
Pagi ini suasana di SMA Darma Bangsa cukup menegangkan. beberapa mobil mewah sudah berbaris di parkiran sekolah.
Para siswa dan siswi banyak yang bertanya-tanya apalagi para petinggi sekolah pun turut hadir di pagi itu.
" Ini pasti ada kaitannya dengan kejadian tempo hari" ucap salah satu siswi
" Kejadian yang mana?" tanya siswi lainnya
" Kejadian pak Aldy dan Nana yang berada di belakang sekolah"
" Wah pasti mereka akan di keluarkan dari sekolah ini"
" Belum tentu"
" Kenapa belum tentu?"
" Bisa jadi pak Aldy memang cuma mau menolong Nana kalian juga tau kan Roni itu cowok macam apa?"
" Iya juga sih"
" Kita lihat saja dulu jangan berkomentar sebelum tahu yang sebenarnya"
" Gue setuju"
" Gue enggak, karena gue sih yakin memang Nana nya aja yang kegatelan"
" Huss... enggak boleh ngomong gitu nanti kedengeran orangnya"
" Biarin aja"
Begitulah pembicaraan para siswi yang melihat para petinggi sekolah yang melintas masuk ke dalam aula untuk mengadakan rapat besar-besaran yang diselenggarakan oleh Azka
" Itu pak Aldy datang juga" ucap salah satu siswi yang melihat Aldy datang bersama Azka dan dibelakangnya ada mama Maria dan juga tuan Sam tidak ketinggalan Zaira, Khanza, Nana, Hana dan Miska yang turut mengekor di belakangnya membuat para siswa dan siswi yang lainnya merasa terkejut bukan main apalagi saat melihat Khanza dan Zaira yang terlihat begitu akrab.
" Itu Khanza kenapa bisa datang bareng mereka ya?"
" Keren banget tuh anak bu kantin bisa jalan bareng para petinggi sekolah"
" Jangan-jangan ada sesuatu nih!"
" Bisa jadi tuh"
" Kok mereka bisa seakrab itu ya?"
"Bisa aja secara Khanza itukan bintang kelas "
__ADS_1
" Iya juga sih"
Pembicaraan mereka pun terhenti ketika pak Wahyu melintas dan menyuruh para siswi tersebut masuk ke dalam kelas mereka masing-masing.
Khanza dan teman-temannya berpisah dengan Zaira dan juga mama Maria setelah mereka sudah hampir sampai di kelasnya.
" Kak kami ke kelas dulu ya!" pamit Khanza pada Zaira
" Iya" jawab Zaira tersenyum ramah
Baru saja Khanza dan teman-temannya masuk ke dalam kelas tiba-tiba terdengar pengumuman kalau sekolah di liburkan karena ada rapat sekolah.
Para siswa dan siswi bersorak gembira dan bergegas pulang tapi tidak dengan Khanza dan teman-temannya mereka lebih memilih pergi ke kantin dan menunggu hasil rapat yang pasti akan membahas masalah Nana dan Aldy
" Loe enggak tegang Na?" tanya Hana
" Sedikit sih ada" jawab Nana yang terlihat sedikit gugup
" Semoga saja hasilnya memuaskan" ucap Khanza penuh harapan
" Amin" ucap Miska
" Kalau pak Bagaz enggak bisa memberikan bukti kalau sebenarnya Roni yang bersalah gimana ya?" tanya Hana gelisah
" Gue yakin pak Bagaz pasti bisa menyelesaikan ini semua dengan baik kok" sahut Miska
" Ya paling pak Aldy di suruh nikahin Nana!" sahut seseorang yang langsung membuat Khanza membulatkan matanya menoleh ke sumber suara
Deg
Khanza diam menatap nanar ke arah orang tersebut.
" Loh Kenapa Za? kok loe kayak gak suka gitu dengernya? jangan-jangan loe itu diam-diam juga suka ya sama pak Aldy eh ternyata teman loe yang satu ini sudah menyerobot lebih dulu dari loe begitu ya? kasihan banget sih loe Khanza Az-Zahra!" cecar seseorang yang tidak lain adalah Luna yang datang bersama Bayu dengan tawa jahatnya
" Wajar sih kalau pak Aldy banyak yang suka ya gue sih gak munafik ya kalau gue juga sebenarnya suka sama tuh guru tapi gue mah enggak mau main licik kayak loe Nana yang sengaja banget pingin di pergokin pak Aldy dan mencari perhatiannya. gue sih udah baca trik kotor loe Na!" ucap Luna menatap mengejek ke arah Nana yang tengah menunduk
" Maksud loe apa ngomong kayak gitu?" nyolot Miska yang langsung menghampiri Luna dan mendorongnya pelan
" Maksud gue apa?" Luna balik bertanya dengan seringai tawa mengejek
" Loe pikir aja sendiri, gue tahu loe itu enggak bodoh dan gue yakin loe pasti mengerti maksud gue" Luna menatap ke arah Nana sinis
begitu juga dengan Miska menoleh ke arah Nana yang sedari tadi diam dengan menundukkan wajahnya
" Gue kasih tau ya sama loe Khanza Az-Zahra, Loe itu harus hati-hati dengan teman loe yang satu ini. Gue tahu kok akhir-akhir ini loe itu sedang dekat sama tuh guru. gue juga sering kok lihat loe berangkat bareng sama tuh orang ya walaupun loe pernah menolak gue tapi gue kasihan aja sama loe kalau ternyata loe itu ditikung sama teman loe sendiri!" ucap Bayu seraya terkekeh meremehkan.
__ADS_1
Deg
Khanza hanya bisa terdiam menahan gejolak amarah yang sedari tadi dipendamnya. dia berusaha untuk tidak terpancing emosi dari ucapan yang dilontarkan baik oleh Luna maupun Bayu.
" Loe itu kalau ngomong jangan sok tahu deh, mendingan loe pergi aja deh dari sini!" ucap Nicko yang baru saja tiba bersama Billy. Nicko tahu Khanza pasti sedang berusaha untuk bersikap tenang walaupun sebenarnya ada rasa kecewa yang Nicko lihat dimata Khanza pada Nana.
" Iya jangan merusak suasana deh loe" tambah Billy
" Waaaw mantan datang untuk melindungi rupanya" ucap Bayu tertawa mengejek
" Mantan? ha... ha..!" Nicko tertawa
" Dengar ya, sampai kapan juga enggak ada istilah kata mantan antara gue dengan Khanza, camkan itu baik-baik!"
" Gue sama Khanza selamanya akan menjadi sahabat dan tidak akan pernah berubah, dan elo berdua enggak akan gue biarin nyakitin sahabat gue, mendingan kalian pergi deh sekarang dari sini!" tegas Nicko membuat Luna mengepalkan tangannya kuat
" Jangan sok ikut campur deh loe Nicko!" kesal Luna
" Jelas gue harus ikut campur kalau sudah menyangkut sahabat gue" tegas Nicko
" Betul itu, urusan mereka berarti urusan kita juga. jadi saran gue udah mending kalian tuh pergi aja deh dari sini. bikin sumpek aja tau gak sih loe" kesal Billy
Luna menatap ke arah Nana sebelum memutuskan untuk pergi
" Eh Nana siap-siap aja deh loe di tendang dari sekolah ini dan siap-siap juga nikah muda itu juga kalau pak Aldy bersedia nikah sama loe kalau enggak siap-siap aja loe jadi cabe-cabean !" Khanza meremas ujung bajunya rasanya kesal mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Luna sementara Nana tidak menjawab apa-apa hanya tertunduk malu
" Dan gue yakin pastinya loe bakal merasa senang kalau pak Aldy bersedia nikah sama loe, iyakan? gue tahu loe itu suka sama tuh guru sampai nekat gitu loe ngejebak pak Aldy" ucap Bayu tersenyum miring
Khanza melirik ke arah Nana yang diam saja saat Bayu mengatakan Nana suka dengan Aldy apalagi dengan kata ngejebak, membuat Khanza semakin dibuat penuh tanya
Dengan sekuat hati Khanza berusaha untuk bersikap tenang dan tidak menghiraukan ocehan Bayu walaupun sedikit mengganggu ketenangan hatinya.
" Za loe kenapa?" tanya Nicko saat melihat wajah Khanza yang sedikit pucat
" Gue enggak kenapa-napa!" ucap Khanza seraya menatap ke arah Nana yang seperti tengah menutupi sesuatu darinya
" Udah sana pergi kalian, bikin berisik aja tau gak!" usir Nicko
" Santai dong loe bro!" ketus Bayu
" Nana loe memang luar biasa" ucap Bayu menyenggol bahu Nana
" Apa kalian sudah selesai bicaranya?" tanya Khanza yang akhirnya buka suara
" Walau bagaimanapun Nana adalah sahabat gue, dan kalian tidak sepantasnya menyudutkan dia, seandainya gue memang suka dengan pak Aldy itu urusan gue dan jika Nana pun ternyata memiliki perasaan yang sama itu juga sudah menjadi urusan dia sama juga seperti halnya loe Luna, jika loe juga suka sama pak Aldy itu juga urusan loe bukan? jadi buat apa gue mengurusi urusan kalian. hati seseorang tidak bisa dipaksakan jika gue suka sama pak Aldy dan pada kenyataannya pak Aldy sendiri tidak suka sama gue dan ternyata dia sudah memiliki pasangan hidup yang dia pilih sendiri entah itu loe ataupun yang lainnya terus buat apa gue mengurusi urusan orang lain. terserah jika kalian mau menyukai siapa pun itu hak kalian cuma ya ingat satu hal perasaan itu tidak bisa untuk dipaksakan dari pada memaksa lebih baik melepaskan karena itu lebih baik untuk diri sendiri tentunya. dari pada sakit hati sendiri lebih baik mencari kebahagiaan untuk diri sendiri" ucap Khanza panjang lebar dengan seulas senyum diwajahnya.
__ADS_1
Nicko menatap kagum kepada Khanza begitu juga dengan Bayu yang pada akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Luna begitu saja.