
Misi menjadi detektif hari ini sudah selesai, Khanza tersenyum sendiri mengingat aksinya bersama ke tiga sahabatnya.
Khanza yang baru saja masuk ke dalam apartemen dikejutkan oleh suara bariton yang masuk ke gendang telinganya.
" Alangkah baiknya mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah" ucap Aldy seraya berjalan mendekati Khanza
" Assalamu'alaikum, suamiku!" ucap Khanza dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya
" Wa'alaikum salam, isteriku" sahut Aldy merengkuh pinggang Khanza hingga merapat ke dada bidangnya
" Mas, lepas ih!" Khanza pasang wajah memberengut
" Kenapa mas harus lepas?" Aldy semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Khanza
" Jangan dekat-dekat ih, sana dulu aku mau mandi " Khanza mendorong wajah Aldy seraya tersenyum malu-malu
" Ya udah kita mandi bareng saja kalau begitu" Aldy menaik turunkan alisnya
" Enggak mau, itu mah modus kamu " Khanza berusaha memberontak namun Aldy semakin mengeratkan pelukannya
" Siapa yang modus, cuma tidak mau membuang kesempatan yang ada" Seloroh Aldy tersenyum penuh maksud
" Mas, aku capek ih mau mandi dulu lengket banget ini badan aku, enggak betah mas!" rengek Khanza manja
" Emmmm tumben isteri aku manja gini, jangan-jangan ada maunya ya, ayo ngaku?"
" Ih apaan sih mas, enggak ya aku mah bukan tipe cewek yang suka modus buat nempel sama laki-laki" sindir Khanza
" Yang bilang kamu modusin aku siapa?"
" Gak tau ah, udah sana minggir aku mau mandi!" ketus Khanza mau tidak mau Aldy mengalah dan melepaskan tangannya.
" Jangan lama-lama ya sayang mandinya!"
"Iya bawel!" Khanza langsung melesat masuk ke dalam kamar dan segera mandi
Aldy menyiapkan makan malam untuk mereka berdua meskipun tidak seenak masakan Khanza dengan susah payah Aldy memasak sendiri masakan kesukaan Khanza.
Setelah selesai memasak Aldy menatanya diatas meja makan, semua sudah tersaji di atas meja makan namun yang ditunggu belum juga terlihat batang hidungnya.
Ceklekk Khanza baru keluar dari kamar dan langsung menunju dapur.
" Ini semua mas yang masak?" tanya Khanza melihat banyaknya menu masakan yang tersaji di atas meja makan
" Iya, ini mas sendiri yang masak loh khusus untuk isteri mas yang hobby banget ngambek" sahut Aldy
" Eh mana ada ya ngambek" elak Khanza seraya mengerucutkan bibirnya
__ADS_1
" Iya ..iya enggak, udah cepat dimakan mumpung masih hangat"
" Iya mas, ini pasti enak" puji Khanza dan Aldy hanya mengulum senyumnya.
Aldy dan Khanza tengah menikmati makan malamnya, sesekali mereka saling melempar canda dan tawa bersama.
Selesai makan Aldy seperti biasa memilih duduk di ruang TV sambil menunggu sang isteri yang tengah mencuci piring.
Ting tong.....
Ting Tong.....
" Mas sepertinya ada tamu!" teriak Khanza dari dapur
" Iya, mas lihat dulu siapa yang bertamu malam-malam begini" sahut Aldy seraya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
Ceklekk
Aldy seketika terperanjat kaget melihat sosok yang tengah berdiri di hadapannya.
" Kamu?"
" Hai mas, aku kira aku salah alamat. syukurlah ternyata benar ini apartemen mas Aldy" ucap seorang wanita dengan percaya dirinya.
" Dari mana kamu tahu alamat apartemen ku?" tanya Aldy yang nampak bingung dengan kedatangan wanita yang sangat ingin ia hindari saat ini.
" Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang juga Mila!" ucap Aldy dingin
" Mas izinkan aku masuk dulu mas, kita perlu bicara!" ucap Mila merajuk
" Tidak Mila, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, ingat batasan kamu Mila!" ucap Aldy tidak nyaman dengan keberadaan Mila.
" Mas, tolong jangan usir aku mas, apa kamu tidak kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan aku mas, walau bagaimanapun dia ini masih ada ikatan darah loh mas sama kamu. Ya walaupun dia hanya anak dari adik kamu padahal sebenarnya aku berharapnya sih bayi ini adalah anak kamu mas" ucap Mila dengan tampang sedih
" Mila tolong kamu pergi dari sini dan hentikan omong kosong kamu itu!" sentak Aldy tegas
" Mas, kenapa sih sekarang mas tega banget sama aku, kenapa mas tidak seperti dulu yang selalu perhatian dan baik sama aku?" tanya Mila sendu
" Sekarang kan sudah ada Toni, dia yang berkewajiban memberikan perhatiannya kepada kamu dan juga bayi yang ada di dalam kandungan mu, ingat Mila aku ini hanya kakak ipar kamu. jadi jangan berharap lebih!" geram Aldy karena Mila begitu keras kepala
" Tapi mas, aku lebih nyaman sama kamu. jika mas ingin aku pisah dengan Toni aku rela kok mas asal aku bisa hidup sama kamu mas" Aldy melotot tidak percaya dengan apa yang diucapkan Mila, dengan mudahnya wanita itu ingin berpisah dari suaminya yang tidak lain adalah adik kandung Aldy dan meminta hidup bersamanya.
" Apa benar seperti itu?" Khanza yang sedari tadi mendengarkan omongan keduanya dari dalam tiba-tiba muncul di belakang Aldy membuat Mila terkejut bukan main.
" Dia!" Mila menunjuk ke arah Khanza yang tersenyum miring
" Apa kabar mbaknya, bertemu lagi kita" sapa Khanza dengan senyum yang sulit di artikan
__ADS_1
" Kenapa dia ada di apartemen kamu mas? dasar gadis ja**Ng !" umpat Mila
" Cukup Mila jaga ucapanmu!" bentak Aldy membuat Mila terjingkrak lalu menatap sinis kearah Khanza.
" Jadi karena gadis ja**Ng ini mas berubah?" Mila mengeluarkan air mata buayanya sedangkan Khanza yang melihat akting Mila tertawa miris
Aldy hendak menjawab namun sudah keduluan Khanza .
" Ja**Ng jangan teriak ja**Ng mbaknya. malu atuh sama bayinya, nanti bingung nanyain bapaknya siapa?" ucap Khanza monohok
" Khanza Az-Zahra jaga bicara kamu, tidak sopan bicara seperti itu!" bentak Aldy namun Khanza tidak ambil pusing.
Khanza tersenyum kecut menatap wajah sang suami dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Maaf ya pak guru yang terhormat, bukan saya tidak sopan tapi wanita yang berada di hadapan saya ini sudah kesekian kalinya berteriak mengatakan saya adalah gadis ja**Ng seharusnya wanita yang sudah bersuami apalagi sedang hamil apakah pantas datang ke apartemen laki-laki lain bahkan menggodanya. lalu disini siapa yang ja**Ng berteriak ja**Ng?" tanya Khanza dengan tatapan tajam menghunus bagaikan pedang.
Aldy tercekat karena apa yang dikatakan Khanza benar adanya.
" Kamu" geram Mila
" Apa?" tanya Khanza meremehkan
" Awas kamu, akan aku buat perhitungan dengan mu. lihat saja nanti"
"Seorang murid berada di apartemen gurunya hanya berdua-duaan, apalagi lagi yang diperbuat kalau bukan menjual diri!" ucap Mila sedikit mengancam
"Aku yakin jika pihak sekolah tahu kalian berdua pasti akan dikeluarkan dari sekolah!" lanjutnya lagi dengan percaya diri
Khanza bukan takut malah tertawa membuat Aldy dan Mila terkejut dengan respon Khanza, bukannya takut malah tertawa begitu santai
" Coba saja, aku rasa pihak sekolah tidak akan percaya begitu saja" Khanza mendekatkan wajahnya ke wajah Mila
" Tidak akan ada yang percaya dengan ucapan seorang wanita yang sering keluar masuk hotel dengan pria yang berbeda-beda!" bisik Khanza membuat Mila melotot dan sulit menelan salivanya.
Aldy hanya mengernyitkan dahi melihat ekspresi wajah Mila yang berubah pias sementara Khanza menyunggingkan senyumnya.
" Ayuk mas kita masuk, aku juga ingin seperti mbaknya, memiliki dedek bayi di dalam sini!" ucap Khanza seraya mengelus perutnya yang masih rata. Sontak ucapan Khanza membuat Aldy terkejut dengan keberanian Khanza berbicara begitu frontal.
" Kamu!" Mila semakin geram namun Khanza menyikapinya dengan tenang dan senyuman penuh kemenangan.
" Mas!" rengek Khanza membuat Aldy gemas sendiri dan tentu saja tidak mau membuang kesempatan yang sudah terbuka lebar dengan senang hati Aldy pun mengiyakan tawaran sang isteri.
" Iya sayang, Ayuk!" Aldy merengkuh pinggang Khanza lalu mengajaknya masuk lalu menutup pintu begitu saja
" Ka... kalian, awas saja. aku pasti akan memberi perhitungan kepada kalian berdua!" teriak Mila marah-marah sendiri di depan pintu apartemen.
Dengan langkah gontai Mila pun akhirnya pergi dengan membawa kekecewaan dan juga amarah yang mendalam.
__ADS_1