Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi ini Khanza sudah bersiap-siap untuk pulang, Aldy sudah mengurus administrasi dan tinggal menunggu resep vitamin untuk Khanza.


" Sayang kamu tunggu di sini dulu ya mas mau menebus resep vitamin kamu dulu!" ucap Aldy


" Enggak mau mas ikut aja!" pinta Khanza manja


" Takut ngantri nanti kamunya capek nungguinnya!" Aldy mengusap lembut perut rata Khanza


" Enggak apa-apa yang penting sama mas" kekeh Khanza


" Duh isteri mas manja banget sih bikin gemes aja!" Aldy mengacak-acak rambut Khanza membuat sang empu langsung mengerucutkan bibirnya


" Yaudah ayok!" Aldy mengambil tas baju dan perlengkapan Khanza selama di rawat yang sudah dikemas dan diletakkan di atas nakas


" Ayok!" Khanza pun turun dari tempat tidur dibantu oleh Aldy


" Mas aku enggak apa-apa sudah sehat kok!" tolak Khanza saat Aldy mengambilkannya kursi roda


" Yaudah mas gandeng aja ya?" Khanza menggeleng


" Kenapa?"


" Malu mas"


" Loh kok digandeng suami sendiri bilangnya malu"


" Ya malu aja takut ada yang ngenalin mas juga disini!"


" Memangnya kenapa kalau ada yang kenal sama mas?"


"Enggak Kenapa-napa sih"


" Yaudah kalau enggak kenapa-napa mah, ayok jalan!" ajak Aldy berjalan seraya menggandeng mesra tangan Khanza


Khanza dan Aldy tiba di apotik yang ada di rumah sakit tersebut duduk untuk mengantri menunggu menebus resep vitamin yang diberikan oleh dokter Dinda.


" Capek enggak sayang?" tanya Aldy menoleh ke arah Khanza


" Tidak mas"


" Mau pulang ke rumah ibu?" Khanza mengangguk dan tersenyum


"Iya mas, enggak apa-apa kan?" jawab Khanza


"Iya sayang, yang terpenting kamu merasa nyaman dan si dedek juga ikut nyaman di sini" Aldy mengusap lembut perut Khanza


" Mas udah ih malu dilihatin orang itu" Khanza menggeser tangan Aldy


" Kenapa harus malu orang ngelus perut istri sendiri"


Akhirnya setelah cukup lama menunggu nama Khanza pun disebut, Aldy menyuruh Khanza untuk duduk menunggu sementara dia menghampiri petugas apoteker.


Setelah diberikan vitaminnya Aldy kembali menghampiri Khanza namun baru beberapa langkah tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya dari arah belakang


" Mas Aldy!" seru seorang wanita yang sudah berdiri di belakang Aldy.

__ADS_1


Khanza menoleh dan cukup terkejut melihat seorang wanita yang tengah hamil berdiri di hadapannya


" Mas akhirnya kita ketemu lagi, bagaimana kabarnya mas?" tanya wanita yang tidak lain adalah Mila


" Baik!" jawab Aldy singkat


" Mas sedang apa disini, itu bukannya_?"


" Maaf Mila aku duluan!" pamit Aldy sebelum Mila semakin banyak bertanya


" Mas Aldy tunggu dulu mas!" teriak Mila namun tidak digubris oleh Aldy yang semakin mempercepat langkahnya


" Awas kamu mas" kesal Mila


" Tapi itu vitamin untuk siapa? bukannya itu sama dengan vitamin yang biasa aku minum?" Mila mengangkat vitamin yang ada di tangannya


" Siapa yang hamil ya atau jangan-jangan?" Mila menerka-nerka


" Ayok sayang!" ajak Aldy saat sudah berada di hadapan Khanza


"Sudah mas?" Aldy mengangguk


Khanza dan Aldy kini tengah berjalan menuju parkiran dan tanpa diduga saat itu pula mereka bertemu dengan Mila yang tengah menunggu Aldy disana


" Hai mas!" sapa Mila dengan tidak tahu malunya


Aldy tidak menggubris ucapan Mila dan terus menggandeng tangan Khanza menuju mobilnya


" Mas tunggu dulu aku mau bicara mas;" pinta Mila berteriak memanggil Aldy


" Mas Aldy!"


" Mas kita perlu bicara mas!" pinta Mila dengan wajah memelas


" Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Mila!"


" Tapi mas_!"


" Mila tolong jangan ganggu saya lagi!" tegas Aldy


" Mas kenapa sekarang kamu berubah mas, apa karena wanita jala** ini mas?" teriak Mila


" Cukup Mila!" bentak Aldy membuat Mila terkejut begitu juga dengan Khanza yang tidak. menyangka Aldy akan semarah itu


" Sekali lagi kamu menghinanya aku akan pastikan lidahmu tidak akan bisa kamu gunakan untuk bicara lagi!" ucap Aldy dengan arau yang cukup membuat Mila bungkam seketika.


" Aku sudah muak dengan sikap mu jangan membuat ku semakin jijik melihatmu. dan satu lagi jangan menghina orang lain yang dirimu sendiri saja bahkan lebih hina dari orang yang kau hina!" tegas Aldy


" Mas kamu_?" Mila pura-pura menangis namun kali ini Aldy tidak mau tertipu lagi dengan kepalsuan yang selama ini Mila lakukan


" Ayo sayang!" ajak Aldy dari yang wajahnya merah padam karena marah sekejap berubah lembut saat bicara pada Khanza


Mila membulatkan matanya ketika Aldy memperlakukan Khanza begitu lembut.


" Mas dia?" Khanza menunjuk ke arah Mila

__ADS_1


" Tidak usah di hiraukan wanita seperti dia, cukup kamu dan dedek bayi yang sekarang menjadi prioritas aku sayang!" Aldy membuka pintu mobil dan menyuruh Khanza segera masuk lalu Aldy memutari mobilnya masuk ke kursi pengemudi.


Aldy melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit menuju rumah bu Khodijah.


" Assalamu'alaikum!" ucap Khanza saat memasuki rumah bu Khodijah


" Wa'alaikum salam" jawab Izan yang membukakan pintu


" Loh kok kamu enggak sekolah dek?" tanya Khanza karena melihat adiknya berada di rumah


"Libur kak hari ini gurunya ada rapat" jawab Izan


Khanza langsung menuju kamarnya di ikuti oleh Aldy yang mengekor di belakangnya.


" Sayang, apa ada yang ingin kamu makan saat ini?" tanya Aldy saat mereka sudah berada di dalam kamar


" Emmmm .. kayaknya enggak ada deh mas!" jawab Khanza


" Kalau gitu mas berangkat ke sekolah dulu ya sayang, enggak apa-apa kan mas tinggal sebentar?" Aldy sebenarnya merasa berat meninggalkan Khanza


" Enggak apa-apa mas, tapi ingat loh ya enggak boleh dekat-dekat Bu Siska awas aja kalau mas deket-deket" pesan Khanza sedikit mengancam


" Ya ampun sayang kamu masih saja cemburu dengan bu Siska padahal sudah berapa kali mas bilang, Bu Siska mah enggak ada apa-apanya dibandingkan kamu sayang" tutur Aldy meyakinkan


" Namanya kucing mas kalau di suguhi ikan walaupun itu ikan asin tetap aja diembat mas" Sahut Khanza dengan wajah juteknya


" Mas sungguh senang kalau lagi di cemburui seperti ini, tandanya isteri mas ini cinta sama mas!" goda Aldy


" Ih terlalu pede anda pak guru" elak Khanza


" Ya enggak apa-apa pede sedikit mah, yang penting cinta" Aldy mendusel curuk leher Khanza


" Mas ih geli, udah sana ah" kesal Khanza karena merasa geli


" Yakin nih mas di suruh pergi?" Aldy menaik turunkan alisnya


" Iya, sudah sana pergi mau dilarang juga pasti pergi juga kan!" Aldy tersenyum tipis


" Hehe.. iya sih sayang, walaupun jujur saja mas berat meninggalkan kamu sendirian" ucap Aldy sendu


" Aku enggak sendirian mas ada Izan di kamar sebelah" ralat Khanza


"Iya sih memang, tapi mas tetap meras berat meninggalkan kalian berdua" ucap Aldy sendu


" Sudah deh mas enggak usah lebay"


" Mas enggak lebay ini serius sayang"


" Iya.. iya percaya, yaudah sana berangkat biar cepat kelar tugasnya dan cepat pulang"


" Iya mas berangkat sekarang, kamu juga hati-hati ya di rumah. hubungi mas kalau ada apa-apa!" pesan Aldy


" Iya mas"


Aldy pun berangkat ke sekolah dan setibanya di sekolah Aldy dibuat terkejut dengan apa yang dilihatnya

__ADS_1


__ADS_2