Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Dimana Lia


__ADS_3

Lia dibawa ke sebuah gedung kosong oleh kedua preman tersebut, Lia memberontak namun cekalan kedua preman tersebut sangat kuat, Lia ditarik paksa dan didorong keras hingga jatuh tersungkur di sebuah ruangan yang cukup pengap dan kotor.


Lia menggedor-gedor pintu tatkala kedua preman tersebut menguncinya dari luar, Lia berteriak sekeras-kerasnya tapi semuanya sia-sia sampai akhirnya Lia menyerah dan terjerabah di lantai yang kotor dan berdebu.


" Siapa yang sudah berani-beraninya melakukan hal ini, awas saja tidak akan aku ampuni mereka?" umpat Lia dalam hati.


Lia mencari ponselnya namun sial baterai ponselnya habis, Lia merutuki dirinya sendiri dan mendengus kesal.


Lia duduk di lantai dan tiba-tiba pintu terbuka. Mata Lia membola tatkala seseorang yang cukup dikenalnya berdiri di ambang pintu dengan beberapa pria bertubuh tinggi besar dan berwajah sangar.


Lia begitu sulit menelan salivanya saat mata para pria yang menatapnya dengan tatapan penuh nafsu.


Seringai licik dan jahat menghias wajah seorang gadis cantik yang kini berdiri dihadapan Lia dengan rasa penuh kemenangan.


" Inilah hukuman yang akan loe terima karena sudah ikut campur urusan gue" ucap gadis yang tidak lain adalah Rara.


" Loe!" ucap Lia menahan emosinya dengan tatapan mata yang tengah memperhatikan satu persatu pria yang berada di antara Rara.


" Hidup dan masa depan gue sudah keluarga loe hancurkan sampai tidak tersisa. dan sekarang gue pun akan berbuat hal yang sama. Gue akan hancurkan hidup dan masa depan loe begitu juga dengan sahabat loe Zaira, persetan dengan apa yang akan keluarga loe lakuin ke gue toh hidup gue juga udah hancur jadi gue gak akan takut dengan keluarga loe yang sampah, cwih!" sarkas Rara dengan kebencian dan dendam yang sudah meradang. tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi kedepannya yang ia inginkan saat ini adalah menghancurkan Lia seperti apa yang telah terjadi pada dirinya.


" Loe yang berbuat salah kenapa loe malah menyalahkan orang lain. dasar gak waras!" ucap Lia membuat Rara semakin tersulut emosi.


Rara menghampiri Lia dan mendaratkan satu tamparan yang cukup keras, hingga membuat pipi mulus nan putih Lia nampak jelas tercetak jari-jari Rara yang tertinggal disana.


Lia menatap nyalang ke arah Rara baru kali ini ada yang berani mencari masalah dengannya.


Lia tersenyum meremehkan matanya menyipit dan


Brakkk


Lia mendorong Rara dengan sangat kuat hingga terjerabah ke lantai, para pria yang berdiri di belakang Rara dengan sigap langsung membantu Rara berdiri.


Rara sangat marah ternyata gadis yang ada di hadapannya benar-benar berani melawannya. Rara yang merasa sudah murka langsung memerintahkan para pria suruhannya itu untuk membawa Lia kesebuah tempat yang sudah mereka sediakan.


Lia berontak tapi tangan pria itu terlalu kuat Lia tidak ingin membuang tenaganya dengan percuma ia pun akhirnya tidak lagi melawan.


Di sebuah ruangan yang kali ini cukup bersih dibandingkan dengan ruangan yang sebelumnya Lia dipaksa untuk masuk dan betapa terkejutnya Lia saat Rara menyuruh 5 orang pria turut masuk ke ruangan tersebut dengan tatapan liarnya.


Lagi-lagi hal itu membuat Lia sulit untuk menelan salivanya tapi Lia mencoba untuk tenang. " Sial" batin Lia.


Sementara di luar seseorang sedang berjalan mengendap-endap mencari celah untuk bisa masuk ke dalam gedung kosong tersebut.


Saat sudah berhasil masuk sialnya ia malah kepergok oleh salah satu preman tersebut.


terjadilah bakuhantam pada keduanya yang tidak dapat dielakkan lagi.


Setelah berhasil melumpuhkan preman tersebut Mata Mario langsung tertuju pada sebuah ruangan yang nampak lampunya menyala.


Tidak buang-buang waktu Mario langsung menuju ruangan tersebut dan saat saat masuk ke dalam ruangan tersebut mata Mario membulat sempurna, ia dikejutkan dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Mario nampak begitu tercengang menatap gadis yang sudah membuatnya khawatir setengah mati.


Mario terasa sulit menelan salivanya saat pandangannya mengarah pada tubuh gadis yang sudah beberapa hari ini mengganggu pikirannya dengan baju yang sudah terkoyak dan memperlihatkan sesuatu yang tak pantas dilihatnya. tapi bukan hal itu saja yang membuat seorang Mario diam mematung pasalnya gadis yang dilihatnya dengan baju compang-camping itu tengah duduk di atas tubuh Rara yang tengah meringis kesakitan sementara ke 5 pria suruhannya sudah terkapar tidak berdaya.


Lia menoleh ke arah Mario dan sepersekian detik matanya membulat menatap seseorang yang berdiri di belakangnya dan dengan gerakan kilat pria yang hampir saja memukul Mario dari belakang langsung tersungkur mendapatkan tendangan telak dari Lia tepat diwajahnya.


Untuk kedua kalinya Mario mematung, tatapannya tidak bergeming dari gadis yang nampak berantakan tapi tetap memancarkan aura kecantikannya.


Namun sekejap mata Mario melotot tatkala netranya melihat Rara bangkit dan berlari kearah Lia dengan sebuah pisau kecil ditangan kanannya.


" Awas!" teriak Mario


mendengar teriakkan Mario Lia pun langsung menoleh


Jlepp


Darah seketika merembas, rintihan serta isak tangispun tidak terelakkan. air mata meluncur begitu saja saat tusukan itu mengenai tepat di perut sebelah kanan.


🤍🖤🤍🖤


Zaira tengah berada di balkon kamarnya tiba-tiba perasaannya tidak enak, Zaira menatap kearah depan dan berkali-kali menghela napasnya.


Azka datang menghampiri Zaira dan memeluknya dari belakang, Azka melihat raut kegelisahan di wajah sang istri.


" Ada apa hem, apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" tanya Azka membalikkan badan Zaira hingga menghadap ke arahnya.


" Entahlah mas, tapi perasaanku gak enak dan aku kok jadi kepikiran Lia ya mas!" ucap Zaira sendu.

__ADS_1


" Mungkin itu hanya perasaan kamu saja sayang, sudah hampir magrib sebaiknya kita masuk yuk!" ajak Azka seraya merangkul pinggang Zaira


" Tapi mas aku kepikiran Lia!" ucap Zaira yang benar-benar hatinya merasa tidak tenang.


" Ya udah kita telpon saja ya biar kamu yakin jika Lia baik-baik saja sayang!" ucap Azka menenangkan Zaira


" Yaudah cepat sana telpon!" Zaira mendorong Azka untuk segera menghubungi adik ipar sekaligus sahabat dekatnya.


" Iya, sabar dong sayang!" Azka lalu berjalan mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas nakas.


Azka mencari kontak nomor ponsel Lia dan saat dihubungi nomor Lia ternyata tidak aktif.


" Gimana mas?" tanya Zaira yang sudah sangat khawatir.


" Sebentar mas telpon lagi ya, kamu tenang dulu ya!" ucap Azka yang kemudian mencoba menghubungi nomor ponsel Lia kembali.


Lagi-lagi nomor Lia tidak bisa di hubungi. " Mas bagaimana?" tanya Zaira yang sudah hampir menangis.


" Sayang tenang dulu ya, mungkin ponsel Lia baterai ponselnya habis. kita telpon mama aja ya?" ucap Azka yang langsung mendial nomor Mamanya.


" Hallo Assalamu'alaikum ma"


" Wa'alaikum salam"


" Ma, apa Meli ada di rumah ?"


" Meli belum pulang, bukannya tadi dia bilang mau kerumah kalian?"


" Iya ma tapi Meli dan teman-temannya sudah pulang. mungkin masih dijalan kali ma. biar nanti Azka telpon teman-temannya deh ma"


" Memangnya ada apa Ka, apa nomor Meli tidak aktif?"


" Iya ma, mungkin batrenya habis"


" Yaudah ya ma, Azka telpon Mita dulu kalau gak Mia" ucap Azka lagi


" Iya udah sayang. "


" Salam buat menantu Mama ya "


" Iya ma"


" Wa'alaikum salam"


Azka memutuskan sambungan teleponnya.


" Bagaimana mas?" tanya Zaira yang nampak tambah panik


" Kamu yang tenang dong sayang, mungkin Meli masih di jalan. kamu jangan banyak mikir yang aneh-aneh deh. kasihan dedeknya sayang." ucap Azka mengelus kepala Zaira lembut lalu menggiringnya duduk.


" Mas aku benar-benar khawatir, aku takut Lia kenapa-napa mas!" ucap Zaira dengan mata yang sudah menggenang


" Sayang jangan berpikir yang tidak-tidak, kita do'akan saja semoga Meli baik-baik saja ya sayang" ucap Azka menenangkan walaupun pada kenyataannya hatinya pun ikut khawatir


" Oia, sayang boleh mas pinjam ponsel kamu? mas mau menelpon Mita mungkin saat ini Meli sedang bersama mereka" Zaira mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan memberikannya kepada Azka.


" ini mas" Azka pun langsung mengambil ponsel Zaira dan mencari kontak Mita.


Dan untuk kedua kalinya Mita pun tidak tahu keberadaan Lia begitu juga dengan teman mereka yang lainnya. mereka mengatakan Lia sudah pulang dari 5 jam yang lalu.


Azka tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada Zaira, ia mengatakan kalau Lia sedang dalam perjalanan pulang setelah dia dan teman-temannya mampir ke mall sebelum pulang dari sini. Azka terpaksa berbohong karena dia sangat tau kondisi istrinya yang tidak boleh tertekan dan stres jika dia tahu Lia belum ada kabarnya Zaira pasti akan sangat panik dan itu cukup membahayakan kondisi janin yang dikandungnya.


" sayang kamu jangan khawatir ya, nanti juga Meli menelpon kalau batrenya sudah di isi. kata Mita tadi memang ponsel Meli lowbat sayang" ucap Azka sedikit berbohong.


" Yaudah sekarang kamu istirahat ya, nanti kalau Meli nelpon mas bangunin. sekarang kamu tenang ya jangan mikir yang macam-macam. kasihan dedeknya" Azka membantu Zaira berbaring dan mengelus lembut kepalanya sampai akhirnya Zaira tertidur.


Azka beranjak dari tempat tidur setelah memastikan Zaira benar-benar sudah tertidur lelap.


Dengan langkah cepat Azka keluar dari kamar dan turun menuju ruang kerjanya. Azka menghubungi Sendy untuk melacak keberadaan Meli melalui ponselnya.


Sendy dengan segera mencari tahu keberadaan Lia sesuai dengan apa yang diperintahkan Azka.


Setelah 15 menit akhirnya Sendy menemukan titik terakhir keberadaan Lia dan dengan segera ia langsung memberitahu Azka.


Setelah mengetahui titik keberadaan Lia Azka meminta Sendy dan anak buahnya untuk mencari keberadaan Lia.

__ADS_1


Namun sayang saat telah sampai disebuah bangunan kosong Azka yang datang bersama Sendy dan beberapa anak buahnya menelan kekecewaan karena ternyata Lia tidak ada ditempat tersebut.


Azka semakin panik tatkala Sendy menemukan ponsel milik Lia yang berada di dalam gedung tersebut.


" Ka, ini!" ucap Sendy memberikan ponsel milik Lia jantung Azka berdetak hebat rasanya kekhawatiran Zaira ada kaitannya dengan ini semua.


" Ka di dalam_" Sendy menjeda ucapannya.


" Ada apa di dalam?" tanya Azka datar


" Gue melihat ada ceceran darah yang cukup banyak" ucap Sendy takut-takut.


" Apa darah?" Sendy mengangguk


" Apa mungkin Meli_" Sendy tidak berani meneruskan kata-katanya


" Loe mau mati hah?" bentak Azka mencengkeram kerah baju Sendy cukup kuat.


" So.. sorry ka, gue gak ada maksud hanya saja tadi gue menemukan ponsel itu tidak jauh dari darah yang berceceran di atas lantai" ucap Sendy hati-hati takut jika Azka semakin murka.


"ini tidak mungkin" ucap Azka cemas.


Dengan cepat ia memutuskan untuk kembali ke rumah takut Zaira bangun lalu mencari tahu kembali keberadaan Lia.


" Sen, tolong bantu cari Meli, gue harus pulang Zaira pasti sangat mengkhawatirkan Meli" ucap Azka frustrasi menendang kaki ke udara meluapkan kekesalannya dan kekhawatirannya.


🖤🤍🖤


Sementara di dalam sebuah rumah sakit yang terbilang kecil dan letaknya tidak jauh dari letak gedung kosong tersebut, seseorang tengah terbaring lemah dengan jarum infus yang menempel di tangannya dan semua itu terjadi akibat luka tusuk yang mengenai perutnya. untung tidak terlalu dalam hingga tidak begitu membahayakan nyawanya jika tidak pasti akan ada seseorang yang akan dihantui rasa bersalah sepanjang hidupnya.


Lia berbaring di sisi tempat tidur dengan tangan menjadi bantalannya. mungkin karena sudah terlalu lelah Lia pun akhirnya tertidur pulas.


Mario perlahan membuka matanya, mengerjap- ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.


Mario mengernyitkan keningnya ketika melihat seorang gadis tertidur pulas di sisi ranjangnya. dengan sangat hati-hati Mario berusaha untuk beranjak dari tidurnya dan tidak ingin pergerakannya sampai membangunkan seorang gadis yang tidak lain adalah Lia.


Mario dengan gerakan sangat pelan mengangkat tubuh Lia, ia memindahkan Lia tidur di atas tempat tidur. Lia tidur dengan sangat nyenyaknya sampai tidak merasakan adanya pergerakan terhadap dirinya.


Setelah memastikan Lia benar-benar tertidur pulas, Mario berjalan menuju sofa kecil yang ada di ruangan tersebut dan dia pun memilih untuk tidur di tempat tersebut.


Mario tersenyum tipis melihat ke arah Lia dan sedetik kemudian ia pun menggelengkan kepalanya. Mario benar-benar tidak menyangka jika seorang Lia putri bungsu dari keluarga Dinata ternyata menguasai ilmu bela diri yang mumpuni.


Flashback on


Karena merasa sangat geram dengan Lia akhirnya Rara menyuruh para pria suruhannya untuk melancarkan aksi bejatnya dan disaat ke 5 orang preman tersebut menghampiri Lia dengan nafsu yang sudah memburu dan Rara sudah tertawa penuh kemenangan melihat reaksi Lia yang nampak mundur menghindari ke 5 orang pria yang mendekati dirinya.


Sungguh diluar dugaan, Lia yang nampak hanyalah seorang gadis kecil, anak manja dari pengusaha kaya ternyata memiliki gerakan yang sangat lincah di balik sikapnya yang tidak pernah mencari masalah dan selalu berusaha untuk mengalah jika itu demi kebaikan bersama.


Rara tidak bisa berkata apa-apa ketika para preman yang menjadi suruhannya dengan gerakan cepat sudah dapat dilumpuhkan oleh gerakan Lia.


Lia yang sempat di robek bajunya merasa sangat geram untung saja ia masih memakai baju dalam yang cukup tertutup.


Mario sempat membuka Hoodie jaketnya dan memakaikan ke tubuh Lia yang hampir terekspos sedikit.


dan disaat itulah tragedi terjadi.


Lia yang baru saja selesai melumpuhkan lawannya yang hampir saja mencelakai Mario. Dan tanpa diduganya ternyata dari arah belakang, Rara menghampirinya dan berlari hendak menusuk Lia.


Mario yang melihat Rara membawa senjata tajam, berlari ke arah Lia dengan gerakan cepat.


" Awas!" teriak Mario


Lia menoleh ke arah Rara


Jlepp


Tusukan itu mengenai tubuh Mario yang tiba-tiba saja muncul dan menarik Lia kedalam dekapannya.


Mario tersenyum melihat Lia dalam keadaan baik-baik saja walaupun justru yang terluka dirinya sendiri.


Mario melihat Rara yang hendak melarikan diri namun sayang gerakannya yang ingin mengejar terhalang tatkala melihat tangan Lia yang sudah bertengger dilengannya.


" Kita harus segera ke rumah sakit!" pinta Lia yang sudah tidak kuasa melihat darah di perut Mario.


Mario hanya tersenyum tipis mendapatkan perlakuan manis dari seorang putri keluarga Dinata.

__ADS_1


Flashback off.


❤️🖤🤍❤️🖤🤍🖤❤️🤍❤️🖤🤍🖤❤️🤍❤️


__ADS_2