Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Bucan Bucin


__ADS_3

Pagi ini Zaira telah di perbolehkan pulang, mama Maria sudah berada di ruangan Zaira karena sudah berjanji akan datang menjemputnya.


Sebelum pulang ke rumah Zaira meminta kepada Azka ingin melihat keadaan Mita sahabatnya terlebih dahulu. Karena tidak ingin melihat isteri kecilnya itu sedih Azka pun menemani Zaira pergi ke ruang perawatan Mita bersama mama Maria.


Ceklekk


Azka membuka pintu kamar rawat Mita, setelah pintu terbuka Zaira masuk terlebih dahulu di ikuti oleh Mama Maria dan Azka berjalan dibelakangnya.


" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira


" Wa'alaikum salam" sahut Rosa mamanya Mita


Zaira mendekat lalu mengulurkan tangannya menyalami Rosa mencium punggung tangannya.


" Tante" sapa Zaira.


" Nak Za mari sini duduk" ucap Rosa beranjak dari duduknya memberikan bangku yang ia duduki untuk Zaira.


" Tidak usah tante" ucap Zaira menolak merasa tidak enak hati.


" Tidak apa, nak Za itukan baru sembuh. sini duduk " ucap Rosa menuntun Zaira agar duduk.


" Baru sembuh?" tanya seorang gadis yang yang sedang menatap keduanya.


" Saya tidak apa-apa tante" ucap Zaira saat Rosa sudah membuatnya duduk di kursi yang tadi ia duduki.


" Kalian bicara saja, tante titip Mita sebentar ya nak Za!" Pamit Rosa kepada Zaira meraih tasnya yang berada di atas nakas.


" Emmmm, nyonya " Sapa Rosa ketika menghampiri mama Maria.


" Maria!" ucap mama Maria seraya mengulurkan tangannya dan disambut sopan oleh Rosa dengan tersenyum.


" Rosa" Rosa pun menyebutkan namanya menyambut uluran tangan mama Maria.


" Bagaimana kalau kita pergi ke kantin?" usul mama Maria.


" Iya, mari. kebetulan saya juga ingin pergi ke kantin" sahut Rosa.


" Ka, kamu mau disini atau ikut mama ke kantin?" tanya mama Maria.


" Disini saja ma" jawab Azka


" Za sayang, mama ke kantin dulu ya. gak apa-apakan nak?" pamit mama Rosa kepada menantu kesayangannya.


" Iya ma gak apa-apa" sahut Zaira dengan senyum manisnya.


" Nak Mita cepat sembuh ya sayang!" ucap mama Maria beralih kepada gadis yang tengah berbaring di tempat tidur.


" Terima kasih ya tante" sahutnya sopan.


Rosa dan mama Maria keluar dari ruangan Mita dan pergi ke kantin yang ada di rumah sakit tersebut.


Di dalam ruangan tersebut hanya tinggal Zaira, Mita dan Azka yang memilih dudu di sofa yang ada di ruangan tersebut membiarkan kedua gadis itu bicara.


Mita sudah sadarkan diri, saat Zaira, Azka dan mama Maria datang dia sedang memakan buah yang tengah di kupas oleh Rosa. Mita sadar satu jam setelah Lia dan kawan-kawannya pergi dari ruangannya.


Melihat Mita sudah sadar membuat Zaira merasa sangat lega dan tenang.

__ADS_1


" Mita!" panggil Zaira seraya menitikkan air mata.


" Ishh... loe kenapa nangis?" tanya Mita yang terkejut melihat Zaira tiba-tiba menangis.


Zaira dengan cepat menggeleng dan menghapus air matanya yang menetes di pipinya.


" Gu...gue gak apa-apa, gue senang banget loe udah sadar" ucap Zaira sambil tersenyum.


" Gue gak apa-apa kok Za, loe gak usah khawatir tenang aja " Mita meraih tangan Zaira yang berada di tempat tidurnya.


" Syukurlah, loe harus cepat sembuh ya Mit biar kita bisa berangkat ke sekolah lagi" Zaira mengusap lembut punggung tangan Mita yang tidak ada infusannya.


Mita mengangguk dan tersenyum" Tadi nyokap gue sempat bilang kalau loe baru sembuh, emangnya loe lagi sakit Za?" tanya Mita yang teringat kembali dengan ucapan mamanya dengan sedikit khawatir.


" Gue gak apa-apa kok Mit, kemarin gue cuma kecapean aja tapi sekarang sudah sembuh kok" jawab Zaira lalu melirik sebentar ke arah sang suami yang tengah memandangnya dari sofa.


" Yakin loe sudah gak apa-apa?" tanya Mita


" Iya, gue udah gak apa-apa. ini buktinya gue sudah diperbolehkan pulang sama dokter" jawab Zaira


" Jadi loe juga sempat di rawat di sini Za?" tanya Mita yang terkejut saat Zaira mengatakan diperbolehkan pulang sama dokter.


Zaira hanya mengangguk pelan dan menyengir.


" Sudah jangan bahas gue terus deh Mit" Zaira mengibaskan tangannya ke udara.


" Keadaan Loe sekarang bagaimana?" lanjut Zaira yang khawatir dengan keadaan sahabatnya yang satu ini.


" Gue sudah gak apa-apa, untung saja tidak ada luka yang serius" Mita mencoba untuk duduk dan Zaira bangun membantu Mita untuk duduk.


" kalau loe gak apa-apa Mit, kenapa loe bisa gak sadarkan diri kemarin?" tanya Zaira yang sangat khawatir.


" Juga sahabat-sahabat loe Mit" sambung Zaira.


" Iya" ucap Mita lalu menunduk.


" Loe gak sendiri Mita, loe masih punya nyokap loe, gue dan juga yang lainnya." ucap Zaira menyemangati Mita. " Loe harus cepat sembuh Mit, kita itu tanpa loe itu hambar tau gak" lanjutnya lagi


" Sayur kali Za hambar" seloroh Mita tertawa kecil.


" Iya betul kaya sayur tanpa garam" timpal Zaira.


" Waduh berarti gue garamnya dong Za, asin dong gue Za" Mita mengerucutkan bibirnya dan membuat Zaira tertawa tidak berselang lama Mita pun ikut tertawa.


Azka bangkit dari duduknya dan menerima panggilan telpon. saat hendak keluar ruangan Azka izin terlebih dahulu kepada Zaira.


" Yang aku keluar dulu ya, ada telpon dari Sendy" ucap Azka yang di angguki oleh Zaira.


Setelah Azka keluar Mita menoel-noel lengan Zaira. " Cie..cie yang sudah ayang-ayangan co cweet bingits sih" goda Mita membuat wajah Zaira bersemu merah.


" Apa sih ah" Zaira tersipu malu.


" Ha... ha.. , Za... Za loe lucu banget sih, tau gak muka loe tuh merah banget udah kaya kepiting rebus" gelak tawa Mita memenuhi ruangannya.


Zaira memberengut dan setelah itu ikut tertawa dengan Mita.


" Za!" panggil Mita setelah mereka berhenti tertawa.

__ADS_1


" Hemmm" jawab Zaira


" Bagaimana hubungan loe sama pak Bagaz?" tanya Mita


" Baik" jawab Zaira singkat


" Emmmm... kalian sudah bucin ya?" tanya Mita penasaran.


" Apaan sih Mit, bucan-bucin?" elak Zaira karena malu.


" Udah deh Za gak usah malu-malu gitu, jawab aja siapa nih yang udah bucin duluan?" tanya Mita menggoda.


" Emmmm, menurut loe siapa?" tanya Zaira balik.


" Dih ini anak ditanya malah balik nanya" kesal Mita.


" Ya elo aja nanyanya pake bucan-bucin segala. gue sih biasa aja ya, gak tau kalau dia sih bucin atau gaknya" Sahut Zaira.


" Ya loe sendiri kan bisa melihat sendiri Za, bagaimana sikap dan perilakunya sama loe?" tanya Mita yang sedikit penasaran dengan hubungan Zaira dan guru olahraganya.


" Emmmm, dia itu baik super baik banget malah dan juga perhatiannya itu benar-benar bikin gue nyaman banget kalau lagi berdua sama dia tuh. tapi nyebelinnya gue gak bisa dekat-dekat sama cowok lain" tutur Zaira menceritakan tentang Azka dengan sangat antusias membuat Mita tertawa dan Zaira menatapnya aneh dan menghentikan ucapannya yang tengah memuji suaminya.


" kok loe malah ketawa sih Mit?" tanya Zaira yang merasa kesal.


" Berarti kalian itu udah sama-sama bucin ya" sahut Mita.


" Maksud loe?" Zaira sedikit bingung.


" Maksudnya loe itu sama-sama udah jadi bucin" Mita tertawa kecil.


" Dari cara loe menceritakan tentang pak Bagaz dan perhatiannya serta rasa cemburunya yang berlebihan itu sudah ketahuan kalau loe sama pak Bagaz sudah sama-sama bucin" lanjut Mita.


" Gue senang Za loe sama pak Bagaz kini saling menyayangi, semoga hubungan kalian bisa sampai maut yang memisahkan ya Za" tambahnya lagi.


" Amin, terima kasih ya Mit" ucap Zaira yang merasa sangat terharu dengan ucapan Mita.


" Loe harus bahagia Za dan cepat-cepat ngasih gue keponakan ya" seloroh Mita.


" loe juga Mit harus bahagia. apa pun yang terjadi loe harus bisa hidup bahagia Mit. kita harus bahagia bersama-sama. kalaupun kita tengah berada di dalam kesedihan kita harus selalu berbagi satu sama lain Mita. suka dan duka kita harus melewatinya bersama-sama. loe jangan pernah merasa sendiri ya. gue gak akan memaksa loe untuk cerita saat ini tapi yang jelas gue selalu siap kapan pun kalau loe mau berbagi sama gue. kita itu sahabatan sudah lama disaat gue terpuruk loe selalu ada di dekat gue dan gue pun berharap disaat loe butuh tempat bersandar loe gak ragu untuk mencari gue. gue akan selalu ada untuk loe kapan pun itu" ucap Zaira panjang lebar.


" Thanks ya Za, suatu saat gue pasti bakal cerita sama loe" ucap Mita penuh haru dengan apa yang Zaira tuturkan.


" Gue tunggu cerita loe" Zaira tersenyum simpul lalu keduanya pun berpelukan.


Ceklekk.


Pintu terbuka dan muncullah Azka dari balik pintu dan tidak lama Azka masuk mama Rosa dan mama Maria pun masuk setelah kembali dari kantin.


" Kamu kenapa yang kok wajah kamu sembab gitu?" tanya Azka sedikit cemas


" Aku gak apa-apa mas, jangan lebay deh" kesal Zaira.


" Cie... cie.. pak Bagas segitu khawatirnya sama Za, co cweet bingits sih. jadi iri ini si jomblo" kelakar Mita menggoda sang guru yang berstatus suami sahabatnya.


wajah Zaira bersemu merah sementara Azka bersikap biasa saja.


" Pak?" tanya seseorang yang merasa aneh dengan panggilan itu.

__ADS_1


Azka, Zaira dan Mita menoleh ke sumber suara bersamaan.


__ADS_2