
" Mario!" Teriak Gadis yang melihat Mario tengah berjalan di koridor kampus
" Ngapain loe manggil-manggil Mario?" tegur Brian yang tiba-tiba muncul di belakang Gadis
" Apa sih loe ngagetin gue aja!" kesal Gadis menatap sinis ke arah Brian
" Loe suka sama Mario?" tanya Brian terang-terangan
" Kalau iya kenapa, itu bukan urusan loe ?" ketus Gadis
" Gue saranin ya loe lupain tuh Mario, sekeras apapun loe ngejar-ngejar dia satu hal yang harus loe tahu dia tidak akan pernah bisa loe luluhkan!" ucap Brian mengingatkan
" Loe jangan sok tahu deh, gue Gadis Wina Wiranto yang pasti akan mendapatkan apa saja yang gue inginkan, camkan itu!" ucap Gadis penuh percaya diri
" Tapi loe juga tidak mengenal siapa Mario yang bisa menghancurkan apapun yang tidak ia sukai!" ucap Brian yang langsung berlalu begitu saja
" Dasar gak waras!" kesal Gadis mengepalkan tangannya ke arah Brian
" Woy!" sapa Brian menepuk pundak Mario yang tengah duduk sambil membaca buku
" Ngagetin aja loe!" ucap Mario
" Kemana aja loe hampir dua Minggu gak masuk?" tanya Brian seraya meletakkan tasnya ke atas meja yang berada di sebelah meja Mario
" Ada urusan keluarga!" sahut Mario sekenanya
" Urusan keluarga? jangan-jangan loe lamaran ya?" tanya Brian menduga-duga
" Lamaran, udah gak perlu lagi!" jawab Mario asal
" Lah terus?" Brian menggaruk-garuk kepalanya
" Nemenin isteri lahiran" jawab Mario jujur
" Uhuk... uhuk..." Brian tersedak salivanya sendiri
" Bercanda loe gak lucu!" Brian tertawa merasa geli dengan candaan Mario yang mengatakan menemani isterinya melahirkan
" Mario menoleh ke arah Brian dan menutup buku yang tengah dibacanya
Melihat raut wajah Mario yang datar membuat Brian berhenti tertawa
" Loe serius?" tanya Brian
" Apa gue terlihat sedang bercanda?" Mario balik bertanya
" Ya enggak sih" Brian menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
" Jadi loe sudah nikah?" tanya Brian dan Mario mengangguk tegas
" isteri loe sudah melahirkan? bukannya pacar loe itu masih sekolah di SMA Darma Bangsa?" tanya Brian
" Iya!"
" Loe selingkuh?" tanya Brian kaget
" Ya enggaklah!"
" Terus?"
" Ya isteri gue memang masih sekolah" Sahut Mario santai
" Loe MBA (married bye accident)?" tanya Brian spontan
" Ngaco loe, ya enggaklah!"
" Tapi kenyataannya isteri loe_?" Brian menggantung kata-katanya
__ADS_1
" Gue sama dia nikah justru karena tidak ingin terjadi hal seperti itu, kami menghindar pergaulan bebas jadi memutuskan untuk pacaran setelah halal membuat gue dan isteri gue merasa lebih tenang karena kalau pun kami khilaf kami sudah halal dan beruntungnya Keluarga kami setuju!" tutur Mario menjelaskan
" Wah parah loe, kalau semua mahasiswi kampus ini tahu kalau ternyata loe udah married pasti semua pada patah hati " tutur Brian
" terus apa hubungannya sama gue, lagi pula gue gak pernah sedikitpun menimpali mereka!" ucap Mario
" Iya juga sih, tapi gak taulah gue dengan jalan pikiran cewek-cewek zaman sekarang, dicuekin malah pada merasa tertantang" ucap Brian
" Tapi beneran isteri loe habis melahirkan?" tanya Brian yang masih merasa tidak percaya
" Iya ngapain gue bohong" sahut Mario
" Jadi sekarang loe sudah jadi papah muda ?" tanya Brian merasa bangga dengan sahabatnya yang satu itu dan Mario mengangguk
" Hebat loe!" ucap Brian menepuk-nepuk bahu Mario
" Selamat ya kalau begitu!" Brian mengulurkan tangannya mengucapkan selamat kepada papah muda
" Terima kasih bro!" sahut Mario
" Terus bagaimana dengan sekolah isteri loe sekarang?" tanya Brian
" Dia akan masuk sekolah kembali nanti saat menjelang ujian Nasional" sahut Mario
"Isteri loe masih tetap bisa sekolah?" tanya Brian yang merasa takjub
Mario hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Hebat... keren!" ucap Brian salut dengan Mario
" Pantas saja ya loe akhir-akhir ini sering banget menghilang dan taunya ada di SMA Darma Bangsa!" ucap Brian dan Mario hanya menimpali dengan senyuman
" Loe sendiri bagaimana dengan cewek yang loe incar?" tanya Mario
" Gue rasa gue lebih memilih menyerah"
" Sudah beberapa bulan gue gak pernah melihat dia di sekolahnya dan kemungkinan besar dia pindah sekolah" sahut Brian
" Apa loe gak mencoba mencari tahu?" tanya Mario
" Gak berani gue"
" Kenapa memangnya?"
" Banyak bodyguard nya" Brian memelas
" Bodyguard?" tanya Mario mengerutkan keningnya karena selama ia sekolah disana tidak pernah melihat ada yang membawa bodyguard kesekolah
" Iya, teman-temannya" sahut Brian
" Teman-temannya?" Brian mengangguk
" Teman-temannya selalu ada disisinya, gak ada celah buat gue mendekatinya" sahut Brian
" Siapa nama cewek incaran loe itu, asal jangan isteri gue aja ya!" ucap Mario terkekeh
" Gak mungkinlah" Brian tertawa getir takut apa yang dia dan Mario takuti benar adanya apalagi cewek incarannya itu sudah beberapa bulan tidak masuk sekolah dan Mario juga bilang kalau isterinya baru saja melahirkan dan akan masuk sekolah saat ujian nanti.
" Apa jangan-jangan yang cewek itu beneran istri dari Mario?" batin Brian
" Siapa namanya?" tanya Mario kembali karena Brian belum juga menjawab pertanyaannya.
" Gue juga gak tau namanya siapa karena gue cuma berani melihatnya dari jauh!" elak Brian
" Loe sendiri siapa nama isteri loe itu?" tanya Brian yang jadi penasaran
" Isteri gue namanya Meliani dan gue memanggilnya dengan nama Lily" sahut Mario
__ADS_1
" Lily?" tanya Brian memastikan dan Mario mengangguk
" Syukurlah bukan, karena nama cewek itu Lia bukan Lily!" batin Brian
" Tapi dia lebih dikenal dengan nama Lia kalau disekolah" terang Mario membuat Brian tercekat
Deg
" Li.. Lia!" tanya Brian memastikan
" Iya, teman-temannya lebih banyak memanggilnya dengan sebutan Lia nama Lily itu nama panggilan kesayangan" jawab Mario
"Oh astaga, aku ternyata menyukai isteri sahabatku sendiri" batin Brian meruntuki kesalahannya sendiri.
" Loe kenapa Brian?" tanya Mario karena Brian nampak diam saja
" Ah tidak apa-apa, cuma beruntung ya loe diusia yang terbilang masih sangat muda sudah punya isteri dan anak juga!" ucap Brian dengan senyum yang dipaksakan
" Iya, gue juga merasa seperti itu karena bisa mempersunting seorang Meliani, putri pemilik sekolah tersebut"
" Apa? jadi dia itu putri pemilik sekolah SMA Darma Bangsa?" tanya Brian yang nampak terkejut
" Iya, pemilik kampus ini juga!" terang Mario
" Wah hebat dong loe bisa menikah dengannya"
" Iya dan lebih tepatnya sangat beruntung!" sahut Mario
🖤
Mario saat ini tengah berada di parkiran dan tiba-tiba Gadis datang menghampirinya dengan gaya centilnya
" Hai Mario, loe mau pulang ya?" tanya Gadis yang sudah berdiri di belakangnya
" Hem!" sahut Mario dengan singkat dan mengacuhkan Gadis yang berusaha untuk mendekatinya.
" Mario boleh gak gue nebeng sama loe sampai di depan pertigaan aja!" pinta Gadis
Mario sama sekali tidak menggubris ucapan Gadis, masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesinnya dan pergi begitu saja
" Awas saja Loe Mario, gue akan buat loe bertekuk lutut di hadapan gue dan memohon-mohon cinta gue!" gumam Gadis seraya memandang mobil mewah Mario yang melesat di hadapannya
" Jangan kebanyakan halu loe, sadar sebelum terlambat!" ucap Brian yang tiba-tiba muncul di belakang Gadis
" Ih nyebelin banget sih loe, ngapain sih loe ngikutin gue mulu? ikut campur urusan orang aja loe" kesal Gadis karena lagi-lagi bertemu dengan Brian
" Gue cuma mengingatkan sebelum loe terjatuh sejatuh-jatuhnya, karena yang loe hadapi itu bukan sembarang orang dan dia bisa saja menghancurkan loe sehancur-hancurnya kalau loe berani mengusik kehidupannya!" terang Brian memberitahu Gadis
" Stop omong kosong loe, gue gak akan menyerah begitu saja. asal loe tau ya gue gak akan takut dan akan terus mengejarnya!" tegas Gadis membuat Brian tertawa sinis
" Terserah loe aja gue cuma sekedar mengingatkan loe, dan satu hal lagi yang harus loe tahu Mario tidak akan pernah berpaling kepada loe karena dia sudah memiliki kehidupannya sendiri bersama keluarga kecilnya" ucap Brian
" Apa maksud loe?" tanya Gadis penasaran
" Sebuah fakta yang harus loe tahu dan loe camkan baik-baik kalau Mario yang selama ini Loe kejar-kejar cintanya ternyata sudah mempunyai sebuah keluarga kecil yang bahagia bersama isteri dan anaknya!"
Deg
" Bohong, loe pasti cuma omong kosong. gak mungkin Mario sudah berkeluarga apalagi sudah memiliki anak" ucap Gadis mengelak tidak terima
" Tapi kenyataannya memang seperti itu adanya, Mario sudah punya isteri dan seorang anak"
" Gak mungkin loe pasti bohong"
" Terserah loe aja, tapi yang jelas gue sudah mengingatkan loe!" ucap Brian lalu pergi meninggalkan Gadis yang masih diam mematung tidak percaya dengan ucapan Brian
" Gak mungkin... gak mungkin Mario sudah menikah" beo Gadis
__ADS_1
Disepanjang jalan menuju pulang Brian pun merasa masih tidak percaya kalau cewek yang ditaksirnya selama ini adalah isteri dari sahabatnya sendiri, malu tentu saja tapi semua tidak ada yang salah hanya saja hati yang berlabuh pada tempat yang keliru.