Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska mulai merasakan ada sesuatu yang hilang, biasanya hampir setiap hari Roni datang membawakan makanan untuknya tapi sudah beberapa hari ini Roni tidak lagi datang ke rumahnya, bahkan di sekolah pun Roni benar-benar tidak pernah terlihat.


" Apa dia sudah tidak mau bertemu gue lagi? dia sudah jijik sama gue" batin Miska


Miska duduk sendirian di taman yang ada di halaman rumahnya, sesekali pandangan matanya menatap ke arah pintu gerbang.


" Nunggu seseorang?" tanya mama Rika yang tiba-tiba sudah duduk di bangku kosong yang ada sampingnya.


" Mama!" Miska menoleh kesamping seraya tersenyum


" Sedang apa disini hem?"


" Cuma sedang mencari udara segar aja kok mah" jawab Miska asal


" Benarkah? tidak sedang menunggu seseorang?" goda Mama Rika


" Apaan si mah" Miska mengerucutkan bibirnya


" Oiya, apa makanan yang ada di atas meja makan sudah kamu makan? maaf ya kalau mama akhir-akhir ini sibuk bantuin papa di kantor jadi enggak bisa masakin makanan kesukaan kamu!" ucap mama Rika


" Enggak apa-apa kok mah, lagi pula belakangan ini selera makan Miska selalu aja berubah-ubah, tapi mama kok selalu tau sih mah makanan apa yang setiap hari ingin Miska makan" mama Rika tersenyum simpul


" Maksud kamu?" tanya mama Rika pura-pura tidak tahu


" Ya seperti hari ini, Miska baru aja ingin minta tolong si bibi buat masakin Ayam bakar lada hitam eh tau-tau udah ada di atas meja makan dan kayak kemarin juga Miska kok kepingin banget makan martabak manis pakai toping selai strawberry eh pas banget bibi bawain ke kamar Miska. mama benar-benar keren banget deh" Miska memeluk mamanya.


" Apa kamu suka sayang dengan semua makanannya?"


" Tentu aja suka mah malahan suka banget!" sahut Miska


" Andai kamu tahu sayang, semua itu adalah pemberian Roni, apa wajah bahagia itu akan terus terpancar?" batin mama Rika


Sayang seminggu lagi mommy dan daddy kamu akan pindah ke panti asuhan


Jlep


Wajah bahagia itu kini berubah sendu


" Mah, Miska sudah bilang sama mommy dan daddy untuk membatalkan semuanya mah, mereka boleh tetap tinggal di rumah itu mah!" ucap Miska


" Papa sudah mengatakannya nak tapi daddy kamu tetap pada pendiriannya. ia merasa gagal menjadi mertua yang baik buat kamu katanya" ucap papa yang baru saja pulang dari kantor


"Papa!"


" Kamu tahu sayang bahkan Roni sudah 2 Minggu meninggalkan rumah, saat ini dia tinggal di sebuah bengkel bersama temannya" ucap Suhendra memberitahu putrinya


" Apa? Roni tinggal di bengkel?" papa mengangguk


" Roni tidak ingin kamu berprasangka yang tidak-tidak saat dia ingin menyatakan keseriusannya sama kamu nak"


" Pah!"


" Sekarang Roni kerja paruh waktu di bengkel itu, dia kini benar-benar sudah berubah"


" Tapi pah keputusan Miska sudah bulat, Miska tetap ingin berpisah" ucap Miska


" Tapi kenapa sayang? nak Roni kini sudah berubah dan mama bisa melihat keseriusannya sama kamu sayang"


"Berilah nak Roni satu kesempatan sayang!"


" Benar apa yang mama kamu katakan sayang, berilah Roni kesempatan untuk memperbaiki hubungan rumah tangga kalian. papa berharap kalian bisa bersama lagi dan pernikahan kamu hanya sekali seumur hidup" ucap Suhendra penuh harap


" Mah... pah... Roni berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari Miska, jadi biarkan kami berpisah mah... pah.. Miska tidak mau rumah tangga ini terjalin karena adanya keterpaksaan"


" Sayang!" ucap mama Rika lirih

__ADS_1


" Sudahlah mah... pah.... Miska pamit ke kamar dulu" ucap Miska seraya beranjak dari duduknya


🖤


Keesokan harinya di sekolah, Khanza, Miska, Hana dan Nana sedang berada di kantin.


" Na gue minta punya loe dong!" ucap Miska pada Nana yang sedang makan lontong sayur.


" Lah loe juga kan sama Ka itu lontong sayur juga!"


" Tapi gue maunya yang punya loe Na kayak nya lebih enak deh" Miska menatap penuh harap


Nana merasa tidak tega dan akhirnya menyodorkan lontong sayurnya kepada Miska dan dengan lahap Miska menikmati lontong sayur milik Nana membuat teman-temannya menatap heran pada Miska.


" Elo kenapa sih Ka, aneh banget tau gak ?" tanya Hana


" Aneh kenapa?" Miska balik bertanya


" Ya aneh aja hari ini tuh"sahut Hana


" Gak jelas loe Han"


" Eh loe oncom yang gak jelas gue lagi yang dikatain gak jelas. loe kenapa makan lonsay punya Nana kan loe sendiri tadi juga sama pesannya lonsay?" oceh Hana kayak emak-emak kehabisan kuota.


" Ya pingin aja, gak boleh emangnya Nana aja enggak masalah tuh!" sahut Miska


" Udah ih kenapa jadi ribut sih!" Nana menengahi


" Tau nih si Hana, bawel!"


" Eh, ngomong-ngomong Za kemana?" tanya Miska saat baru sadar kalau Khanza tidak ada diantara mereka.


" Za tadi lagi pesan siomay" sahut Nicko yang langsung duduk di antara mereka bersama Billy


" Udah selesai makannya?" tanya Nicko perhatian


" Mau tambah?" tawar Nicko


" Enggak lah loe kira perut gue karung apa?" tolak Miska seraya tertawa


Sementara Khanza yang baru saja selesai mengantri siomay dikejutkan dengan seseorang yang memanggil namanya.


" Khanza!" panggilnya membuat Khanza langsung menoleh ke sumber suara.


" Roni" beo Khanza


Roni menghampiri Khanza " Sorry Za boleh enggak gue minta tolong?" tanya Roni


" Minta tolong apa?" tanya Khanza bingung


" Ini!" Roni menyodorkan seporsi rujak buah yang terlihat begitu menggiurkan.


" Ini apa?" tanya Khanza dengan kening yang mengkerut


" Rujak" jawab Roni


" Iya gue tau ini rujak, maksud gue rujak ini buat siapa?" tanya Khanza


" Rujak ini buat Miska tapi tolong jangan bilang dari gue ya!"


" Loh kok gitu?"


" Udah pokoknya kasih aja ini rujak, semoga dia suka dan mau memakannya. tapi sekali lagi jangan bilang dari gue"


" Terima kasih sebelumnya ya Za, sorry ngerepotin loe" ucap Roni lalu beranjak pergi membuat Khanza tercengang dengan apa yang baru saja Roni ucapkan.

__ADS_1


" Apa gue enggak salah dengar ya, Roni ngucapin terima kasih dan minta maaf pula. wah udah enggak waras tuh anak pasti udah terkena virus bucin ini." gumam Khanza tersenyum sendiri.


Khanza dengan tangan kiri membawa seporsi somay dan tangan kanan membawa rujak pemberian Roni menghampiri teman-temannya


" Za lama banget loe ngantri somaynya" oceh Hana


Khansa hanya menanggapinya dengan senyuman lalu mengambil tempat duduk di samping Miska meletakkan siomay dan rujaknya.


" Ka loe mau enggak?" tawar Khanza pada Miska seraya menyodorkan rujak buah pemberian Roni


" Wahhh .... Za loe emang sahabat terbaik gue, dari tadi kek Za bawa rujaknya. gue emang lagi kepingin banget nih makan rujak" sahut Miska dengan antusias mengambil rujak tersebut


" Belakangan ini gue merasa orang-orang di sekitar gue pada peka ya sama keinginan gue, kalau di rumah nyokap gue selalu aja tau apa yang gue mau, gue mau makan ini tau-tau nyokap gue bawain begitu juga si bibi, entah secara kebetulan atau kontak batin ya bisa pas gitu momennya. kayak loe sekarang ini Za gue lagi kepingin makan rujak tiba-tiba loe bawain gue rujak" tutur Miska dengan wajah berbinar


"Loe beli dimana Za perasaan di kantin tadi gue liat gak ada yang jual rujak deh?" tanya Nana


Deg


Khanza nampak bingung harus menjawab apa ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Emmmm.... itu tadi ada yang ngasih, katanya beli di luar sekolah terus nitip di kedai ibu eh dikasih gue deh. udah kenyang katanya jadi enggak di makan" jawab Khanza terpaksa berbohong.


" *Roni begitu peka, sampai sebegitunya ia tahu apa yang Miska inginkan. Roni benar-benar sudah berubah sekarang dan loe berhasil Ka merubahnya menjadi laki-laki yang baik bahkan begitu perhatian sama loe" gumam Khanza dalam hati


"Tapi sayang, kenapa harus ada Bayu di antara kalian*!"


" Za loe kenapa kok bengong gitu?" Miska menepuk bahu Khanza membuat calon mama muda itu terkesiap


" Eh, enggak kenapa-napa, gue cuma ingat aja sama tuh anak yang ngasih gue rujak, bisa kebetulan gitu ya dia tahu kalau sahabat gue yang satu ini lagi kepingin rujak, udah sehati kali ya tuh anak bisa tahu begitu" ucap Khanza berbinar


" Itu hanya kebetulan Za, lebay banget sih loe!" protes Nicko


" Ya kebetulan... kebetulan yang menyenangkan, bukan begitu Ka?" senggol Khanza


" Iya, kebetulan yang menyenangkan karena rujaknya enak banget Za, cobain deh Za, Han, Na!" tawar Miska sambil menikmati rujak buahnya


Hana penasaran dengan rujak buah tersebut begitu juga Nana yang merasa tergiur karena melihat Miska yang memakan rujaknya dengan sangat lahap.


" Ya ampun Ka ini sih udah asem pedas banget pula, loe kok santai banget sih makannya" cerocos Hana yang langsung meneguk minumannya karena merasa kepedasan.


" Iya pedas banget" ucap Nana ikut menimpali


" Enggak ah ini pas rasanya menurut gue sih, iya gak Za?" ucap Miska yang antusias memakan rujaknya


" Iya rujaknya memang enak tapi benar apa yang Hana dan Nana bilang, ini terlalu pedas Ka, elo enggak takut sakit perut apa?"'


" Ini enggak pedas Za, pas segini sih pedasnya' sahut Miska


" Elo benar-benar aneh Ka dari tadi tuh"


" Aneh gimana sih Han, dari tadi loe bilang gue aneh terus?" kesal Miska yang selalu dibilang aneh oleh Hana


" Ya elo aneh, loe tuh dari tadi udah kayak orang lagi ngidam tau gak, kayak orang lagi hamil aja?"


Deg


Deg


Deg


Dada Miska terasa sesak mendengar ucapan Hana, tangannya terhenti ketika hendak kembali mengambil seiris buah mangga dan mencocolnya dengan bumbu rujak.


" Ka!" panggil Khanza


Miska tersenyum kecut " Za, semuanya sorry ya gue duluan, gue udah kenyang dan mau ke toilet dulu" Miska beranjak dari duduknya lalu pergi lebih dulu

__ADS_1


" Miska!" teriak Nicko dan juga Khanza namun Miska tidak menghiraukannya dan terus melangkah.


__ADS_2