Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Aldy dikejutkan dengan pandangan yang cukup menguras emosi.


" Hentikan!" suara Aldy yang menggema mengejutkan dua orang yang berada di area belakang sekolah


Seorang siswi menangis sesenggukan dengan wajah yang tertunduk


" Apa yang kamu lakukan sungguh sudah sangat kelewatan Roni" emosi Aldy karena merasa iba melihat gadis yang menangis sesenggukan di hadapannya.


Flashback on


Aldy menghentikan langkahnya saat melihat bayangan seseorang yang tengah menarik paksa Nana.


Aldy mengikuti arah bayangan tersebut dan betapa terkejutnya Aldy saat melihat Roni tengah memaksa Nana untuk menyalurkan hasratnya.


Melihat perbuatan yang tidak senonoh itu pun Aldy langsung murka apalagi yang dilecehkan itu adalah sahabat baik isterinya.


Flashback off


" Perbuatan kamu sungguh sudah di luar batas Roni" geram pak Aldy yang mendaratkan satu tamparan yang cukup keras di pipi Roni


" Enggak usah ikut campur pak ini urusan saya sama pacar saya " ucap Roni dengan berani


" Tidak usah ikut campur kata kamu, apa yang sudah kamu lakukan itu sangat memalukan dan kamu bisa langsung di keluarkan dari sekolah" tegas Aldy


" Itu tidak akan mungkin terjadi pak!" Roni tersenyum meremehkan


Aldy merasa geram dengan sikap Roni namun sebisa mungkin Aldy menahan emosinya. Aldy lebih memilih menghampiri Nana yang berjongkok sambil menangis.


" Nana bangunlah, ikut saya ke ruang kepala sekolah sekarang" ucap Aldy


" Sa...saya tidak mau pak tapi dia terus saja memaksa saya, saya takut pak dia sudah melecehkan saya!" ucap Nana dengan tubuh yang bergetar


" Tenang saja kamu aman sekarang ada saya dia tidak akan berani macam-macam lagi sama kamu" Aldy mencoba menenangkan Nana


" Gue tidak akan melepaskan loe Nana sebelum gue mendapatkan apa yang gue mau!" suara Roni membuat Nana ketakutan


" Cukup Roni kamu ikut saya ke ruang kepala sekolah!" tegas Aldy


" Bapak tidak bisa melakukan apa-apa, tidak ada bukti yang bapak punya untuk mengadukan saya ke kepala sekolah yang ada saya bisa dengan mudah mengatakan bapak sudah berbuat mesum dengan murid bapak sendiri, ini buktinya!" terang Roni memberikan foto disaat Aldy menghampiri Nana yang tengah menangis ketakutan.


" Astaghfirullah, Roni kamu benar-benar keterlaluan" geram Aldy


Roni tertawa mengejek " Ingat Nana jika kamu membantah gue lagi gue pastikan foto ini akan gue sebar dan bapak akan terima nasib di pecat dari sekolah ini!' ancam Roni yang langsung pergi begitu saja


" Pak bagaimana ini, jika Khanza melihat foto itu saya takut Khanza akan salah paham nantinya" ucap Nana di sela isak tangisnya


" Kamu jangan pikirkan soal itu, saya yakin Khanza bukan orang yang mudah percaya begitu saja!" ucap Aldy yakin


"Sekarang sebaiknya kamu kembali ke kelas, dan jangan mudah terpancing dengan ancaman Roni. saya nanti akan membicarakan hal ini dengan kepala yayasan " ucap Aldy


" Tapi pak bagaimana kalau Roni benar-benar nekat dan menyebarkan foto itu!" Nana merasa takut dan khawatir terlebih takut sahabatnya nanti malah salah paham


" Kamu tenang saja, ini urusan saya kamu sebaiknya fokus belajar saja dan jangan mau jika Roni mengajak mu seperti tadi. jika saya tidak lewat entah apa yang akan terjadi sama kamu" tutur Aldy

__ADS_1


" Iya pak terima kasih dan maaf jadi melibatkan bapak dengan Roni!"


"Sudahlah tidak apa-apa, kamu sahabat baik isteri saya jika terjadi sesuatu sama kamu maka Khanza pasti akan sedih dan saya tidak mau sampai hal itu terjadi. mulai sekarang kamu harus pandai-pandai menjaga diri apalagi terhadap Roni.!" pesan Aldy


" Iya pak!"


Aldy dan Nana pun berpisah, Nana kembali ke kelas dan Aldy pergi untuk menemui ke kepala sekolah.


Aldy sudah menceritakan semuanya kepada pak Ridwan selaku kepala sekolah, namun sayangnya pak Ridwan tidak bisa bertindak apa-apa karena Roni adalah putra dari tuan Bambang samudera yang merupakan donatur terbesar di SMA Darma Bangsa.


" Tapi ini tidak bisa dibiarkan pak!" ucap Aldy


" Pak Aldy tanpa bukti kita tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi pak Aldy tahu sendiri Roni adalah putra dari donatur di SMA Darma Bangsa ini." jawab pak Ridwan


" Tapi pak_!" ucapan Aldy terpotong karena ada notifikasi pesan di grup sekolah yang ternyata sudah di hebohkan dengan foto Aldy dan Nana yang berada di belakang sekolah.


" Pak Aldy apa bapak bisa menjelaskan ini?" ucap pak Ridwan yang terlihat syok dengan foto yang sudah tersebar di chat sekolah


" Pak itu semua bohong, justru tadi saya yang menolong Nana saat Roni akan bertindak hal yang tidak pantas terhadap Nana." bela Aldy


" Tapi di foto ini justru anda yang terlihat telah berbuat yang memalukan pihak sekolah"


" Apa maksud bapak?" geram Aldy


" Saya hanya menolong siswi yang hampir saja dilecehkan tapi bapak malah mumatar balikan fakta" Aldy mengusap wajahnya kasar


" Saya hanya berbicara sesuai dengan apa yang saya lihat" ucap pak Ridwan


"Terkadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan apa yang sebenarnya pak dan saya yakin pak Ridwan tahu bagaimana siswa yang bernama Roni itu" ucap Aldy dengan tegas


" Saya permisi pak!" Aldy keluar dari ruangan kepala sekolah dengan rasa kecewa.


Sementara di rumah Khanza yang baru saja bangun tidur langsung meraih ponselnya yang sedari tadi terdengar berisik.


Khanza membuka chat sekolah dan betapa terkejutnya Khanza melihat pemberitaan yang tengah heboh di sekolah.


" Ini tidak mungkin ?" Khanza meremas ponsel ditangannya.


Ceklekk


Khanza menoleh saat pintu kamarnya di buka dari luar.


Aldy melihat Khanza menitikkan air mata dan dengan segera Aldy pun langsung menghampirinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Aldy duduk di tepi tempat tidur


" Apa kalian sudah lama bermain di belakang ku mas?" tanya khanza dengan rasa sesak di dadanya


"Astaghfirullah sayang, rupanya kamu juga sama dengan semua orang yang hanya menilai dengan apa yang dilihatnya tanpa bertanya dulu kebenarannya. kamu bahkan tidak percaya dengan mas suami kamu dan juga Nana sahabat baik kamu sendiri!"


" Kamu lebih percaya dengan foto itu dan pengirim foto tersebut di bandingkan dengan suami kamu sendiri!" Aldy beranjak dari duduknya langsung masuk ke dalam kamar mandi.


" Apa aku salah menilai apa yang aku lihat mas, dan ini sangat menyakitkan!" gumam Khanza menatap pintu kamar mandi yang tertutup.

__ADS_1


Aldy keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Khanza yang baru datang dari luar berjalan menuju tempat tidur dan duduk di tepi kasur.


Aldy yang merasa kecewa karena belum sempat menjelaskan tapi sudah dituduh memilih untuk diam saja.


" Mas ayok makan, ibu sudah menunggu!" ucap Khanza


" Kamu saja yang makan mas belum lapar!" ucap Aldy dingin dan tidak berpaling sedikitpun dari ponsel di tangannya.


Khanza memilih keluar kamar dan ikut makan bersama ibu, bi Ratna dan Izan


" Loh Za mana suami kamu kok enggak ikuti makan?" tanya bu Khodijah


" Belum lapar katanya Bu" jawab Khanza seraya menyuap nasi kemulutnya.


" Apa kalian sedang ada masalah?" tanya bu Khodijah


" Tidak ada bu!" jawab Khanza berbohong


"Apa karena masalah yang terjadi di sekolah tadi?" tanya bi Ratna membuat Khanza menoleh ke arah bi Ratna


" Bi Ratna tahu?"


" Ya tentu tahulah, ibu kamu juga tahu" sahut bi Ratna


" I... ibu tahu?" tanya Khanza sedikit gugup


" Kalau ibu sebenarnya tidak percaya dengan berita itu, ibu percaya menantu ibu pria yang baik dan bertanggung jawab, bisa saja itu hanyalah ulah Roni kamu tahukan bagaimana Roni?" ucap bu Khodijah


dan Khanza mengangguk pelan


" Apa kamu marah dengannya tanpa kamu mendengar terlebih dahulu alasannya apa?"


Khanza terdiam " Temui dia sekarang dan cari tahu apa sebenarnya yang terjadi. cari penjelasan baru ambil keputusannya!" pinta bu Khodijah


" Iya bu!" Khanza pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar seraya membawa nasinya.


" Mas beneran gak mau makan?" tanya Khanza pelan


" Tidak!" sahut Aldy ketus


" Mas masih marah sama aku!"tanya Khanza hati-hati


" Mas tidak marah sama kamu, mas hanya kecewa!" sahut nya


" Maafkan aku mas!"


" Sudah lupakan saja!" Aldy beranjak dari tempat tidur dan duduk mengikis jarak dengan


" Sebaiknya kamu berhati-hati dengan Roni, mas khawatir dia akan kembali memaksa Nana sementara mas tidak memiliki bukti apapun mas juga takut dia akan macam-macam dengan kamu" jawab Aldy sendu


" Apa semua itu ada kaitannya dengan Roni?" tanya Khanza dan Roni mengangguk

__ADS_1


" Roni hampir saja melecehkan Nana dan foto yang kamu lihat itu adalah foto dimana mas berusaha menenangkan Nana " tutur Aldy membuat Khanza merasa bersalah terhadap suami dan sahabatnya.


__ADS_2