
" Ini bukan salah kamu sayang, jadi tidak perlu minta maaf" Rosa mengusap punggung tangan Lia dengan lembut." Yang ingin tante tau kenapa dari tadi tante perhatian kamu melihat ke arah papa Mita terus, apa semua ini ada kaitannya dengan dia?" tanya Rosa menebak namun sedikit mengecilkan suaranya. membuat Lia membulatkan matanya.
" Mak.. maksud tante?" tanya Lia sedikit terkejut dengan pertanyaan Rosa.
Rosa mengajak Lia duduk dan hendak bertanya kronologi kejadian yang sebenarnya namun sebelum Lia menjawab Andy papanya Mita sudah lebih dulu mengajak Rosa untuk berbicara dan mau tidak mau Rosa menurut.
" Rosa sebaiknya kamu istirahat saja, jangan memikirkan hal yang berat-berat dulu, ingat kondisi kesehatan kamu Rosa, aku tidak mau kamu kenapa-napa, mengenai putri kita berdoa saja, Mita adalah putri kita yang kuat dia pasti akan baik-baik saja." ucap Andy pada sang isteri.
" Aku ingin tetap di sini pa, setidaknya sampai aku tahu bagaimana kondisi putriku saat ini" ucap Rosa yang tidak ingin meninggalkan putrinya yang tengah berjuang hidup dan mati.
Azka menghampiri Zaira dan menyuruhnya duduk, Rosa yang melihat Azka seketika matanya memperhatikan gerakan Azka yang bersikap begitu lembut dan perhatian terhadap Zaira.
" Maaf kalau boleh tahu anda siapa ya?" tanya Rosa terhadap Azka.
Azka tersenyum ramah sebelum menjawab pertanyaan dari Rosa.
" Perkenalkan tante nama saya Azka saya ini kakak Meliani!" sahut Azka sopan dan membelai pucuk kepala Lia.
" Owh jadi anda kakaknya Lia, putra sulung keluarga DINATA?" tanya Rosa dan di jawab dengan senyuman oleh Azka.
Entah kenapa Zaira kembali merasa pusing, melihat Zaira memijat kepalanya membuat Azka cemas dan khawatir dengan kondisi kesehatan Zaira yang memang sedang tidak baik.
Azka langsung duduk di samping Zaira dan terkejut melihat wajah Zaira yang nampak begitu pucat.
" Yang kamu kenapa, pusing lagi?" tanya Azka cemas dan hanya diangguki pelan oleh Zaira.
" Kamu istirahat saja ya, kita periksa kondisi kesehatan kamu sekarang ya!" titah Azka yang tidak ingin dibantah.
" Aku tidak apa-apa mas, aku hanya pusing sedikit!" ucap Zaira pelan.
Lia yang Juga melihat wajah Zaira yang pucat ikut menyuruh Zaira untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
" Za, benar apa yang dikatakan kak Azka sebaiknya loe periksa deh Za. biar nanti setelah Mita sudah ada kabarnya gue pasti kasih tau loh!" ucap Lia yang juga khawatir dengan kondisi kesehatan sahabatnya yang satu ini.
__ADS_1
" Gue gak apa-apa kok Li, gue mau disini nungguin Mita" ucap Zaira yang berusaha untuk bersikap biasa saja walaupun sebenarnya rasa pusing di kepalanya semakin terasa berat.
Saat Lia dan Zaira tengah berdebat Lia menyuruh Zaira untuk istirahat saat itu pula ke tiga sahabatnya yang lain datang. Mona, Mia dan Indah.
" Lia... Za...!" panggil Mona yang langsung menghampiri Lia dan Zaira di ikuti oleh Mia dan Indah.
" Lia... Za..., bagaimana keadaan Mita, kenapa kok bisa jadi kaya gini sih?" tanya Mia yang sudah tidak kuasa menahan tangisnya.
" Mia, namanya musibah kita tidak akan ada yang tahu, sebaiknya kita do'akan yang terbaik untuk Mita!" ucap Zaira yang sesekali meringis menahan pusing di kepalanya.
" Iya, Za tapi gue gak nyangka Za tadi itukan kita masih sempat sama-sama" kali ini Indah yang berbicara.
" Benar yang dibilang Za tadi, sebaiknya kita berdoa saja untuk Mita. karena hanya doa yang Mita butuhkan dari kita sahabat-sahabatnya" sahut Lia.
" Tunggu dulu, kok pak Bagaz bisa ada di sini?" tanya Mona yang sedari tadi memperhatikan pria yang duduk disamping Zaira.
" Saya_!" ucap Azka terpotong karena tiba-tiba saja Zaira terkulai lemas begitu saja jatuh ke pangkuannya.
Azka nampak panik melihat Zaira yang pingsan begitu juga dengan teman-temannya dan tidak terkecuali tante Rosa dan om Andi yang terkejut melihat Zaira pingsan.
Lia ikut mengejar kakaknya yang membawa Zaira begitu juga dengan Mona, Mia dan juga Indah.
Zaira tengah dalam penanganan tim medis, Azka nampak cemas dengan kondisi isterinya yang tiba-tiba saja pingsan.
Azka mondar-mandir di depan pintu ruang pemeriksaan dengan wajah khawatir dan hal itu tentu saja membuat Mona dan kawan-kawan merasa ada yang aneh dengan sikap guru olahraga mereka tersebut.
Lia menghampiri Azka dan menepuk bahunya, " Tenang lah kak, sikap kakak yang seperti ini hanya akan membuat mereka pasti bertanya-tanya!" ucap Lia mengingatkan.
" Kakak gak peduli dengan semua itu, yang kakak khawatirkan saat ini adalah bagaimana kondisi Za di dalam sana!" ucap Azka sedikit meninggikan suara.
" Iya aku juga tahu kak, aku juga sama khawatir dengan keadaan Za saat ini tapi dengan sikap kakak yang seperti ini, apa mereka tidak akan curiga. terlebih Mona kak. Zaira tidak ingin Mona tahu hubungan kalian yang sebenarnya Kak!" ucap Lia.
" Ta_" Sebelum Azka menjawab pintu ruang pemeriksaan Zaira terbuka dan dokter yang baru saja memeriksa kondisi kesehatan Zaira pun keluar.
__ADS_1
Azka yang melihat dokter keluar dari ruangan tersebut pun langsung menghampirinya.
" Dokter bagaimana keadaan isteri saya dok?" tanya Azka diliputi kecemasan.
" Anda tidak perlu khawatir, kondisi isteri anda tidak apa-apa hanya butuh istirahat saja, isteri anda hanya mengalami kelelahan, tekanan darahnya sangat rendah dan pasien seperti tengah banyak pikiran" ucap sang dokter memberitahu.
" Tolong usahakan agar kondisi pasien tetap dalam keadaan tenang dan jangan biarkan ia merasa tertekan" ucap dokter lagi
" Baiklah dokter, terima kasih" sahut Azka.
Mendengar semua itu ke tiga sahabat Lia dan Zaira hanya diam mematung saat Azka mengatakan Zaira adalah isterinya.
Lia hanya menghela napas berat mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu temannya itu bertanya tentang Zaira, kakaknya dan juga Bagazkara selaku guru sekolah mereka.
Setelah bicara dokter pun pergi dan Azka masuk ke dalam ruang perawatan Zaira.
Tanpa banyak kata Azka langsung memeluk Zaira " Mas, jangan seperti ini. malu ihhh!" ucap Zaira yang merasa malu dengan apa yang Azka lakukan terhadapnya karena di ruang tersebut masih ada suster yang tersenyum melihat sikap Azka.
" Tapi Mas ingin seperti ini sayang, kamu sudah membuat jantung mas seakan berhenti berdetak!" sahut Azka yang tidak mau melepaskan pelukannya sampai pada akhirnya suara deheman seseorang membuatnya terkejut dan langsung melepaskan tangannya dari Zaira.
" Za gimana keadaan Loe?" tanya Lia cemas
" gue gak apa-apa Li, paling faktor kecapean aja" sahut Zaira.
Azka berjalan menghampiri Lia dan berbicara pelan " Mel, tolong ya ajak teman-teman kamu pergi dulu, kakak gak mau kalau sampai teman-teman kalian bertemu dengan Zaira lalu bertanya mengenai perihal hubungan kakak dan Zaira. kondisi kesehatan Zaira masih belum stabil dan kata dokter tadi selain karena faktor kelelahan ada juga dari faktor depresi mungkin akibat kejadian waktu itu. " bisik Azka pelan
" Iya kak" Lia dengan beratpun memutuskan untuk pergi menemui sahabat-sahabatnya.
" Za, gue keluar dulu ya. ingat jangan lupa minum obat!" ucap Lia kepada Zaira.
" Li!" panggil Zaira saat Lia hendak melangkah pergi.
" Kalau ada kabar tentang Mita tolong kabarin gue ya!" lirih Zaira.
__ADS_1
" Iya loe tenang aja, pasti gue kabarin loe. Udah loe istirahat biar cepat pulih" ucap Lia lalu beranjak pergi.