Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska nampak tersenyum-senyum sendiri saat melihat pesan yang masuk.


" Loe kenapa senyam-senyum sendiri kayak gitu Mis?" tanya Nana yang sedari tadi memperhatikan Miska


" Kenapa memangnya gak boleh gitu kalau gue senyam-senyum?" Miska balik bertanya


" Ya aneh aja" sahut Nana


" Gue mau ke ruang UKS dulu ya!" pamit Miska menghiraukan ocehan Nana


" Loe mau ke ruang UKS, loe sakit Ka?" tanya Nicko cemas


" Gue cuma mual sama pusing, mau istirahat sebentar terus minta obatnya" jawab Miska


" Yaudah kalau gitu gue temenin ya!" tawar Nicko semangat


" Enggak usah terima kasih, kalau loe yang nemenin gue yang ada mual gue bukannya hilang malah bertambah parah. wangi parfum yang loe pakai bikin gue mabok. udah ya gue ke ruang UKS dulu nanti izinin sama Bu Siska ya!" ucap Miska seraya beranjak dari tempat duduknya.


" Ka gue ikut, gue juga mau istirahat di UKS aja dari pada gue ikutan mabok gara-gara bau minyak wanginya si Nicko" ucap Khanza yang ikut beranjak dari duduknya dat pergi bersama Miska menuju ruang UKS


" Wah ni cewek pada kenapa sih aneh banget hari ini, gue pakai minyak wangi mahal begini tapi malah begitu reaksinya, bukannya pada nempel tapi malah pada kabur !" gerutu Nicko kesal


" Ah mereka aja yang lebay, menurut gue sih biasa aja, Miska aja tuh yang keterlaluan kayak orang ngidam aja dia" ucap Nana


" Ya makanya Ko, kalau mau pakai minyak wangi itu sekedarnya aja jangan satu botol loe pakai semua" Timpal Billy yang baru mendudukkan dirinya di samping Hana


"Ah si*LaN loe Bill" kesal Nicko


" Ya elo pakai minyak wangi sampai bikin orang lain mabok gitu" sindir Billy


" Tapi menurut gue biasa aja tuh" timpal Nana


" Iya, biasa aja kan Na?" Tanya Nicko minta pendapat


" Kalau gue sih biasa aja, iyakan Han?" tanya Nana ke Hana


" Gue aja pusing apalagi Miska yang sedang Ha_" Billy langsung menghentikan ucapannya yang hampir saja keceplosan.


" Sedang Ha_ apa Bill? " tanya Nana menatap curiga


" Sedang Habis masa pemulihan setelah pulang dari rumah sakit, jadi menurut gue wajar kalau dia mengeluh kayak gitu, setiap orang kan berhak untuk mendapatkan rasa nyaman di sekitar lingkungannya." jawab Billy


" Kalau menurut loe bagaimana Han? tanya Nana ke arah Hana


" Gue?" Hana diam sejenak dan menoleh sekilas ke arah Billy


" Iya bener apa yang dibilang Billy, loe kalau pakai minyak wangi yang sewajarnya aja Ko, gue juga pusing mencium bau parfum loe" keluh Hana


" Tuh dengarkan loe!" ucap Billy Nicko memutar bola matanya malas lalu beranjak dari duduknya dan kembali ke kelas


" Nicko tunggu!" teriak Nana lalu menyusulnya sementara Hana lebih memilih duduk di tempat bersama Billy


" Loe emangnya merasa juga kalau parfum Nicko itu menyengat?" tanya Hana pada Billy


Billy mengangkat kedua bahunya membuat Hana mengerutkan dahi


" Menurut loe?" Billy malah balik bertanya


" Kalau gue sih sebenarnya merasa biasa aja" jawab Hana jujur


" Tapi tadi loe bilang_!" Billy menggantung pertanyaannya


"Ya karena loe mengatai Nicko pakai minyak wangi sebotol dan juga gue merasa ada yang aneh aja sama Miska, sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu jadi ya sebelum Nana semakin curiga pada Miska gue sih mencoba mengalihkannya aja" sahut Hana


" Apa loe tahu tentang Miska dan Roni?" tanya Billy


" Loe tahu ?" Hana bukan menjawab tapi malah balik bertanya


Billy mengangguk pelan " Apa Nana juga tahu?" tanya Billy cemas


" Iya dia sudah tahu, awalnya dia tidak bisa terima tapi setelah Khanza jelasin kalau Miska dan Roni itu di jodohin Nana baru bisa menerimanya" terang Hana


" Apa loe yakin?" Hana menggeleng


" Dari kata-kata yang sering dia lontarkan, gue merasa tidak yakin pirasat gue mengatakan kalau Miska sebenarnya masih belum bisa menerima hubungan mereka dengan ikhlas, gue takut Nana berbuat bodoh " sahutnya


" Iya, loe benar Han gue juga menangkap hal yang sama. gue enggak mau kalau sampai Nana mengusik kebahagiaan yang baru saja Miska dapati" timpal Billy


" Miska sudah banyak berkorban dan karena kesabaran dan keikhlasan hatinya kini telah membuahkan hasil. Roni menjadi sosok yang jauh lebih baik dan begitu mencintainya" lanjutnya

__ADS_1


" Elo_?" tanya Hana penuh selidik


" Roni sudah berjanji akan melindungi dan membahagiakan Miska apalagi saat ini Miska sedang....." Billy menjeda kata-katanya


" Sedang apa?" tanya Hana


" Sedang berbadan dua" jawab Billy sedikit berbisik


" Ap..apa, ja.. jadi Miska sedang ha... hamil?" tanya Hana terbata saking terkejutnya


" Iya" jawab Billy


" Sekarang bukan hanya Khanza yang harus kita jaga dan lindungi tapi juga Miska" lanjut Billy dan Hana mengangguk


" Untuk hal ini sebaiknya Nicko dan Nana jangan sampai tahu dulu, karena perasaan gue enggak enak" pesan Billy


" Iya, gue setuju." sahut Hana


" Yaudah ayok kita kembali ke kelas!" ajak Billy dan Hana mengangguk


Sementara di ruang UKS Khanza dibuat terkejut karena melihat Roni yang ternyata sudah berada di dalam ruangan tersebut.


" Roni, Elo ngapain di sini?" tanya Khanza menyipitkan matanya beralih ke arah Miska yang tengah cengar-cengir salah tingkah


" Jangan bilang kalau kalian ini sudah janjian ya?" selidik Khanza namun sepasang suami istri dihadapannya saat ini malah senyam-senyum sendiri.


" Jadi beneran kalian itu udah janjian di sini? oh ya ampun" Khanza menepuk keningnya sendiri lalu geleng-geleng


" Terus gue disini jadi nyamuk gitu?" kesal Khanza


" Ya enggak gitu juga kali Za, loe juga kan tau kalau gue beneran pusing dan mual tadi" Ucap Miska


" Tapi sekarang udah enggak kan, pasti mual sama pusing loe udah hilang, benarkan?" Miska seketika langsung mengangguk sebagai jawabannya.


" Elo berdua ya bener-bener" Khanza geleng-geleng kepala


" Sorry Za enggak bermaksud apa-apa tapi kehadiran loe cukup membantu gue banget. kalau enggak ada loe yang lain pasti curiga" jawab Miska


" Betul itu Za, gue minta tolong ya titip Miska" ucap Roni


" Apaan sih kamu titip-titip segala emangnya aku ini barang apa?" kesal Miska memberengut


" Cie udah sayang-sayangan aja " goda Khanza


" Ah dia mah udah biasa kali Za manggil semua ceweknya dengan sebutan sayang, enggak usah heran " sahut Miska yang sama sekali tidak suka di panggil sayang oleh Roni


" Enggak boleh gitu Ka, gue yakin dia tulus kok manggil loe dengan panggilan sayang" Khanza menjadi penengah


" Iya, aku minta maaf kalau panggilan sayang aku ke kamu membuat kamu merasa tidak nyaman dan tidak suka dengan panggilan itu" tutur Roni yang tidak ingin melihat Miska marah


" Aku memang laki-laki yang kotor dan suka mempermainkan wanita tapi jujur aja cuma kamu yang dengan setulus hati tanpa ada keraguan sedikitpun yang aku panggil sayang dan setelah ini pun hanya akan ada satu orang yang aku panggil sayang sebelum hadirnya seseorang dalam keluarga kecil kita" lanjutnya


" Apa, siapa?" tanya Miska dengan raut wajah tak bersahabat


" Ya anak kita sayang" sahut Roni dengan suara yang begitu lembut


Miska bersemu merah entah perasaan apa tapi ia merasa begitu senang dengan sikap Roni yang semakin memperlakukan dirinya dengan begitu lembut


" Sebaiknya gue tunggu di luar aja ya" pamit Khanza


" Tapi Za_?"


" Tenang Ka, gue jagain biar gak ada yang masuk" jawab Khanza


" Thanks ya Za" ucap Roni


" Santai aja, karena loe udah jadi suami sahabat baik gue loe juga sekarang udah jadi sahabat gue asal jaga baik-baik tuh bini loe awas aja kalau sampai loe sakitin, bisa berhadapan loe sama gue" ucap Khanza dengan sedikit mengancam


" Iya loe tenang aja" jawab Roni


Khansa kini tengah duduk di ruang depan sedangkan Miska sedang berbaring di ruang perawatan atau lebih tepatnya ruang tindakan jika ada murid yang sakit atau cidera saat jam sekolah.


Hari ini Miska dan Roni sedang beruntung karena dua penjaga yang bertugas di UKS sedang tidak masuk yang satu karena sakit dan yang satunya lagi memang sedang mengambil cuti karena ada tugas penting di rumah sakit ia hanya datang jika dibutuhkan saja.


" Kamu ke kelas aja gih nanti dimarahin pak Aldy loh, jamnya pak Aldy kan setelah istirahat?"


" Iya, tenang aja enggak apa-apa, tadi aku udah izin sama pak Aldy buat nemenin kamu disini" jawab Roni santai


" Apa? jadi pak Aldy sudah tau kalau_?"

__ADS_1


" Sudah, aku memberitahunya"


" Ish" kesal Miska


" Kenapa memangnya? toh pak Aldy itukan suami teman kamu juga"


" Kamu tahu juga tentang hubungan pak Aldy dan Khanza?"


Roni mengangguk " Dengan begitu akan jauh lebih baik, ada yang bisa menjaga kamu selagi aku tidak ada di dekat kamu bukan, apalagi saat jam olahraga aku sangat khawatir jadi aku meminta pak Aldy untuk membicarakan tugas olahraga kamu pada bu Tika


" Iya juga sih, aku enggak nyangka kamu sampai berpikir sejauh itu" Miska tersenyum bangga pada calon ayah dari anak yang kini berada di dalam kandungannya.


" Kamu adalah yang terpenting dalam hidup aku sayang, jadi demi apapun akan aku lakukan walaupun harus mempertaruhkan nyawa sekalipun. aku akan menjaga dan melindungi kamu dengan segenap jiwa dan ragaku!" ucap Roni tulus membuat hati Miska menghangat


" Apa kamu sering menggombal seperti ini pada semua cewek yang kamu pacari?" tanya Miska yang nampak ketus


Roni mengulum senyumnya lalu mendekat kepada Miska


Cup


Roni mengecup kening Miska seraya tersenyum " Aku hanya berkata seperti ini pada isteriku, aku berani bersumpah demi apapun." jawab Roni dengan tegas namun terdengar tetap lembut.


" Jangan berpikir yang tidak-tidak dan buang jauh sisi Roni yang kamu kenal dulu. Kamu sudah merubahnya sekarang jadi jangan biarkan Roni yang dulu kembali lagi!" pinta Roni


" Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan yang merubah diri pun bukan aku tapi itu semua atas kemauan dirimu sendiri. jika karena aku kamu bisa saja berubah kembali tapi jika semua yang kamu lakukan adalah murni atas keinginan dirimu yang ingin menjadi pribadi yang lebih baik aku percaya apapun yang terjadi kedepannya kamu pasti bisa melewatinya dengan baik." ucap Miska


" Mommy dan daddy memang tidak salah memilih, aku sungguh merasa bersyukur memiliki isteri seperti mu sayang, terima kasih!" Roni kembali mengecup keningnya dan kali ini cukup lama.


" Jangan terlalu banyak memuji nanti aku bisa besar kepala" tawa Miska


Roni pun ikut tertawa hari ini sungguh ia merasa sangat bahagia, melihat Miska yang tertawa begitu lepas bersamanya.


Roni membungkukkan badannya tepat dihadapan Miska yang tengah duduk di atas tempat tidur dengan kaki yang menggantung karena merasa sudah baikkan ia ingin kembali ke kelas.


" Mau apa?" tanya Miska


" Mau menyapa anakku" jawab Roni mendongak sekilas


" Assalamualaikum sayang, anaknya papi" sapa lembut Roni seraya mengusap lembut perut Miska yang masih rata.


" Geli!" protes Miska tertawa geli


" Dengarkan sayang, mami tertawa. kamu tau enggak tawa mami kamu itu merupakan hal yang paling indah buat papi jadi kamu bantu papi ya buat mami mu selalu tertawa dan bahagia."


Miska tersenyum mendengar kata-kata yang Roni ucapkan


" Papi sayang kalian berdua dan papi minta kamu jangan nakal ya disana jangan buat mami kamu susah. jangan mual lagi ya mami!"


Cup


Cup


Cup


Roni berkali-kali mengecup perut rata Miska membuat hati Miska menghangat dan terharu akan perlakuan Roni kepadanya hari ini


" Bagaimana keadaan kamu, apa sudah merasa baikkan hem?" tanya Roni cemas


" Aku sudah merasa jauh lebih baik sekarang, mualnya juga sudah hilang!" jawab Miska


" Mau aku antar ke kelas?"


" Mau tapi yang ada para fans kamu langsung ngebully aku!" jawab Miska terkekeh


" Shittt!" umpat Roni kesal pada dirinya sendiri


seraya mengusap wajahnya kasar


" Sudah tidak apa-apa, ada Khanza aku bisa kembali ke kelas bersamanya dan kamu juga harus belajar dengan baik!" pesan Miska


" Iya sayang, yaudah aku pergi sekarang ya ingat jika ada apa-apa kabari aku"


" Iya bawel" Miska tersenyum dan Roni pun ikut tersenyum ada rasa berat meninggalkan isterinya


" Sudah sana!" usir Miska karena Roni masih bergeming


" Iya" Roni pun melangkah keluar namun sebelum pergi langkahnya terhenti akan ucapan yang terlontar dari isterinya


" Papi harus rajin belajarnya ya, semangat papi!" seru Khanza membuat Roni berbalik dan menghampiri Miska dengan gerakan kilat Roni mendaratkan bibirnya pada bibir ranum Miska hingga membuat Miska membeku dan melotot saking terkejutnya dengan serangan dadakan dari suaminya nakalnya.

__ADS_1


__ADS_2