
Flashback on
" Za, tunggu!" teriak Mia saat Zaira hendak pergi ke toilet
Zaira menghentikan langkahnya dan menunggu Mia yang setengah berlari menghampiri dirinya.
" Cepat banget sih loe jalannya" kesal Mia
" Ya gue kan gak tau kalau loe mau ikut" Zaira kembali melangkahkan kakinya dan pada saat hendak berbelok ke arah toilet Zaira melihat Azka sedang berduaan dengan seorang siswi yang Zaira tahu adalah adik kelasnya.
" Za!" Mia menutup mulutnya saat melihat gurunya tengah memeluk muridnya
" Gue gak salah lihat kan Za, itu?" Mia menoleh ke Zaira dan nampak wajah penuh rasa kecewa dan juga amarah menjadi satu.
Selama ini Zaira tidak pernah marah dan dia termasuk wanita yang sangat lembut tapi hari ini Mia melihat sisi Zaira yang berbeda.
" Za loe gak apa-apa?" tanya Mia khawatir
Zaira bergeming dan menatap tajam ke arah Azka namun karena perutnya yang terasa sakit karena panggilan alam Zaira memutuskan untuk pergi.
" Za tunggu!" teriak Mia
Deg
Azka selintas seperti mendengar seseorang memanggil nama Zaira, tapi saat matanya mengedar kesegala penjuru sepi tidak ada siapa-siapa.
" Sudahlah jangan menangis terus, sebaiknya kamu berdoa untuk keselamatan ayahmu dan tunggu kakakmu menjemput!" ucap Azka setelah mengurai pelukan muridnya yang baru saja menerima kabar kalau ayah muridnya mengalami kecelakaan.
Saat itu Azka hendak pergi ke kelas Zaira namun selintas dia mendengar suara orang menangis karena merasa penasaran Azka mencari sumber suara tersebut dan dia melihat seorang murid sedang menangis sambil menerima telepon.
Azka langsung menghampiri murid tersebut dan tanpa kata murid tersebut memeluk Azka begitu saja membuat Azka terkejut dan tidak bisa menghindar dan pada saat itulah Zaira melihatnya.
" Kamu kenapa?" tanya Azka mengurai pelukannya
" Ayah saya... ayah saya mengalami kecelakaan pak!" ucap siswi tersebut masih dengan Isak tangisnya.
" Apa kecelakaan?"
"Iya pak, nanti kakak saya akan menjemput saya pak" ucap siswi tersebut
"Ya sudah kalau begitu kamu ambil tas kamu dan tunggu kakakmu datang menjemput!" tutur Azka
" Baik pak!" ucap siswi tersebut
Flashback off
" Kamu kenapa sayang?" tanya Azka yang nampak bingung melihat raut wajah Zaira yang seketika berubah
" Tidak Kenapa-napa!" jawab Zaira dingin
Azka seperti mencium sesuatu yang tidak beres dengan isterinya, dan seketika ia teringat kejadian tadi pagi di sekolah ia sempat mendengar seseorang memanggil nama Zaira pada saat seorang siswi memeluknya.
Azka menepikan mobilnya, dia tidak mau ada kesalahpahaman yang nantinya malah akan berbuntut panjang jika tidak cepat diselesaikan.
" Kenapa berhenti?" tanya Zaira
" Apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?" Azka menatap lekat wajah Zaira yang nampak ditekuk
" Tidak!" ucap Zaira acuh
" Sayang, aku tidak ingin ada sesuatu yang ditutup-tutupi!" Azka membuka seatbeltnya dan menghadap ke Zaira.
Zaira membuang pandangannya entah kenapa rasanya sangat sakit setiap kali teringat suaminya berada dalam pelukan wanita lain.
Sedari tadi Zaira memang berusaha untuk melupakan semua kejadian yang dilihatnya di koridor sekolah tepatnya di dekat arah toilet namun entah kenapa kejadian itu teringat kembali.
" Sayang, mas minta maaf kalau memang mas punya salah tapi kenapa tiba-tiba kamu bisa semarah ini sama mas. tolong dong kasih tau mas sudah melakukan kesalahan apa hem?" Azka meraih bahu Zaira dan membuat wanita tersebut menghadap ke arahnya
" Jangan membuat mas semakin pusing sayang!" pinta Azka
" Apa hari ini mas tidak melakukan sesuatu kesalahan? apa mas tidak merasa sudah melakukan perbuatan yang sangat tidak bermoral? dan apa mas tidak ingat sudah melakukannya sesuatu yang membuat aku sangat kecewa dan sakit hati!" serentetan pertanyaan meluncur begitu saja dari bibir Zaira dan jangan ditanya lagi air matanya pun sudah mengalir begitu saja
Azka menghela napasnya berat apa yang ia duga ternyata benar adanya kalau isterinya pasti melihat saat seorang siswi tiba-tiba memeluknya.
" Sayang maaf kalau mas sudah melakukan kesalahan besar kepadamu tapi sumpah demi apapun mas tidak melakukan apa yang ada di dalam pikiran mu saat ini, mas yakin kamu pasti telah salah paham" tutur Azka
" Apa kamu melihat mas tadi disekolah saat seorang siswi yang tiba-tiba memeluk mas?" tanya Azka dan Zaira mengangguk
" Tadi itu saat mas ingin ke kelas kamu mas mendengar ada suara orang menangis, mas penasaran dan mencari tahu dan saat mas melihat ada seorang siswi tengah menangis sambil menelpon mas menghampirinya dan mas juga gak tau kalau siswi tersebut malah memeluk mas"
" Tapi mas menikmati pelukannya!" potong Zaira dengan ketus
" Ya ampun sayang, mas gak seperti itu. mas langsung melepaskan pelukannya dan saat mas bertanya kata dia ayahnya mengalami kecelakaan dan dia menunggu kakaknya datang menjemputnya" Azka mengacak-acak rambut Zaira
Deg
Zaira jadi teringat dengan nasibnya dulu saat ayahnya mengalami kecelakaan dan berakhir dengan pernikahannya bersama Azka
" Apa ayahnya tidak apa-apa mas?" tanya Zaira yang seketika berubah sendu.
Azka tahu dengan jelas saat ini Zaira pasti teringat kembali dengan kejadian yang pernah menimpa ayahnya sampai akhirnya ayahnya meninggal dunia.
" Kita doakan saja semoga ayah dari siswi tersebut tidak Kenapa-napa" Azka menarik Zaira ke dalam pelukannya
" Jangan bersedih lagi sayang, ayah sudah bahagia disana. mas tahu kamu pasti teringat ayahkan?" Azka mengurai pelukannya dan mendaratkan kecupan di kening Zaira
" Kok mas tahu?"
" Kamu ini isteri mas sayang, jadi sedikitnya mas tahu apa yang sedang isteri mas rasakan saat ini" tutur Azka membuat Zaira terharu
" Maafin aku ya mas sudah salah paham!" Zaira menundukkan kepalanya merasa bersalah karena sudah menuduh suaminya yang tidak-tidak.
" Tidak apa-apa sayang, mas malah senang kalau kamu marah seperti itu, tandasnya kamu itu cemburu dan cemburu itukan tandanya cinta" ucap Azka terkekeh
" Ih siapa yang cemburu?" elak Zaira
" Gak tahu siapa ya, isteri tetangga kali" sahut Azka seraya tergelak dan menarik kembali Zaira ke dalam pelukannya.
__ADS_1
" Sayang, dengarkan mas apapun yang kamu lihat dan kamu dengar dari orang lain jangan pernah kamu telan mentah-mentah tanpa kamu cari tahu hal yang sebenarnya. dan kamu juga harus ingat didalam hati mas hanya ada Alzaira Kiana Putri seorang yang sangat mas cintai dan juga putri kecil kita Kenzia Cyara Bagazkara. jadi mas harap ke depannya kita harus saling jujur dan percaya satu sama lain" tutur Azka
" Dan hal itupun berlaku pada mas juga, jangan asal cemburu tanpa tahu hal yang sebenarnya" ucap Zaira mengingatkan suaminya
" Maksud kamu?" tanya Azka mengerutkan keningnya
" Mas itu cemburu kan dengan pak Aldy?" tanya Zaira menyelidik
" Kata siapa mas cemburu, gak lah!" elak Azka membuat tawa Zaira seketika pecah
" Yakin gak cemburu?" goda Zaira
" Gak !"
" Ya sudah kalau begitu, jadi kalau pak Aldy menawarkan pulang bareng gak masalah dong" Zaira menaik turunkan alisnya
" Alzairaaaaa!" teriak Azka yang langsung menggelitik Zaira dan keduanya kini tertawa bersama.
" Mas sudah ya, ampun!" ucap Zaira menyerah
Azka kembali memakai seatbeltnya dan menghidupkan mesin mobilnya kembali.
" Mas pasti bunda sudah menunggu kita!" ucap Zaira yang nampak merasa bersalah
" Kamu sih pakai acara ngambek segala" goda Azka seraya tertawa
" Salah mas sendiri yang gak jujur dari awal" protes Zaira tidak terima disalahkan
" Ya mana mas tahu kamu melihat mas" elak Azka
" Mau lihat atau tidak yang benar itu mas tetap harus jujur, biar tidak ada kesalahpahaman sekecil apapun itu" cerocos Zaira
" Iya mas minta maaf" Azka menyerah kalau wanita sudah angkat bicara pasti panjang urusannya lebih baik mengalah sajalah pikir Azka.
Saat ini mobil Azka dan Zaira sudah sampai di depan rumah bunda Aryani.
Azka dan Zaira langsung turun dari mobil dan bergegas mencari putri kesayangannya.
" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira dan Azka memasuki rumah bunda Aryani
" Wa'alaikum salam" sahut bunda Aryani yang baru keluar dari kamar bersama baby Zia yang baru selesai mandi.
" Putri mama sudah cantik wangi lagi bikin gemes!" Zaira langsung menghampiri bunda Aryani
" Sayang ingat cuci tangan dulu!" ucap Azka mengingatkan saat ia baru keluar dari arah kamar mandi.
" Iya mas!" sahut Zaira
Azka menyalami punggung tangan bunda Aryani setelah itu mengambil alih baby Zia dari gendongan bunda Aryani.
" Maaf ya bund telat jemput baby Zia nya!" ucap Azka yang tidak enak hati dengan bunda Aryani
" Tidak apa-apa nak Azka, bunda malah senang ada baby Zia disini, bunda jadi ada temannya" ucap bunda Aryani
Zaira yang baru selesai mencuci tangan menghampiri bundanya dan mencium punggung tangannya.
" Baby Zia rewel gak bund?" tanya Zaira seraya mengambil putri kecilnya dari gendongan sang papa.
" Pintar sekali sayang!" Zaira menciumi putrinya dengan gemas dan sesekali baby Zia tertawa karena kegelian.
" Kalian sebaiknya menginap saja disini!" saran bunda Aryani
" Kalau malam ini sepertinya tidak bisa bund, Za dan mas Azka harus ke rumah mama dan papa" ucap Zaira
" Apa ada hal penting?" tanya bunda Aryani
" Sedikit bund, Lia dan Mario sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang. mama sama papa meminta kami untuk berkumpul nanti malam ada sesuatu hal yang perlu dibahas bund" jawab Azka
" Owh begitu, ya sudah lain kali kalian harus menginap di sini ya!" pinta bunda Aryani
" Iya bund nanti kita akan menginap di sini mungkin Minggu depan bund" ucap Zaira
" Iya bunda tunggu!" ucap bunda Aryani
" Ya udah kami pamit pulang dulu ya bund!" Azka dan Zaira beranjak dari duduknya dan pamit untuk pulang.
" Kalian hati-hati ya!" Pesan bunda Aryani
Azka dan Zaira bersama baby Zia kini tengah berada dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka hanya butuh waktu 30 menit mobil mereka sudah sampai di parkiran rumah.
Zaira menggendong baby Zia yang tengah tertidur masuk ke dalam rumah, dengan hati-hati Zaira meletakkan baby Zia kedalam box bayi.
Bi Ningsih tolong nitip baby Zia ya saya mau bersih-bersih dulu!" ucap Zaira ramah
" Iya baik mbak Za!" jawab bi Ningsih dengan senyum sopan
Zaira masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri namun saat masuk ternyata ada suaminya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi.
Zaira menyiapkan baju ganti untuk Azka setelah itu ia duduk di tepi tempat tidur seraya memainkan ponselnya.
Tring
Satu pesan masuk, Zaira langsung membukanya dan ternyata chat dari Mia
📩 Mia
" Za loe gak apa-apakan?"
📤 Zaira
" Kenapa memangnya?"
📩Mia
" Jangan berlagak sok tegar deh loe Za!"
📤 Zaira
__ADS_1
" Emang gue kenapa neng Mia?"
📩Mia
" Beneran loe gak Kenapa-napa Za?"
📤 Zaira
" Iya, gue baik-baik aja, emang kenapa sih kok loe nanya gitu?"
📩Mia
" Apa loe udah lupa soal yang tadi di sekolah?"
📤 Zaira
" Disekolah?"
" Owh itu, iya gue baru ingat, itu cuma salah paham besok deh gue ceritain"
📩Mia
" Syukurlah kalau begitu, yaudah met istirahat. salam buat keponokan gue ya!"
📤 Zaira
" Iya, sekarang orangnya lagi bobo"
📩
" oke"
Zaira tersenyum sendiri seraya menatap layar ponselnya sampai tidak sadar Azka sudah keluar dari kamar mandi
" Chatting sama siapa sih kok kayaknya senang banget?" tanya Azka mengagetkan Zaira
" Astaghfirullah haladzim, ngagetin aja sih mas!" kesal Zaira
" Iya maaf, habisnya kamu serius banget sih chattingannya" Azka berjalan menghampiri Zaira
" Chattingan sama siapa memangnya?" tanya Azka yang kini sudah duduk di tepi kasur
" Sama Mia!" sahut Zaira
" Mia?"
" Iya tadi dia tuh khawatir sama aku yang juga melihat gurunya sedang berpelukan dengan muridnya" sahut Zaira
" Dipeluk ya bukan berpelukan" ralat Azka
" Sama saja!" Zaira beranjak dari duduknya dan meletakkan ponselnya di atas nakas
" Beda dong sayang dipeluk itu orang lain yang melakukan kalau berpelukan sama-sama melakukan" terang Azka
" Iya iya terserah mas aja, sekarang aku mau mandi dulu!" ucap Zaira yang melangkah menuju kamar mandi
" Mau dimandikan gak sayang?" goda Azka
" Gak mau terima kasih!" sahut Zaira yang langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
Azka terkekeh melihat tingkah isterinya yang menggemaskan.
Tring
Ponsel Zaira berbunyi Azka berdiri dan meraih ponsel Zaira yang ada di atas nakas, Azka melihat satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal.
📩08xxxxxxxxx
" Hai sedang apa?"
" Sudah tidur belum?"
" Ganggu gak nih?"
" Kok di read doang sih? balas dong!"
" Maaf ya kalau ganggu waktu istirahat kamu"
" Selamat beristirahat aja deh dan sampai jumpa besok di sekolah ya!"
" Aldiansyah"
Deg
Rahang Azka mengeras buku-buku tangannya memutih ia menggenggam erat ponsel Zaira dengan sangat erat.
" Kurang ajar berani-beraninya dia menggoda isteriku" geram Azka.
Dengan hati yang bergemuruh Azka kembali meletakkan ponsel milik Zaira ke atas nakas.
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka dan Zaira menyembul dari balik pintu hanya menggunakan bathrobe. Zaira menoleh sekilas ke arah Azka yang tengah berjalan ke arah balkon.
Zaira seperti mencium bau rokok, lalu mengendusnya dan sampailah ia berdiri di belakang Azka yang tengah memunggunginya.
" Kamu merokok mas?"
Jlepp
Azka menoleh ke belakang dan melihat Zaira yang sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam.
Azka langsung mematikan rokok yang baru saja ia nyalakan.
" Aku kecewa mas!" Zaira langsung berbalik badan
Deg
__ADS_1
Azka mengacak-acak rambutnya dengan kasar
" Akh...!" teriaknya kesal