Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Nasihat Bunda


__ADS_3

Mata Zaira membola saat netranya melihat seseorang yang sebenarnya ingin sekali ia hindari untuk saat ini, terlebih dia tidak ingin membuat suasana menjadi tegang dan canggung.


Arta dan Mita tidak sadar kebersamaannya dengan baby Zia menjadi pusat perhatian seseorang yang sedari tadi menatapnya intens apalagi sesekali Mita dan Arta tertawa begitu lepas melihat baby Zia yang baru beberapa hari lahir tapi sudah sangat menggemaskan.


Sikap Arta yang begitu hangat ditambah lagi dengan tatapannya yang penuh cinta ke Mita membuat seseorang yang tak henti menatapnya semakin meradang dan mengepalkan tangannya kuat. Zaira yang melihat situasi sepertinya memanas langsung menghampiri Mita dan Arta namun belum sempat Zaira melangkah terdengar suara bariton yang membuat langkahnya terhenti.


"Jadi ini alasan kamu menolakku dan memutuskan pertunangan kita?" mendengar suara bariton yang tidak asing di telinganya membuat Mita seketika menoleh kesumber suara begitu juga dengan Arta.


" Mas Ariel?" cicit Mita lalu menoleh ke arah Arta yang langsung mengulas senyumnya agar Mita tidak merasa tegang dan juga bersalah.


Zaira menghampiri Mita lalu mengambil alih baby Zia dari gendongan Mita.


" Sepertinya kalian harus bicara, mungkin ini waktu yang tepat untuk kalian menyelesaikan masalah ini" ucap Zaira sebelum pergi membawa baby Zia ke kamarnya.


Mita mengangguk dan kembali menoleh ke arah Arta yang juga mengangguk pelan ke arahnya.


" Kita memang perlu bicara dengannya" ucap Arta tersenyum tipis.


" Iya kak" Mita tersenyum sekilas.


***


Hampir 15 menit suasana hening tidak ada yang memulai pembicaraan sampai akhirnya Mita memutuskan untuk bicara lebih dahulu.


" Mas Ariel!" panggil Mita dengan sedikit canggung.


Ariel menoleh ke arah Mita dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Jadi karena dia kamu memutuskan pertunangan kita?" tanya dokter Ariel begitu ketus dan menatap tajam ke arah Arta.


" Cih, gak introspeksi diri!" gumam Arta pelan namun masih terdengar oleh Mita yang langsung menoleh ke arahnya.


" Maaf!" Cicit Arta pelan dan hanya terdengar oleh Mita


" Mas Ariel, aku rasa semua sudah sangat jelas alasannya apa, dan hubungan kita memang seharusnya tidak pernah terjadi mas!" ucap Mita tegas.


" Bukankah sudah mas bilang, tunggu sampai mas menceraikannya setelah itu kita bisa menikah" ucap dokter Ariel dengan mudahnya.


Mita tersenyum miring lalu menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Mudah sekali ya mas Ariel bicara seperti itu, lalu mas anggap apa aku dan kak Karina hah?" tanya Mita yang merasa kecewa dengan ucapan dokter Ariel.

__ADS_1


" Aku juga wanita mas, aku bisa merasakan rasa sakit hati yang kak Karina rasakan. meskipun kalian menikah tanpa didasari oleh rasa cinta tapi setidaknya mas pikirkan nasib bayi tidak berdosa yang berada didalam kandungan kak Karina" ucap Mita dengan suara tegas dan penuh penekanan.


" Mas akan tetap mengakuinya sebagai anak mas setelah dia lahir, kita yang akan merawat dan membesarkannya bersama dan Karina sudah menyetujuinya" ucap dokter Ariel dengan semangatnya meyakinkan Mita agar mau kembali ke sisinya.


" Aku mencintaimu Mita dan kita bisa membesarkan anak itu bersama-sama, mau kan kau membesarkan anakku bersama-sama?" tanya dokter Ariel membuat Mita seketika terdiam dan diamnya Mita di artikan kalau Mita pasti mau kembali kepadanya.


Dokter Ariel berpikir Mita pasti akan mempertimbangkan kembali keputusannya yang ingin membatalkan rencana pernikahannya dan kembali ke sisinya dan Arta pun berpikir Mita pasti ingin kembali kepada dokter Ariel sehingga membuat Arta tahu diri lalu beranjak pergi namun baru saja melangkah pelan tiba-tiba Mita meraih tangannya lalu menggeleng pelan.


" Maafkan aku mas, aku tidak mau menjadi wanita yang egois dan kejam dengan memisahkan anak dengan ibunya." ucap Mita tegas.


" Aku tahu bagaimana rasanya hidup dalam keluarga yang tidak utuh mas, dan aku tidak mau apa yang aku alami dialami juga oleh anak yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Jangan jadikan kesalahan orang tuanya lalu anak yang menanggung deritanya mas, aku rasa mas juga pasti mengerti bagaimana rasanya hidup tanpa orang tua" tutur Mita dengan sorot mata tajam dan tegas.


" Kedua orang tua meninggal sedangkan anak itu masih tetap memiliki orang tua yang lengkap ada mas dan juga kamu sebagai ibunya" ucap dokter Ariel dengan segala keegoisannya.


" Cukup mas, tidak bisakah mas berpikir dan memposisikan diri sebagai seorang anak, tidak semudah yang mas katakan mas setiap anak pasti menginginkan keluarga yang utuh ibu dan ayah kandungnya." sentak Mita


" Mas, kita mungkin memang ditakdirkan tidak berjodoh. kak Karina sangat mencintai mas Ariel. dengan dia mengatakan dia tidak apa-apa asalkan mas bahagia apalagi rela mengorbankan anaknya demi mas Ariel itu sudah cukup membuktikan kalau kak Karina sangat mencintai mas Ariel dan yang dia pikirkan bukan kebahagiaannya sendiri melainkan kebahagiaan mas dan juga anak kalian yang tidak ingin kehilangan kasih sayang orang tua yang tidak sempurna. sadarlah mas di dunia ini tidak ada isteri dan juga ibu yang rela memberikan bayi yang dikandungnya kepada wanita lain mas!" tutur Mita dengan air mata yang sudah lolos dari pelupuk matanya.


Arta yang mendengar ucapan Mita merasa begitu terenyuh dan dengan perlahan tangannya terulur meraih tangan Mita.


" Sudah sayang !" ucap Arta pelan membuat Mita menoleh ke arahnya.


" Jauhkan tanganmu dari Mita ku!" ucap dokter Ariel saat melihat Arta yang menggenggam tangan Mita.


" Mita mu, Cih!" Arta berdecak dan menatap tajam kearah dokter Ariel.


" Sayang mas mohon beri mas kesempatan!" ucap dokter Ariel yang menghampiri Mita dan menarik paksa tangan Mita.


" Lepaskan tanganmu dari gadis ku!" Arta mendorong kasar tubuh dokter Ariel agar menjauh dari Mita yang sudah nampak sedikit ketakutan dengan sikap dokter Ariel yang terus memaksa.


" Ingat dokter anda ini sudah beristri bahkan akan segera menjadi seorang ayah jika anda lupa. bagaimana bisa seorang dokter begitu tega memperlakukan wanita seenaknya bahkan mencampakkan keluarga demi ambisi dan ***** yang berkedokan cinta." ucap Arta begitu tajam


" Tau apa kamu? semua gara-gara kau yang sudah merusak hubunganku dengannya" cecar dokter Ariel yang belum juga sadar akan kesalahannya sendiri.


" Dasar dokter aneh, seharusnya anda introspeksi diri, jangan menyalakan orang atas kesalahan yang anda perbuat sendiri" Arta menyilangkan tangan didada.


" Tapi aku bersyukur karena anda ternyata sudah menikah jika tidak maka pencarian ku bertahun-tahun akan sia-sia. tapi inilah takdir tuhan akhirnya tuhan mempertemukan aku dan gadis kecilku tepat pada waktunya. " ucap Arta seraya tersenyum ke arah Mita.


" Kak!" ucap Mita yang merasa sedikit bersalah.


" Sekarang Mita adalah wanita ku dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti hatinya. termasuk anda dokter Ariel!" ucap tegas Arta

__ADS_1


" Aku tidak akan membiarkan gadis kecilku, imutnya kakak tampan menangis lagi, cukup air mata ini hanya boleh menetes karena kebahagiaan jangan menangis karena hal-hal yang tidak penting" tutur Arta menatap lekat wajah Mita penuh dengan cinta dan kasih sayang yang tulus.


" Kak!" Mita menangis haru


" Kau yang dulu memintaku untuk menjadi kekasihmu bukan dan ingin menikah dengan ku?" tanya Arta membuat Mita mengangguk pelan.


" Bertahun-tahun aku mencarinya dan ingin memenuhi janjiku menikahinya. tapi tuhan belum juga mempertemukan aku dengan Mita gadis imutku. jika tidak ada orang yang mengirimkan foto kepadanya saat itu mungkin kau kini sudah menjadi suaminya tapi apa takdir berkata lain bukan disaat aku sudah merasa lelah dan putus asa mencarinya tiba-tiba tuhan mempertemukan kami kembali dengan cara yang unik. jadi jika kau bilang hubungan mu dengan Mita putus karena aku kau salah besar , semua terjadi karena takdir tuhan yang ingin mempertemukan aku kembali dengan cinta masa kecilku, gadis imut ku yang telah menghilang bertahun-tahun lamanya." tutur Arta membuat dokter Ariel terdiam.


" Aku tahu saat ini hati Mita memang masih tersimpan namamu-"


" Kak" Mita menggeleng


" Tapi aku yakin kelak nama kakak tampan yang sempat tertutup oleh namamu akan kembali lagi mengisi hatinya" ucap Arta


" Omong kosong!" decak dokter Ariel


" Mas Ariel aku mohon lupakan aku jangan sia-siakan wanita yang begitu mencintaimu mas, kak Karina begitu tulus jika mas Ariel menyia-nyiakannya mas Ariel pasti akan menyesal. kehilangan isteri dan anak" ucap Mita kesal dengan keegoisan dokter Ariel yang begitu tinggi.


"Kak, aku mau pulang!" ucap Mita tiba-tiba


" Baiklah kita pulang sekarang" sahut Arta


" Bunda maaf, kami pamit pulang dulu sepertinya Mita sedang kurang enak badan, sampaikan salam maaf kami bund kepada Zaira" pamit Arta yang melihat ke datangan bunda Aryani dan langsung membawa Mita pergi setelah berpamitan dengan Bunda Aryani karena Mita tidak ingin berlama-lama di situasi yang kurang nyaman itu.


" Nak Ariel!" suara wanita paruh baya itu membuat dokter Ariel langsung menoleh ke arahnya


" Semua yang berjalan di muka bumi ini sudah ada takdirnya masing-masing, mungkin jodoh nak Ariel dengan nak Mita hanya sampai sebatas ini saja tidak lebih, jangan menyalahkan takdir atau menyalahkan nak Mita yang kini sudah bertemu kembali dengan cinta masa lalunya yang sempat terpisah. kita tidak akan pernah tahu apa rencana tuhan dibalik semua kejadian ini tapi yang terpenting adalah sekarang nak Ariel jangan pernah menyia-nyiakan keluarga demi ego dan ambisi yang justru akan menghancurkan hidup nak Ariel sendiri." tutur Bunda Aryani yang datang menghampiri dokter Ariel dan mengusap punggungnya dengan lembut dan penuh kehangatan sebagai seorang ibu yang berusaha menenangkan hati putranya.


" Bunda!" cicit dokter Ariel


" Hargailah isterimu nak, apalagi saat ini dia tengah mengandung anak mu" ucap bunda Aryani tersenyum penuh cinta.


" Tapi bund!" ucap dokter Ariel terjeda


" Nak cinta dan ambisi itu sangatlah tipis, jika kamu memang benar-benar mencintai Mita maka lepaskanlah Mita. hargailah keputusannya dan biarkan mita mencari kebahagiaannya sendiri" bunda Aryani mengusap rahang dokter Ariel yang sempat mengeras


" Mita dan nak Arta memang sudah lama saling mengenal, bahkan yang bunda rasakan cinta diantara mereka sebenarnya sangatlah kuat hanya saja mereka tidak menyadari hal itu. Mita meskipun sudah lama berpisah dengan nak Arta tapi ingatan keduanya masih sangat kuat bahkan mereka bisa saling mengenal hanya karena kesukaan masing-masing" tutur Bunda Aryani yang merasa kagum dengan kisah Mita dan Arta setelah mendengar cerita dari Zaira.


" Bunda!" lirih dokter Ariel


" Sudahlah nak, ikhlaskan hatimu menerima takdir yang tuhan berikan!" pesan bunda Aryani lalu beranjak pergi membiarkan putra angkatnya itu merenungi semuanya.

__ADS_1


__ADS_2