
Hari ini adalah hari wisuda SMA Darma Bangsa khususnya angkatan Khanza dan kawan-kawan.
Khanza sudah bersiap-siap sejak pagi, ia menggunakan kebaya berwarna navi senada dengan jas yang digunakan oleh Aldy
Sebelum berangkat ke sekolah Aldy dan Khanza mampir terlebih dahulu ke rumah ibunya untuk berangkat bersama-sama ke acara wisuda tersebut yang diselenggarakan di ballroom hotel pemilik yayasan.
" Mas ingat ya jangan genit-genit sama Sofi!" peringatan dari Khanza sebelum mobil terparkir sempurna di depan rumah bu Khodijah
" Iya sayang enggak usah khawatir, dia sih enggak ada apa-apanya dibandingkan dengan kamu sayang" ucap Aldy membuat Khanza merona
Tidak berapa lama mereka pun sampai, bu Khodijah pun sudah siap bersama Izan.
Untung saja tidak ada Sofi membuat Khanza merasa lega, karena setiap kali datang ke rumah ibunya Sofi selalu saja mencari kesempatan untuk mendekati Aldy hal itulah yang membuat Khanza jarang bertandang ke rumah ibunya.
Semua tamu undangan sudah berkumpul di ballroom hotel Dinata, tuan Samuel dan isteri pun sudah hadir di tengah-tengah para tamu undangan, begitu juga dengan Alzaira dan Bagaskara mereka juga sudah hadir bersama buah hati mereka Kenzia dengan memakai baju yang senada putih gading mereka nampak begitu serasi, keluarga kecil yang bahagia membuat siapapun yang memandang merasa iri dengan keharmonisan keluarga mereka.
Roni pun beserta keluarganya sudah hadir bersama Miska dan keluarga, mereka menggunakan baju yang tidak kalah serasinya, warna hijau soft, kebersamaan Roni dan Miska membuat cewek-cewek satu angkatan mereka patah hati berjamaah apalagi beredar kabar mereka sudah menikah.
Roni yang tidak lepas menggandeng tangan Miska semakin membuat para mantan Roni terbakar api cemburu, apalagi nampak begitu jelas Roni memperlakukan Miska bak seorang ratu.
" Hai Hana!" sapa Miska saat berpapasan dengan Hana yang baru saja datang bersama Haris
" Ka, Ron... kalian nampak serasi sekali, duh makin lengket aja!" goda Hana
" Harus dong" Miska terkekeh dan Roni hanya tersenyum tipis
" Itu Billy baru datang!" tunjuk Miska ke arah Billy dan keluarga
Billy langsung menghampiri Hana sementara keluarganya duduk di bangku yang sudah di sediakan
Billy menyapa Haris baru setelahnya menyapa sang pujaan hati.
" Khanza mana?" tanya Billy yang tidak melihat sahabatnya itu
" Sepertinya belum datang" jawab Miska dan tidak berapa lama terlihat Khanza yang tengah berjalan bersama Aldy, bu Khodijah dan juga Izan
Kedatangan Khanza bersama Aldy tentu saja menjadi pusat perhatian semua orang, tak terkecuali bu Siska yang sudah dandan demi mencari perhatian Aldy dibuat terkejut dengan Khanza yang melingkarkan tangannya di lengan Aldy.
" Khanza!" teriak Hana
" Khanza yang mendengar namanya di panggilpun langsung menoleh ke arah sumber suara
Hana dan Miska melambaikan tangannya, Khanza yang melihat para sahabatnya tengah berkumpul akhirnya meminta izin pada sang suami untuk menghampiri mereka
Aldy pun mengizinkannya karena dia pun harus bergabung dengan para guru lainnya.
" Wah sepertinya ada yang mau go publik nih?" goda Hana pada Khanza yang kini sudah bergabung dengan mereka
Khanza tertawa dan mengangguk " Udah saatnya Han, bukan begitu Ka?" Khanza menyenggol bahu Miska yang berdiri di sampingnya
" Iya, bosen kucing-kucingan terus" jawab Miska yang di acungkan jempol oleh Khanza
" Nicko sama Nana mana?" tanya Khanza yang tidak melihat kedua sahabatnya itu
" Itu Nicko!" tunjuk Billy
" Dia jalan sama siapa tuh?" tanya Khanza menatap lekat gadis yang tengah berjalan disamping Nicko
"Enggak tahu, tapi kayaknya kenal ya!" jawab Hana
" Wajahnya enggak asing" timpal Miska
" Iya juga sih" tatapan mereka semua tidak lepas menatap gadis yang tengah berjalan bersama Nicko
" Luna" ucap mereka bersamaan saat melihat gadis yang berjalan bersama Nicko
" Masyaallah, sumpah gue pangling liatnya. Loe cantik banget Lun!" puji Khanza melihat Luna yang berubah 180 derajat.
" Gue enggak nyangka loe sekarang pakai hijab Lun" ucap Hana yang merasa kagum dengan perubahan drastis Luna
" Semoga loe bisa Istiqomah ya Lun, loe cantik dan pantas mendapatkan yang terbaik" ucap Roni yang tanpa sadar membuat Miska dihinggapi rasa cemburu karena Roni memuji Luna cantik
" Jangan terlalu memuji Ron, ingat loe udah ada isteri disamping loe, hati-hati cemburu" ucap Luna seraya terkekeh
Mendengar kata-kata Luna membuat Roni tersadar kalau isterinya memang suka cemburu tidak jelas. Roni langsung menoleh ke arah Miska yang sudah memasang wajah jutek padanya
" Tuh kan gue bilang apa!" ledek Luna
" Ha...ha...ha... enggak lah Lun, gue justru senang loe udah berubah sekarang, bahkan mungkin loe menjadi gadis yang jauh lebih baik dari kita-kita" sahut Miska
" Kalian itu terlalu berlebihan memuji, gue baru tahap belajar dan masih harus belajar lebih banyak lagi" sahut Luna
" Oiya, bagaimana kalian bisa berangkat bersama?" tanya Khanza
" Ya gue jemput lah!" jawab Nicko santai
"Ya gue tahu itu mah, maksudnya sejak kapan kalian dekat?" tanya Khanza lagi
__ADS_1
" Enggak tahu sejak kapan, lupa!" jawab Nicko ngasal
" Ah ini anak ditanya serius juga" kesal Khanza
" Ya gue juga serius, lupa kapannya tapi seingat gue sih pas Miska masuk rumah sakit deh yang didorong sama si permen" sahut Nicko
" Sipermen?" Hana mengerutkan keningnya
" Iya di Lolly pop" Hana tertawa mendengar julukan Nicko pada Lolly
" Oh sejak itu " Miska mengangguk
" Tinggal calon kakak ipar gue nih yang belum datang" ucap Hana
" Calon kakak ipar loe, siapa ?" tanya Khanza
Hana menoleh ke arah Haris lalu tersenyum seraya menggoda kakak satu-satunya itu
" Nana siapa lagi" jawab Hana
" Apa? Nana?" Khanza terkejut begitu juga dengan Miska dan yang lainnya
" Bang Haris sama Nana?" tanya Khanza namun yang ditanya malah tersenyum
" Doa kan saja!" jawabnya
" Udah di telpon belum bang?" tanya Hana
" Sudah tapi enggak diangkat ". jawab Haris
" Kemana Nana ya kok belum datang juga si!" Khanza tiba-tiba merasa khawatir
Acara akan segera di mulai semua tamu sudah duduk manis di tempat masing-masing, Khanza dan teman-temannya merasa cemas karena satu persatu rangkaian acara sudah dimulai tapi Nana belum juga datang bahkan tidak ada kabar sedikit pun.
Haris yang merasa khawatir ingin sekali pergi mencari Nana namun tidak mungkin dia pergi disaat acara penting adik satu-satunya.
" Abang mau cari Nana?" tanya Hana yang tahu akan kecemasan sang kakak pada sahabatnya yang merupakan calon kakak iparnya itu.
" Tapi dek_" Haris nampak bingung
" Abang pergi aja, Hana enggak apa-apa kok bang, Hana juga khawatir dengan Nana" ucap Hana
" Benar adek enggak apa-apa abang pergi?" tanya Haris memastikan
" Enggak apa-apa bang, ada saya dan keluarga yang akan menemani Hana!" jawab Billy seraya menunjuk ke arah keluarganya
" Iya bang"
Haris pun akhirnya memutuskan untuk mencari Nana, berkali-kali ia menghubungi nomor ponselnya tapi tetap masih tidak ada Jawaban
Rangkaian acara terus dimulai hingga sampailah kepuncaknya yaitu pengumuman nama-nama siswa dan siswi terbaik SMA Darma Bangsa tahun ini.
Khanza menjadi siswi terbaik peringkat pertama, Miska menjadi peringkat kedua dan Roni yang tidak disangka-sangka menjadi peringkat ketiga. Riuh sorak dan tepuk tangan menggema di ruangan tersebut tapi ada kejanggalan yang membuat semua pandangan mata tertuju pada Khanza
Bu Siska yang merasa kesal dengan Khanza pun berdiri dari duduknya dan berbicara lantang ke arah Khanza
" Khanza Az-Zahra, sepertinya ada perubahan pada tubuhmu, apa kau sedang hamil?" tanya Bu Siska terang-terangan
Deg
Khanza menundukkan wajahnya saat semua pandangan mata mengarah kepadanya terutama pada perutnya yang memang terlihat membuncit
" Kenapa seorang siswi yang tengah hamil bisa tetap sekolah ?"
" Siswi yang tidak bisa menjaga kehormatannya apa lagi menjaga kehormatan sekolah kenapa masih diperbolehkan untuk tetap melaksanakan ujian?"
" Iya betul!"
Miska menggenggam erat tangan Khanza yang terasa dingin, posisi mereka sama hanya saja perut Miska belum terlihat besar seperti Khanza
Roni yang mendengar kata-kata yang menyudutkan Khanza yang sama halnya menyudutkan Miska isterinya merasa geram dengan beberapa tamu undangan yang mulai mencemooh Khanza terutama pada bu Siska
Aldy pun demikian ia merasa panas dan tidak terima isterinya di permalukan di depan umum
Aldy beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Khanza yang tengah berdiri di atas panggung
" Mohon perhatiannya!" ucap Aldy yang sudah berdiri di atas panggung disamping Khanza
" Tapi sebelum saya bicara saya mohon izin terlebih dahulu kepada tuan Samuel selaku kepala yayasan SMA Darma Bangsa!" ucap Aldy meminta izin
Tuan Samuel yang mengerti maksud dan tujuan Aldy pun mengangguk setuju dia pun merasa marah mendengar salah satu guru yang sudah mempermalukan siswinya di tempat umum.
" Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatu" ucap Aldy membuka pembicaraan
" Sebelumnya saya mau meminta maaf karena sudah menyita waktunya sejenak"
" Berbagai pertanyaan yang tadi bapak dan ibu lontarkan pada salah satu anak didik kami yang bernama Khanza Az-Zahra dalam kesempatan ini saya yang akan mewakilkan menjawab semua pertanyaan itu"
__ADS_1
" Jika ditanya badan Khanza Az-Zahra berubah dan seperti orang hamil, saya jawab Iya memang benar Khanza Az-Zahra saat ini tengah hamil 6 bulan" jawab Aldy membuat gaduh seisi ruangan
" Mohon tenang dulu saya belum selesai berbicara" teriak Aldy karena suara begitu gaduh
" Khanza Az-Zahra bisa mengikuti ujian Nasional karena dia berhak mendapatkan pendidikan dan itu tanpa terkecuali"
" Khanza Az-Zahra hamil bukan di luar nikah dia memiliki suami dan sudah sah menikah baik dimata hukum maupun agama!"
..." Bagaimana bisa!" ...
..." Dia menikah pasti karena sudah hamil" ...
..." Mana mungkin masih sekolah sudah menikah kalau bukan karena hamil duluan"...
..." Kenapa pak Aldy begitu membelanya?" ...
" Pak Aldy tahu dari mana dia menikah bukan karena hamil duluan, tuh buktinya perutnya aja sudah besar begitu"
Semua kata-kata pedas terlontar begitu saja, Khanza berusaha untuk tetap tenang dan Miska terus menggenggam erat tangan Khanza untuk sama-sama menyalurkan keberanian
" Karena saya adalah suami dari Khanza Az-Zahra" pengakuan Aldy membuat suasana di ruangan tersebut menjadi semakin riuh, para siswa dan siswi terkejut mendengar pengakuan Aldy begitu juga dengan staf guru terutama Bu Siska yang terlihat sangat syok
" Saya menikahi Khanza Az-Zahra 8 bulan yang lalu dan isteri saya saat ini tengah hamil 6 bulan" terang Aldy yang beberapa menit kemudian dibantu oleh Roni dan Billy memperlihatkan beberapa foto dan juga buku nikah sepasang suami isteri tersebut pada layar proyektor.
Khanza terkejut begitu juga dengan yang lain, ternyata sebelum berangkat Aldy sudah mempersiapkan semuanya, karena apa yang dikhawatirkannya selama ini akhirnya terungkap
Khanza sangat terharu tapi tidak dengan yang lain yang nampak syok dan begitu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Luna pun tidak kalah terkejutnya, dia mengira hanya Miska dan Roni yang sudah menikah tapi ternyata tubuh gempal Khanza karena tengah berbadan dua dan diapun baru menyadari hal itu.
" Kalian semua hebat ya, bisa menjaga hal sebesar ini!" ucap Luna membuat Nicko menoleh ke arahnya
" Gue dulu sempat suka sama pak Aldy eh ternyata laki orang sama kayak Roni. malu banget gue pernah suka sama laki orang" Luna pun terkekeh sendiri
Susana di ruangan tersebut semakin tidak kondusif, walaupun sudah mendapatkan penjelasan dari Aldy masih banyak yang tidak terima seperti bu Siska yang merasa kesal dan marah
Akhirnya untuk meredam kekacauan Tuan Samuel sendiri yang naik keatas podium utama memberikan penjelasan karena dia pun yang menjadi saksi pernikahan Aldy dan Khanza.
Setelah mendapat penjelasan dari kepala yayasan SMA Darma Bangsa sendiri barulah keadaan mulai membaik dan acara kembali di lanjutkan
Selesai acara mereka semua berkumpul untuk foto-foto tapi seketika mereka terdiam saat teringat tidak ada Nana ditengah-tengah mereka
Khanza pun mulai cemas sudah berkali-kali menghubungi nomor Nana masih belum juga ada jawaban
Hana yang baru saja kembali dari toilet dan menghampiri Billy yang tengah berbincang dengan Nicko tiba-tiba saja dikejutkan dering ponselnya dan ternyata ada panggil dari sang kakak
" Assalamualaikum bang!"
(....)
" Bagaimana bang apa ada kabar tentang Nana?"
(....)
" Apa?" Hana membeku di tempat dan tiba-tiba ponselnya terjatuh dari genggamannya tubuhnya luluh kelantai kakinya lemas tak sanggup menopang berat tubuhnya
Billy terkejut dengan reaksi Hana dan langsung berlari menghampiri Hana yang memang jaraknya cukup jauh dari Hana
Banyak pasang mata yang menoleh ke arah Hana dan ada juga beberapa orang yang membantu Hana untuk duduk di kursi
" Hana kamu kenapa?" tanya Billy saat sudah menghampirinya bersama yang lain
Hana hanya diam saja tapi sedetik kemudian ia menangis sesenggukan
" Hana loe kenapa? jangan bikin gue tambah cemas" Khanza sudah tidak kuasa menahan tangisnya saat melihat Hana menangis
" Apa yang terjadi sayang?" tanya Billy yang langsung menarik Hana dalam dekapannya
Hana masih menangis lalu Luna menghampirinya dan memberinya segelas air
" Minum dulu Han!" ucap Luna lembut dan Billy mengurai pelukannya
Hana dibantu oleh Billy meminum air yang dibawakan oleh Luna
" Minum dulu sayang biar kamu lebih tenang!" ucap Billy
Hana meminum air yang diberikan Luna dan Hana pun sedikit lebih tenang walaupun masih terisak
" Coba ceritakan apa yang terjadi?" tanya Billy dengan lembut
" Na.. Nana_!" ucap Hana terbata
Deg
Jantung mereka berdegup kencang saat Hana menyebut nama Nana
Ada apa dengan Nana? apa yang terjadi dengan Nana? semua menunggu dengan cemas cerita Hana selanjutnya karena Hana kembali terisak.
__ADS_1