
" Mereka?" beo Ika dan kawan-kawannya yang nampak melongo dengan apa yang dilihatnya
Mereka terlihat begitu tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya
Seseorang yang belakangan ini selalu bersikap dingin bahkan tak tersentuh saat ini malah bersikap sangat manis pada seorang gadis yang mereka tidak tahu siapa
" Gue enggak salah liat kan ya?" oceh Ika
" Iya, gue juga gak salah liat kan itu?" Caca menimpali
" Seumur-umur gue satu sekolah sama tuh anak dan pernah ngerasain jadi ceweknya baru kali ini gue liat dia bisa semanis dan sebaik itu memperlakukan cewek!" ucap Nila lirih
" Kok gue nyesek ya liatnya" keluh Ari
" Kenapa, cemburu loe pada?" tebak Ika
" Ya kalian juga kan tau kalau gue dulu sempat jadi ceweknya " ucap Ari lirih
" Pacar yang cuma seminggu doang dan setelah itu diputusin sama kayak si Nila noh!" sahut Ika
" Iya sampai gue sempat ribut sama Nila gara-gara tuh cowok mutusin gue eh malah pacaran sama Nila!" kesal Ari
" Tapi kan berakhirnya sama, kita diputusin gara-gara dia dengan seenaknya pacaran lagi sama si Luna" ucap Nila menimpali
" Ya elonya aja yang pada mau, udah tau Roni itu playboy tapi dijadiin pacar sementaranya aja mau" sindir Ika
" Ya siapa yang enggak mau coba, secara kalian juga kan tau bagaimana pesona tuh cowok, paling ganteng euy tajir melintir pula ya gak Nil" sahut Ari
" Ganteng kalau nyakitin buat apa coba?"
" Lumayanlah Ka buat pamer mah walaupun sebentar, berharap mah bisa jadi nyonya Roni gitu namun apalah daya diputusin juga!" ucap Ari nelangsa
" Betul tuh yang Ari bilang, lumayanlah sama-sama saling memberi kepuasan ya gak Ri" ucap Nila
" Kepuasan? kalian_?" Ika terkejut
"Huhh..... dasar omes!" Nila menoyor kepala Ika
" Omes?" beo Ika
" Otak mesum!" teriak Ari, Nila, Caca dan juga Arin
"Mana gue tahu secara gaya kalian pacaran kan rada-rada ekstrim tuh menurut gue ya " ucap Ika jujur karena walaupun dia sudah punya pacar tapi gaya pacarannya tidak sebebas teman-teman mereka terutama Nila , Ari dan juga Caca yang pernah menjadi pacarnya Roni peluk cium bagi mereka itu sudah hal yang biasa
" Yaelah Ka, loe mah gaya pacarannya terlalu biasa, kuno!" ejek Ari yang diangguki oleh Nila
" Kuno juga gak apa-apa yang penting saat ditinggalin pas masih sayang-sayangnya gue masih ori jadi gak ngenes-ngenes amatlah" jawab Ika apa adanya
" Tapi sumpah ya gue selama pacaran sama Roni sekalipun dia tidak pernah bersikap selembut itu!" ucap Nila yang masih memperhatikan interaksi Roni dengan kekasihnya yang tidak mereka kenali siapa karena Miska sama seperti halnya Khanza menggunakan masker diwajahnya
" Iya gue juga ngerasa gitu, dia itu orangnya kan kasar, galak dan kalau udah bilang A ya A enggak bisa kita ubah B" sahut Ari menimpali
" Kalian itu pacarnya atau kacungnya sih?"byjnnnjgggff2q1aswewbm bin Al
jual yg tanya Ika tak habis pikir
" Si*LaN loe kita dibilang kacung, tapi iya juga sih!" Sahut Ari
__ADS_1
" Kacung pemuas nefsong ya RI?" tanya Nila merasa geli sendiri
" Ca loe kok diam aja dari tadi sama Arin? bukannya loe itu dulu pernah jadian juga ya Ca sama Roni?" Tanya Ari
" Iya pernah, tapi enggak sampai seminggu gue sama dia putus katanya gue enggak lihay mengimbangi permainannya" ucap Caca
" Maksudnya?" Ika semakin dibuat bingung
" Dia itu orangnya main sosor menyosor udah ahlinya dah dan saat itu gue mungkin terlalu senang apa gimana ya bisa jadi pacar dia jadi pas dia main cium guenya malah melongo dan diam gitu saking degdegan ya udah dia mutusin gue katanya enggak seru!"
" Apa kalian enggak merasa rugi gitu, jadi pacar dia cuma buat di_" Ika risih menyebutnya
" Rugi ya enggak lah, walaupun orangnya cuek, kasar dan juga dingin tapi dia sering ngajak jalan ke mall dan mentraktir makan" jawab Ari
" Ya maklumlah Ka, Roni itu tampan siapa juga yang menolak di cium cowok ganteng kayak dia udah gitu royal pula, sebenarnya sih enggak terima juga gue diputusin gitu aja tapi ya mau bagaimana lagi" Nila menatap nanar kearah sepasang kekasih itu
🖤
" Sayang, kamu mau makan apa biar papi beliin ya?" tanya Roni dengan senyum yang merekah
..." *Jir... Roni senyumnya manis banget, gue kira tuh cowok cuma bisa marah-marah doang !" komen Ari...
" Galak aja kita kelepek-kelepek apalagi sekarang, senyumnya sumpah dah bisa bikin diabetes" Oceh Nila
" Enggak deh pih, lagi enggak pingin makan apa-apa, ngeliat berbagai tukang jajanan gini aja perut aku udah berasa kenyang" Miska mengelus perutnya sendiri
" Tapi kalau papinya lapar dan mau cari makan yaudah papi beli aja sana" lanjut Miska
" Enggak, papi juga enggak lapar. bisa jalan-jalan berdua begini aja sama mami, papi udah seneng" sahut Roni
" Oiya, pegel gak mih kakinya?" tanya Roni menyentuh kaki Miska
" Mau jalan lagi?" tawar Roni dan Miska mengangguk
" Sini biar papi aja yang bawa!" Roni mengambil kantong kresek berisi beberapa pernak-pernik yang sempat dibelinya tadi dari tangan Miska
" *Duh Roni kenapa jadi sebaik itu sih, dulu mau bawa belanjaan sebanyak apapun boro-boro tuh dia mau bawain" keluh Ari yang merasa panas melihat sikap Roni yang berubah 180 derajat
" Iya Ri bantuin bawa enggak di marahin iya!" timpal Nila
" Yang kalian omongin emang bener banget, gue jadi penasaran siapa sih tuh cewek kok bisa bikin Roni sampai segitunya ya?" kali ini Caca yang bicara karena merasa penasaran dengan sosok wanita yang bisa membuat Roni berubah
Roni dan Miska kini sudah beranjak dari duduknya dan kembali berjalan menyusuri jalanan yang ramai dengan para penjual dan pembeli yang berseliweran lewat sambil melihat berbagai macam dagangan yang dijajakan.
" Pih kok aku ngerasa ada yang ngikutin kita ya sejak tadi?" bisik Miska yang merasa ada yang mengikutinya
" Ah perasaan mami aja kali" elak Roni karena dia tidak merasa ada apa-apa
" Disini itu banyak orang mih, mereka ada yang berjalan di belakang kita, bukan berarti ngikutin kita!" ucap Roni dengan pelan agar isterinya yang terkadang suka berubah mood tidak salah paham
" Tapi filling aku sih ini lain, jangan-jangan ada anak-anak Darma Bangsa yang datang kesini juga"
" Ya biarin ajalah, toh kamu pakai masker ini enggak bakalan kekenalan sama mereka" sahut Roni
" Tapi kalau mereka ternyata mantan kamu bagaimana?" Miska sedikit khawatir
" Ya biarin aja, emangnya mau bagaimana? yang terpenting aku ada disamping kamu. udah jangan mikir yang macam-macam" tegas Roni seraya menggandeng tangan Miska posesif
__ADS_1
" ***Duh gue beneran panas ini ngeliat ke uwuwan mereka, sumpah gue penasaran banget sama tuh cewek!" geram Nila
" Udah lah ngapain sih kalian ini pada kepoin mantan kayak gitu? enggak malu emang udah diputusin masih aja kepo" cerocos Ika
" Iya, ngapain sih kita jadi kepoin hidup orang dari tadi!" Arin setuju dengan Ika kali ini pasalnya dia sudah capek dan ingin cari makan
Miska dan Roni berbalik arah dan berjalan ke arah mereka membuat ke 5 gadis itu terkejut dan pontang panting mencari tempat sembunyi tapi hasilnya nihil
" Kalian!" ucap Roni datar
" Jadi kalian yang sedari tadi mengikuti kami?" tanya Roni dengan nada tak bersahabat membuat ke 5 cewek tersebut bergidik ngeri melihat tatapan Roni yang menusuk
" Ki... kita cuma kebetulan aja kok Ron!" ucap Ika memberanikan diri karena yang lainnya semua bungkam
" Oh...jadi ini cewek yang udah banyak banget ngerubah loe?" tanya seseorang yang kini sudah berdiri di belakang Roni dan Miska
Deg
Miska diam mematung saat mendengar suara yang sudah tidak asing ditelinganya.
Roni dan Miska membalikkan badannya dan terlihat jelas gadis cantik dengan baju yang nampak terlihat seksi tengah memandang sinis pada Miska
" Siapa sih loe seenaknya aja merebut Roni dari gue dasar cewek gak tau diri!" ucapnya lantang membuat Roni mengepalkan tangannya kuat menahan emosinya yang sudah diubun-ubun.
Miska meraih tangan Roni yang mengepal kuat hingga membuat kepalan itu mengendur. Roni menoleh ke arah Miska yang menggelengkan kepalanya pelan sementara ke 5 cewek yang merupakan sebagian besar adalah para mantan Roni itu berdecak heran dengan keberanian Lolly yang merupakan salah satu mantan Roni juga.
" Gue enggak bisa terima loe mutusin gue hanya karena seorang cewek yang enggak jelas kaya dia, gue mau kita balikan lagi Ron!" ucap Lolly dengan tidak tau malunya dan menatap Miska dari ujung kaki sampai ujung kepala
" Tapi kok gue kayak enggak asing ya?" terka Lolly yang menatap Miska penuh curiga
" Cukup Lolly, elo sama gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama halnya dengan mereka!" tunjuk Roni ke arah Ari dan teman-temannya.
" Jadi mulai sekarang jangan pernah mengganggu gue lagi atau loe akan tau akibatnya!" ancam Roni menarik tangan Miska dan membawanya pergi
" Roni tunggu, gue belum selesai bicara!" teriak Lolly
"Gue tahu siapa cewek yang loe gandeng itu, dan gue pastiin besok pasti akan heboh disekolah" ancam Lolly yang sempat menghentikan langkah Roni dan Miska tapi sedetik kemudian mereka kembali melangkah dan meninggalkan Lolly begitu saja bersama Ari dan teman-temannya yang menjadi super kepo"
" Lolly loe beneran tau cewek yang tadi bersama Roni itu siapa?" tanya Ari yang jadi sangat penasaran
Lolly tersenyum menyeringai menatap satu persatu ke 5 temannya itu
" Kalian penasaran?" Lolly tersenyum jahat
" Gue akan memberitahu kalian asalkan kalian mau membantu gue untuk memberi pelajaran pada cewek kurang ajar itu!" ucap Lolly menatap ke arah Ari, Caca dan Nila yang dia tahu adalah mantan pacar Roni juga.
" Gue setuju" jawab Ari cepat
" Bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Lolly
" Gue sih ikut Ari ajalah" sahut Nila
" Gue juga!" Caca menimpali
Setelah mereka sepakat Lolly mendekat ke arah Ari lalu membisikan sesuatu
" Apa? serius?" tanya Ari yang nampaknya sangat terkejut setelah Lolly membisikkan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
" Bagaimana bisa?" Ari bermonolog dengan dirinya sendiri membuat Caca dan Nila saling melempar pandangan dengan raut wajah bingung