Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Khanza!" teriak Nicko saat melihat Khanza dan Miska berjalan berdua menuju parkiran


" Nicko!" Khanza menoleh


Nicko setengah berlari menghampiri Khanza


" Kalian jadi pergi ke toko bukunya?" tanya Nicko


" Kenapa memangnya?" Khanza bukan menjawab malah balik bertanya


" Ya gak apa-apa sih, gue boleh ikut kan?" Nicko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Tapi sorry Ko, gue gak jadi pergi ke toko bukunya, tadi ibu gue bilang gue harus cepat pulang" jawab Khanza sedikit berbohong karena memang dia dan Miska tidak benar-benar ingin pergi ke toko buku.


Entah kenapa sejak kejadian di kantin Khanza terkesan menjaga jarak dengan Nicko, apalagi akhir-akhir ini Nicko dengan terang-terangan ingin mendekatinya.


" Khanza!" suara seorang siswa yang memanggil namanya dari belakang


Khanza menoleh dan ternyata si ketos Bayu bersama kedua antek-anteknya Romi dan Andy yang tengah berjalan menghampirinya.


" Za sekolah kita mau ngadain camping loe ikut kan?" tanya Bayu tiba-tiba


" Camping? emmm... sorry deh Bay gue belum tahu, kalau ibu gue ngasih izin ya gue ikut kalau enggak ya gue gak bisa ikut" jawab Khanza santai


" Yah ko gitu sih, ikut dong Za rayulah nyokap loe pasti nanti diizinin deh" ucap Bayu sedikit merayu


"Lihat nanti aja deh Bay" Jawab Khanza dengan malas.


" Tapi usahakan bisa ya Za!" ucap Bayu sebelum beranjak pergi


" Iya tapi enggak janji ya" sahut Khanza


" Kenapa maksa banget sih tuh anak" kesal Miska yang memang tidak suka dengan Bayu ketos yang selalu maunya menang sendiri.


" Tapi gue juga berharapnya loe ikut Za" ucap Nicko


" Iya juga sih enggak seru kalau yang lain ikut tapi loe gak " Miska menimpali


" Ishh gue cariin loe pada disini rupanya" ucap Billy yang datang menghampiri mereka


" Kenapa memangnya?" tanya Nicko


" Loe semua udah pada daftarkan buat camping Minggu depan?" tanya Billy


" Gue si udah Hana sama Nana juga udah tinggal nih anak yang belum" jawab Miska seraya merangkul bahu Khanza


" Ya gue kan harus izin dulu sama nyokap gue" jawab Khanza


" Ya udah besok hari terakhir untuk pendaftaran, usahakan loe bisa ikut ya Za. enggak seru banget kalau loe gak ikut." kata Billy


" Iya tapi gue gak bisa janji ya Bill" sahut Khanza


" Oke"


" Yaudah gue pulang duluan ya!" pamit Khanza


" Gue antar" sahut Nicko


" Enggak usah, gue udah pesan ojek online" jawab Khanza


" Ya kan bisa dibatalin" pinta Nicko


" Kasihan udah sampai di depan masa gue batalin"


" Ya enggak apa-apa nanti tetap gue bayar" Nicko hendak berjalan menghampiri si abang ojol.


" Gak usah Ko" tolak Khanza menarik tangan Nicko hingga membuat langkah Nicko terhenti

__ADS_1


" Udah lah Nicko elo kenapa maksa banget sih, sudah jelas khanza nolak masih aja dipaksa" ucap Miska


" Sudah ya gue duluan" pamit Khanza lalu pergi menghampiri abang ojol yang sudah menunggunya


Khanza sudah pergi meninggalkan area sekolah dan tanpa Khanza tau ada yang tersenyum tipis melihat Khanza yang menolak pulang bersama Nicko.


" Nicko kalau loe mau mendekati cewek tipe macam Khanza, loe jangan terlalu memaksa kayak gitu yang ada nantinya Khanza jadi merasa tidak nyaman sama loe. pelan-pelan aja Ko!" ucap Billy menasehati


" Ah sok tahu loe"


" Gue kasih tau malah ngeyel"


" Loe aja masih jomblo sok nasehatin gue"


" Siapa bilang gue jomblo, Kalau gue mau gue bisa dapatkan cewek 5 sekaligus dalam seminggu" ucap Billy jumawa.


" Cih, dasar" decak Nicko.


Sesampainya di rumah Khanza seperti biasa setelah bersih-bersih dia membantu ibunya memasak dan menyiapkan bahan untuk jualan besok


Aldy belum juga datang ke rumah Khanza dan mengingkari kata-katanya yang mengatakan ingin berbicara dengan Khanza dan juga ibunya.


Setelah makan malam Khanza kembali ke kamarnya, ia mengerjakan tugas sekolahnya lalu setelah itu merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.


Khanza tiba-tiba teringat dengan acara camping yang akan diselenggarakan Minggu depan. ia lalu beranjak dari tempat tidur dan bergegas menemui ibunya.


" Bu!" panggil Khanza yang melihat bu Khodijah tengah asik menonton TV.


Khanza berjalan lalu mendudukkan dirinya di samping ibunya yang sedang duduk di lantai beralaskan karpet.


" Kenapa? nunggu suami kamu yang belum juga pulang, hem?" goda bu Khodijah


" Apaan sih bu" khanza mengerucutkan bibirnya


" Lalu apa?" bu Khodijah mengusap pucuk kepala Khanza dengan lembut.


"Izin? izin apa?" bu Khodijah mengerutkan keningnya


" Emmmm.... Minggu depan sekolah akan mengadakan camping dan Khanza minta izin sama ibu buat ikut acara camping" jawab Khanza


" Camping, kemana?"


" Daerah puncak bu, boleh ya bu Khanza ikut!" ucap Khanza merengek


" Kalau ibu sih boleh-boleh aja tapi sekarang yang berhak memberi izin sama kamu bukan ibu lagi tapi suami kamu" ucap bu Khodijah seraya mengusap bahu Khanza


" Maksud ibu?" tanya Khanza dengan bodoh


" Ya ampun nak, kamu ini lupa kalau sekarang kamu itu sudah bersuami hem? jadi yang pantas boleh atau tidak boleh kamu itu ikut camping ya suami kamu" jawab bu Khodijah seraya geleng-geleng kepala.


" Maksud ibu Khanza harus minta izin sama pak Aldy ?" bu Khodijah mengangguk


" Iya, sekarang kamu itu bukan lagi tanggung jawab ibu tapi sudah menjadi tanggung jawab suami kamu" bu Khodijah membelai rambut Khanza memberinya sedikit pengertian.


" Kamu itu harus belajar menerima suami kamu nak, walau bagaimanapun nak Aldy itu sudah sah menjadi suami kamu baik dimata hukum maupun di mata agama. jangan jadi isteri yang durhaka yang apa-apa lupa dengan tanggung jawabnya sebagai isteri. Setidaknya apapun yang ingin kamu lakukan harus meminta izin terlebih dahulu sama suami kamu" tutur bu Khodijah


" Tapi bu_" Khanza hendak protes


" Tidak ada tapi-tapian atau jangan bilang sama ibu kalau kalian itu memiliki rencana jelek pada pernikahan kalian iya?" tebak Bu Khodijah


" Ibu gak mau putri ibu satu-satunya ini berbuat gegabah dengan mengikuti cerita-cerita yang ada di novel yang sering kamu baca itu, menikah dengan syarat setelah 6 bulan atau 1 tahun berpisah"


Deg


Jantung Khanza langsung bergemuruh hebat mendengar penuturan dari ibunya. bagaimana ibunya bisa tahu rencana itu, Khanza menjadi gelisah sendiri.


" Kamu tahu nak jika kamu berpisah dengan nak Aldy apalagi di usia kamu yang masih terbilang masih sangat muda, itu sangat merugikan diri kamu sendiri sayang, berstatus janda itu sangat tidak mengenakkan. sebagian orang akan menilai kita buruk" Khanza terdiam

__ADS_1


" Tapi Khanza tidak suka sama pak Aldy" jawab Khanza polos dengan wajah sendunya


" Rasa suka, sayang dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya. cobalah berdamai dengan hati kamu dan menerima pernikahan ini sebagai suatu ibadah. kamu tahu Allah itu tidak menyukai perceraian" Khanza tertunduk lesu hatinya berkecamuk


" Sudahlah, sebaiknya kamu istirahat saja. hari ini mungkin suami kamu tidak pulang" Khanza mengangguk


" Apa suami kamu tidak ada menghubungi kamu?" tanya bu Khodijah dan Khanza menggeleng pelan


" Ya ampun, pernikahan macam apa kalian ini sampai nomor telepon saja tidak punya" keluh bu Khodijah


" Sudah sana tidur mungkin suami kamu pulang ke rumahnya" nampak ada raut kecewa di wajah wanita paruh baya tersebut.


" Iya bu" Khanza pun beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya


Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Bu Khodijah yang merasa sudah mengantuk mematikan TV dan beranjak pergi ke kamarnya. namun baru saja melangkah bu Khodijah mendengar suara pintu di ketuk.


" Siapa ya malam-malam begini bertamu?" gumam bu Khodijah


" Assalamu'alaikum!" mendengar suara yang tidak asing ditelinga memberi salam bu Khodijah pun langsung bergegas membukakan pintu tersebut.


Ceklekk


" Wa'alaikum salam, Eh nak Aldy malam sekali baru pulang?" tanya bu Khodijah setelah membuka pintu dan nampak berdiri Aldy dengan wajah lelahnya.


" Iya bu maaf tadi ada urusan sedikit" jawab Aldy seraya menyalami punggung tangan bu Khodijah


" Ya sudah sebaiknya nak Aldy cepat masuk dan istirahat. Khanza mungkin sekarang sudah tidur tadi dia sempat menunggu nak Aldy pulang" tutur bu Khodijah yang sontak membuat Aldy terkejut


" Khanza menunggu saya pulang bu?" tanya Aldy memastikan


" Iya, lagian kenapa kalian tidak punya nomor ponsel masing-masing sih. kalian ini benar-benar aneh" ucap bu Khodijah


" Ah itu..." Aldy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Ya sudah mana ponsel kamu simpan nomor isteri kamu dan jangan lupa beri kabar kalau pulang telat" pinta bu Khodijah.


Aldy memberikan ponselnya kepada bu Khodijah dan setelah itu bu Khodijah mengembalikan kembali ponsel Aldy setelah memasukkan nomor ponsel Khanza.


" Sudah sana istirahat!" seru bu Khodijah


" Iya bu, terima kasih" Aldy pun menyunggingkan senyumnya seraya menatap ponsel yang berada di tangannya.


Ceklekk


Aldy dengan perlahan masuk ke dalam kamar Khanza.


" Manis sekali isteriku saat tidur!" gumam Aldy menatap lekat wajah Khanza yang sedang tertidur


Aldy masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu mengganti bajunya dengan baju yang dibawanya.


Aldy mengambil ponsel Khanza yang berada di atas nakas dan sungguh keberuntungan ponsel Khanza tidak dikunci.


Aldy mengetik nomor ponselnya dan menyimpannya di ponsel Khanza dengan nama PANGERAN TAMPAN. Aldy senyum-senyum sendiri membayangkan saat Khanza melihat nama yang tertera di ponselnya.


Aldy meletakkan ponsel milik Khanza dan juga ponselnya ke atas nakas lalu dengan perlahan ia pun merebahkan dirinya di atas kasur samping Khanza, walaupun sempit Aldy merasa cukup nyaman dan dengan sangat hati-hati ia menggeser sedikit tubuh Khanza lalu memeluknya dari belakang.


Beruntung Khanza malam ini tidurnya sangat pulas, entah dewa keberuntungan sedang berpihak padanya atau hanya kebetulan Khanza yang tidurnya begitu pulas tanpa sadar berbalik dan memeluk Aldy seperti guling besar.


Deg


Jantung Aldy berdegup sangat kencang saat wajahnya dan wajah Khanza berjarak sangat dekat, Aldy sampai menahan napasnya karena begitu gugup bisa sedekat itu dengan Khanza.


Mata Aldy tiba-tiba tertuju pada bibir Khanza Khanza yang ranum, perlahan namun pasti Aldy menempelkan bibirnya dengan bibir milik Khanza.


Karena tidak ada pergerakan dari Khanza membuat Aldy tersenyum lalu mengulangnya lagi dan lagi sampai akhirnya Khanza yang merasa terganggu tidurnya membuka kedua matanya dan sedetik kemudian Khanza membulatkan kedua bola matanya saat netranya bersirobok dengan kedua mata Aldy..


Deg

__ADS_1


__ADS_2