Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Mas Aldy bolehkan aku ikut dengan kalian?" tanya Sofy sedikit manja yang langsung membuat Khanza menghentikan pergerakan tangannya saat hendak menutup pintu mobil.


Khanza membulatkan matanya menatap tajam ke arah Sofy yang dengan tidak tahu malunya ingin ikut bersamanya.


Aldy menoleh ke arah Khanza yang sudah berada di dalam mobil lalu bergantian menoleh ke arah bu Khodijah.


" Bu boleh kan Sofy ikut bersama mereka, ya siapa tahu dengan keberadaan Sofy disana Sofy bisa bantu-bantu Khanza" ucap Sofy berusaha untuk meyakinkan bu Khodijah agar mengizinkannya ikut dengan Khanza


Khanza sudah berdiri di pintu mobil dan mendengar ucapan Sofy ia mendelik tajam ke arah Aldy dan mengisyaratkan dengan gelengan kepala pelan agar Aldy menolak permintaan si Sofy buntut.


" Za bagaimana menurutmu?" tanya bu Khodijah menoleh ke arah Khanza


" Za pikirkan dulu bu" Jawab Khanza


" Setidaknya dengan keberadaan Sofy sedikit bisa meringankan pekerjaan kamu di sana dan kamu juga tidak akan cepat kecapean lagi" lanjut bu Khodijah membuat Sofy tersenyum puas


" Iya bu biar Za pertimbangan dulu dengan mas Aldy" sahut Khanza yang tidak ingin mendengar lagi bujukan ibunya itu


" Za pamit dulu bu, Assalamu'alaikum!" lanjutnya seraya masuk kembali kedalam mobil.


" Mas boleh ya, Sofy yakin kalau mas setuju Khanza juga pasti akan setuju?" rengek Sofy yang sudah menghampiri Aldy membuat Khanza yang berada di dalam mobil mengepalkan tangannya kuat.


" Maaf Sofy saya tidak bisa mengambil keputusan sepihak saya harus membicarakan semua ini dengan Khanza terlebih dahulu, permisi bu kami pamit, Assalamu'alaikum!" ucap Aldy seraya membukuk sedikit kepada bu Khodijah sebelum masuk ke dalam mobilnya


"Wa'alaikum salam" jawab bu Khodijah


Mobil yang Khanza dan Aldy tumpangi kini sudah keluar dari pekarangan rumah Bu Khodijah


Sofy mendengus kesal dan mengepalkan tangannya saat mobil yang mereka tumpangi melesat pergi dari rumah bu Khodijah tanpa mengizinkannya ikut.


" Ayok nak Sofy masuk!" ajak bu Khodijah


" Iya bu" jawab Sofy yang akhirnya masuk bersama dengan bu Khodijah dan membantu membawakan barang belanjaan bu Khodijah masuk ke dalam rumah.


Sementara di dalam mobil Khanza pasang wajah memberengut mengalihkan pandangannya ke arah samping


" Sayang!" panggil Aldy


Khanza bergeming dan tidak menghiraukan panggilan Aldy


" Sayang kamu marah sama mas?" tanya Aldy pelan


Khanza menoleh lalu menggeleng pelan.


"Terus kenapa hem?" tanya Aldy dengan tangan kiri mengelus lembut pucuk kepala Khanza dan yang kanan sibuk memegang kemudi.


" Mas!" panggil Khanza


" Ada apa hem?" Aldy menoleh sekilas kearah Khanza lalu fokus kembali mengemudikan mobilnya.


" Apa mas setuju dengan usulan ibu?" Aldy mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Khanza

__ADS_1


" Usulan yang mana sayang?" tanya Aldy bingung


" Itu permintaan si Sofy buntut yang ingin ikut bersama kita?" tanya Khanza dengan wajah yang ditekuk


" Oh yang itu" Aldy mengangguk mengerti


"Mas sih enggak bisa mengambil keputusan, semua tergantung kamu sayang, mas ingin kamu merasa nyaman dan tidak terbebani tentang hal apapun. jika dengan keberadaan Sofy membuat kamu merasa kurang nyaman ya kamu berhak menolaknya sayang" terang Aldy yang sudah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


" Tapi bagaimana dengan bi Ratna dan ibu mas, bagaimana cara Za menolaknya? jujur Za memang merasa tidak nyaman jika ada wanita lain yang dekat-dekat dengan mas" keluhnya


" Jadi isteri kecil mas sedang merasa cemburu nih?" goda Aldy terkekeh


"Kenapa memangnya kalau Za cemburu, wajar kan kalau Za cemburu pada suami sendiri?" Khanza mengerucutkan bibirnya


" Wajar tentu saja wajar dan mas sangat bahagia jika istri mas ini cemburu. cemburu itu tandanya cinta dan mas bahagia banget karena isteri mas ini cinta sama mas" ucap Aldy yang langsung membuka seatbelt nya dan meraih tubuh Khanza kedalam pelukannya


" Mas ge'er!" kekeh Khanza saat Aldy mengurai pelukannya


" Biarkan saja mas ge'er hari ini" Khanza tertawa lalu mencubit gemas hidung Aldy


" Terima kasih ya mas!" ucap Khanza membuat Aldy mengerutkan keningnya


" Terima kasih untuk apa?"


" Terima kasih karena mas sudah sangat pengertian dan begitu mengutamakan perasaan Za, terima kasih mas!" Khanza menitikkan air matanya


" Loh kok malah menangis sih?" Aldy mengusap air mata Khanza yang mengalir di pipinya


" Ayah juga bahagia melihat bundanya dedek bahagia" ucap Aldy sambil memeluk Khanza dan tersenyum


" Mas!" panggil Khanza saat mereka sudah mengurai pelukannya


" Kenapa hem?" Aldy merangkup kedua pipi Khanza dengan kedua tangannya mata mereka saling bersirobok


" Mas bolehkan Za menolaknya ikut bersama kita?" Khanza menatap lekat bola mata Aldy


" Tentu saja sayang, kamu berhak menolaknya" ucap Aldy mengecup kening Khanza cukup lama


"Tapi_" Aldy mengerti akan keresahan sang isteri


" Mas yang akan bicara pada ibu dan bi Ratna nanti" jawab Aldy yang sudah menggeser duduknya dan kembali membetulkan posisi duduknya


" Kamu jangan pikirkan hal apapun selain memikirkan mas dan si dedek" ucap Aldy seraya mengelus lembut perut Khanza.


" Kamu mau sarapan apa sayang?" tanya Aldy mengubah topik pembicaraan


" Emmmm.... Za kok kepingin makan lontong sayur yang ada di taman belakang apartemen ya mas" jawab Khanza sambil membayangkannya


"Ya udah kita kesana sekarang ya semoga saja masih ada" ucap Aldy menoleh sekilas lalu tersenyum


" Memangnya jam segini biasanya sudah habis ya mas?" tanya Khanza dan Aldy mengangguk pelan

__ADS_1


"Lontong sayur disana itu terkenal enak jadi suka ramai pembeli, ya kalau beruntung jam segini masih ada kalau tidak kita cari menu yang lain saja ya" ucap Aldy mengusap kepala Khanza


" Iya mas" sahut Khanza


" Mas sering ya makan disana?" tanya Khanza menyelidik


" Enggak juga, hanya beberapa kali saja itu pun saat_" Aldy menjeda ucapannya


" Saat apa mas?" tanya Khanza penasaran


" Sudahlah lupakan saja!" Khanza mengerutkan alisnya dan merasa ada yang disembunyikan oleh sang suami


" Mas menutupi sesuatu dari Za?" todongnya


" Enggak ada sayang" jawab Aldy cepat


" Bohong, pasti ada yang mas Aldy sembunyikan. apa tempat itu ada yang spesial buat mas?"


Aldy menghela napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan Khanza yang takut salah bicara malah tambah salah paham


" Kalau mas cerita takutnya malah mengusik hati kamu sayang" jujur Aldy


" Maksud mas? jadi benar tempat itu adalah tempat spesial mas bersama kekasih mas ?" tanya khanza dengan raut wajah yang sulit di artikan


" Bukan kekasih sayang tapi _!"


"Isteri mas, jadi mas sudah menikah dan aku tidak tahu apa-apa tentang masa lalu mas begitu?" cecar Khanza yang langsung memotong kata-kata Aldy


Aldy memarkirkan mobilnya karena tanpa Khanza sadari mereka sudah sampai di sebuah kedai penjual lontong sayur tersebut.


" Mas belum pernah menikah dan satu-satunya isteri mas cuma kamu Khanza Az-Zahra tidak ada yang lain" tegas Aldy yang sudah menghadap ke arah Khanza


"Mas pernah kesini bersama Mila karena itu mas tidak ingin mengatakannya karena mas tidak ingin mengusik hati kamu sayang." lanjutnya


" Jadi dulu mas sering makan lontong sayur itu bersama mba Mila?" entah kenapa hati Khanza memanas


"Tidak sering, hanya beberapa kali dan itupun karena Mila yang meminta dengan alasan mengidam" Khanza tersenyum kecut, rupanya calon ibu muda ini tengah di landa cemburu


" Ini yang mas takutkan, mas cerita dan kamu pasti marah iya kan?" Aldy membuka seatbelt dan hendak membuka pintu


"Sudahlah jangan pikirkan apa yang sudah mas katakan. kamu sudah lapar kan kasihan dedek kalau kamu masih berkutat sendiri dengan rasa cembu kamu yang tidak mendasar" Aldy turun dari dalam mobil dan memutari setengah badan mobil lalu membuka pintu mobil untuk Khanza.


" Ayok!" Aldy mengulurkan tangannya namun Khanza mengabaikannya begitu saja, ia keluar dari dalam mobil dengan wajah memberengut.


Khanza dan Aldy masuk ke dalam kedai tersebut baru saja mereka mendaratkan bokongnya setelah memesan dua porsi lontong sayur spesial kedai tersebut yang kebetulan hanya tinggal tiga porsi lagi tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seorang wanita yang memanggil Aldy dari belakang.


" Mas Aldy!" panggilnya


Deg


Aldy menoleh dan Khanza mengikuti arah pandangan mata Aldy yang mengarah kepada seorang wanita yang sudah membuat nafsu makannya hilang seketika.

__ADS_1


__ADS_2