
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hai...Hai ...
Assalamu'alaikum teman-teman...!" 🖐️
Untuk memenuhi keinginan kalian yang setuju cerita ini dilanjut. author akan berusaha untuk menyuguhkan cerita yang terbaik sebisa author ya! dan harap dimaklum jika jalan ceritanya mungkin ada yang tidak berkenan dihati para readers, maklum author masih amatiran🤭
Buat yang masih penasaran dengan kelanjutannya , yuk simak lanjut ke cerita👇🏻!☺️
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Farisa Meliani
Seorang gadis tomboy selain cantik dan pintar diapun ahli dalam bela diri, karena ke ahlinya itu dia sering membuat para siswa di sekolahnya merasa minder terhadapnya, karena gadis yang bernama Farisa Meliani itu yang lebih akrab dipanggil dengan nama Lia tidak sungkan untuk membela temannya yang sesama wanita jika mendapat pelecehan atau sikap kurang ajar dari teman siswanya. Lia gadis yang sangat berani bahkan yang menjadi kekasihnya pun kebanyakan memilih untuk mundur karena tidak tahan dengan sikap Lia yang super protektif dan juga sulit tersentuh karena Lia tidak sembarang mau disentuh oleh sembarang orang.
Adik ipar dari Alzaira Kiana Putri ini akhirnya dapat luluh dan sedikit mengurangi ketomboyannya setelah menjalin hubungan dengan Mario yang notabene adalah siswa yang terkenal dengan pembuat masalah disekolah.
Mario dan Lia dipertemukan dalam keadaan yang terbilang cukup ekstrim namun siapa sangka benih cinta tumbuh di hati masing-masing, hingga akhirnya mereka dapat bersatu walaupun banyak aral dan rintangan yang cukup berat menghalangi cinta mereka. Namun kekuatan cinta yang pada akhirnya menyatukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan diusia yang terbilang masih sangat dini.
Seiring berjalannya waktu gadis tomboy yang sangat setia kawan dengan sahabatnya bahkan tidak segan membela mereka setiap kali berada dalam masalah, kini sudah jauh lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah begitupun dengan Mario, sejak mengenal Lia dia sudah banyak berubah, dan perubahannya yang sangat drastis sampai mereka yang dulu mengenal Mario merasa tidak percaya dengan sosok Mario yang terkenal suka dengan kekerasan, bersikap kasar dan dingin. bersama Lia justru Mario berubah 180 derajat. Mario selalu bersikap lembut dan begitu perhatian terhadap Lia orang lain tahu adalah kekasihnya.
🖤
" Woy!" seseorang menepuk bahu sang gadis yang kini sudah menjadi mantan gadis dengan perutnya yang besar tengah duduk di taman belakang.
" Sialan loe ngagetin gue aja!" kesal Lia yang tengah duduk santai di taman belakang sambil mendengarkan musik klasik.
" Ngapain loe disini sendirian?" tanya Mita yang baru saja datang selepas pulang dari sekolah dan sengaja datang ke rumah Lia untuk bertemu dengan mama Novi
" Gue lagi santai, nih lagi mendengarkan baby diperut gue musik klasik" sahut Lia
" Mario mana, tumben dia ngebiarin loe sendirian di sini?" tanya Mita dengan mata yang mengamati setiap sudut dan tidak menemukan keberadaan Mario
" Tuh,!" tunjuk Lia ke arah pria yang baru saja keluar dari dalam seraya membawa nampan berisi susu dan juga potongan buah.
" Mana mungkin dia ngebiarin isterinya sendirian Mita Paramita, kayak gak tau aja loe bagaimana seorang Mario dengan segala keposesifannya!" lanjutnya
" Iya juga sih!" Mita menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Hai Rio!" sapa Mita saat Mario sudah dekat
" Kapan datang loe Mit? tau ada loe sekalian tadi gue buatin minum" ucap Mario seraya meletakkan nampan yang dibawanya.
" Yaelah, minum mah gampang tinggal ngambil sendiri nanti gue minta sama bi Tini" tutur Mita
" Rio nyokap mana, kok gak kelihatan sih?" tanya Mita
Mario duduk di samping Lia" mama lagi pergi dulu sebentar ke supermarket, tadi sempat nitip pesan sih kalau loe kesini disuruh nunggu sebentar" sahut Mario
" Ada urusan apa nih calon mantu sama calon ibu mertua?" tanya Lia menaik turunkan alisnya
" Emmmm... mau tau banget apa mau tau aja nih?" ucap Mita senyum-senyum
" Wah ngelunjak nih anak muntang-muntang mau jadi Kakak ipar gue" Lia mendengus kesal
Mita tertawa lalu mengambil potongan buah yang ada di meja.
" Punya gue!" protes Lia
" Yaelah satu, pelit banget nih bumil" Lia mengerucutkan bibirnya dan Mita semakin tertawa
" Yaudah ah gue ke dapur dulu ya mau cari bi Tini minta dibuatin minum. haus gue!" ucap Mita seraya beranjak dari duduknya
" Yaudah gih sana, lama disini buah gue nanti abis sama loe!" ucap Lia mengibaskan tangannya
" Ih dasar pelit!" Mita mencubit gemas pipi chubby Lia
" Mitaaa...!" teriak Lia karena Mita langsung kabur setelah mencubit pipi Lia
Mario hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah isterinya dan calon kakak iparnya sekaligus sahabat baik isterinya.
Mita pergi ke dapur mencari bi Tini.
" Assalamu'alaikum bi Tini!" sapa Mita saat melihat bi Tini yang sedang sibuk memotong sayuran.
" Wa'alaikum salam, eh non Mita apa kabar, kayaknya sudah lama ya gak kesini?" bi Tini menghentikan kegiatannya dan menghampiri Mita
" Non Mita nyari nyonya ya?" tanya bi Tini
"Iya, tapi kata Rio mama pergi ke supermarket" Mita duduk di kursi meja makan
" Iya non, tadi juga nyonya berpesan kalau non Mita datang suruh tunggu" ucap bi Tini dan Mita mengangguk
" oiya bi, boleh minta tolong gak bi?" tanya Mita
" Tolong apa non?"
" Boleh minta dibuatin jus gak bi, biar pekerjaan bibi aku yang gantiin?" Mita beranjak dari duduknya dan mengambil wortel yang tadi sedang dipotong-potong bi Tini.
" Boleh non, nanti bibi buatkan. non tunggu saja diluar bersama non Lia. ini biar bibi aja nanti yang melanjutkannya!" sahut bi Tini
" Gak apa-apa bi, biar aku aja!" Mita melanjutkan memotong wortel dan sayuran lainnya.
setelah beberapa menit jus mangga pun sudah tersedia di atas meja makan.
" Non Mita jusnya sudah jadi bibi letakan di atas meja!" ucap bi Tini
__ADS_1
" Iya bi" sahut Mita
" Loh sayang kamu sedang apa di dapur?" tanya wanita paruh baya yang baru saja meletakkan beberapa kantong belanjaan diatas meja.
" Mama udah pulang?" Mita menghentikan kegiatannya dan menghampiri mana Novi mencium punggung tangannya salam takzim.
" Iya, kamu sudah lama datangnya?" tanya mama Novi
" Belum terlalu lama juga sih mah, tapi sudah sempat merepotkan bi Tini tadi minta dibuatkan jus mangga" sahut Mita
" Gak merepotkan kok non" sahut bi Tini
" Wah kayaknya seger tuh, bi saya juga mau dong dibuatkan jus tapi jus jeruk ya!" ucap mama Novi
" Siap nyonya!"
" Mita duduk dulu sini!" titah mama Novi
Mita menarik kursi samping mama Novi lalu duduk. " Ada apa mah?" tanya Mita
" Kenapa belakangan ini kamu jarang datang kesini sayang?" tanya mama Mita menatap lekat wajah Mita
" Gak Kenapa-napa kok mah cuma kemarin-kemarin itu sempat sibuk dengan urusan sekolah kan sebentar lagi mau ujian mah!" jawab Mita
" Lagi ngomongin apa nih serius banget?" tanya ibu hamil yang kini perutnya sudah terlihat besar dan berjalan di gandeng sang suami.
" Ih kepo banget?" ledek Mita
Mario membantu Lia duduk di bangku yang letaknya berhadapan dengan Mita.
" Gak kepo cuma penasaran" sahut Lia
" Itu sih adik kakak "
" Bukan adik kakak tapi sepupuan" Lia menimpali membuat mama Novi dan Mario mengerutkan keningnya
" Kalian ngomongin siapa sih?" tanya mama Novi bingung
" Bukan siapa-siapa kok mah, ini lollipop aja yang kepo" sahut Mita
" Eh sembarangan ganti nama orang" protes Lia
" Masih mending gue panggil lollipop dari pada liliput" ejek Mita lagi membuat Lia cemberut dan mengadu pada Mario dengan bergelayut manja dengan lengannya.
" Io, calon kakak iparmu tuh nyebelin!" kesal Lia
" Ih ngadu?" Mita tawa mengejek
" Io" Lia semakin merengek manja
" Kenapa hem?" tanya Mario lembut membuat mama Novi tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka terutama Mario yang semakin bersikap dewasa dan jauh dengan Mario yang dulu sering membangkang.
" Ada apa sayang, kamu kenapa?" tanya Mario panik begitu pun dengan mama Novi yang langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Lia yang meringis dengan wajah yang sudah berubah pucat.
" Mah, perutku. perutku sakit banget mah, Io. Aww....!" ucap Lia disela rasa sakit yang menderanya
"Sayang mungkin kamu mau melahirkan" tutur mama Novi
" Apa melahirkan?" tanya Mario dan Mita yang sudah berada di belakang Lia bersamaan.
" Rio cepat siapkan mobil" titah mama Novi
" I... iya mah!" Rio beranjak dari duduknya namun tangannya masih dipegangi oleh Lia
" Sayang, aku mau menyiapkan mobil dulu ya sebentar" tutur Mario namun Lia menggeleng
" Jangan pergi!" pinta Lia yang sudah menitikkan air mata
" Biar gue aja Rio" Mita langsung berlari keluar dan menghampiri mang Ujang yang sedang mengelap kaca mobil Mario
" Mang tolong siapkan mobil ya, Lia mau melahirkan!" ucap Lia
" Siap non!" sahut mang Ujang
Tidak berapa lama Mita melihat Mario yang tengah memapah Lia dibantu oleh mama Novi berjalan keluar dan dibelakang bi Tini membawa tas untuk keperluan Lia.
" Biar mang Ujang saja yang membawa mobil dan kamu temani isterimu!" pinta mama Novi
" Iya mah " Rio membantu Lia masuk kedalam mobil dengan sangat hati-hati.
Mario terus melafalkan doa sebisanya saat melihat Lia yang masih meringis menahan sakit
Mobil akhirnya sampai juga di depan rumah sakit Darma Medika.
Dengan sangat hati-hati Mario membantu Lia turun dari dalam mobil dibantu oleh Mita.
Di rumah sakit sudah ada mama Maria dan papa Sam yang menunggu kedatangan mereka bersama tim medis.
"Sayang!" ucap mama Maria saat Lia dibawa dengan kursi roda
" Mah!" Lia meringis menahan sakit
" Kamu pasti bisa sayang!" mama Maria memberi semangat
Mama Maria dan papa Sam saat ditelpon oleh bi Tini atas perintah mama Novi langsung bertolak ke rumah sakit.
" Sayang, kamu adalah wanita yang kuat kamu pasti bisa!" ucap Mario mengecup kening Lia saat mereka sudah berada di dalam ruang persalinan.
__ADS_1
Mario menggenggam erat tangan Lia dan sesekali mengecup keningnya.
Ceklekk
Dokter Dinda masuk ke dalam ruangan dan langsung memeriksa kondisi Lia.
🖤
Didepan ruang persalinan mama Maria begitu gelisah, papa Sam mengusap punggung mama Maria untuk menenangkan.
Mita duduk di kursi tunggu bersama mama Novi. Mita lalu memberi kabar kepada teman-temannya melalui Grup WhatsApp.
Zaira dan Azka baru saja sampai dan tidak lama Arta dan papa Sam pun tiba dibelakang mereka.
" Bagaimana keadaan Lia mah?" tanya Zaira saat sudah berada di dekat mama Maria
" Masih di dalam" ucap mama Maria
" Duduk dulu sayang!" titah Azka kepada Zaira
" Berdoa saja semoga semuanya berjalan lancar!" ucap papa Sam.
Alex dan Arta menghampiri Mita dan mama Novi.
" Sayang!" panggil Alex dan mama Novi langsung mendongak.
" Pah!" mama Novi beranjak dari duduknya dan langsung memeluk suaminya.
" Tenang, Meli adalah menantu kita yang kuat dia pasti bisa" ucap Alex
" Tapi melihat dia tadi begitu kesakitan aku merasa kasihan dan tidak tega!" ucap mama Novi sendu
" Kita doakan saja yang terbaik ya!" ucap Alex menggiring isterinya untuk duduk kembali. sedangkan Arta hanya diam menatap Mita yang tengah sibuk dengan ponselnya.
Mama Novi melirik sekilas dan menatap curiga dengan pasangan yang bersikap tidak seperti biasanya.
"Owekkk.... Owekkk"
Terdengar suara bayi dari dalam ruang persalinan, semua yang ada di luar bersamaan mengucapkan rasa syukur.
Ceklekk
Dokter Dinda keluar dari ruang persalinan dan mama Maria langsung beranjak dari duduknya menghampiri dokter Dinda
" Bagaimana dokter keadaan putri saya?" tanya mama Maria
" Selamat ya nyonya putri anda sudah melahirkan, bayi dan ibunya dalam keadaan sehat dan bayinya laki-laki" jawab dokter Dinda
" Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan jadi tunggu sebentar ya nyonya" ucap dokter Dinda menjelaskan
Saat ini Lia sudah berada di ruang perawatan yang dikhususkan untuk keluarga Dinata.
" Duh tampannya!" ucap mama Maria seraya menggendong bayi mungil tersebut.
Mario tersenyum bangga dengan sang isteri yang duduk di tepi tempat tidur seraya mengusap lembut punggung tangannya
" Terima kasih sayang kamu sudah memberikan aku putra laki-laki yang tampan" Mario mengecup kening Lia dengan penuh kasih
Lia hanya tersenyum dan mengangguk pelan karena merasa masih sangat lemas setelah berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan putra pertamanya.
" Rio, apa kalian sudah mempersiapkan nama untuk bayi kalian?" tanya Alex
" Arsal Radeya Alexander" sahut Mario
" Arsal nama yang bagus" tutur Azka
" Hai Arsal!" sapa Zaira yang merasa gemas melihat bayi laki-laki yang berada di gendongan mama Maria
" Selamat ya Rio, dek akhirnya kalian menjadi orang tua!" ucap Azka membelai lembut pucuk kepala Lia
" Terima kasih Kak!" ucap Lia dengan suara yang masih lemah
" Akhirnya Lia loe jadi seorang ibu!" kali ini Zaira yang berbicara dengan senyum menggoda
" Mita loe kapan nih?" celetuk Zaira menoleh ke arah Mita yang sejak kedatangan Arta nampak diam saja
Deg
Mita menoleh ke arah Zaira dan Lia hanya menjawab dengan senyum yang dipaksakan.
Mita lalu menghampiri mama Novi yang sudah mengambil alih baby Arsal dari gendongan mama Maria.
" Bayi yang tampan, ih gemesin deh kamu!" ucap Mita gemes.
" Sangat mirip Mario" tutur Mita
" Iya, dia sangat mirip dengan Mario kecil" timpal mama Novi
Ceklekk
pintu ruangan terbuka beberapa orang langsung menerobos masuk siapa lagi kalau bukan Mona dan teman-temannya.
" Liaaaa..... !" teriak Mona dan yang lainnya saat sudah berada di dalam ruangan
" suttttt....!" Mario menatap horor ke arah Mona, Indah dan Mia yang nampak heboh. mereka langsung terdiam dan menutup mulutnya dengan tangan
" Jangan berisik ada bayi" ucap Mita mengingatkan
__ADS_1
" Maaf!" ucap mereka dengan wajah polos membuat yang berada di ruangan tersebut geleng-geleng kepala.