
Azka kembali ke sekolah karena pak Bambang baru saja menghubunginya memberitahu rapat sekolah akan segera di mulai. ya karena ingin bertemu dengan Zaira Azka sampai izin terlebih dahulu kepada pak Bambang sebelum rapat di mulai.
" Huhh" Azka menghela napasnya kasar Setelah sampai di ruang rapat yang hampir saja dimulai. " Maaf saya terlambat!" ucapnya saat masuk ke dalam ruang rapat.
Bu Mayang seperti biasa senyam-senyum sendiri untuk tebar pesona kepada Azka walaupun Azka sama sekali tidak pernah meliriknya sedikit pun. Bu Mayang dengan percaya dirinya mempersilahkan Azka untuk duduk di bangku kosong yang ada di sampingnya.
" Silahkan duduk pak Bagaz!" ucapnya seraya menggeser bangku
Semua guru dan kepala sekolah hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Bu Mayang yang terlalu berlebihan menurut mereka sementara Azka lebih memilih duduk di samping pak Bambang yang juga kosong.
Azka berjalan melewati Bu Mayang begitu saja, senyum yang merekah diwajahnya pudar seketika.
*
*
*
Di rumah Bunda Aryani suasana begitu ramai pasalnya teman-teman Zaira memaksa untuk main dengan alasan mereka kangen dengan Bunda Aryani.
" Terima kasih bunda!" ucap teman-temannya dengan kompak saat bunda Aryani menyuguhkan minuman beserta kue hasil buatan bunda Aryani hari ini.
" ayo dong dicicipi kuenya?" suruh bunda Aryani
" Iya bunda !" ucap semuanya dan tentu saja Mona yang lebih antusias menyambar kue yang ada diatas meja tersebut.
" Mona ih kebiasaan kalau soal makanan aja nomor satu" ucap Mia meledek
" Gak apa-apa udah disuruh makan ini sama bunda, iya kan bund?" ucap Mona membela diri
" Iya sayang, bunda malah senang kalau kalian mau memakan kue buatan bunda" sahut bunda Aryani dengan senyum ramahnya.
" Pasti dimakan dong bund, kue seenak ini mana mungkin dibiarkan begitu aja bund" sahut Mona dengan mulut yang penuh dengan makanan.
" Mona kalau makan tuh jangan sambil ngomong!" tegur Mia
" Iya habisin dulu makanan yang dimulut loe baru ngomong" Indah menambahi
" Kebiasaan sih Mona" Mita ikut menimpali.
" Tau nih takut banget kehabisan, padahal dia yang biasa ngabisin" Lia ikut bersuara.
" Za loe gak ikut komentarin gue? yang lain udah pada bersuara tuh, loe malah bengong aja romannya dari tadi" ucap Mona yang malah bersikap santai menanggapi ocehan teman-temannya.
Zaira masih diam tidak menggubris ucapan Mona, dia masih asik bergelut dengan lamunannya.
" Za!" panggil Lia namun tetap saja tidak bergeming
" Woyyy Alzaira Kiana Putri!" teriak Indah keras karena gemas melihat Zaira yang tidak juga mendengar panggilan dari teman-temannya.
" Et dah Ndah ngagetin gue aja sih loe!" kesal Zaira yang terperanjat kaget karena suara teriakan indah yang memekik ditelinga.
" Ye siapa suruh loe dari tadi bengong aja, udah dipanggilin juga malah asik sama dunia loe sendiri" cetus indah
Zaira terdiam karena apa yang dikatakan Indah memang ada benarnya terlalu asik melamun memikirkan suaminya hingga membuat Zaira tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.
" Sorry!" ucap Zaira pelan
Bunda Aryani menghela napasnya sebelum mengusap rambut Zaira dengan lembut, dia tahu apa yang tengah mengganggu pikiran putri cantiknya saat ini, masalah yang seharusnya sudah diselesaikan akan tetapi dengan sikap putrinya yang masih dibilang kekanak-kanakan malah membiarkannya berlarut-larut.
" Sayang, kamu kenapa?" tanya bunda Aryani dengan lembut
Zaira menoleh dan tersenyum " Za gak apa-apa kok bund"
" Masih belum mau bicara dengan suami kamu?" tanya bunda Aryani
Zaira terdiam lalu menggeleng pelan.
" Sayang tidak baik jika mendiamkan suami lama-lama, sebaiknya kalian bicarakan semuanya baik-baik jangan membiarkan ini berlarut-larut nanti kamu sendiri yang tersiksa disini!" ucap bunda Aryani menunjuk-nunjuk dada Zaira
" Tapi bund_" ucap Zaira menggantung
" Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tidak ada salahnya kamu memberikan suami kamu kesempatan untuk menjelaskan dan memperbaiki kesalahannya. jangan menghukum diri kamu sendiri nak, apa kamu tidak kangen sama suami kamu, rindu itu berat loh sayang" ucap bunda Aryani menasehati.
" Za tuh dengar apa kata bunda, rindu itu berat!" ucap Lia yang setuju dengan kata-kata bunda Aryani.
" Kak Azka memang salah Za gue akui itu dan bukannya karena kak Azka itu kakak gue ya Za gue ngomong gini, bukannya mau ngebela kak Azka tapi jujur aja ya Za gue kasihan melihat dia akhir-akhir ini. Kak Azka tuh lebih banyak ngurung dikamar dan gak semangat gitu Za sampai kak Sendy aja asistennya dia di kantor kesal gitu karena kemarin waktu kak Azka disuruh mewakili papa temu klien nolak gitu. bahkan kak Azka itu seperti orang yang gak keurus makan juga jarang kalau gak gue ancam akan bilang masalah kalian sama mama dan papa dia gak mau makan. lebay banget sih emang kakak gue itu tapi perubahannya drastis Za semenjak dua hari ini gak ada loe" ucap Lia lagi menceritakan tentang keseharian Azka yang memang sedikit berubah tidak bersemangat setelah dua hari tidak bersama Zaira.
" Za, gue yakin apa yang dibilang Lia itu benar loh, soalnya tadi di sekolah gue sempat ngeliat pak Bagaz gak bersemangat gitu waktu ngajar anak kelas 12. Dan loe tau gak Za ternyata ada yang mau godain laki loe, hati-hati deh loe Za sekarang, pelakor itu ada ya karena adanya kesempatan jadi saran gue Za jangan kasih kesempatan wanita manapun memiliki peluang untuk jadi yang namanya pelakor" saran Indah yang terkadang pemikirannya tidak pernah meleset.
" Iya Za benar kata Indah, sebaiknya mulai sekarang loe harus mulai waspada deh jangan biarin tuh suami loe ada kesempatan untuk didekati oleh para pelakor yang bisa aja ada di mana-mana" ucap Mita yang setuju dengan ucapan Indah.
" Sayang!" panggil bunda Aryani karena melihat Zaira hanya diam saja.
__ADS_1
" Tanya hatimu sayang, apa kamu masih kuat bertahan lama-lama jauh dari suami kamu yang ganteng itu, gak takut emangnya apa yang teman-teman kamu bilang tadi soal pelakor ada dimana-mana?" ucap bunda Aryani mencoba meyakini putrinya.
" Bunda Za_" ucap Zaira tertahan.
" Apa kamu mencintainya?" tanya bunda Aryani
Zaira terdiam, sedetik kemudian menoleh ke arah bunda Aryani lalu mengangguk pelan sebagai jawabannya.
" Kalau begitu sekarang telpon suami kamu dan bilang kamu mau pulang" titah bunda Aryani
" Bunda ngusir Za?" tanya Zaira dengan polos.
" cihh anak ini!" decak bunda Aryani menggeleng. " Bukannya mengusir sayang tapi kasihan suami kamu bila istrinya di sini terus" ucapannya lagi.
" Tau ni Za pikiran loe seudzon aja sama orang tua!" ucap Mita menimpali.
" Iya bund maaf!" ucap Zaira cengengesan
" Yaudah telpon sana!" suruhnya lagi.
" Nanti aja deh bund, kalau sekarang pasti gak akan diangkat bund soalnya lagi pada rapat dewan guru kan bund" sahut Zaira
" Owh Yasudah terserah kamu saja" pasrah bunda Aryani.
" Oia, bunda hari Rabu besok sekolah akan mengadakan camping keluar Za boleh ikut kan bund?" tanya Zaira penuh semangat
" Emmmm, bunda gak bisa menjawabnya sayang" sahut bunda Aryani sendu.
" Loh memangnya kenapa bund?" tanya Zaira lagi.
" Apa kamu sudah lupa? kamu ini Sekarang bukan lagi tanggung jawab bunda. jadi apapun yang ingin kamu lakukan minta izinnya bukan sama bunda lagi tapi sama suami kamu sayang!" ucap bunda Aryani menjelaskan.
" Iya bund, Za lupa" jawabnya santai dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Yaudah kalian lanjut aja ngobrol-ngobrolnya bunda mau masuk dulu ya ke dalam" pamit bunda Aryani seraya beranjak dari duduknya.
*
*
*
Zaira tengah duduk di tepi tempat tidur pikirannya kini dipenuhi dengan ucapan bundanya dan juga para sahabatnya sekaligus adik iparnya.
Setelah para sahabatnya berpamitan pulang kepada bunda Aryani Zaira memang langsung pamit kepada bundanya untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Aduh kok gue ngerasa gugup gini sih!" keluhnya.
Dan disaat Zaira tengah dilanda kegugupan tiba-tiba ia dikejutkan dengan dering ponsel yang ada ditangannya dan seketika matanya membulat sempurna betapa tidak orang yang sedari tadi sudah mengganggu hati dan pikirannya namanya terpampang jelas di layar ponselnya.
Tutt... tutt..
" Mas Azka!" cicitnya Pelan
Dengan ragu-ragu akhirnya Zaira mengangkat panggilan telpon tersebut.
📱 MY Little Wife
" Hallo, Assalamu'alaikum" ucap Zaira saat menerima telepon
📱 MY HUBBY
" Wa'alaikum salam" terdengar suara bariton dari seberang telepon membuat Zaira dilanda kegugupan.
📱 MY HUBBY
" Sedang apa?" tanyanya basa-basi.
📱 MY Little Wife
" duduk" jawab Zaira singkat
📱 MY HUBBY
" Sudah makan?"
📱 MY Little Wife
" Sudah"
📱 MY HUBBY
" Syukurlah, Emmmm Za!"
__ADS_1
📱 MY Little Wife
" Iya" Sahut Zaira
📱MY HUBBY
" Mas mau minta maaf!"
📱 MY Little Wife
" Sudah Za maafin jauh sebelum mas minta maaf!"
📱 MY HUBBY
" benarkah?"
📱MY Little Wife
" Iya!"
📱MY HUBBY
" Za, apa boleh mas datang ke rumah bunda untuk bertemu kamu?"
📱MY Little Wife
" Silahkan!"
📱 MY HUBBY
" Benarkah?" tanyanya yang merasa sedikit tidak percaya
📱MY Little Wife
" apa mas sudah makan?" tanya Zaira mengalihkan pembicaraan enggan menjawab pertanyaan Azka.
📱MY HUBBY
" Jujur sih belum!"
📱MY little Wife
" Yaudah, aku tutup telponnya. aku akan menyimpan makanannya!" ucap Zaira dengan jantung yang sudah berdegup sangat kencang.
Azka merasa sangat senang dengan apa yang telah Zaira ucapkan hingga akhirnya dengan sangat terburu-buru ia langsung pergi meluncur ke kediaman rumah bunda Aryani .
Sementara Zaira dengan bergegas keluar dari kamarnya menuju dapur.
" Non Za sedang apa?" tanya bi Minah yang melihat Zaira tengah sibuk di dapur.
" Lagi masak bi!" sahut Zaira dengan santai.
" Masak apa non, wanginya sedap banget bikin saya lapar aja non!" ucap bi Minah yang mencium aroma masakan Zaira yang begitu menggoda perut.
Tanpa Zaira sadari apa yang tengah ia kerjakan saat ini tidak lepas dari tatapan penuh cinta dari seseorang.
" Bi bunda kemana ya kok sepi?" tanya Zaira sambil mengaduk-aduk masakannya di atas wajan.
" Nyonya tadi pergi non katanya mau bertemu dengan rekan bisnisnya" sahut bi Minah.
" Oia, non ada yang bisa bibi bantu lagi tidak?" tanya bi Minah.
" Sepertinya tidak ada bi" ucapnya ramah
" Yaudah kalau begitu bini pamit kebelakang dulu ya non!" sahutnya
" Iya bi" jawab Zaira dengan senyum manisnya.
Dan disaat suasana sudah terlihat sepi dan bi Minah juga sudah pergi ke taman belakang. tiba-tiba ada seseorang yang melingkarkan tangannya di perut Zaira dari arah belakang, sontak saja Zaira terperanjat dan terkejut bukan main saat melihat tangan kekar tengah melingkar di perutnya. namun aroma wangi dari tubuh pria yang beberapa hari ini sudah membuat hatinya diaduk-aduk telah memabukkan Zaira yang merasa begitu menghangat saat mendapatkan pelukan kasih sayang dari sang suami yang sangat di rindukannya.
" Ma.. mas!" pekik Zaira yang merasakan ada tangan kekar melingkar di perutnya
" Biarkan seperti ini sayang, mas janji tidak akan pernah membiarkan kamu bersedih lagi. maafkan mas yang sayang!" lirih Azka seraya meletakkan dagunya di bahu Zaira.
" Mas sudah lama datangnya?" tanya Zaira sopan.
" Emmmm, baru 15 menit!" jawabnya santai. Azka lalu memutar badan Zaira agar menghadap ke arahnya. untung saja masakan Zaira sudah matang dan api kompor sudah di matikan
Azka mengambil momen tersebut untuk mengungkapkan perasaan bersalahnya kepada Zaira. Ia berulang kali meminta maaf kepada Zaira. Dan tentu saja Zaira kini sudah memaafkannya.
Azka merasa sangat bahagia karena Zaira sudah mau memaafkan dirinya. dan saat ini keduanya tengah duduk di meja makan dan dengan sangat lahap Azka memakan masakan yang Zaira masak khusus untuknya.
" Terima kasih sayang dan maaf karena sudah berkali-kali tidak peka dengan perasaanmu!" ucap Azka sendu.
__ADS_1
" Kita mulai semuanya dari awal ya!" lanjutnya lagi.
Zaira hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan namun entah kenapa tiba-tiba senyuman indah Zaira seketika memudar dengan perlahan dan air matanya pun kembali meluncur.