Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska membuka matanya sempurna, menatap sekeliling ruangan namun tidak melihat keberadaan Siapa pun termasuk Roni, dengan perlahan ia duduk, karena merasa haus ia sedikit bergeser ingin meraih segelas air yang berada di atas nakas.


" Mau minum?" tanya seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah dan rambut yang basah.


Miska terkejut hampir saja gelas yang hendak diambilnya tersenggol, ia lalu menoleh ke arah sumber suara dan seketika Miska tertegun melihat ketampanan Roni yang bertambah berkali-kali lipat pagi ini setelah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan rambut yang masih sedikit basah.


" Minumlah!" Miska terkesiap saat Roni yang ternyata sudah berdiri di hadapannya sambil menyodorkan segelas air minum di tangannya


" Te... terima kasih!" ucap Miska sedikit terbata


Miska yang memang merasa haus langsung meminumnya sampai habis, setelah itu memberikan gelas kosong tersebut kepada Roni.


" Loe mau berangkat ke sekolah?" tanya Miska saat melihat Roni yang sudah rapih dengan baju seragamnya.


" Iya, kenapa? apa ada yang kamu perlukan?" Roni balik bertanya seraya berjalan menuju sofa dimana tas punggung nya ia letakkan.


" Emm tidak ada, cuma tanya aja enggak boleh emangnya?" Miska memasang wajah ketus


" Ya tentu saja boleh dong sayang, tapi hari ini mungkin aku gak bisa langsung ke sini ya pulang sekolah!" terang Roni seraya memeriksa isi tasnya


" Kenapa? mau jalan ya sama pacar loe?" ketus bumil yang sedang mode cemburu enggak jelas.


Roni tersenyum lalu menghentikan aktivitasnya dan berjalan menghampiri Miska dan duduk di kursi yang berada di sampingnya.


" Kamu cemburu?" goda Roni


" Dih, siapa yang cemburu, ge'er . gue cuma nanya terserah loe mau jalan sama siapa juga. gue enggak peduli!" Miska membuang pandangannya ke lain arah.


" Emmm... jadi enggak cemburu ni? bagus deh kalau begitu jadi aku bisa bebas dan merasa lega gak takut ada yang cemburu" Miska menoleh dan melotot.


" Jadi beneran Loe masih jalan sama pacar-pacar Loe yang gak jelas itu?" kesal Miska membuat Roni seketika tergelak


" Katanya enggak cemburu tapi kok marah sih sayang, gemesin deh!" Roni gemas sendiri dan mencubit hidung Miska


" Apaan sih, sana jangan pegang-pegang!" tepis Miska saat Roni mencubit hidungnya.


" Kamu tuh ya bikin aku gak tahan aja kalau melihat kamu jutek begini" seloroh Roni


" Apaan sih gak jelas banget jadi orang" ketus Miska


" Udah ah pagi-pagi jangan marah-marah gitu, enggak baik untuk calon anak kita!" Roni mengulurkan tangannya pada perut Miska yang masih rata, awalnya Miska ingin menepisnya tapi tiba-tiba ia merasa nyaman dan tenang saat tangan Roni mengusap perutnya dengan lembut


Miska membiarkan tangan kekar Roni mengusap perutnya bahkan ketika pria itu dengan berani mendekatkan wajahnya pada perutnya pun Miska membiarkannya begitu saja.


" Jangan nakal ya sayang di dalam perut mami, papi mau sekolah dulu biar pintar dan jadi kebanggaan anak papi. jangan kangen ya selama papi sekolah dan bekerja. jangan rewel dan membuat mami capek"


Cup


Roni mengecup lembut perut Miska yang terhalang baju tidur.


Miska terharu mendengar ucapan Roni dan setelah Roni bergeser memberi jarak Miska menatapnya lekat.


" Loe kerja?" Roni tersenyum tipis lalu mengusap lembut pucuk kepala Miska


" Iya maminya calon anakku, hari ini pulang sekolah aku mau langsung ke bengkelnya Lukman, aku enggak enak kalau hari ini libur lagi soalnya lagi banyak pekerjaan. kamu enggak apa-apa kan sama mommy dulu? karena mama Rika nanti agak siangan ke sininya ada urusan katanya" jawab Roni dengan suara yang lembut jauh sekali dengan Roni yang ia kenal sebelumnya.


" Iya enggak apa-apa"


" Emm... tapi kenapa kamu bisa bekerja dan tinggal di bengkel teman kamu itu?" tanya Miska penasaran


" Ya semua aku lakukan demi kamu" jawab Roni dengan senyum yang mengembang karena Miska menggunakan kata kamu.


" Kok demi aku, apa hubungannya?"


" Kamu waktu itu pernah bilang kalau aku tidak mau berpisah sama kamu karena aku takut kehilangan harta kekayaan daddy dan tidak juga karena tidak mau tinggal di panti asuhan, begitu kan?" Miska mengangguk pelan


" Karena itu aku keluar dari rumah dan ingin membuktikan kalau aku benar-benar tulus mencintai kamu dan tidak mau kita berpisah bukan karena harta atau apalah itu. meskipun aku sudah tidak punya apa-apa lagi tapi perasaan cinta aku ke kamu tidak akan berubah sayang, maaf jika saat ini aku hanyalah pekerja bengkel kecil dengan gaji pas-pasan, semoga saja kamu tidak malu dan tidak meninggalkan aku setelah tau kalau Roni yang sekarang Roni yang kere enggak punya apa-apa untuk memanjakan mu " lanjut Roni sendu.


" Kamu bicara apa sih Ron, aku enggak butuh Roni yang dulu yang suka menghamburkan uang milik orang tuanya, justru aku bangga sama Roni yang sekarang yang sudah berani mengambil keputusan sebesar itu, Roni yang dulu suka hidup berfoya-foya dengan uang hasil keringat orang tuanya kini justru mau bersusah-susah bekerja di bengkel berkotor-kotoran dengan oli" ucap tulus seorang Miska


" Jadi kamu enggak malu punya suami yang hanya bekerja di bengkel?" tanya Roni memastikan


" Kenapa harus malu, yang penting halal" jawab Miska dengan tersenyum.


Melihat senyum dan keceriaan di wajah Miska Roni terharu sekaligus terpanah dengan kecantikan gadis itu yang terlihat berkali-kali lipat dan Roni pun ikut tersenyum


" Kamu kenapa senyum-senyum kayak gitu?" tanya Miska


Roni menggelengkan kepalanya " Tidak apa-apa, aku hanya merasa sangat bahagia hari ini, terima kasih ya sayang. ini adalah hari penuh semangat buat aku, senyum kamu dan tawamu itu adalah mood booster banget buat aku" jawab Roni membuat wajah Miska seketika bersemu merah.


" Gombal terusss... masih pagi udah ngegombal" Miska mengerucutkan bibirnya


" Siapa yang gombal orang aku serius juga!"


" Ya...ya...ya..." Miska memutar bola matanya malas


" Kok kamu masih disini, udah sana pergi!" usir Miska


" Jangan ngusir aku kayak gitu, nanti kangen loh!" goda Roni

__ADS_1


" Dih kepedean, udah sana pergi!"


" Iya bawel, aku akan pergi kalau mommy sudah datang"


" Enggak usah nunggu mommy nanti telat!" Miska melihat jam sudah menunjukkan pukul 6: 30


" Cie yang mulai perhatian!" ledek Roni tertawa


" Apaan sih" kesal Miska " Udah sana pergi, nyebelin tau gak?"


" Nyebelin apa ngangenin!" goda Roni lagi membuat Miska semakin kesal dan melemparkannya dengan bantal


Bruk


Bantal melayang dan Roni berhasil menghindar alhasil bantal mengenai tepat di wajah seseorang yang baru saja masuk.


" Mommy!" pekik keduanya


" Kalian ini apa-apaan sih, pagi-pagi sudah main lempar bantal begini" cerocos mommy sambil berjalan menghampiri brankar Miska dan memberikan bantal yang dipegangnya lalu meletakkan tas tenteng yang dibawanya di atas nakas.


" Maaf mom enggak sengaja, Roni nya aja tuh yang pakai menghindar kena mommy deh jadinya!" Miska pasang wajah jutek pada Roni


" Dih kenapa jadi aku yang disalahin, kamu yang melempar!" elak Roni


" Mommy.....!" adu Miska


" Ha... ha ..!" Roni tertawa.


" Momm... Roni tuh!" kesal Miska


" Sudah-sudah... Roni sudah siang nanti kamu telat loh, sana berangkat jangan ngeledek isteri mu terus!" titah sang mommy


"Iya mom, aku berangkat sekarang. titip isteri Roni yang paling cantik ya mom, soalnya hari ini mungkin Roni datang agak sore ada kerjaan di bengkel!" pamit Roni


" Iya kamu tenang aja sayang, pasti mommy jagain kok!" sahut mommy Sarah seraya tertawa


" Aku berangkat ya, jangan lupa makan dan minum vitaminnya!" pesan Roni pada Miska


" Iya bawel, belajar yang bener jangan pacaran mulu!" pesan Miska membuat Roni tersenyum simpul


" Iya isteriku calon mami dari anakku, ingat satu hal ya!"


" Apa tuh?"


" Jangan kangen!" bisiknya lalu dengan cepat mendaratkan satu kecupan di kening Miska


Cup


" Aku berangkat!" Miska mengangguk lalu tersenyum malu-malu.


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam!" jawab mommy dan Miska bersamaan


Roni sudah berangkat ke sekolah, ia menggunakan motor butut milik Lukman yang kemarin sore sempat diantarkan ke rumah sakit oleh Adam teman sekelasnya


" Roni!" panggil Khanza pada saat melihat Roni tengah berjalan di koridor sekolah


" Khanza!" beo Roni pelan


" Ron, bagaimana keadaan Miska?" tanya Khanza


" Alhamdulillah baik, mungkin besok juga sudah boleh pulang!"


" Pak!" sapa Roni saat sadar ada Aldy di belakang Khanza.


" Ron, saya dengar dari Khanza kemarin Miska masuk rumah sakit!" ucap Aldy


" Iya pak dan Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik tapi masih belum di izinkan untuk masuk sekolah dulu harus bedrest " terang Roni.


" Bedrest?" tanya Khanza memastikan


" Iya" jawab Roni singkat


" Mas nanti pulang sekolah boleh ya Za menjenguk Miska di rumah sakit?" izin Khanza pada Aldy


" Tapi hari ini mas mungkin akan pulang telat sayang!" ucap Aldy dan Roni yang mendengar percakapan mereka nampak terkejut dan memicingkan matanya


" Pak Aldy dan Khanza kalian_?" tanya Roni menggantung


" Eh... Roni, loe masih disini gue pikir udah pergi!" ucap Khanza yang jadi salah tingkah sendiri mendengar pertanyaan Roni


" Jadi loe sama pak Aldy punya hubungan spesial?" tanya Roni yang nampak sedikit terkejut


" Emmm.... bisa dibilang begitu sih tapi lebih tepatnya ya sama seperti hubungan loe dengan Miska!" jawab Khanza membuat Roni membulatkan matanya


" Hubungan gue sama Miska?"


" Iya, kita tau kalau loe dan Miska itu udah nikah" jawab Khanza

__ADS_1


" Jadi loe tau kalau gue sama Miska udah nikah?" tanya Roni dengan wajah terkejut


" Ya taulah, Miska itu kan sahabat gue dan dia juga udah tahu kok tentang hubungan gue sama pak Aldy karena kami itu gak bisa ada rahasia" jawab Khanza


" Tapi gue berharap untuk sementara tidak banyak yang tau ya tentang hubungan gue sama Miska, cukup loe aja ya Za sama pak Aldy!"


" Hana dan Nana juga sudah tau kok!"


" Apa? Nana juga sudah tau?"sentak Roni dan Khanza melotot


" Kenapa memangnya kalau dia tau, Loe takut gak bisa balikan lagi sama dia begitu?" marah Khanza


" Bukan begitu maksud gue, ya enggak enak aja sama dia, takut dia salah paham sama Miska dan nantinya malah marah sama Miska!" jawab Roni memberi alasan


" Ah yang benar?"


" Serius gue, saat ini gue enggak mau Miska salah paham dan membuatnya jadi banyak pikiran, karena sekarang cuma dia yang jadi prioritas utama buat gue apalagi sekarang dia sedang_!' Roni tidak melanjutkan kata-katanya


" Sedang apa?" tanya Khanza penasaran


" Ah nanti aja loe tanya sendiri sama orangnya, gue takut salah ngomong dan malah marah lagi sama gue!"


" Udah ya gue pamit ke kelas!"


" Eh Ron tunggu dulu loe belum selesai bicara!" teriak Khanza


" Mari pak duluan!" ucap Roni lalu pergi tidak menghiraukan ocehan Khanza


" Ih tuh anak ngeselin banget ya!" kesal Khanza


" Sudah sayang, sebaiknya nanti kamu tanyakan aja langsung sama Miska nya!"


" Iya mas, tapi ngeselin aja tuh anak bikin orang penasaran aja "


" Tapi maaf ya Za, kalau mas gak bisa mengantar kamu menjenguk Miska, nanti pulangnya aja ya yang mas jemput"


" Iya enggak apa-apa mas, nanti Za bisa pergi bareng Hana, Nana dan yang lainnya kok"


" Aduh...aduh....pagi-pagi udah berduaan aja sih?" sapa Hana yang baru datang bersama Nana


" Hai kalian, baru datang juga?" sapa Khanza saat melihat kedua sahabatnya sudah ada di hadapan mereka.


" Mas duluan ya!" pamit Aldy


" Oke mas!"


" Za loe nanti ikut kan jengukin Miska di rumah sakit?" tanya Hana seraya berjalan menuju kelas


" Iya Za, Nicko sama Billy katanya mereka juga mau jenguk Miska pulang sekolah karena mereka kemarin enggak di bolehin masuk buat menemui Miska" timpal Nana


" Iya gue juga rencananya gitu mau ngajakin loe berdua buat nengokin Miska!"


" Yaudah nanti pulang sekolah kita langsung berangkat ya!" sahut Nana


" Sip!" Hana mengacungkan ibu jarinya


****🖤


Pulang sekolah seperti yang sudah direncanakan mereka langsung menuju rumah sakit tempat dimana Miska di rawat


" Gue masih penasaran, kemarin Roni bertemu sama Miska ngomongin apa ya kira-kira? enggak mungkin kan Miska minta pertanggung jawaban si Roni ?" tanya Nicko saat mereka sudah berada di dalam mobil Billy


" Kenapa enggak mungkin?" tanya Nana yang duduk di jok belakang bersama Hana dan Khanza.


" Ya bisa jadikan Miska tambah benci sama Roni apalagi seperti yang kita tahu bagaimana sikap Miska ke Roni kalau bertemu pasti aja ribut apalagi sekarang setelah tau kalau Roni yang sudah melakukan hal terkutuk itu " Khanza, Nana dan Hana diam saja karena menurut mereka bertiga justru hal itu membuat mereka merasa sedikit lega sebab Miska melakukannya dengan orang yang tepat.


" Kalau Roni bersedia bertanggung jawab lalu apa salahnya?" tanya Billy


" Betul itu!" timpal Hana


" Tapi kan_!"


" Sudah-sudah semua itu terserah Miska yang menjalaninya. kita sebagai sahabat hanya bisa memberinya semangat dan doa yang terbaik untuk dia kedepannya." tutur Khanza memotong ucapan Nicko


" Iya gue setuju sama Za, kita itu enggak boleh terlalu ikut campur dengan urusan Miska, cukup mendoakan dan memberinya semangat"


timpal Hana


Setelah hampir setengah jam perjalanan mereka pun sampai di rumah sakit Darma Medika.


Ceklek


" Assalamualaikum!" ucap mereka bersamaan ketika memasuki ruang perawatan Miska


" Wa'alaikum salam!" jawab mommy dan mama Rika sedikit berbisik


" Lagi tidur ya tante?" tanya Khanza seraya mendekati brankar Miska


" Iya, baru saja tertidur!" jawab mommy Sarah

__ADS_1


Nicko dan Billy saling melempar pandangannya saat melihat mommy Sarah yang mereka tau adalah orang tuanya Roni.


__ADS_2