Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
penyesalan


__ADS_3

" Suara itu_?" batin Lia terkejut setelah teringat siapa pemilik suara tersebut.


" Apa aku tidak salah mendengar?" tanya Lia dalam hati.


" Jika benar, sungguh sangat keterlaluan dia, kurang baik apa Zaira kepadanya" geram Lia membatin


Seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berada di kamar tersebut akhirnya memilih untuk keluar. pintu kamar pun kembali di kunci dengan dua orang penjagaan yang berdiri di depan pintu kamar tersebut.


" Apa rencananya setelah ini?" tanya seorang wanita yang masih menggunakan seragam sekolahnya.


" Gue juga gak tau, tapi yang jelas kita harus pastikan ini aman" ucap laki-laki yang kini tengah duduk di sofa depan gadis itu berdiri.


" Apa dia sudah menghubungi loe?"


" Sudah, dia bilang sebentar lagi akan sampai"


" Apa tujuan loe sebenarnya melakukan hal ini?" tanya seorang gadis yang kini ikut duduk di sofa.


" Gue akan mendapatkan apa yang gue mau, Zaira adalah satu-satunya cewek yang pernah menolak gue, dan kali ini gue pastikan dia tidak akan bisa lagi menolak gue, dia akan menjadi milik gue seutuhnya." jawabnya penuh ambisi.


" Loe sendiri, kenapa loe begitu membencinya?"


Gadis itu terdiam sejenak sebelum menjawab.


" Karena dia sudah membuat orang yang sangat gue cintai hidup menderita kak" sahutnya dengan amarah yang mulai memuncah.


Ceklekk


Pintu terbuka menyembulah sosok seorang wanita cantik, berbadan seksi dan berkelas.


" Bagaimana, apa semua berjalan lancar?" tanya si wanita dengan tegas karena dia tidak ingin ada kegagalan.


" Semua aman kak, mereka pasti tengah panik mencari keberadaannya" jawab siswi tersebut


" Bagus, pastikan tidak akan ada yang tahu, dan kau!" tunjuk wanita yang tidak lain adalah Kelin ke seorang laki-laki di hadapannya.


" Kau bisa membawanya pergi malam ini, bawalah dia sejauh mungkin jangan biarkan dia muncul lagi di hadapan Bagaz, jika kau tidak meminta ku melepaskannya dan berjanji menyingkirkan dia dengan caramu itu mungkin anak itu sudah aku habisi." ucap Kelin.


" Baiklah, aku akan membawanya pergi aku pastikan dia tidak akan muncul lagi di hadapan kalian" sahut laki-laki tersebut.


" Tunggu dulu, bagaimana dengan kak Irfan. aku ingin membalaskan dendam kak Irfan, dia harus hidup menderita" tegas si gadis.


" Kau tenang saja, hidup berjauhan dengan suaminya itu sudah cukup membuatnya menderita apalagi saat ini dia tengah hamil, kau bisa menyingkirkan anaknya terlebih dahulu" ucap Kelin dengan senyum jahatnya


" Tidak, aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti Zaira ku!" ucap si lelaki pemuja rahasia Zaira itu.


" Loe boleh kak bawa tuh Zaira tapi setelah gue menyingkirkan bayi yang ada di dalam kandungannya" ucap gadis yang masih berseragam putih abu-abu itu


" Loe gi*a ya, itu bisa membahayakan Zaira"


" Gue gak peduli" bantah si gadis.


" Cukup!" bentak Kelin


" Dia benar !" tunjuk Kelin ke gadis tersebut


" Anak itu harus disingkirkan terlebih dahulu jika tidak maka anak itu yang kelak akan menjadi penghalang untuk aku mendapatkan Bagaz!" ucap Kelin


" Tidak, itu terlalu berisiko!" laki-laki itu tetap menolak.


" Kau tenang saja, kau hanya memberikannya obat ini maka dengan sendirinya pelan-pelan anak itu pasti akan lenyap tanpa ia sadari kaulah pelakunya." ucap Kelin.


" Dan pastikan kau tidak gagal melakukannya, jika tidak kau tahu akibatnya" ancam Kelin membuat Leo menyunggingkan senyumnya.


" Kau tenang saja kak, aku pasti bisa melakukannya" ucap Leo dengan percaya diri.


" Aku ingin melihatnya, dimana dia?" tanya Kelin


" Dia ada di dalam kamar itu!" tunjuk Leo pada sebuah kamar yang tidak jauh dari mereka berada.


Kelin melangkahkan kakinya berjalan ke arah kamar di mana Lia berada.


Ceklekk


Pinta terbuka, Kelin melihat gundukan besar diatas kasur. dia berdecak lalu dengan kasar Kelin menarik selimut yang menutupi tubuh Lia.


" Hei, bangun kau wanita jal**g, beraninya kau merebut kekasihku Bagaz" sentak Kelin.

__ADS_1


Lia terperanjat saat selimut yang ia kenakan melorot dari tubuhnya, Lia yang langsung bangun dan duduk sambil memeluk lututnya mengambil bantal dan langsung menutupi wajahnya menatap wanita yang berani berbuat kasar dengannya.


" Kak Kelin!" batin Lia


" Nikmatilah hidupmu hari ini bersama anak yang ada di dalam kandunganmu karena setelah ini aku tidak akan membiarkan wanita sepertimu melahirkan anak dari Bagazku"


ucap Kelin dengan seringai licik di wajahnya.


" Ap... apa maksudmu?" tanya Lia pura-pura ketakutan.


" Aku tidak akan membiarkan anakmu menjadi penghalang untuk ku kembali bersama Bagaz" jawab Kelin dengan angkuhnya.


" Jangan, aku mohon jangan sakiti anakku!" pinta Lia yang berakting menjadi Zaira.


" Ha..ha..!" Kelin tidak menggubris permohonan Lia ia malah tertawa terbahak-bahak.


" Kau tahu sudah lama aku ingin menyingkirkan mu tapi karena si bodoh Irfan selalu saja menghalangiku. karena dia terlalu bodoh menyukai wanita seperti mu" ucap Kelin ketus.


" Tapi baguslah dia bodoh sehingga orang-orang akan berpikir dialah yang kini tengah menculikmu padahal dia sekarang tengah berada di rumah sakit jiwa sehingga aman tidak akan ada yang tahu keberadaannya di sana!" ucap Kelin yang dengan tega memasukkan Irfan ke rumah sakit jiwa demi melancarkan tujuannya dan beruntungnya lagi saat ia mengetahui Leo sahabat baik Irfan diam-diam masih menyimpan rasa terhadap Zaira dan akhirnya ia pun berhasil dimanfaatkan oleh Kelin.


Flashback on


Setelah papanya tahu perbuatan bodoh Irfan yang telah menyebabkan perusahaan miliknya diakuisisi oleh perusahaan PT. DINATA Grup Wiryawan meminta Irfan untuk menyerahkan diri dan mengakui semua kesalahannya kepada keluarga Dinata. Irfan awalnya menolak namun setelah lama berpikir akhirnya dia menyetujui juga permintaan papanya karena dia juga tidak ingin keluarganya mengalami kebangkrutan karena kebodohannya sendiri.


Namun pada saat Irfan sudah memantapkan hati untuk pergi ke keluarga DINATA untuk meminta maaf tiba-tiba saja Kelin datang dan menemui Irfan. mereka sempat berbicara empat mata, Wiryawan mengira Kelin hanya datang menghibur Irfan dan mau membujuk Irfan agar mau meminta maaf.


Pada saat mereka tengah berada di taman belakang, Kelin mengatakan ingin mengajak Irfan bekerja sama dengannya untuk menculik Zaira namun Irfan yang sudah sadar akan kesalahannya menolak keras permintaan Kelin.


Kelin mendengus kesal karena Irfan menolak ajakannya lalu beranjak pergi begitu saja dari rumah Irfan dan sebelum pergi dia sempat mengatakan kepada Irfan kalau dia akan melakukannya sendiri.


Irfan takut Kelin benar-benar berbuat nekad, seharian berpikir akhirnya Irfan memutuskan untuk pergi menemui Kelin ke apartemennya.


Irfan datang ke apartemen milik Kelin dan saat ingin mengetuk pintu secara kebetulan pintu pun terbuka dari dalam. pemandangan yang sungguh sangat mengejutkan bagi Irfan karena Kelin keluar dari apartemen miliknya sambil merangkul mesra seorang pria yang tidak asing baginya.


" Kalian?" ucap Irfan dibalik keterkejutannya.


" Irfan, ada apa kamu disini?" tanya Kelin yang sama terkejutnya dengan Sementara laki-laki yang bersama dengan Kelin hanya diam dan menunduk.


" Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya Irfan ketus.


" Salah paham?" ucap Irfan seraya matanya menatap tajam ke arah leher Kelin yang sudah seperti macan tutul.


Kelin yang mengerti arah tatapan mata Irfan langsung menarik rambutnya yang tergerai untuk menutupi lehernya dan menjadi salah tingkah.


" Fan, Masuk dulu kita bicarakan di dalam ya!" bujuk Kelin mengalihkan pandangan Irfan.


Irfan yang memang bertujuan ingin bertemu dengan Kelin akhirnya menurut meskipun ia sedikit kecewa karena ternyata bukan pak Bagaz gurunya lah yang bersalah dalam hubungan mereka melainkan kakaknya Kelin sendirilah yang bersalah. bukan cinta yang Kelin miliki tapi obsesi yang besar dan ingin memiliki guru olahraganya itu sepenuhnya walau bagaimanapun caranya, karena jika memang dia mencintai pak Bagaz bagaimana mungkin Kelin bisa bermain dengan laki-laki lain selain pak Bagaz batin Irfan yang kini berperang dengan rasa bersalahnya.


" Fan, minum dulu!" tawar Kelin yang menyodorkan minuman kaleng kepadanya.


Irfan menerima minuman tersebut dari Kelin. lalu menenggaknya hingga setengah, setelah itu Irfan meletakkan botol minumannya diatas meja


Irfan menoleh ke arah pria yang duduk dihadapannya. pria itu nampak sedikit gugup mendapat tatapan tajam dari Irfan.


" Sejak kapan loe dekat sama kakak gue?" tanya Irfan menyelidik


" Emmm.... baru beberapa hari yang lalu" jawab laki-laki itu gugup yang tidak lain adalah sahabat baik Irfan sendiri.


" baru beberapa hari saja kalian bahkan sudah_?" tanya Irfan menggantung.


" Fan, sudah jangan bahas hal itu. sekarang ada apa kamu mencari kakak?" tanya Kelin mengalihkan pembicaraan Irfan yang menurutnya sangat menyudutkan Leo sahabat baik Irfan sendiri.


" Kalian pacaran?" tanya Irfan yang masih penasaran dengan hubungan kakak sepupunya itu dengan sahabat baiknya.


" Itu urusan kami, kau tidak perlu tahu hal itu Fan" jawab Kelin datar.


" Sebaiknya cepat kamu katakan, ada apa kamu datang ke apartemen kakak, apa ada yang ingin kamu katakan?"


Irfan menghela napasnya panjang sebelum mengatakan tujuan kedatangannya.


" Kak, kakak tidak serius kan dengan rencana kakak waktu itu?" tanya Irfan takut-takut


" Rencana?" Kelin pura-pura berpikir


" Iya kak, kakak tidak akan menyakiti Zaira kan kak?" tanya Irfan yang tidak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya kepada Zaira karena bagaimanapun dia kini merasa sangat menyesal karena pernah menganggap kalau Zaira yang sudah membuat kakaknya Kelin menderita dan terluka karena di putuskan oleh kekasihnya yang tidak lain adalah gurunya sendiri.


Selama ini Kelin selalu bercerita seolah-olah dia yang dikhianati oleh Azka dan Zaira lah yang menjadi penyebabnya. Kelin selalu pura-pura bersedih dan putus asa bahkan mengancam ingin bunuh diri jika tidak bisa bersama dengan Azka. Irfan yang sangat menyayangi kakak sepupunya itu percaya begitu saja dengan kebohongan yang dibuat olehnya. Sampai Irfan tega menyakiti Zaira dan kini ia sangat menyesali perbuatannya itu terlebih setelah ia melihat sendiri bagaimana perbuatan Kelin dengan sahabat baiknya yang bisa dibilang sudah terlewat batas itu.

__ADS_1


Awalnya Kelin kecewa dengan Irfan yang menyerah begitu saja lalu akhirnya diam-diam Kelin pergi menemui Leo sahabat baik Irfan yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama dengan Irfan sama-sama menyukai Zaira.


Leo memang terobsesi dengan Zaira sejak lama, cintanya pun pernah di tolak oleh Zaira membuatnya merasa sakit hati terlebih setelah tahu kalau ternyata Zaira sudah menikah dengan guru mereka sendiri disitulah Kelin mengambil kesempatan untuk mendekati Leo dan memanfaatkannya.


Makanya pada saat Kelin menawarkan kerjasama kepada Leo dengan senang hati Leo langsung menyetujuinya apalagi Kelin pun menawarkan dirinya sebagai bayaran bonusnya. kucing yang disodorkan ikan mana ada yang menolak sih.


Karena takut Irfan menghalangi rencananya akhirnya terbesit di otak kejamnya Kelin berencana membuat Irfan seolah-olah stres dan mengalami gangguan jiwa.


Kelin pun berpura-pura mengatakan kalau dia sudah tidak berencana untuk menyingkirkan Zaira lagi dihadapan Irfan dan mengatakan kalau dia sudah memiliki Leo dan akan melepaskan Azka. Irfan lagi-lagi dengan mudahnya percaya dengan ucapan Kelin. sampai Kelin mengajaknya pergi berlibur pun Irfan dengan senang hati mempercayainya dan ikut bersamanya.


Kelin dan Leo pergi bersama Irfan ke sebuah kota yang terbilang cukup jauh. saat mereka hendak berangkat Kelin menyodorkan minuman kepada Irfan dan tidak lama setelah meminumnya Irfan pun sudah tidak sadarkan diri.


mobil yang dikendarai Leo melaju dengan pesat setelah beberapa jam menempuh perjalanan mereka pun akhirnya sampai di kota yang dituju. disana Kelin memiliki teman seorang dokter ahli kejiwaan. Kelin mengarang cerita bohong mengenai kondisi Irfan dan lagi-lagi dengan mudahnya pula temannya itu percaya begitu saja dengannya. Irfan dibawa kesebuah ruangan, kaki serta tangannya di ikat di sisi tempat tidur.


Kelin mengatakan kalau Irfan suka mengamuk dan selalu mencoba melarikan diri bahkan sampai ingin bunuh diri. Sungguh pandai sekali Kelin ini berbicara. Leo yang mendengar ucapan Kelin yang penuh kepalsuan itu hanya tersenyum miring mengacungkan jempol dengan bakat akting Kelin yang luar biasa menurutnya.


Benar saja setelah tersadar Irfan terkejut mendapatkan tangan dan kakinya terikat di atas tempat tidur. Irfan berteriak dan memberontak membuat salah satu perawat langsung memanggil dokter Tania yang merupakan teman dari kakak sepupunya yaitu Kelin.


" Lepaskan aku!" teriak Irfan memberontak dengan sekuat tenaga dan terus merancau, siapa yang tidak terkejut dan syok saat terbangun tiba-tiba dalam keadaan terikat dan berada di rumah sakit jiwa.


" Aku tidak gila, kenapa aku berada di sini. kak Kelin apa yang kamu lakukan kak aku mohon keluarkan aku dari sini kak, aku tidak gila dokter. jangan sentuh Zaira ku kak dia tidak bersalah aku yang bersalah kak.. tolong lepaskan aku kak!" rancau Irfan terus memberontak sampai akhirnya dokter Tania memberikan Irfan suntikan penenang.


Kelin dan Leo tersenyum licik melihat keadaan Irfan, setelah memastikan Irfan aman mereka pun memutuskan untuk kembali ke ibu kota untuk melancarkan rencana mereka selanjutnya.


...☄️☄️☄️...


Keesokan harinya Leo seperti biasa masuk ke sekolah, dia pun bersikap biasa-biasa saja seolah tidak mengetahui apa-apa tentang hilangnya Irfan.


Tiba-tiba saat Leo berada di parkiran sekolah dan hendak masuk ke dalam mobilnya seorang gadis menahannya.


" Kak tunggu!" pinta gadis tersebut


" Ada apa?" tanya Leo sedikit ketus


" Kak, gue gak percaya kalau kak Irfan bisa bersikap senekat itu" ucapnya lantang


" Terus mau loe apa nemuin gue, cuma mau bilang itu doang?" tanya Leo dengan malas.


" Gue cuma mau tahu kak keadaan kak Irfan !" ucapnya dengan wajah sendu


" Loe suka sama dia?" tanya Leo dan langsung di angguki oleh gadis tersebut.


" Kalau loe udah tau keadaannya loe mau apa?" tanya Leo menaikkan satu alisnya


" Setidaknya gue bisa tenang kak kalau kak Irfan dalam keadaan baik-baik saja" sahutnya.


" Irfan tidak baik-baik saja, dia terkena gangguan jiwa. perusahaan orang tuanya bangkrut di akuisisi oleh perusahaan Dinata. papa jatuh sakit begitu juga dengan ibunya. Irfan yang merasa bersalah merasa tertekan dan akhirnya stres. kini dia berada di salah satu rumah sakit jiwa di kota x itu pun kakak sepupunya yang membawa Irfan kesana. dia memiliki teman dokter jiwa disana dan berharap Irfan akan kembali seperti semula" tutur Leo menceritakan.


" Ap..apa itu benar kak? jadi sekarang kak Irfan_?" gadis itu tak sanggup meneruskan Ucapannya.


" Ya, dia gangguan jiwa" sahut Leo tersenyum miring


" Zaira, awas loe. karena loe kak Irfan menjadi seperti itu." Umpat siswi tersebut


" Loe benci juga dengan Zaira?" tanya seseorang yang baru saja tiba dan langsung menghampiri mereka.


" Iya gue benci Zaira, dia benar-benar jahat." umpatnya lagi


" Bagus kau begitu. loe bisa ikut dengan kami!" ucap wanita yang tidak lain adalah Kelin.


" Kita mau kemana?" tanya siswi tersebut


" Ikut saja ,!" sahut Kelin " loe akan tau sendiri nanti!" lanjutnya.


Flashback off.


Lia menyeringai dibalik bantal yang menutupi wajahnya.


Akhirnya dia tahu dengan jelas siapa dalang dibalik ini semua. Lia beranjak dari duduknya tatkala Kelin hendak menyeretnya secara kasar turun dari tempat tidur.


Lia dijambak dengan kasar oleh Kelin, sebenarnya Lia bisa saja melawan tapi ia urungkan sampai sejauh mana permainan ini akan berakhir.


Kelin tidak mengenali Zaira jadi walaupun mereka bertukar posisi Kelin sama sekali tidak mengenal Kelin.


Ceklekk


pintu terbuka, Lia dan Seseorang yang menyembul dari balik pintu sama-sama dibuat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2