Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Berbaikan


__ADS_3

Zaira saat ini tengah berada di taman belakang bersama baby Zia dan juga Azka. kebiasaan keluarga kecil mereka setiap akhir pekan semenjak kehadiran baby Zia selalu bermain di taman belakang yang sudah disulap menjadi taman bermain untuk baby Zia.


" Ziaaaa...!" teriak Lia yang baru saja datang bersama dengan ke empat sahabatnya siapa lagi kalau bukan Mita, Mona, Mia dan Indah.


" Hai aunty..!" sapa Zaira menirukan suara anak kecil.


" Ihh gemes banget sih kamu, sini sama aunty!" Mita mengambil alih baby Zia dari gendongan Zaira.


" Wah Mita loe udah cocok banget tau gak sih jadi ibu" ucap Mia menggoda


" Masa sih?" ucap Mita menimpali sambil menggoda baby Zia yang sangat menggemaskan dengan pipi rada chubby.


" Li loe kapan nyusul?" tanya Mona


" Lagi tahap produksi!" sahut Lia asal sambil menggoda baby Zia yang berada di gendongan Mita.


" Gencar dong ya Li?" goda Mia


" Iyalah Mi setiap hari proses produksi terus tinggal nunggu hasilnya dia" sahut Indah menimpali Mia


Azka hanya geleng-geleng kepala mendengar omongan Zaira dengan para sahabatnya.


" Mel mana Mario?" tanya Azka


" Pergi keluar kota kak bersama kak Arta" sahut Lia yang tidak berpaling dari baby Zia.


" Kenapa gak sekalian aja ikut Mel itung-itung honeymoon?" tanya Azka


" Kalau aku ikut kak nanti ada yang galau dan iri karena gak bisa ikutan honeymoon juga masih digantungin statusnya" sahut Lia melirik ke arah Mita sambil terkekeh


" Apaan sih loe Li" Mita mengerucutkan bibirnya


" Memangnya kapan rencana loe mau menerima kak Arta sih Mit? jangan di gantung terus kasihan dia" tanya Lia seraya mengambil alih baby Zia dari gendongan Mita.


" Iya Mit, kasihan loh kak Arta sudah lama menunggu loe eh pas udah ketemu masa di gantungin gitu" ucap Indah yang ikut menimpali


" Siapa bilang gue ngegantung kak Arta" ucap Mita menaikkan satu alisnya.


" Maksud loe?" tanya Lia seraya memberikan baby Zia yang nampak haus kepada Zaira.

__ADS_1


" Sebenarnya Kak Arta semalam itu datang ke rumah gue dan mengatakan semuanya kepada nyokap dan bokap gue. Awalnya bokap gue gak terima apalagi saat gue bilang kalau hubungan gue dan mas Ariel sudah berakhir, tapi setelah gue menceritakan tentang alasan kenapa gue memutuskan pertunangan gue dengan mas Ariel dan juga memberitahu siapa kak Arta itu sebenarnya bokap gue sempat terkejut apalagi nyokap gue mereka gak menyangka kalau orang yang ada di hadapannya itu adalah kak Arta anak tetangga kami dulu sewaktu di kota B" tutur Mita.


" Terus tanggapan bokap dan nyokap loe bagaimana?" tanya Mia yang penasaran


" Mereka tidak masalah semua keputusan diserahkan ke gue langsung" sahut Mita santai


" Terus loe sendiri bagaimana tanggapannya?" tanya Mia lagi


" Kalau gue sih ter_" ucapan Mita tiba-tiba terpotong


" Mon loe kenapa sih dari tadi gue perhatiin diam terus?" tanya Indah yang langsung membuat Mita dan yang lainnya menoleh ke arahnya.


" Sayang, sepertinya baby Zia sudah tertidur pulas sini biar mas yang menidurkannya di kamar!" ucap Azka yang melihat baby Zia tertidur dalam buaian sang mama.


" Terima kasih ya mas!" ucap Zaira setelah memberikan baby Zia kepada Azka


" Iya sayang!" ucap Azka lembut dan langsung membawa baby Zia masuk ke dalam kamar.


" Mona apa loe masih marah sama gue?" tanya Mita yang merasa akhir-akhir ini hubungannya dengan Mona sedikit tidak baik bahkan di kelas pun Mona lebih memilih duduk bersama Lia.


" Mona kita itu berteman sudah lama bukan baru sehari dua hari. mau sampai kapan loe bersikap kayak gini?" kali ini Zaira yang bertanya.


" Sekarang gue tanya apa sebenarnya masalah loe sama Mita? apa karena dokter Ariel yang dulu lebih memilih Mita? seharusnya loe bersyukur Mon karena apa yang menimpa Mita itu bukan loe yang mengalami kalau loe yang berada di posisi Mita, apa yang akan loe lakukan Mon, loe ataupun gue juga belum tentu bisa sekuat Mita menghadapi masalah seberat itu Mon" tutur Zaira mengingatkan dan Mona nampak sedikit berpikir.


" Ingat Mon apapun yang terjadi dengan kita itu tidak lepas dari kehendak tuhan, kita tidak bisa memilih kepada siapa hati kita berlabuh dan dengan siapa kita berjodoh. Semua adalah takdir tuhan yang gak bisa dapat kita pungkiri Mona" lanjut Zaira.


" Kita juga tidak pernah menyangkanya bukan bahwa setelah putus dari kak Ariel tiba-tiba Mita bertemu kembali dengan cinta anak SD yang menembak anak SMA jadi pacarnya?" goda Zaira melirik ke arah Mita sambil terkekeh


" Za!" Mita melototkan matanya pada Zaira membuat Zaira menahan tawanya


" Intinya Mona loe jangan terus menyalahkan orang lain atas apa yang memang hati loe gak suka, jangan biarkan ambisi dan keegoisan loe membuat persahabatan kita jadi berantakan Mona. jika loe sekarang merasa Mita kembali merebut apa yang loe suka loe salah besar karena mereka memang sudah dipertemukan jauh dari sebelum loe mengenalnya kan? jadi bersikaplah dewasa Mon. ingat jodoh itu tidak bisa dipaksakan jika memang berjodoh maka suatu saat pasti akan bertemu. meskipun seberat apapun yang menjadi penghalangnya jika sudah berjodoh hanya tuhanlah yang mampu memisahkannya" tutur Zaira panjang lebar membuat para sahabatnya tercengang dengan sikap Zaira yang berubah menjadi sosok wanita yang sangat dewasa.


" Za itu serius loe yang ngomong barusan?" tanya Lia membuat Zaira mendengus kesal


" Apaan sih loe Li!" kesal Zaira yang mendaratkan pukulan di bahu Lia


" Aww, sakit ibu Zaira!" ledek Lia mengundang gelak tawa para sahabatnya termasuk Mona yang sedikit menarik sudut bibirnya sedikit ke atas.


" Ternyata setelah menjadi seorang ibu Zaira benar-benar berubah ya" ucap Mia

__ADS_1


" Ya harus dong Mia, kita itu tidak boleh terus bersikap kekanak-kanakan dan bertindak sesuka hati" sahut Zaira


" Betul tuh Za, gue setuju" timpal Lia


" Mona kalau gue memang punya salah gue minta maaf, gue gak ada maksud sedikitpun merebut mas Ariel dari loe ataupun sengaja mendekati kak Arta. kalau loe memang suka sama kak Arta gue akan menjauh Mon dari kak Arta, gue gak mau persahabatan kita hancur hanya karena laki-laki Mon" ucap Mita membuat Zaira dan yang lainnya tercengang dengan ucapan Mita yang lebih memilih mundur dan menjauhi Arta.


" Mita!" ucap Lia lirih menepuk bahu Mita


" Gue akan menjauh dari kak Arta jika hal itu bisa membuat loe gak marah dan gak benci lagi sama gue Mona" tutur Mita lagi.


Mona terdiam dan menatap Mita dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Baik kalau begitu, mulai dari sekarang loe jangan muncul lagi di hadapan kak Arta" ucap Mona dengan lantang membuat Lia dan yang lainnya terkejut dan Mita menarik napasnya dalam-dalam.


" Akan gue lakukan Mon, asalkan itu bisa membuat loe merasa senang" ucap Mita.


" Mita, jangan!" Zaira menggeleng


" Loe udah gak waras ya Mon!" sarkas Indah


" Parah loe Mon!" Mia menambahi.


" Loe pikir dengan begitu kak Arta akan menyerah dan melepaskan Mita begitu aja, gak mungkin itu Mon. bertahun-tahun dia mencari Mita dan setelah mereka bertemu dengan seenaknya loe nyuruh Mita buat ngejauhi kak Arta. tega loe Mon. egois tau gak loe!" umpat Mia yang kesal dengan permintaan Mona kepada Mita


" Loe dengarkan Mit, semua orang pasti akan membenci gue kalau loe benar-benar akan menjauhkan kak Arta.!" ucap Mona.


" Loe tenang aja Mia gue cukup tahu diri kok. gue gak akan memaksa Mita buat menjauhi Mita, benar apa yang dikatakan Zaira semua sudah ada takdir dan jalannya masing-masing. belum tentu gue bisa setegar Mita bila berada di posisi Mita saat ini" tutur Mona yang sedikit terbuka pikirannya setelah mendengar penuturan Zaira.


" Jadi?" tanya Zaira memastikan.


" Gue minta maaf Mit, gue yang sudah egois dan terlalu kekanak-kanakan" ucap Mona yang langsung berjalan menghampiri Mita begitu juga dengan Mita dan keduanya akhirnya berpelukan dan saling Minta maaf satu sama lain.


Disaat mereka tengah asik berbaikan Tiba-tiba terdengar bunyi telpon masuk dari ponsel Mia.


" Assalamu'alaikum!"


(....)


" Apa? innalilahi wa innailaihi rojiun" ucap Mia yang nampak syok dan diam mematung

__ADS_1


__ADS_2