Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Lia dan Mario


__ADS_3

Lia begitu menikmati permainan ayunannya rasanya begitu menyenangkan karena sudah lama dia tidak pernah bermain ayunan, saking asiknya tiba-tiba.


Brukk


" sayang!"


Lia panik apalagi saat dia melihat ada darah yang mengalir, penglihatan Lia seketika gelap karena semenjak hamil Lia menjadi takut bila melihat darah.


Di rumah sakit Darma Medika, Lia langsung dibawa ke ruangan UGD bersama Mario, semua sangat panik terutama mama Novi yang membawanya ke rumah sakit bersama mang Didi supirnya.


" Novi bagaimana keadaan Meli?" tanya mama Maria yang baru saja datang bersama Zaira dan Azka sementara papa Sam masih berada di perjalanan pulang dari kota x, mama Maria nampak begitu panik dan khawatir mendengar kabar tentang putrinya yang pingsan.


" Ma, mama tenang dulu ya!" ucap Zaira menenangkan mama Maria


" Meli tidak kenapa-napa Maria, dia hanya syok saat melihat darah" ucap mana Novi


"Darah?"tanya Zaira yang terkejut mendengar kata darah,


" Iya, darah yang mengalir di kepala Rio" sahut mama Novi.


" Rio, iya dimana dia sekarang?" tanya mama Maria yang begitu nampak tegang karena terlalu cemas


" Dia masih ditangani oleh dokter" jawab mama Novi


" Sebenarnya apa yang terjadi tante, kenapa Lia dan Mario sampai di bawa ke rumah sakit seperti ini?" tanya Zaira yang mencemaskan kondisi kesehatan sang adik ipar


" Tante juga tidak tahu persis kejadiannya seperti apa, karena yang tante tahu saat tante ingin memanggil mereka untuk masuk tante melihat Mario yang sudah tergeletak di tanah, dugaan tante mungkin dia tertimpa batang kayu yang patah yang jatuh tepat mengenai kepalanya, Meli lalu berjalan menghampirinya namun setelah melihat darah yang mengalir dari kepala Rio, Lia malah jatuh pingsan. Tante yang melihat kejadian itu langsung memanggil mang Didi dan bi Tini untuk membantu membawa mereka ke rumah sakit ini" tutur mama Novi menjelaskan


Ceklekk


Dokter Malik keluar dari ruangan UGD " Dokter bagaimana keadaan Meli dan Mario?" tanya mama Maria memberondong dokter Malik dengan pertanyaan


" Nyonya tenang saja keduanya baik-baik saja, mereka hanya butuh istirahat" ucap dokter Malik menerangkan


" Syukurlah " sahut mama Maria yang nampak sedikit lega.


Dokter Malik lalu pamit pergi, Lia dan Mario di pindahkan ke ruang perawatan VVIP.


" Sayang, sebaiknya kamu pulang saja biar mama dan tante Novi yang menemani Meli disini. kasihan baby Zia kalau kamu tinggal lama-lama" ucap mama Maria


" Benar apa yang dikatakan mama sayang, lagi pula kata dokter keadaan Mario dan Lia tidak apa-apa" ucap Azka menimpali ucapan mama Maria


" Baiklah mah kalau begitu aku pamit pulang dulu, mari tante" ucap Zaira setelah menyalami tangan keduanya


Azka mengantarkan Zaira pulang setelah itu dia kembali lagi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan adiknya dan juga kandungannya.


" Sayang kamu sudah sadar?" tanya mama Maria saat melihat Lia membuka matanya.


" Ma, aku dimana?" tanya Lia yang nampak bingung dengan keadaan sekitarnya


" Kamu sedang di rumah sakit sayang" jawab mama Maria dengan lembut .


" Rumah sakit?" tanya Lia sedikit terkejut


" Iya sayang" jawab mama Maria


" Mario?" ucap Lia saat teringat dengan keadaan suaminya yang tertimpa batang pohon yang patah


" Mario tidak apa-apa, hanya belum sadar" sahut mama Maria yang juga ikut khawatir dengan keadaan sang menantu.


" Mah, Meli mau melihat keadaan Mario!" pinta Lia


" Itu Mario sayang!" tunjuk mama Maria kearah pasien yang berada di brankar samping brankar Lia

__ADS_1


" Io!" panggil Lia lirih


" Kamu jangan terlalu khawatir sayang, Mario baru saja tertidur setelah tadi diberi obat." tutur mama Maria


" Mah, aku ingin melihat keadaan Mario mah?" Lia hendak beranjak dari tidurnya.


" Sayang, kamu harus istirahat dulu jangan terlalu banyak bergerak, Mario tidak apa-apa kok sayang dia juga butuh istirahat. sebaiknya kalian sama-sama harus istirahat. ingat kamu itu sedang hamil sayang!" tutur mama Maria


" Iya sayang, benar apa yang dikatakan mama kamu. Mario baik-baik saja kok sayang dia hanya lagi istirahat, kamu juga sebaiknya istirahat ya sayang!" ucap mama Novi


" Tapi ma_"


" Sudahlah sayang, kamu sebaiknya istirahat ya. ingat jaga kesehatan kandungan kamu!" tutur mama Novi.


" Iya mah!" Lia pun akhirnya menuruti perintah mama Novi.


Lia merebahkan tubuhnya kembali dan tidak lama dia sudah kembali terlelap.


Pagi harinya Lia terbangun karena merasa ada yang sedang membelai lembut pipinya, Lia membuka matanya dan seketika senyum pun mengembang di sudut bibirnya.


kecupan singkat mendarat di kening Lia membuat hatinya langsung menghangat. Lia bangun dan duduk bersandar dengan senyum yang terus terukir indah dibibir tipisnya.


" Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Lia kepada Mario yang tengah duduk di tepi tempat tidur


" Aku tidak apa-apa sayang, ini hanya luka kecil aja kok" Mario mengusap lembut pucuk kepala Lia


" Maafin aku ya Io!" ucap Lia lirih


" Maaf untuk apa sayang?" tanya Mario yang merasa heran kepada Lia yang tiba-tiba saja meminta maaf


" Ya karena aku ngeyel ingin naik ayunan kamu malah jadi seperti ini" sahut Lia yang merasa bersalah.


" Ini bukan salah kamu sayang, kalau kamu ingin naik ayunan ya itu wajar mungkin anak kita memang ingin mamanya naik ayunan. jadi ini semua bukan salah kamu, ini hanya musibah yang kapan pun bisa saja terjadi." tutur Mario


Lia langsung berhambur memeluk Mario, air matanya sudah tumpah begitu saja.


" Jangan menangis, kasihan anak kita kalau ibunya menangis!" Mario mengurai pelukannya dan langsung menghapus air mata Lia dengan ibu jarinya.


" Io!" panggil Lia yang sudah berada di dalam pelukan hangat sang suami tercinta.


" Iya" jawab Mario singkat


" Kenapa, apa ada yang sakit hem?" tanya Mario yang berubah cemas


" Tidak ada, cuma_!" ucapan Lia terjeda


" Cuma apa Hem?" tanya Mario


" Aku lapar" jawab Lia yang langsung mengundang gelak tawa Mario.


" Kamu lapar?" Lia mengangguk pelan


" Kamu mau makan apa hem?" tanya Mario seraya mengusap punggung Lia


" Sup ayam kampung buatan kak Arta" jawab Lia singkat


" Apa sup ayam kampung buatan kak Arta?" Mario mengulang kata-kata Lia


" Iya sayang, rasanya tuh pasti enak banget deh. aku tuh baru membayangkannya saja sudah ngiler" Sahut Lia seraya membayangkan sup ayam kampung buatan Arta


" Yaudah, biar aku hubungi kak Arta dulu untuk meminta tolong. semoga saja dia belum berangkat ke kantor" Mario meraih ponselnya lalu menghubungi nomor ponsel Arta


dreettt

__ADS_1


Panggilan telpon Mario tidak diangkat oleh Mario, sudah tiga kali Mario mencoba menghubunginya tapi tetap tidak ada jawaban.


" Tidak di angkat sayang, mungkin kak Arta sudah berangkat ke kantor!" ucap Mario memberitahu Lia


" Yaaa... sayang sekali" ucap Lia dengan wajah sendu


" Sayang!" Mario kembali memeluk Lia


" Oiya, Io mama Maria sama mama Novi kemana?" tanya Lia yang tiba-tiba teringat dengan kedua mamanya yang tidak berada di dalam ruangan


" Mereka pulang dulu sebentar katanya" sahut Mario


Ceklekk


Tiba-tiba pintu ruangan mereka dibuka dari luar.


" Assalamu'alaikum!" ucap sepasang kekasih yang menyembul dari balik pintu


" Wa'alaikum salam!" jawab Lia dan Mario bersamaan


" Pantes dari tadi di hubunginya susah banget taunya lagi pacaran" ucap Lia seraya memberengut


" Loh baru juga datang udah di cemberutin aja!" ucap Mita yang datang bersama Arta lalu meletakkan kotak makanan yang dibawanya ke atas nakas.


" Biasa Mit ada yang lagi ngidam" Sahut Mario


" Ngidam apa sih memangnya sayangku?" tanya Mita yang duduk di tepi tempat tidur setelah Mario beranjak dan duduk bersama Arta di sofa.


" Ngidam masakan kak Arta" jawab Mario


" Lah kok masakan aku? Kenapa masakan Rio gitu selaku suaminya?" protes Arta


" Ya namanya juga orang ngidam kak gak bisa diatur sendiri keinginannya" sahut Lia


" Yaudah sekarang cepat deh tuh kamu makan, tadi sebelum kesini kakak memang sengaja membuatkan kamu sup" ucap Arta membuat Mario dan Lia saling menatap dan Lia merasa begitu berbunga-bunga saking senangnya.


" Sup?" tanya Lia serasa tidak percaya


" Iya sup ayam kampung special buatan kak Arta" ucap Mita membuka kotak makanan tersebut lalu memberikannya kepada Lia.


Lia merasa sangat senang suatu yang sangat kebetulan, wajah sendunya kini sudah berubah berbinar bahagia akhirnya apa yang dia inginkan terkabulkan juga.


Lia langsung menyantap sup yang Arta dan Mita bawa, Mario nampak tercengang karena Lia begitu lahapnya menyantap sup ayam kampung buatan Arta seorang diri.


" Kak terima kasih ya, ini sungguh enak banget kak" ucap Lia memuji masakan Arta.


" Baru kali ini aku makan sup seenak ini" lanjutnya.


" Ah kamu bisa saja Li" Arta geleng-geleng kepala melihat Lia yang makan dengan lahap


" Sayang kamu mau coba, sini?" tanya Lia kepada Mario


" Tidak untuk kamu aja" jawab Mario


" Kak Arta memang pandai memasak" timpal Lia


" Jangan terlalu banyak memuji nanti jadi malah besar kepala" protes Arta


" Ya memang kenyataannya kan kak!"ucap Mita


" Ah kamu ini!" Mita dan Arta pun tertawa


Arta sudah berangkat ke kantor, sementara Mita menemani Lia dan Mario tengah beristirahat karena merasa sedikit pusing kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2