahal yang terjadi justru Zaira sedang gundah karena waktu sudah cukup malam dan dia sangat cemas takut pak suami marah kepadanya karena pulang malam.


Bunda Aryani yang mengerti kegelisahan Zaira langsung angkat bicara " Nak Ariel!" panggil bunda Aryani membuat dokter Ariel yang tengah asik berbicara dengan Kelin langsung menoleh.


" Iya bund, ada apa?" tanya dokter Ariel yang sepertinya sudah lupa waktu.


" Maaf ya nak Ariel besok Za kan masuk sekolah jadi bunda dan Za pamit pulang duluan ya!" ucap bunda Aryani tersenyum ramah.


" Iya bunda maaf Ariel sampai lupa, mari Ariel antar pulang!" ucap dokter Ariel yang hendak berdiri.


" Gak usah nak Ariel, bunda naik taksi saja. kalian kan sudah lama tidak bertemu " sahut bunda Aryani menolak dengan halus


" Biar saya saja yang antar bagaimana, biar nanti kak Ariel yang mengantarkan kak Kelin pulang?" tawar Irfan.


Tring


Satu pesan masuk ke ponsel Zaira.


MY HUBBY ❤️


[ Mas tunggu di depan restoran, sekarang! ]


Zaira nampak berpikir bagaimana caranya ia pergi dari restoran tanpa mengundang kecurigaan dari siapapun apalagi saat ini ada Kelin yang merupakan mantan dari suaminya.


" Maaf kak Irfan dan kak Ariel. aku pulang sekarang ya. kalian tidak perlu repot-repot mengantarkan aku pulang karena teman aku barusan mengirim pesan dia sudah menungguku di depan restoran." ucap Zaira yang sedikit gelisah.


" Teman, siapa?" tanya Irfan penasaran


" Lia, iya Lia yang sudah menjemput aku" ucap Zaira sedikit gugup.


"Dia mengajak aku menginap di rumahnya" lanjutnya lagi


" Menginap bukannya besok kamu sekolah ya?" tanya dokter Ariel yang nampak sedikit curiga


" Ah iya besok aku memang sekolah, pagi-pagi Lia akan mengantarkan aku pulang." jawab Zaira beralasan


" Kenapa tidak temanmu yang menginap?" tanya dokter Ariel lagi


" Itu anu selain aku teman-teman yang lain juga menginap di rumah Lia karena dia merasa kesepian orangtuanya sedang pergi keluar kota" sahut Zaira yang merasa bingung harus beralasan apalagi.


" Owh begitu, apa Mita juga ikut menginap?" tanya dokter Ariel lagi


" Iya.. iya Mita dia juga ikut kok" jawab Zaira sedikit gelagapan.


" Za memang sering menginap di rumah Lia bersama teman-temannya, bahkan sewaktu bunda pergi ke desa dengan waktu yang cukup lama Za tinggal bersama temannya itu. " ucap bunda Aryani yang tahu akan kegundahan sang putri.


" Yaudah ini sudah terlalu malam, kasihan juga Lia menunggu Za dibawah. bunda dan Za pamit duluan ya!" ucap Bunda Aryani merangkul lengan Zaira.


" Iya bund, hati-hati di jalan ya bund" ucap dokter Ariel.


"iya" sahut bunda Aryani dan tersenyum


" Al hati-hati ya!" ucap dokter Ariel semanis mungkin membuat Zaira tidak nyaman dengan senyum dan tatapan kakak angkatnya itu.


Zaira dan bunda Aryani pun keluar dari restoran dan saat sudah berada di depan restoran Azka sudah menunggunya berdiri di depan mobilnya.


" Maaf ya nak Azka kelamaan ya menunggunya?" ucap Bunda Aryani yang merasa tidak enak dengan sang menantu


" Gak apa-apa kok bund" ucap Azka tersenyum sopan


" Ya sudah ayok masuk!" ucap Azka mempersilahkan bunda Aryani dan Zaira masuk ke dalam mobil.


" Kalian langsung pulang saja, bunda masih ada urusan sebentar." ucap Bunda Aryani yang sebenarnya tidak ingin merepotkan menantunya bila harus mengantarkannya terlebih dahulu.


" Loh bunda mau kemana memangnya biar Azka antar saja Bun?" tanya Azka


" Gak usah nak Azka, kasihan Za bila harus mengantarkan bunda terlebih dahulu ke rumah teman bunda. karena arah rumahnya berlawanan arah. Za pasti sudah sangat lelah dia butuh istirahat. " ucap bunda Aryani beralasan.


" Tapi bund_"


" Nak Azka, Za butuh istirahat hari ini dia nampaknya sangat lelah. bunda bisa pulang sendiri nak. " ucap bunda meyakinkan Azka.


" Benar bunda gak mau diantar mas Azka, Za gak apa-apa kok bund" ucap Zaira


" Kamu gak apa-apa tapi cucu bunda pasti ingin istirahat Sayang" ucap bunda Aryani tertawa kecil.


" Sudah cepat sana pulang nanti keburu larut!" titah bunda


" Yaudah kami pamit ya bund!" ucap Zaira seraya mencium punggung tangan bunda Aryani di ikuti oleh Azka.


Zaira dan Azka pulang ke rumahnya. karena melihat Zaira yang nampak begitu lelah Azka membiarkan Zaira istirahat setelah mereka sampai di rumah.


Azka tidak mau banyak bertanya kepada Zaira baginya laporan dari para anak buahnya saja itu semua juga sudah cukup jelas untuknya.


Awalnya Azka terkejut dengan adanya Kelin bersama Zaira. Dia pun nampak mengkhawatirkan keadaan Zaira takut kenapa-napa. beruntung Kelin belum mengetahui status Zaira yang merupakan istri sahnya. Tapi Azka sempat merasa geram saat mendengar dokter Ariel yang menyatakan Zaira adalah calon istrinya. mendengar laporan seperti itu dari anak buahnya membuat Azka ingin lebih memperketat lagi pengawasan dan pengawalan terhadap Zaira.

__ADS_1


" Enak saja mengakui istri orang sebagai calon istrinya" geram Azka mengepalkan tangannya kuat hingga nampak buku-buku tangannya yang memutih.


__ADS_2