
Pagi menyapa dua insan yang masih asik terlelap dalam kehangatan pelukan masing-masing.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi rupanya kedua insan ini masih enggan beranjak dari alam mimpi bahkan keduanya sama-sama tidak mendengar teriakkan suara ayam yang berkokok.
" Bu kakak belum bangun ya?" tanya Izan saat sedang bersama ibunya menikmati sarapan paginya.
" Belum" jawab bu Khodijah
" Untung saja ini hari Minggu ya bu, kalau bukan kakak pasti sudah kesiangan tuh!" Izan terus nyerocos membahas sang kakak
" Biarkan saja, mumpung hari libur biarkan kakak kamu beristirahat" bu Khodijah membereskan piring kotor bekas dia dan Izan sarapan
" Yaudah bu Izan pamit ya mau main footsal sama teman-teman" Pamit Izan
" Di mana?" tanya bu Khodijah yang sedikit khawatir dengan pergaulan anak remaja zaman sekarang
" Di lapangan footsal yang ada di pertigaan jalan mah" jawab Izan
" Yaudah hati-hati selesai main footsal langsung pulang ya!" pesan bu Khodijah yang langsung diangguki oleh Izan.
Setelah menyalami punggung tangan bu Khodijah Izan pun langsung pergi main footsal bersama teman-temannya.
Sementara di dalam kamar lengkingan suara pun tidak dapat di hindari.
" Aaaaaaaaa....!" teriak Khanza saat netranya bersirobok dengan mata Aldy yang juga baru membuka mata
" Aaaaaaaaa...!" Aldy pun ikut menjerit karena terkejut dengan suara Khanza yang memekikkan gendang telinga.
Tok.
Tok
Tok
" Khanza.... nak Aldy ada apa?" teriak bu Khodijah yang khawatir dengan keadaan putrinya Khanza
Aldy dan Khanza langsung terdiam saat mendengar suara bu Khodijah dari balik pintu kamarnya
" Jawab!" titah Aldy
" Bapak saja!" Khanza menatap sinis
" Iya bu!" teriak Aldy dengan terpaksa
" Ada apa? Kenapa kalian berteriak?" tanya bu Khodijah
" Gak ada apa-apa kok bu, Khanza tadi terkejut ada kecoa" jawab Aldy berbohong
" Oh begitu, yaudah sebaiknya kalian keluar saja sekalian sarapan" sahut bu Khodijah
" Iya bu" Aldy menoleh ke belakang namun ternyata Khanza sudah melesat masuk ke dalam kamar mandi.
🕳️
" Bu!" Aldy nampak gugup saat ingin berbicara kepada bu Khodijah
" Ada apa nak Aldy?" tanya bu Khodijah yang berada di ruang TV sedikit santai karena hari ini kebetulan hari libur.
Aldy duduk disebelah bu Khodijah lalu diikuti Khanza yang duduk di samping Aldy.
" Emmmm... ada yang mau saya bicarakan pada ibu!"
"Bicara soal apa, sepertinya serius banget?"
" Sebenarnya saya mau meminta izin sama ibu untuk mengajak Khanza tinggal bersama saya di apartemen!" terang Aldy
" Apartemen? tapi apa Khanza setuju?" bu Khodijah balik bertanya
" Memangnya kenapa kalian tidak tinggal di sini saja sih?" bu Khodijah nampak berat berpisah dengan putrinya tapi bagaimana pun Aldy berhak untuk membawa pergi Khanza toh sekarang atau pun nanti seorang isteri pasti akan ikut kemanapun suaminya tinggal.
" Maaf bu ini semua saya lakukan karena ingin memulai semuanya dari awal bersama Khanza, dan ingin memperbaiki hubungan kami semoga menjadi lebih baik lagi" jawab Aldy
" Ya sudah kalau itu memang sudah menjadi keputusan kalian berdua ibu bisa bilang apa, ibu hanya berharap kamu memperlakukan putri ibu dengan baik begitu juga sebaliknya Khanza bisa menjadi isteri yang baik dan patuh kepada suami" tutur bu Khodijah
" Bagaimana Khanza apa kamu tidak berkeberatan dengan keputusan ini?" tanya Bu Khodijah dan dengan ragu Khanza pun akhirnya mengangguk.
" Kami ingin mengenal lebih jauh sisi masing-masing bu"Aldy tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Khanza.
" Ya sudah, ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua!"
" Terima kasih bu!" ucap Aldy sementara Khanza diam saja hatinya masih begitu ragu apalagi harus tinggal satu atap berdua dengan suami sekaligus gurunya ini. Khanza juga merasa khawatir takut hubungan pernikahannya dengan sang guru diketahui teman-temannya.
Khanza tengah mengemas barang-barangnya termasuk semua perlengkapan sekolah.
" Sudah siap?" tanya Aldy dan Khanza pun mengangguk.
" Ya sudah ayok!" Aldy membantu Khanza membawa barang-barangnya.
Setelah pamit dengan ibunya Khanza pun pergi bersama Aldy untuk tinggal bersama di apartemen miliknya.
" Ini apartemen ku ada dua kamar dan itu kamarku!" tunjuk Aldy ke arah kamar pribadinya
Khanza mengangguk lalu berjalan ke arah kamar yang satunya lagi
" Mau kemana?" tanya Aldy menghentikan langkah Khanza
" Mau meletakkan barang-barang ku setelah itu istirahat" sahut Khanza dan hendak meneruskan langkahnya namun kali ini Aldy tidak bertanya lagi pada Khanza tapi langsung mengambil koper yang berada di tangan Khanza dan membawanya ke dalam kamarnya.
" Loh pak kenapa barang ku dibawa ke kamar bapak?" tanya Khanza mengerutkan keningnya
" Ya karena mulai sekarang kita akan berbagi kamar, tidak ada tidur dengan kamar terpisah. karena kamu adalah isteriku dan kita sudah sepakat untuk memulainya dari awal" sahut Aldy seraya menarik koper Khanza masuk ke dalam kamarnya dan mau tidak mau Khanza mengekor di belakangnya
" Tapi pak saya belum siap, lagi pula disini ada dua kamar kan." protes Khanza
" Belum siap untuk apa? bukankah sudah aku bilang aku tidak akan meminta hak ku jika memang kamu belum siap untuk itu"
" Tapi_!"
" Tidak ada tapi-tapian, mulai hari ini jalani peranmu sebagai isteri dengan baik dan aku pun juga begitu" Aldy meletakkan koper Khanza disudut lemari pakaian.
" Sebaiknya kamu rapihkan barang-barang kamu, aku akan keluar sebentar " Aldy mendaratkan tangannya di atas kepala Khanza lalu mengacak-acak rambutnya
" Ish, kebiasaan!" dengus Khanza
" Karena kamu gemesin!" ucap Aldy sebelum menghilang dari balik pintu kamarnya.
Khanza merapihkan baju-bajunya kedalam lemari pakaian dan beberapa kosmetik ia letakkan di atas meja rias yang ada di dalam kamar tersebut.
Khanza merapihkan seluruh ruangan setelah itu menyiapkan makan malam.
Sudah hampir pukul 7 Aldy belum juga pulang, Khanza merasa bosan berada di apartemen sendirian. biasanya Khanza sedang makan bersama ibu dan adiknya saling mengobrol dan bercerita. tapi malam ini dia bahkan belum menyentuh makanan yang ia masak sendiri karena menunggu seseorang yang berstatus suaminya itu.
ceklekk
pintu apartemen terbuka Khanza langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
__ADS_1
" Bapak baru pulang?" tanya Khanza sekedar basa-basi padahal ia sebenarnya malas karena Aldy mengatakan hanya sebentar tapi sampai jam 7 lewat dia baru pulang.
" Iya, maaf tadi ada masalah sedikit" jawab Aldy lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
" Mau mandi?" tanya Khanza dan Aldy hanya mengangguk
Khanza masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air setelah itu ia keluar dan menyiapkan baju gantinya.
" Air nya sudah siap baju ganti juga sudah" ucap Khanza memberitahu Aldy yang sibuk dengan gawai ditangannya.
" Oh iya terima kasih" jawab Aldy lalu melesat masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Aldy menyusul Khanza yang sudah berada di meja makan.
" Apa ini kamu yang masak semua?" tanya Aldy seraya menarik kursinya dan mendudukkan dirinya.
" Iya,maaf karena hanya ini yang ada di dalam kulkas." jawab Khanza
Aldy menikmati makan malamnya rupanya masakan Khanza sungguh memanjakan lidahnya.
" Tidak aku sangka isteri ku ternyata jago memasak" puji Aldy
" Jangan terlalu memuji aku hanya bisa sedikit tidak terlalu pandai " jawab Khanza merendah
🕳️
Sudah hampir seminggu Khanza tinggal bersama Aldy di apartemen, dan setiap pulang sekolah Khanza selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah ibunya membantunya menyiapkan bahan dagangan buat besok.
Aldy akan menjemput Khanza pada saat makan malam.
Setelah usai makan malam Khanza pulang bersama Aldy ke apartemen.
Khanza tengah mengemas barang-barangnya untuk acara camping lusa nanti. " Kamu yakin akan ikut camping ?" tanya Aldy sambil memperhatikan Khanza yang tengah mengemasi barang-barangnya ke dalam tas ranselnya.
" Sangat yakin" jawab Khanza
" Oiya, besok aku dan teman-teman mau ke mall ada barang yang ingin kami beli untuk keperluan camping nanti" ucap Khanza
" Pergilah dan beli semua yang kamu butuhkan untuk camping nanti" ucap Aldy
" Pakai ini!" Aldy menyodorkan kartu kredit pada Khanza
" Apa ini?" tanya Khanza
" Ini kartu kredit"
" Iya aku tahu maksudnya untuk apa bapak memberikan aku kartu kredit?"
" Kamu itu isteriku sudah kewajiban ku menafkahi mu dan memberikan yang kamu butuhkan!"
"Tapi _" Khanza ragu-ragu untuk mengambil kartu kredit tersebut
" Tidak perlu tapi-tapian, kamu adalah tanggung jawab ku sekarang, segala kebutuhan kamu semua keperluan kamu sudah menjadi kewajiban ku untuk memenuhinya" tutur Aldy
Khanza mau tidak mau akhirnya menerima kartu kredit tersebut dan memasukkannya ke dalam dompetnya.
Pagi harinya Khanza bangun lebih awal, walaupun hari ini hari libur tapi Khanza tidak ingin bermalas-malasan, ia menyiapkan sarapan setelah itu melakukan bersih-bersih rumah.
Selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah Khanza bergegas membersihkan diri karena jam 9 nanti Khanza ada janji akan pergi ke rumah Miska.
" Kamu sudah rapih begini pagi-pagi mau kemana?" suara bariton cukup mengagetkan Khanza yang tengah berada di depan cermin.
Khanza menoleh sekilas lalu kembali merias diri.
" Bukannya kalian mau pergi ke mall?" Aldy beranjak dari tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur sambil memperhatikan Khanza yang sedang memoles wajahnya dengan makeup tipis.
" Iya, nanti teman-teman akan kumpul di rumah Miska" jawab Khanza
" Aku sudah siapkan sarapan, jika bapak mau mandi ini aku siapkan baju gantinya" Khanza meletakkan baju ganti untuk Aldy di atas kasur.
" Apa tidak terlalu pagi kamu ke rumah temanmu itu? tidak mau menemani ku sarapan?" tanya Aldy yang nampak menghembuskan napasnya berat
" Maaf tapi tadi aku sudah sarapan duluan, tadi aku sudah lapar banget, maaf ya!" ucap Khanza nyengir kuda
" Ya sudah tidak apa-apa" Aldy beranjak pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Khanza pergi ke rumah Miska dengan ojek online.
" Assalamu'alaikum!" ucap Khanza
" Wa'alaikum salam, eh non Khanza silahkan masuk non!" ucap bibi yang bekerja di rumah Miska
" Miskanya ada bi?" tanya Khanza
" Ada non dikamarnya, langsung masuk saja non Khanza tadi non Miska berpesan seperti itu" ucap si bibi
" Yaudah aku langsung ke kamar Miska aja ya bi!"
" Silahkan non"
Khanza berjalan menaiki tangga menuju kamar Miska yang berada di lantai dua.
" Assalamu'alaikum!" ucap Khanza saat memasuki kamar Miska namun ternyata si empunya kamar masih asik bergelut di balik selimut
" Parah nih anak jam segini masih tidur" gumam Khanza yang berjalan mendekati tempat tidur Miska
" Woy bangun... !" teriak Khanza tepat di depan wajah Miska membuat Miska yang berada di alam mimpi terpaksa harus tersadar.
" Astaghfirullah!" ucap Miska seraya mengusap dadanya yang terkejut.
" Sialan loe ngagetin gue aja pagi-pagi!" kesal Miska
" Pagi loe bilang? tuh liat matahari udah melotot diluar" Khanza membuka jendela kamar Miska membuat Miska menyipitkan matanya karena silau.
" Jam berapa sih sekarang?" tanya Miska yang tengah menggaruk-garuk kepalanya
" Sudah jam setengah sepuluh, loe mau bangun atau gue seret ke kamar mandi?" ucap Khanza karena Miska bukannya beranjak bangun tapi malah kembali merebahkan tubuhnya di kasur.
" Iya gue bangun, udah kayak emak-emak kehabisan sirih loe galak banget" protes Miska
" Ya habis loe nya aja bukannya bangun malah tidur lagi" Miska cengengesan lalu beranjak pergi ke kamar mandi
Selesai mandi Miska langsung sarapan " Loe gak makan?" Khanza menggeleng
" Gue udah sarapan tadi di rumah"
" Oiya, anak-anak mau kesini dulu atau janjian aja langsung di mall xx?" tanya Miska disela makan sarapannya
" Katanya sih mau kesini tapi coba gue tanya lagi deh " jawab Khanza lalu membuka chat grupnya.
Khanza
" Assalamu'alaikum!"
Hana
__ADS_1
" Wa'alaikum salam Za!"
Nicko
" Wa'alaikum salam cantik!"
Nana
" Wa'alaikum salam Bun!"
Khanza
" Kalian jadi kan ke mall xx hari ini?"
Hana
" Jadi dong Za"
Nana
" Jadilah"
Nicko
" Wah yang mau ke mall gak ngajak-ngajak nih!"
Miska
" Ini urusan cewek ya yang merasa cowok menyingkir dulu deh"
Nicko
" Wah parah loe Mis, masa gue disuruh nyingkir sih?"
Billy
" Udah Ko jangan ikut campur urusan cewek, kalau mau ikutan pakai konde dulu aja gih sana!"
Nicko
" Wah parah loe Bill ternyata ya loe itu sebelas dua belas sama Miska"
Miska
" Eh.. enak aja sama-samain orang"
Khanza
" Yaudah woy kalau jadi gue tunggu ya pada di rumah Miska, nih gue sudah lagi di rumahnya sekarang"
Nana
" Okelah Bun gue cuss kesana"
Hana
" Tunggu di mall xx aja kali ya Za, gue lagi males putar balik"
Nana
" Yaudah deh gue juga, langsung ketemuan di sana aja!"
Khanza
" Okelah kalau begitu"
Nicko
" Woyyy... beneran ini gue gak boleh ikutan?"
Billy
" Deh ini anak masih aja ngeyel, udah sana pakai konde dulu kalau mau ikutan sama tuh cewek-cewek"
Nicko
" Ah gak asik loe Bill, masa gak mau belain gue sih"
Nana
" Yaudah sih kalau mau ikut datang aja langsung ke mall xx"
Nicko
" Nah gitu dong Na, loe memang yang terbaik"
Miska
" Biasa aja kali Ko"
Nicko
" Ini luar biasa kan mau ketemu yayang Khanza"
Miska
" Lebay loe!"
Nicko
" Biarin"
Khanza
" Udah Woyyy, berantemnya nanti aja diterusin lagi sekarang ayo ah cuz !"
Nicko
" Oke yayang "
Khanza
" 🤦🏼♀️"
Sekarang Khanza dan Miska baru saja sampai di mall xx.
Miska memarkirkan mobilnya terlebih dahulu setelah itu mereka keluar dan masuk ke dalam mall tersebut.
Khanza sedikit memincingkan matanya saat melihat seseorang yang sangat familiar di matanya.
" Loe liat apa sih Za serius banget?" tanya Miska yang tidak di gubris oleh Khanza karena pandangannya saat ini fokus memperhatikan seorang pria yang tengah menggendong seorang anak kecil dan berjalan sambil tertawa riang bersama seorang wanita cantik disampingnya.
Miska yang tidak mendapat jawaban dari Khanza langsung mengikuti arah pandangan Khanza yang fokus lurus ke depan.
" Itukan-?" Miska juga mengenali sosok yang Khanza lihat.
__ADS_1