Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Hari ini Lia dan Mario sudah di perbolehkan pulang dan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah mama Maria karena Lia yang meminta dan Mario tidak mungkin bisa menolaknya.


Lia tengah duduk bersama sahabat-sahabatnya yang datang menjenguknya di ruang TV, sementara Mario tengah berada di dalam kamar memeriksa beberapa email yang Arta kirim.


" Li loe beneran gak Kenapa-napa?" tanya Mona yang merasa khawatir dengan kondisi kesehatan sahabatnya


"Gue gak Kenapa-napa, gue tuh cuma syok aja waktu melihat darah mengalir di kepala Mario" sahut Lia seraya memakan potongan buah mangga kedalam mulutnya.


" Loe pingsan cuma karena melihat darah?" Lia mengangguk


" Gak biasanya loe begitu, secara preman aja loe lawan sampai babak belur terus sekarang ngeliat darah sedikit aja loe sampai pingsan?" Lia lagi-lagi mengangguk menjawab pertanyaan Mona.


" Ya mungkin aja anak yang ada di dalam kandungan Lia tidak mau mamanya main berantem-beranteman lagi" sahut Zaira menimpali


" Bisa jadi tuh!" ucap Mia


" Mah, baby Zia mana?" tanya Zaira saat melihat mamanya menghampiri mereka tanpa baby Zia yang tadi terus bersama mama mertuanya itu.


" Baby Zia sedang bersama opahnya di taman belakang" sahut mama Maria


" Azka belum pulang Za?" tanya mama Maria


" Mas Azka masih ada urusan disekolah katanya mah" jawab Zaira dan mama Maria hanya mengangguk mengerti


" Ini yang lain ke mana? tumben gak kumpul semua kayak biasanya?" tanya mama Maria yang tidak melihat keberadaan Indah dan Mita.


" Mita lagi ke rumah mamah Novi mah" jawab Lia yang tahu kalau hari ini Mita sedang ke rumah mertuanya bersama Arta karena ingin membicarakan tentang masalah pertunangan mereka.


" Terus si Indah kemana?" tanya mama Maria


" Indah lagi pergi pacaran kali mah sama Dion" sahut Mona


" Ihh... siapa yang pacaran, sok tau loe Mon!" tiba-tiba orang yang tengah di bicarakan pun menampakkan diri.


" Assalamu'alaikum mah!" ucap Indah memberi salam kepada mama Maria. semenjak Lia menikah dengan Mario semua sahabat mereka memanggil mama Maria dan bunda Aryani dengan sebutan yang sama mama dan bunda.


" Wa'alaikum salam" jawab mama Maria dan Indah langsung menyalami punggung tangan mama Maria.


" Kok sendiri Dion nya mana?" tanya mama Maria yang melihat Indah datang tidak bersama Dion


" Tadi Dion cuma nganterin Indah aja mah gak mampir katanya ada urusan di kantor papahnya" jawab Indah


" Kamu tuh hebat loh punya calon suami yang masih sekolah tapi sudah mau membantu mengurus perusahaan papanya" tutur mama Maria memuji Dion


" Ya sama dong mah suami aku juga masih sekolah ya walaupun sudah lulus sekarang" sahut Lia yang tidak mau kalah


" Iya mama tahu sayang, pasangan kalian memang laki-laki yang hebat. mama bangga loh" ucap mama Maria


" Terus papah gak hebat gitu?" tanya papa Sam yang tiba-tiba muncul sambil menggendong baby Zia cucu kesayangannya.


" Iya papah lebih hebat" jawab mama Maria seraya tersenyum geli dengan tingkah suaminya yang iri dengan anak dan menantunya.


" Kalau papah itu sudah paket komplit" ucap Lia memuji sang papa tercinta.


" Kamu bisa aja" papa Sam duduk di samping putri kesayangannya.


"Hai baby Zia, sudah mam belum?" tanya Lia seraya mengambil alih baby Zia dari gendongan papahnya.


baby Zia hanya menjawab dengan ocehan yang tidak Lia mengerti hingga menimbulkan rasa gemas kepada baby Zia. Lia mencium dan menggelitik baby Zia dengan hidung mancungnya membuat baby Zia tertawa geli.


" Duh gemesin banget sih kamu" ucap Lia


" Nanti juga loe punya sendiri Li" celetuk Zaira


" Iya, kira-kira cewek apa cowok ya Li anak loe?" tanya Indah penasaran


" Apa aja gue sih gak masalah baik cewek atau pun cowok yang penting sehat" jawab Lia


" Betul itu, mau laki-laki ataupun perempuan sama saja, tetap harus disayangi dan yang terpenting sehat" ucap papa Sam menimpali


" Rio kemana Mel?" tanya papa Sam

__ADS_1


" Ada pah dikamar, katanya mau memeriksa email yang dikirim kak Arta" sahut Lia


Papa Sam beranjak dari duduknya dan pergi ke ruang kerjanya karena baru saja Bram menelpon memberitahukan kalau ada investor yang ingin bertemu langsung dengannya.


Mama Maria pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam Zaira mengekor di belakangnya untuk membantu mama Maria menyiapkan makan malam sedangkan baby Zia bersama Lia, Mona, Mia dan Indah.


Zaira buru-buru menghampiri Lia saat mendengar suara baby Zia yang menangis.


" Duh anak mama kenapa menangis sayang?" tanya Zaira seraya meraih baby Zia dari gendongan Mia.


" Tau tuh diapain sama Mia, dicubit kali ya biar nangis" sahut Indah


" Ih sembarangan loe Ndah, gini-gini juga gue lagi belajar jadi calon ibu yang baik, ya hitung-hitung buat persiapan kalau gue nanti nikah" sahut Mia


" Cie... yang mau dilamar kak Sendy!" goda Zaira yang sedang memberi asi kepada baby Zia


Mia nampak malu-malu dan menutup wajahnya dengan bantal sofa


" Cie malu-malu tapi mau" timpal Mona ikut menggoda Mia


" Kapan Mi kak Sendy ngelamar loe?" tanya Mona


" Memangnya kalian itu beneran sudah resmi jadian ya?" tanya Indah yang begitu penasaran.


" Loe sudah menerimanya kan Mi?" tanya Mona


" Gak usah ditanya kalian pasti sudah tau lah jawabannya, hampir setiap hari di jemput masa belum jadian" dengan santai Lia menjawab pertanyaan Indah dan Mia mengacungkan ibu jarinya ke arah Lia.


" terus masalah perjodohan loe bagaimana Mi?' tanya Zaira yang juga jadi penasaran dengan perjalanan cinta Mia


" Menurut loe gue terima apa gue tolak?" tanya Mia balik


" Elo di jodohin Mi, kok gue gak tahu ya?" tanya Indah


" Iya beberapa Minggu yang lalu" Mia cengar-cengir


" Terus loe terima?" tanya Indah


" Kalau menurut gue sih ya ditolak pastinya" jawab Indah


" Iyalah pasti ditolak kalau loe terima perjodohan itu loe gak mungkinlah bisa jalan bareng kak Sendy" ucap Mona menimpali


" Kalau menurut loe Za?" tanya Mia


" Filling gue sih mengatakan kalau loe menerimanya" jawab Zaira ngasal


" Wah Za loe kok sependapat sih sama gue? gue juga berpendapat yang sama kalau Mia pasti menerima perjodohan itu, iyakan Mi?" Lia menaik turunkan alisnya kepada Mia membuat tawa Mia seketika pecah.


" Wah benar-benar parah ini sahabat gue yang dua ini fillingnya tajam banget, ini suaminya kalau mau selingkuh belum apa-apa sudah ketahuan duluan" tutur Mia


" Ihhh.. amit-amit kalau berani selingkuh bisa kita sunat abis ya gak Za!" ucap Lia menyenggol bahu Zaira


" Setuju tuh, kakak loe ya Li" ucap Zaira seraya tertawa


" Biarin aja kakak juga kalau salah ya harus di kasih pelajaran" sahut Lia


" Jadi benar loe terima perjodohan itu Mi?" tanya Mona sekali lagi


" Iya"


" Kok bisa? terus kak Sendy bagaimana nasibnya?" tanya Mona yang merasa kasihan


" Ya kita sudah resmi jadian dan_!" Mia menjeda ucapannya lalu mengangkat tangannya dan memperlihatkan jarinya yang terdapat cincin emas yang melingkar dengan indah di jemari lentiknya.


" Itu cincin tunangan Mi?" tanya Mona penasaran


" Iya ini cincin pertunangan gue" jawab Mia Santai.


" Serius loh, terus kak Sendy?" tanya Indah


" Kak Sendy ya gak ada terusnya" jawab Mia

__ADS_1


"Loe mempermainkan kak Sendy dong Mi kalau kayak gitu?" ucap Mona


" Ya bisa aja Mia di jodohkannya dengan kak Sendy, betul gak Mi?" tebak Lia membuat Mia geleng-geleng kepala mendengar ucapan Lia


" Ini anak semenjak menikah sama Mario instingnya kuat banget ya" Mia geleng-geleng kepalanya


" Jadi benar apa yang dibilang Lia kalau loe dijodohinnya dengan kak Sendy?" tanya Mona


" He..he... iya!" sahut Mia dengan senyum manisnya.


" Senang dong loe?" tanya Indah


" Bukan senang lagi dia, sudah gak pakai mewek-mewek lagi, ya gak Mia?" goda Zaira


" Apaan sih Za!" wajah Mia sudah merona merah


" Selamat aja deh Mi, semoga cepat nyusul gue sama Lia deh ya Mi" ucap Zaira mendoakan


" Amin!" jawab Mia


" Kayaknya sudah siap nih.?" timpal indah


"Siap gak siap ya harus siap" sahut Mia


Saat mereka tengah mengobrol panjang lebar tiba-tiba ponsel Lia berdering.


" Hallo?" tanya Lia


(.....)


" Iya, bawel!" ucap Lia yang sedetik kemudian ia langsung beranjak dari duduknya


" Siapa Li?" tanya Mia


" Biasa ayang embeb manggil" jawab Lia dengan santai


" Gue ke atas dulu ya!" pamit Lia kepada teman-temannya


ceklekk


Sesampainya di dalam kamar Lia tidak melihat keberadaan Mario dan tiba-tiba


Hupp


Mario melingkarkan tangannya di pinggang Lia, karena merasa terkejut hampir saja Lia memukul Mario untung saja Mario hafal dengan gerakan Lia sehingga dia bisa dengan mudah menghindar dari gerakan Lia yang hampir saja membuat wajahnya babak belur


" Sayang ini aku" ucap Mario dengan cepat


Lia langsung menghentikan gerakannya dan menatap lekat wajah Mario dengan tatapan tajam.


" Jangan bercanda seperti ini pih, aku gak suka" kesal Lia


" Iya maaf mih" ucap Mario seraya membelai pucuk kepala Lia dengan lembut


" Ada apa sih memang papih manggil aku kesini?" tanya Lia sedikit ketus


" Ya ampun mih jangan ketus juga kali mih nanyanya" protes Mario


" Ya abis papih aja bikin kaget orang, gak mikir gitu isterinya yang tengah hamil kayak gini" cerocos Lia sambil marah-marah


" Iya papih tau mih, makanya papih minta maaf" Mario menarik Lia kedalam pelukannya.


" Papih tuh lagi sakit, masa mamih tinggalin gitu aja sendirian di sini" Mario pura-pura merajuk


" Ya tadi papihkan sibuk dengan kerjaan papih yaudah mamih kebawah aja kebetulan ada teman-teman" jawab Lia membela diri


" Papih cuma ngerjain sebentar aja kok" jawab Mario


" Yaudah mamih minta maaf" ucap Lia merasa tidak enak hati juga dengan suaminya itu


Lia akhirnya membalas pelukan Mario mereka lalu merebahkan diri di atas kasur dan melepaskan rasa lelahnya bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2