
Azka saat ini tengah berada di dalam mobil mengantarkan Zaira pulang ke rumah bunda Aryani setelah itu dia dan Lia kembali ke sekolah.
Zaira masih diam tatapannya lurus ke depan, dirinya masih tidak percaya menerima kenyataan bahwa didalam perutnya ada kehidupan yang lain.
Azka melirik sekilas " Sayang!" Azka menggenggam tangan Zaira dengan tangan kirinya.
Zaira menoleh dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Za, loe jangan sedih gitu dong. loe gak usah mikirin soal sekolah kan nanti kita bisa homeschooling kalau perut loe udah kelihatan membesar. gue pasti bakalan temenin loe kok buat homeschooling, papa pasti tidak akan keberatan. kalau loe sedih gitu gue kasihan sama nasib calon keponakan gue, dia juga pasti sedih melihat mamanya cemberut terus dari tadi." ucap Lia dari bangku belakang.
Zaira menghela napasnya berat " Li gue bukannya sedih dan tidak menerima kehamilan gue ini tapi gue takut Li gimana kalau sampai pihak sekolah tahu apa kata mereka nanti apalagi gue hamil sama guru idola mereka pak guru yang mesum gara-gara dia gue begini" ucap Zaira menunduk dan mengelus perutnya yang masih rata.
" Kok gara-gara aku sih yang, kita bikinnya juga atas dasar suka sama suka" protes Azka
" Woyyy udah dong bahasnya jangan kesitu-situ juga kali" ucap Lia merasa kesal dengan pasutri yang ada didepannya saat ini.
" Ya emang iya, kamu yang salah" ucap Zaira yang kesal dengan Azka.
" Ini kita mau kemana?" tanya Zaira
" Ke rumah mama aja ya, soalnya bunda lagi gak ada dirumah katanya lagi di toko kue barunya. " sahut Azka tanpa menoleh karena lagi fokus mengemudi
" Kalau di rumah mama juga aku sendiri sama ajakan di rumah bunda " ucap Zaira
" kata siapa dirumah mama kamu sendirian, orang mama sama papa sudah pulang kok" sahut Lia dari belakang
" Duh yang, gimana kalau bunda, mama sama papa sampai tau aku ini hamil?" Zaira nampak panik takut kena amuk orang tua mereka pasalnya Zaira masih sekolah.
" Za loe gak usah khawatir mama sama papa pasti senang banget kalau tau loe hamil, yakin deh sama gue!" sahut Lia
" Sok tau loe Li, gue ini kan masih sekolah Li. pasti mereka akan kecewa banget sama gue." ucap Zaira lirih
" Mereka gak akan kecewa kok Za sama loe yang ada mereka itu kalau mau kecewa juga ya sama orang disebelah loe Za" ucap Lia menenangkan Zaira
" kakak dong?" tanya Azka menunjuk dirinya sendiri
" Ya siapa lagi, emang ulah kakak kan?" sahut Lia
Mobil Azka sudah sampai di pekarangan rumah mama Maria.
Azka turun dari mobil dan disusul oleh Zaira juga Lia dari belakang.
Kini mereka sudah memasuki rumah.
" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira, Azka dan Lia bersamaan
" Wa'alaikum salam" sahut mama Maria
" Sayang, kok sudah pulang bukannya ini masih pagi?" tanya mama Maria yang nampak bingung.
" Za butuh istirahat yang cukup ma, tadi pas baru sampai sekolah Za sempat pingsan" ucap Lia memberitahu.
" Pingsan? terus sekarang keadaan kamu gimana sayang?" tanya mama Maria perhatian
__ADS_1
" Za sudah gak apa-apa kok ma, cuma butuh istirahat aja, bolehkan ma Za istirahat disini, soalnya tadi mau ke rumah bunda tapi bundanya lagi keluar dan mas Azka gak ngizinin Za dirumah sendirian." sahut Zaira
" Ya tentu saja boleh dong sayang" mama Maria mengusap lembut pucuk kepala Zaira
" Terima kasih ya ma!" ucap Zaira yang langsung memeluk mama Maria.
"Oia , Ma Azka balik ke sekolah lagi ya titip Za ya ma. jangan kasih keluar rumah ma tanpa Azka!" ucap Azka lalu menyalami punggung tangan mamanya
" Iya tenang aja, kamu hati-hati ya di jalan." ucap mama Maria.
" Mel syok!" ajak Azka kepada adiknya yang malah cengar-cengir gak jelas
" Ayok!" ajak Azka lagi
" Emmmm, kak aku gak usah balik kesekolah aja ya. percuma juga aku kesekolah udah telat pake banget ini sih" sahut Lia yang melihat ke arah jam yang menempel di dinding.
" Yaudah terserah kamu aja, kakak titip Za jagain dia jangan lupa suruh banyak istirahat dan makan yang banyak" pesan Azka kepada Lia.
" Asyiaapp bos!" ucap Lia sambil memberi hormat kepada sang kakak tercinta.
" Yang, aku berangkat dulu ya, jaga diri baik-baik ya dirumah. jaga calon baby kita !" bisik Azka ditelinga Zaira sebelum mendaratkan kecupan di pipi dan keningnya dan tangannya yang tidak lupa mengelus lembut perut Zaira yang masih rata.
" Iya, udah sana malu tau sama mama juga Lia" ucap Zaira mendorong pelan bahu Azka
" Iya, assalamu'alaikum!" ucap Azka tersenyum bahagia dan melangkah keluar dengan penuh semangat.
" Wa'alaikum salam!" sahut Zaira dan balas tersenyum ke arah suami tercintanya.
Zaira hanya tersenyum lalu merangkul bahu Lia. " Thanks ya Li loe selalu ada buat gue" ucap Zaira yang memeluk Lia dari arah samping.
" Duh putri dan menantu Mama ada gerangan apa nih jadi mau dong ikutan dipeluk" ucap mama Maria sambil tertawa kecil.
" Sini ma!" ucap Zaira dan Lia bersamaan merentangkan tangan mereka.
mama Maria menghampiri anak dan menantu kesayangannya dan mereka seperti Teletubbies yang sedang berpelukan. tawa mereka pun pecah dan rasa cemas serta kegelisahan yang menghantui pikiran Zaira pun sedikit berkurang.
Mereka menguraikan pelukannya setelah mama Maria pamit untuk pergi ke dapur membantu bi Sum menyiapkan makan siang sementara Zaira dan Lia masuk ke dalam kamar masing-masing.
Lia masuk kedalam kamarnya hanya untuk mengganti baju seragamnya dengan baju rumahan setelah itu ia pergi ke kamar Zaira untuk menemani si calon ibu muda itu.
Tokkkk... tokkkk...
" Za!" panggil Lia namun tidak mendapat jawaban.
" Za!" panggil Lia lagi dan tetap tidak mendapat jawaban. akhirnya Lia perlahan memegang gagang pintu kamar Zaira dan ternyata pintu tidak dikunci. Lia membuka pintu dengan pelan dan saat pintu sudah terbuka sempurna betapa terkejutnya Lia melihat Zaira tengah menangis di lantai sambil memeluk lututnya.
Sontak saja melihat Zaira yang seperti itu Lia langsung melangkah cepat menghampiri Zaira
" Za loe kenapa?" tanya Lia yang terlihat begitu khawatir lalu berjongkok di depan Zaira memegang bahunya
Zaira masih diam tidak merespon pertanyaan Lia.
" Za please dong jangan kayak gini!" pinta Lia yang nampak panik
__ADS_1
" Li.. Lia gue kepingin makan rujak mangga muda, huaaa.." ucap Zaira mengangkat kepalanya sedikit, menatap Lia penuh harap.
" Ap... apa ru.. rujak mangga muda?" tanya Lia terbata-bata menatap Zaira seakan tidak percaya dengan keinginan yang meluncur begitu saja dari mulut Zaira.
" Jadi loe nangis sesenggukan hanya karena ingin makan rujak mangga muda?" tanya Lia yang memang masih belum mengerti dengan kondisi tentang wanita hamil. Lia menepuk jidatnya sendiri menatap heran sahabatnya yang tiba-tiba saja menangis hanya karena ingin memakan mangga muda.
" Za iya nanti gue suruh bi Sum untuk mencarikannya buat loe, sekarang loe bangun ya dan udah dong jangan nangis terus. kesannya kayak habis gue apa-apain aja sih loe" ucap Lia merangkul Zaira membantunya berdiri.
Zaira menggeleng dan masih juga menangis. " Gue mau rujak mangga muda yang ada di belakang sekolah Li tapi mas Azka sendiri yang memetiknya" ucap Zaira yang masih menangis sesenggukan seperti anak kecil yang meminta dibelikan permen.
" Iya.. iya nanti gue bilangin sama kak Azka." ucap Lia menenangkan Zaira.
Ceklekk
" Loh ada apa ini? Mel apa yang kamu lakukan sama kakak ipar kamu sampai dia menangis seperti ini, hah?" tanya mama Maria yang sangat terkejut melihat Zaira memeluk lututnya dalam keadaan menangis.
Mama Maria meraih lengan Zaira dan menyuruhnya bangun. " Ayok bangun sayang!" pinta mama Maria.
" Apa yang sudah anak mama lakukan sama kamu sayang?" tanya mama Maria berusaha membujuk Zaira untuk berhenti menangis
Lia hanya menggelengkan kepalanya merasa konyol dengan sikap mamanya yang sudah sok tahu.
" Ma Za mau makan rujak mangga muda!" ucap Zaira disaat sudah duduk di tepi tempat tidur duduk di samping mama Maria.
" Ru.. rujak mangga muda?" tanya mama Maria mengerutkan alisnya.
" Iya ma, Za itu menangis karena kepingin makan rujak mangga muda yang ada dibelakang sekolah" ucap Lia memberitahu mamanya.
" Sa... sayang, apa kamu_?" tanya mama Maria menggantung.
Seakan tahu dengan apa yang akan ditanyakan mama Maria. Zaira hanya mengangguk pelan, melihat ekspresi wajah mama Maria yang diam saja membuat jantung Zaira berdegup dengan kencang.
" Ka.. kamu hamil Sayang?" tanya mama Maria dengan wajah terkejutnya.
" Maafkan Za ma dan maafkan mas Azka juga, kami juga tidak tahu akan secepat ini!" ucap Zaira lirih dengan menundukkan kepalanya.
" Ma, Za mohon maafkan Za ya ma!" ucap Zaira mengiba. tangis Zaira pun kembali pecah.
" Loh kok kamu nangis sayang, gak baik sayang ibu hamil menangis nanti dedek bayinya ikut sedih" ucap mama Maria dengan selembut mungkin sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Zaira.
" Ibu hamil itu dilarang menangis dan dilarang stres" mama Maria mengecup kening Zaira lalu tersenyum bahagia.
" papa pasti senang banget mendengar berita bahagia ini. mama jadi tidak sabar ingin memberitahu papa " ucap mama Maria dengan Tawa bahagianya.
" Tuh Za apa kata gue mama sama papa pasti senang mendengarnya. loe udah takut duluan aja" celetuk Lia yang ikut bahagia dengan keadaan Zaira yang tengah hamil muda saat ini.
" Jadi mama sama papa tidak akan marah?" tanya Zaira yang masih tidak percaya
" Ya tentu tidak sayang, justru kami itu sangat senang apalagi papa yang memang sudah tidak sabar ingin punya cucu" sahut mama Maria meraih tubuh Zaira membawanya ke dalam pelukannya.
" Terima kasih ya ma!" ucap Zaira masih dalam pelukan hangat sang mertua.
" Mama yang seharusnya berterima kasih sama kamu sayang, karena kamu mau mengandung cucu mama, anak putra mama. Terima kasih ya nak!" ucap mama Maria mengecup kening Zaira dengan lembut setelah mengurai pelukannya.
__ADS_1