
Deg
" Dasar teman gak ada akhlak kalian, sarapan gak ngajak-ngajak!" ucap Yoga yang baru saja mendudukkan dirinya di hadapan Mario dan Lia.
" Loe yang datang-datang ngagetin orang yang gak ada akhlak mah, ngapain loe kesini?" tanya Mario kesal
" Ya karena gue lihat motor loe udah ada diparkiran tapi gue cari dikelas loe nya gak ada, taunya pagi-pagi udah pacaran aja kalian!" ucap Yoga Seraya memakan gorengan yang ada di piring Mario.
" Wah beneran gak ada akhlak ini anak, woy itu punya gue!" Mario memukul lengan Yoga.
" Yaelah pelit amat sih loe cuma gorengan sepotong doang juga!"
" Bukan masalah gorengannya tapi loe main ngambil aja!" sahut Mario
" Sudah-sudah!" ucap Lia menengahi.
" Nah tuh bini loe aja gak marah" goda Yoga
" Apaan sih loe bini bini " protes Mario
" Lah emang apa dong?"
" Calon isteri!" jawab Mario
" Lah itu mah sama aja, udah mending bini aja udah!" ucap Yoga tak mau kalah
" Kalian ini ngomong apaan sih gak jelas tau" kesal Lia yang mendengar perdebatan Mario dan Yoga.
" Iya maaf" ucap Mario yang langsung membuat Yoga tergelak
" Loe itu kenapa sih, kesambet loe?" tanya Mario yang aneh karena Yoga malah tertawa tidak jelas.
" Loe ada juga yang aneh, selama gue berteman sama loe ya baru kali ini loh gue dengar Loe minta maaf sama cewek. biasanya tuh cewek nangis-nangis juga loe cuek boro-boro loe mau minta maaf" sahut Yoga
" Lia loe benar-benar hebat, bisa merubah ini anak!" ucap yoga lagi
" Sekali lagi loe ngomong gue sumpel mulut loe sama ini!" ancam Mario menunjukkan cabe rawit besar
" Yaelah galak amat sih, santai bro!" Yoga langsung menarik cabai yang ada di tangan Mario lalu memasukkan ke dalam mulutnya sendiri bersama gorengan tahu.
" Wah bener-bener ini anak!" kesal Mario sementara Lia hanya geleng-geleng kepala.
" Iya iya gue ngalah, tapi ngomong-ngomong kalian sudah tahu belum kalau Irfan katanya menghilang." ucap Yoga membuat Mario dan Lia saling melempar pandangannya.
" Loe tahu Yo?" tanya Lia
" Iya, tadi gue sempat Lewat depan kantor kepala sekolah ya gue gak sengaja dengar" sahut Yoga.
" Kira-kira loe tahu gak Yo dia pergi kemana?" tanya Lia
" Kalau menurut gue sih ada orang terdekatnya yang memang sengaja kayaknya deh buat menyembunyikan Irfan." sahut Yoga.
" Iya tapi kira-kira siapa?" tanya Lia lagi
" Ya kalau soal itu gue juga gak tahu" jawab Yoga santai
" Bagaimana kalau kita selidiki ini, kita amati rumah orangtuanya nanti malam?" ucap Mario
" Setuju!" sahut Lia dan Yoga bersamaan.
" Kamu gak usah ikut yang, bahaya!" ucap Mario
" Gak mau, aku tetap ikut!" ucap Lia bersikeras.
" Yaudah biarin aja dia ikut sekalian ya ajak Mona!" ucap Yoga.
" Itu sih modus loe!" ucap Mario dan Lia bersamaan dan Yoga tertawa.
Mereka kembali ke kelas masing-masing. tapi sebelum ke kelasnya Mario terlebih dahulu mengantarkan Lia ke kelasnya.
" Woyyy, pagi-pagi udah ngilang taunya pacaran!" goda Mona saat Lia masuk ke dalam kelas.
Lia duduk di bangkunya hanya menanggapi ucapan Mona dengan cengiran.
" Loe dari mana aja sih Li, pagi-pagi udah ngilang aja? Tapi tunggu dulu !" Mia mengamati Lia dari ujung kepala sampai ujung kaki.
__ADS_1
" Tumben loe pakai rok kayak gini?" tanya Mia yang melihat Lia tidak seperti biasanya memakai rok selutut bahkan terkadang diatas lutut tapi hari ini penampilan Lia jauh berbeda dia memakai rok yang panjang sampai bawah.
Lia hanya cengar-cengir bingung untuk menjawab apa.
" Eh Loe belum jawab pertanyaan kita, loe sebenarnya dari mana?" kali ini Indah yang bergantian bertanya.
" Gue tadi dari kantin, terus dikantin Yoga nyamperin gue gitu". jawab Lia sambil melirik ke arah Mona dan diikuti oleh Mia dan Indah.
" Kenapa kalian jadi ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Mona mengerutkan alisnya.
" Loe gak mau coba ngejalanin gitu Mon sama babang Yoyo?" tanya Mia menaik turunkan alisnya
" Iya Mon, kayaknya dia berharap banget sama loe" Lia ikut menimpali
" Udah ah males gue bahasnya!" ucap Mona yang langsung melengos pergi.
" Eh nih anak, mau kemana loe bentar lagi masuk?" teriak Mia.
" Ke toilet!" jawab Mona sambil berjalan keluar
" Mona gue ikut!" ucap Indah yang langsung lari mengejar Mona.
Setelah Mona dan Indah pergi ke toilet, Mia pindah duduk di samping Lia.
" Li loe udah baikkan sama Mario?" tanya Mia
" Ya menurut loe?" Lia balik bertanya.
" Ya mana gue tau bege!" kesel Mia
" Gue udah baikkan, Mario gak marah. dia itu orangnya benar-benar pengertian banget. gue aja malu sendiri jadinya" sahut Lia
" Malu gimana?" tanya Mia sedikit bingung
" Iya malu aja, gue itu gampang banget cemburunya padahal yang udah-udah aja gue mana pernah peduli, diputusin aja gue cuek-cuek aja tapi gak tau kenapa dia ngediamin gue seharian aja rasanya tuh sakit banget padahal dia gak salah apa-apa!" tutur Lia
" Terus penampilan loe hari ini ada gerangan apa? gak biasanya loe pakai rok panjang kayak gini!" tanya Mia yang penasaran dengan penampilan Sahabatnya itu.
" Gue_" ucap Lia malu-malu
" Wah udah bucin ternyata loe ya!" Lia hanya tertawa kecil
" Sejak kapan loe punya rok kayak gini?" tanya Mia lagi
" Emmm... ini itu, emm... Mario yang kasih" sahut Lia nyengir.
" Serius loe?" Mia terkejut.
" Ya seriuslah, ngapain juga gue bohong"
" Sampai segitunya Li, wah benar-benar ya. gue gak nyangka Mario yang kita kenal selama ini bisa segitunya sama loe"
" Iya gue juga gak nyangka Mario yang dulu kita kenal sekarang jadi seseorang yang sangat berarti buat gue" tutur Lia sambil tersenyum
" Dasar bucin" Mia geleng-geleng kepala.
☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️
Di dalam ruangan kepala sekolah.
Papa Sam, Bram, Azka dan Sendy tengah menghadap kepala sekolah dan tentu saja kedatangan mereka menjadi berita hangat di lingkungan sekolah.
Para guru semua dikumpulkan di ruangan kepala sekolah. papa Sam dengan tegas mengutarakan kekecewaannya kepada keamanan sekolah tersebut apalagi sampai membuat berita merebak di chat sekolah.
Papa Sam sudah merundingkan sebelumnya Kepada Azka mengenai statusnya Zaira. mau tidak mau Azka dan Zaira harus mengkralifikasi semuanya sebelum berita negatif mengenai mereka merebak keluar sekolah.
Awalnya Azka ingin menolak ia takut Zaira belum siap tapi papa Sam berkali-kali meyakinkan dirinya kalau semua demi kebaikan Zaira juga. Azka akhirnya setuju itupun setelah ia meyakinkan Zaira terlebih dahulu.
Azka, papa Sam dan kepala sekolah kini tengah berdiri di hadapan seluruh murid SMA Darma Bangsa. para siswa-siswi tidak mengetahui apa tujuannya mereka di kumpulkan di lapangan. banyak persepsi diantara masing-masing murid. ada yang mengira mereka dikumpulkan untuk membahas mengenai berita yang beredar tentang Zaira, Irfan dan Mario.
Kepala sekolah memberikan hak sepenuhnya kepada kepala yayasan yang tidak lain adalah papa Sam untuk berbicara.
" Selamat pagi anak-anak!" sapa papa Sam sebelum memulai berbicara
" Selamat pagi pak!" sahut para murid dengan serempak.
__ADS_1
" Bapak tahu mungkin kalian merasa bingung kenapa dikumpulkan di sini"
" Sebelum bapak berbicara lebih jauh, bapak tahu kalian pasti sudah mengetahui tentang berita atau kabar yang sedang beredar di sekolah ini"
" Semoga saja semua siswa-siswi SMA Darma Bangsa bisa dengan bijak dalam menyikapi setiap berita yang ada dan tidak dengan mentah-mentah menelan berita yang kalian dengar."
" Mengenai masalah yang menimpa salah satu teman kalian itu bisa dikatakan sudah tidak dapat di tolerir lagi, ini sudah menyangkut nama baik sekolah"
" Apalagi teman kalian yang bernama Alzaira Kiana Putri saat ini tengah berada di rumah sakit, apa yang telah dilakukan oleh Irfan Arsan Wiryawan itu sudah termasuk perbuatan kriminal"
" Lalu bagaimana berita yang mengatakan Zaira itu hamil pak!" celetuk salah satu siswi.
papa Sam menarik napasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Mengenai berita itu saya rasa putra saya sendiri yang akan menjawabnya." papa Sam mempersilahkan Azka untuk maju dan menjawab pertanyaan tersebut.
Semua murid terkejut bukan main setelah tahu yang dimaksud putra dari tuan Samuel Afrizal Dinata adalah guru olahraga mereka yaitu Afraza Bagazkara Dinata.
Riuh suara murid yang pada berbisik dan mereka pun menoleh ke arah Lia yang bersikap santai. Bukan hanya para murid yang terkejut para guru pun turut terkejut terutama Bu Mayang.
Mereka juga tidak menyangka kalau selama ini Azka adalah putra pertama Keluarga DINATA.
" Selamat pagi anak-anak!" sapa Azka
" Selamat pagi pak!" ucap anak-anak
" Sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu kegiatan belajar kalian semua"
" Saya akan menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh salah satu siswi tadi mengenai berita yang menyatakan tentang kehamilan Alzaira Kiana Putri" Azka menarik napasnya sebelum menjawab.
" Untuk pernyataan itu saya katakan Iya benar saat ini Zaira memang tengah hamil" jawab Azka membuat suasana menjadi riuh.
" Terus siapa yang sudah menghamili Zaira pak?" teriak salah satu siswa
" Mario, bapak atau Irfan pak atau jangan-jangan pria lain ya pak?" tanya salah satu siswi mencibir
" Cukup, kamu jangan asal bicara, dengarkan dulu penjelasan saya" sentak Azka geram.
" Wah jangan-jangan bapak yang menghamili Zaira ya?" teriak murid yang lain
" Wuuuhhhh!" sorak semua murid
" Tenang anak-anak tenang!" ucap kepala sekolah. " Kalian dengarkan dulu penjelasan pak Bagaz! " Teriak kepala sekolah lagi.
" Silahkan di lanjutkan pak!" ucap kepala sekolah
" Saya akan mengkralifikasi semuanya jadi saya harap tidak ada lagi yang memotong atau memprovokasi keadaan!" pinta Azka tegas.
" Apa yang kalian duga memang benar kalau saat ini Alzaira Kiana Putri tengah hamil buah hati saya" aku Azka membuat semua murid tercengang tidak terkecuali Bu Mayang
" Tapi asal kalian tau Alzaira Kiana Putri tidak dalam keadaan hamil diluar nikah seperti yang diberitakan. Alzaira Kiana Putri adalah menantu sah dari keluarga Dinata. isteri sah dari saya Afraza Bagazkara Dinata putra pertama dari keluarga Dinata." terang Azka membuat yang mendengarnya terkejut bukan main.
" Saya dan Zaira menikah sudah hampir 8 bulan dan saat ini Zaira tengah hamil 5 bulan. kami memang sengaja merahasiakan tentang hal ini karena isteri saya Zaira masih ingin sekolah normal seperti biasanya" ungkap Azka.
" Zaira tidak salah apa-apa, karena memang pada awalnya pernikahan kami ini diawali oleh sebuah perjodohan. Zaira terpaksa menikah dengan saya disaat ia masih mengenakan seragam sekolah. itu dia lakukan karena permintaan terakhir dari almarhum ayahnya. yang saya rasa kalian semua sudah tahukan kejadian yang menimpa ayahnya." ucap Azka menuturkan.
" Zaira awalnya juga menolak karena di usianya yang masih sangat belia yang masih butuh dengan kebebasan tiba-tiba harus terikat dengan yang namanya pernikahan. Tapi karena rasa sayang dan cintanya Zaira terhadap sang ayah maka pada akhirnya Zaira menerima perjodohan kami. pernikahan yang diawali tanpa adanya cinta tapi sekarang seluruh cinta saya sepenuhnya hanya untuk isteri dan calon buah hati kami" kata-kata Azka membuat para murid merasa terharu.
" Jadi saya berharap kalian tidak lagi meremehkan dan merendahkan harga diri isteri saya Alzaira Kiana Putri, karena selama menikah sudah begitu banyak masalah yang ia hadapi. Dia hanya ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dan setelah menikah dia juga berusaha membahagiakan suaminya. walaupun saya juga tahu dibalik itu semua sebenarnya dia masih ingin menjadi seorang pelajar yang bisa menggapai cita-cita dan mimpi-mimpinya. " lanjut Azka membuat tidak sedikit para siswi yang terharu dan menangis tidak terkecuali Lia dan sahabat-sahabatnya yang kini saling berpelukan.
" Untuk Mario justru saya sangat berterima kasih kepadanya karena sudah beberapa kali ia selalu membantu dan menolong istri dan juga adik saya tercinta yaitu Meliani. jika bukan pertolongannya saya juga tidak tahu seperti apa jadinya. saya sangat bersyukur masih ada orang sebaik nak Mario. " ucap Azka.
" Dan mengenai Irfan Arsan Wiryawan bukti perbuatannya sudah kami miliki dan saat ini ia tengah melarikan diri. jika diantara kalian ada yang mengetahui keberadaannya mohon tolong kerja samanya. karena sampai saat ini kami tidak mengetahui dimana keberadaannya" ucap Azka penuh harap.
Leo selaku sahabat baik Irfan tidak menyangka Sahabatnya bisa senekat itu apalagi sampai berani melarikan diri.
Yoga diam-diam memperhatikan Leo begitu juga dengan Mario. mereka tahu Irfan dan Leo itu teman yang sangat dekat bahkan Irfan lebih sering bercerita kepada Leo.
Lia menoleh ke arah Mario dan Mario memberi isyarat kepada Lia tentang Leo dengan ekor matanya.
Leo terlihat tengah mengetik sesuatu di ponselnya dan semua gerak geriknya tidak luput dari pantauan Mario.
Setelah Azka selesai mengkralifikasi semuanya kepala sekolah membubarkan semua murid untuk kembali ke kelas masing-masing.
Azka memutuskan untuk kembali ke rumah sakit karena saat ini Zaira hanya ditemani oleh bi Sum.
__ADS_1
setelah Azka pergi papa Sam, Bram dan Sendy pun pergi meninggalkan sekolah.