Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pernikahan Miska dan Roni sudah berjalan hampir satu bulan tapi hubungan mereka belum ada tanda-tanda perubahan sedikit pun, keduanya masih bersikap layaknya dua orang asing yang saling diam dan acuh satu sama lain, Walaupun mereka tinggal satu atap bahkan tidur pada kamar yang sama tapi tidak ada interaksi layaknya hubungan suami istri pada umumnya.


Roni hanya bicara sesekali saja itupun ketika mommy Sarah yang memintanya untuk memanggil Miska makan malam atau ketika disuruh berangkat ke sekolah bersama, seperti halnya hari ini Roni merasa kesal karena Miska yang belum juga keluar rumah saat dirinya tengah menunggu di dalam mobilnya karena mommy tidak mengizinkan Miska berangkat sekolah sendiri.


" Lama banget si loe, emangnya loe pikir gue itu supir Loe apa yang harus nunggu loe!" cerocos Roni pada saat Miska dengan santainya masuk ke dalam mobil Roni dan duduk di sampingnya


" Siapa yang nyuruh loe duduk di situ, keluar loe duduk sana dibelakang!" usir Roni


Miska tanpa mengatakan apa-apa langsung menurut dan pindah ke kursi belakang.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang sampai di tikungan pertigaan tidak jauh dari rumahnya seorang gadis tengah menunggu di pinggir jalan, Roni menepikan mobilnya dan gadis tersebut pun langsung naik kedalam mobil duduk di samping Roni.


" Maaf sayang kelamaan nunggu ya!" ucap Roni lalu mencium pipi sang gadis


" Tidak apa-apa, untuk kamu aku rela kok menunggu" sahut sang gadis yang bernama Loly


Di kursi belakang Miska hanya mengerutkan keningnya menatap gadis yang baru saja masuk ke dalam mobil sedetik kemudian Miska mengalihkan pandangannya dan bersikap biasa saja lalu kembali menyibukkan dirinya dengan ponsel yang ada di tangannya.


Roni dan Loly nampak begitu mesra apalagi ketika Loly bergelayut manja di lengan Roni dan menyandarkan kepalanya di bahu, Roni melirik Miska lewat kaca spion dan dia merasa sangat kesal karena sikap Miska yang nampak biasa dan begitu santai.


Loly yang ingin memanas-manasi Miska sengaja dengan tidak tahu malunya mencium pipi Roni


Cup


Miska masih cuek bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah mereka berdua.


Cup


Loly kembali mengecup pipi Roni dan tetap saja tidak ada tanggapan dari gadis yang terlihat asik sibuk dengan ponselnya, Roni yang kembali melirik ke arah kursi belakang nampak geram karena melihat Miska yang cuek bahkan terlihat tengah tersenyum pada layar ponselnya.


" Sedang apa tuh anak? chatting sama siapa sih, kenapa terlihat sesenang itu ekspresi wajahnya?" gumam Roni menatap Miska dengan tatapan tajam.


"Turun!" titah Roni saat dia sudah menepikan mobilnya tanpa menoleh ke belakang.


Miska yang tengah tersenyum menatap layar ponselnya sontak terkejut mendengar ucapan Roni yang pasti ditunjukkan kepadanya dan tanpa katapun Miska langsung turun.


Loly tersenyum puas karena Roni menurunkan Miska di pinggir jalan.


" Rasain loe!" Gumam Loly dalam hati


Setelah Miska turun Roni langsung kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan beberapa menit kemudian Roni dibuat terkejut saat netranya melihat seorang gadis yang tadi ia turunkan di pinggir jalan sedang berboncengan motor dengan seorang laki-laki yang melintas mendahului mobil yang ia kendarai.


" Kurang ajar" gumam Roni dalam hati menyorot tajam kearah gadis yang berbonceng tersebut.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Loly mengelus lembut lengan Roni


" Enggak kenapa-napa" sahut Roni datar


Tidak lama mobil yang Roni kendarai sampai di parkiran sekolah, Loly turun dari dalam mobil dan setelah itu Roni. Mereka berjalan bergandengan tangan dan sesekali Loly melempar senyum ke arah Roni yang entah sejak kapan wajah Roni berubah menjadi dingin dan cuek terhadapnya.


" Roni kamu kenapa sih kok kayak lagi kesal gitu?" tanya Loly yang sedari tadi merasa kesal karena Roni lebih banyak diam dan mengacuhkannya.


" Sebaiknya loe diam, jangan terlalu ikut campur urusan gue, karena gue enggak suka sama cewek yang terlalu banyak bertanya dan mencampuri urusan gue!" sahut Roni dingin melepaskan tangan Loly yang bergelayut manja dilengannya dan pergi begitu saja meninggalkan Loly yang masih diam mematung terkejut dengan ucapan yang Roni lontarkan


Roni menghentikan langkahnya saat melihat Miska yang sedang asik bercanda dan sesekali tertawa begitu lepas bersama Nicko dan juga Billy.


Roni berdiri di balik dinding tidak ingin rasa penasarannya membuat gadis itu curiga dan berpikir yang bukan-bukan.

__ADS_1


Miska terlihat sangat dekat dengan Nicko bahkan sesekali laki-laki itu mengangkat tangannya mengacak-acak gemas rambut Miska yang terurai, jika yang tidak mengenalnya mungkin akan berpikir kalau mereka itu adalah sepasang kekasih.


" Nicko rambut gue!" keluh Miska yang terdengar merengek manja di telinga Roni.


Entah kenapa Roni merasa ada gemuruh di dadanya saat melihat Miska yang begitu dekat dengan laki-laki lain.


"Aahh... ngapain juga sih gue peduli sama tuh cewek, bodo amatlah mau dekat sama siapa juga apa peduli gue" gumam Roni menepis rasa di hatinya.


" Roni!" suara seorang cewek yang setengah berlari menghampirinya membuat Roni menoleh ke arahnya.


" Ngapain loe manggil-manggil gue?" tanya Roni ketus.


Miska menoleh sekilas ke arah Roni namun sedetik kemudian ia bersikap cuek dan kembali bersenda gurau bersama Nicko dan Billy


"Biasa aja kali Ron, Enggak usah sok jual mahal loe sama gue, nih gue cuma mau ngundang loe ke acara pesta ulang tahun gue Sabtu besok, datang ya!" ucap gadis yang tidak lain adalah Luna dan menyodorkan sebuah undangan


" Di mana?" tanya Roni datar


" Biasa di club om gue, loe pasti tahu kan?"


" Hemm!" jawab Roni singkat lalu pergi begitu saja


" Nicko!" kali ini Luna menghampiri Nicko yang sedang berjalan bersama Miska dan Billy.


Roni yang melihat Luna menghampiri Nicko menghentikan langkahnya dan berbalik badan, dia ingin tahu apa yang ingin Luna katakan pada Nicko tepatnya pada Miska.


"Ada apa?" tanya Nicko sedikit ketus


" Nih!" tanpa menjawab Luna menyodorkan undangan ulang tahun kepada Nicko dan juga Billy.


" Itu kartu undangan ulang tahun gue, Sabtu besok loe datang ya ke club om gue yang ada di jalan x" terang Luna


" Elo juga datang ya Bil!" kali ini Luna berbicara kepada Billy


" Gue enggak janji deh Lun" sahut Billy


" Elo datang aja Billy, Nicko kalian juga boleh kok ajak teman-teman kalian yang lainnya termasuk elo Miska sama teman-teman loe juga boleh kok datang, nih undangannya buat Loe dan teman-teman loe" Luna memberikan undangan ulang tahunnya kepada Miska


Setelah memberikan undangan kepada Nicko, Billy dan Miska, gadis itupun langsung pergi.


Roni pun yang sempat memperhatikannya dari jarak jauh sudah pergi sementara Nicko, Billy dan Miska saling melempar pandangan.


" Gimana? apa kalian akan datang?" tanya Nicko saat mereka sedang berjalan menuju kelas


" Gue sih enggak tahu, tanya yang lain dulu ajalah" sahut Miska


" Iya, gue juga pikir-pikir dulu " Billy ikut menimpali


Setelah sampai di kelas mereka lupa untuk membahas tentang undangan ulang tahun Luna karena tidak lama mereka masuk seorang guru pun masuk ke dalam kelas, dan pada saat jam istirahat ketika mereka tengah berkumpul di kantin barulah Nicko membahas soal undangan acara ulang tahun Luna


" Kalau gue sih ya terus terang aja gak akan bisa hadir, kalian tahu sendiri kan bagaimana laki gue, apalagi ini acaranya di sebuah club bisa dicincang abis gue" terang Khanza


"Iya juga sih, apalagi kondisi Loe saat ini enggak memungkinkan banget lah untuk datang ke acaranya si Luna, jangankan laki Loe gue juga enggak bakal izinin Loe datang ke tempat begituan walaupun ya hanya acara ulang tahun tapi tetap aja enggak aman buat calon ponakan gue ditempat begitu" tutur Nicko


" Duh uncle Koko sweet banget si Loe" ucap Khanza


" Jangan lebay deh loe Za, gue mah kasihan sama ponakan gue jangan sampai menyentuh tempat begituan"

__ADS_1


" Keren lah Ko gue setuju banget sama ucapan Loe kali ini, emang uncle Koko paling the best deh!" Miska dengan santai merangkul bahu Nicko


" Wah kalian kalau lagi kayak gini cocok banget ya, kenapa enggak jadian aja sih, kan sama-sama jomblo?" ucap Nana yang sengaja mengeraskan sedikit suaranya saat melihat Roni yang duduk tepat di belakangnya berdua dengan Loly kekasih barunya setelah seminggu yang lalu ia memutuskan Nela teman satu kelas Miska


" Uhuk.... uhuk...!" Miska dan teman-temannya sontak langsung menengok ke sumber suara dan Roni dengan cepat langsung meneguk minumannya hingga habis tidak ingin Miska dan teman-temannya curiga dan berpikir yang tidak-tidak.


" Kamu kenapa Ron?" tanya Loly


" Enggak kenapa-kenapa, cepat habiskan makan Loe gue mau balik ke kelas!"


Loly memperhatikan Roni yang menatap lurus tepatnya kebelakangnya, Loly menoleh kebelakang dan ternyata ada Miska yang tengah asik bercanda dan bersenda gurau bersama teman-temannya.


Roni nampak mengepalkan tangannya dan hal itupun tidak luput dari penglihatan Loly.


" Sebenarnya ada hubungan apa sih cewek itu sama Roni, bahkan mereka juga sering berangkat bersama ?"


" Kalau mereka itu sepupuan kenapa harus di rahasiakan belum lagi tatapan mata Roni ke cewek itu, kenapa seperti orang yang sedang cemburu?" batin Loly


Roni merasa kesal sendiri karena Miska seakan tidak melihatnya ada, Roni lalu beranjak berdiri di saat melihat Miska yang tiba-tiba pergi dari teman-temannya.


" Habiskan makan Loe cepat, gue pergi dulu!" ucap Roni yang sudah beranjak dari duduknya dan hendak mengejar Miska


Greppp


Miska yang hendak masuk ke dalam toilet dibuat terkejut saat tangannya di tarik oleh Roni masuk ke dalam toilet.


" Elo apa-apaan sih, keluar enggak loe sekarang atau mau gue teriak?" kesal Miska yang saat ini terkurung di dalam toilet bersama Roni


" Silahkan aja Loe teriak gue enggak takut" tantang Roni dengan tersenyum licik


Miska seketika diam lalu sedetik kemudian menatap Roni dengan tatapan yang sulit di artikan.


Miska mengikis jarak melangkah lebih dekat kearah Roni, dan dengan berani Miska mendekatkan wajahnya " Apa Loe sekarang sudah mulai tertarik sama gue, cewek yang sama sekali bukan level loe Hem? bahkan sampai-sampai Loe menjadi penguntit seperti ini?" Miska menaik turunkan alisnya lalu tersenyum meremehkan membuat Roni seketika terasa tercekat.


" Ada apa dengan gue, kenapa gue sampai berada di sini bersama nih cewek, enggak bener ini udah enggak bener" Roni menepis segala pikirannya yang mulai kacau menurutnya


" Minggir loe!" tiba-tiba Wajah Roni terasa panas lama-lama berada di ruang sempit seperti itu membuat napasnya semakin tidak beraturan. Roni mendorong Miska sedikit kasar membuat punggung gadis itu membentur dinding cukup keras.


" Awww....!" Miska sedikit meringis tapi Roni dengan cepat langsung keluar dari toilet tersebut, untung saja kondisi toilet cukup sepi jadi tidak ada orang yang melihat Roni yang baru saja keluar dari toilet wanita.


Miska mendengus kesal pasalnya dorongan Roni cukup keras sehingga punggungnya terasa sedikit nyeri.


Selesai dengan urusan toiletnya Miska merasa enggan untuk kembali ke kantin dan lebih memilih untuk kembali ke kelasnya dan dia juga tidak lupa memberi kabar kepada Khanza.


Sementara Roni yang berjalan menuju kelasnya berpapasan dengan Loly yang kebetulan baru saja kembali dari kantin


Roni tidak menghiraukan Loly dan berjalan melewatinya begitu saja


" Roni tunggu!" Loly mengejar langkah panjang Roni.


" Kamu kenapa sih Ron?" tanya Loly yang nampak bingung dengan perubahan Roni yang menurutnya begitu mendadak


" Bukan urusan loe, sebaiknya mulai detik ini loe jauh-jauh dari gue dan sekarang menyingkirlah dari hadapan gue" ketus Roni menatap dingin dan Loly yang baru pertama kali melihat kemarahan Roni langsung gemetar ketakutan perlahan ia pun bergeser dan Roni berlalu begitu saja dari hadapannya.


Loly mengusap air matanya sikap dingin Roni telah membuat hatinya terasa sakit.


Sementara dari balik dinding seorang gadis tersenyum miring melihat sikap Roni, walaupun sebenarnya ia merasa iba terhadap Loly tapi entah kenapa ia merasa puas dengan sikap Roni yang berubah dingin pada kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2