Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Hari ini Miska tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tapi baru saja selesai menggunakan seragam sekolahnya tiba-tiba perutnya terasa bergejolak dan ingin meminta dikeluarkan.


" Emmmbbb..." Miska membekap mulutnya sendiri lalu segera berlari ke arah kamar mandi.


" Uweekkk.... Uweekk..." Roni yang baru saja masuk ke dalam kamar seketika cemas mendengar suara Miska yang tengah berada di dalam kamar mandi.


Roni langsung menerobos masuk kebetulan pintu kamar mandinya tidak di kunci.


Ceklek


Roni menghampiri Miska yang sedang memuntahkan isi perutnya yang terasa pahit.


" Uweekk... Uwekk..." Roni dengan telaten memijat tengkuk leher Miska


" Ishhh, ngapain sih masuk ini menjijikkan" Miska mendorong lemah Roni yang sama sekali tidak terusik.


" Uweeekkkk..." Miska kembali muntah-muntah


" Kamu ini bicara apa sih, jijik... jijik... kamu itu isteri aku mana mungkin aku jijik, lagi pula kamu seperti ini juga kan karena aku." tegas Roni


Miska tidak menghiraukan ocehan Roni karena tubuhnya terasa lemas.


" Sudah?" Miska mengangguk pelan


Roni tanpa aba-aba langsung mengangkat Miska ke udara menggendongnya ala bridal style.


Miska hanya pasrah berontak pun percuma karena tubuhnya yang terasa sangat lemas.


Dengan hati-hati Roni menurunkan Miska di atas tempat tidur.


" Bagaimana kamu bisa berangkat ke sekolah dengan kondisi kamu yang seperti ini?" tanya Roni


" Aku sudah baikkan kok, hanya lemas sedikit aja dan rasa mualnya pun sudah hilang" sahut Miska


" Karena ada aku?" Roni menaikkan satu alisnya


" Itu sih hanya menurutmu aja" protes Miska


" Yaudah terserah kamu aja, kalau tetap mau berangkat juga ayok cepat bersiap-siap kita berangkat bareng" sahut Roni


" Tidak, kita berangkat masing-masing aja. aku belum siap menghadapi cewek-cewek kamu kalau melihat kita berangkat bersama, yang ada mereka akan mengamuk dan bisa-bisa aku yang jadi sasaran kemarahan mereka" sahut miska


" Dalam kondisi kamu yang seperti ini mau berangkat sendiri? aku enggak akan izinin" Roni menatap tegas


" Ya tapi mau bagaimana lagi, bisa geger seantero sekolah kalau kita berangkat bareng" Miska jadi kesal sendiri

__ADS_1


" Yaudah gini aja, aku akan turunkan kamu di sekolah sebelah, nanti kamu bisa masuk lewat pintu penghubung bagaimana?" tawar Roni memberi solusi seperti halnya Khanza yang selalu berangkat bersama pak suami lewat pintu penghubung dua sekolah tersebut.


" Yaudah iya" Miska pun setuju dengan usul yang diberikan Roni


" Sekarang kita sarapan dulu sebelum berangkat apalagi perutmu kan baru saja terkuras" Roni keluar kamar lebih dulu meninggalkan Miska yang tengah bersiap-siap.


Setelah selesai sarapan Roni kembali ke kamarnya mengambil sesuatu sementara Miska sedikit merasakan sesuatu yang tidak nyaman di perutnya.


Miska sebisa mungkin menahan gejolak yang mengaduk-aduk isi perutnya kembali saat Miska ingin kembali masuk ke dalam bertepatan dengan Roni yang keluar dengan membawa sesuatu yang ada di tangannya.


" Kenapa?" tanya Roni perhatian


" Mual lagi?" lanjutnya


" I... emmm... enggak!" Miska dengan cepat menggelengkan kepalanya Roni mengerutkan keningnya merasa bingung dengan reaksi dari jawaban Miska karena Miska sendiri juga merasa bingung setelah Roni berdiri di hadapannya rasa mual itupun dengan sendirinya menguap begitu saja


" Iya atau enggak?" Miska kembali menggeleng


" Yaudah kalau beneran enggak kita berangkat sekarang, pakai ini!" Roni mengulurkan jaket miliknya kepada Miska


" Ini apa?" tanya Miska dengan raut bingung


" jaketlah" Miska menghela napas kasar


Miska yang tau maksud dari tatapan Roni pun memutar bola matanya malas " Maksud aku tuh kamu buat apa ngasih aku ini?" Miska mengangkat jaket yang dipegangnya ke depan dada


" Bawa saja jaket itu ya siapa tau bisa mengurangi rasa mual kamu jika tiba-tiba muncul dan kita sedang tidak bersama.


" Dih pede banget sih" Miska mencibibikkan bibirnya


" Itu faktanya, sudah jangan banyak protes cepat masuk!" Roni langsung melesat masuk ke dalam mobil dan Miska masuk menyusul setelahnya.


Disepanjang perjalanan menuju sekolah Roni sesekali mencuri pandang gadis yang duduk di bangku sebelahnya terkadang ia tersenyum sendiri karena tidak menyangka cewek bar-bar yang biasanya selalu membuatnya kesal setiap kali ketemu kini dengan tenang dan manis sedang duduk di sebelahnya.


" Kamu ngapain sih senyum-senyum gak jelas gitu dari tadi?" tanya Miska yang gereget sendiri melihat Roni yang terkadang terlihat sedang senyum sendiri


" Loe masih waras kan?" tanya Miska spontan membuat Roni menatapnya tajam.


" Yaelah sorry bercanda kali gitu aja sensi banget sih, bentar lagi kan juga sampai di area sekolah gak apa-apa kali ngomong loe gue, kecuali di rumah" protes Miska yang mendapatkan tatapan tidak bersahabat dari rivalnya yang kini sudah berstatus suami


Roni kembali fokus menyetir raut wajahnya berubah datar.


" Ih ngeselin banget sih gitu aja pakai acara marah segala" Miska dibuat kesal sendiri karena Roni tidak merespon dan memilih diam


Sampai mobil yang Roni kendarai sudah berhenti di area parkir sekolah sebelah tepatnya area parkir SMP Darma Bangsa

__ADS_1


" Jangan lupa bawa jaketnya dan jangan pecicilan kalau di kelas ingat kamu sekarang tidak sendiri!" pesan Roni penuh perhatian sebelum Miska keluar dari mobil


" Kamu udah enggak marah?" tanya Miska sebelum membuka pintu mobil


" Marah? buat apa marah, udah sana cepat turun ingat pesan aku tadi. dan kalau tiba-tiba merasa mual lagi terus jaketnya enggak berpengaruh telpon aku!" Roni mengusap lembut pucuk kepala Miska dengan senyum yang terlihat sangat tampan di mata Miska


" Kenapa kok diam?" tanya Roni yang melihat Miska bergeming dengan mata yang menatapnya lekat.


" Baru sadar kalau cowok yang dulu sangat kamu benci ini sangat tampan ya?" goda Roni mencubit gemas hidup Miska


" Roni sakit ih" kesal Miska seraya mengusap-usap hidungnya sedangkan Roni tertawa gemes.


" Sudah jangan marah"


Cup


Miska mematung saat Roni mengecup sekilas hidungnya yang tadi dicubitnya


" Udah enggak sakit kan?" tanya Roni tanpa rasa bersalah sedikitpun tidak sadar kalau apa yang baru saja ia lakukan telah membuat Miska pagi-pagi sudah senam jantung.


" Loh kok malah diam sih, mau disini?" goda Roni menyentuh bibir ranum cewek bar-bar nya.


" Ih apaan sih enggak liat tempat, kebiasaan yang enggak bisa lepas ya dari seorang Roni kalau bersama cewek selalu nyosor dan_" Miska menghentikan ucapannya sendiri dengan raut wajah sendu karena ada rasa sakit dihatinya yang tiba-tiba muncul di saat ingatannya kembali terngiang saat melihat Roni sedang bercumbu mesra dengan sahabatnya sendiri di dalam mobil.


Melihat perubahan raut wajah Miska yang nampak sendu Roni jadi cemas " Ada apa?" Miska menggeleng


" Jangan bohong!" Roni tahu Miska pasti sedang menyembunyikan sesuatu


" Tidak apa-apa" Miska mencoba tersenyum lalu membuka pintu mobil namun belum sempat keluar Roni dengan cepat mencekal pergelangan tangannya.


" Katakan ada apa?" Miska tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.


" Aku enggak apa-apa, cuma ingatan itu cukup mengganggu" jawab Miska dengan senyum yang dipaksakan


" Ingatan apa?" tanya Roni bingung


" Ingatan saat kamu dan Nana...." Miska tidak melanjutkan ucapannya karena Roni sudah lebih dulu memotong


" Itu masa lalu jangan di ingat-ingat lagi, aku minta maaf jika masa laluku membuat mu merasa tidak nyaman" Miska menundukkan wajahnya sejenak lalu menatap Roni intens


" Aku akan belajar menerima semuanya hanya saja mungkin yang satu ini butuh waktu karena dia adalah sahabat aku dan kami selalu bersama" Miska meraih tangan Roni sebelum keluar dari dalam mobil dan salam takzim pada laki-laki yang kini berstatus suami.


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam!" jawab Roni yang merasa terenyuh oleh ucapan Miska, sampai gadis itu menghilang dari pandangan matanya pun Roni bergeming dengan isi pikirannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2