
Pagi ini Lia bangun lebih awal dari biasanya dia merasa tidak enak jika setiap turun pasti menu sarapan sudah tersaji di atas meja makan. Mama Novi pasti akan bangun pagi-pagi buta untuk menyiapkan sarapan sesuai dengan kesukaan anggota keluarganya masing-masing.
Mama Novi memang selalu memanjakan lidah suami dan anaknya, sekarang bertambah satu dengan keberadaan Lia apalagi saat ini menantu kesayangannya itu tengah hamil jadi mama Novi sangat selektif dalam menyiapkan sarapan sehat untuk Lia dan calon bayinya.
" Ma!" sapa Lia saat berada di dapur menghampiri mama Novi yang sibuk dengan masakannya.
Mama Novi menoleh " Sudah bangun sayang?"
" Iya mah!" sahut Lia
" Mama masak apa, wangi banget?" tanya Lia
" Mama masak nasi goreng seafood, apa kamu suka sayang?" tanya mama Novi
" Nasi goreng seafood? wahh aku suka banget mah!" ucap Lia dengan senyum merekah.
" Mah, apa ada yang bisa aku bantu ?" tanya Lia yang merasa tidak enak kalau hanya diam saja
" Tidak usah sayang, mama sudah selesai kok. kamu sebaiknya duduk saja ya!" ucap mama Novi dengan lembut
" Kalau gitu aku bantu menata di meja makan saja ya mah?" Lia mengambil beberapa masakan mama Novi yang sudah tersaji di atas piring.
" Iya sayang, hati-hati ya sayang kalau capek duduk aja ya!" mama Novi tersenyum tipis
" Siap mama mertuaku tersayang" sahut Lia dengan sumringah lalu mendaratkan satu kecupan di pipi mama Novi.
Cup
" Eh?" Mama Novi yang sedang mengaduk masakannya terkejut lalu geleng-geleng kepala seraya tersenyum.
" Dasar bumil yang centil!" gumam mama Novi tersenyum seraya mengangkat masakannya.
Mama Novi sangat senang Lia mau tinggal di rumahnya karena dengan begitu dia tidak merasa kesepian apalagi dia tidak memiliki anak perempuan, dulu sempat berpikir terlalu lama memiliki teman mengobrol dirumah dengan anak menantunya karena pasti harus menunggu Mario lulus kuliah dulu baru menikah tapi siapa sangka di usia putranya yang masih terbilang sangat muda dan bahkan masih duduk di bangku sekolah putranya sudah menikah bahkan sudah akan memiliki anak. Mama Novi tersenyum bahagia melihat Lia yang nampak begitu bersemangat membantunya apalagi terlihat dengan jelas wajah ceria sang menantu.
" Mah!" sapa Mario menghampiri mamanya
" Eh? iya sayang!" mama Novi terkejut dengan kedatangan Mario
" Tuh isteri kamu sangat bersemangat membantu mamah" ucap mama Novi seraya tersenyum
Mario lalu menghampiri Lia yang tengah menata piring di atas meja makan lalu melingkarkan tangannya di perut Lia membuat Lia seketika terkejut.
" Io?" Lia memalingkan wajahnya ke kiri dan nampak wajah Mario yang tengah tersenyum manis.
" Kenapa meninggalkan aku sendirian di kamar, dan tidak membangunkan aku hem?" Mario menggesekkan hidungnya dileher Lia membuat spontan berbalik dan memukul lengan Mario
" Ish, dasar gak tau tempat. malu tau ada mama!" kesal Lia dengan wajah yang sudah memerah takut mama Novi melihat tingkah mereka.
Lia memasang wajah cemberut dan kembali melanjutkan kegiatannya.
Mama Novi membawa semangkuk sup dan meletakkan di atas meja. mama Novi nampak bingung karena tadi wajah menantunya sangat ceria tapi setelah sang suami muncul wajahnya kok malah ditekuk.
" Ada apa nih kok menantu mama yang tadi centil sampai memberi mama kecupan sekarang jadi ditekuk begitu mukanya?" tanya mama Novi seraya menggodanya.
" Gak ada apa-apa kok mah!" sahut Lia tersenyum
" Gak ada apa-apa mah cuma ada yang marah karena malu kalau Rio meluk dia tadi takut dilihat mamah katanya!" jawab Mario dengan jujur dan membuat Lia seketika melotot.
Mama Novi terkekeh melihat tingkah anak dan menantunya itu, " Sudah sayang, gak apa-apa hal itu wajar kok mama sama papah juga dulu seperti itu. gak usah malu lagipula mamah gak lihat kok" mama Novi memeluk Lia dari samping.
" Sekarang kamu duduk dan sarapan!" ucap mama Novi
" Nanti dulu deh mah aku mau ganti baju dulu" sahut Lia lalu beranjak pergi.
Mario mengekor dari belakang dan setelah sampai dikamar Mario dengan cepat langsung menarik tangan Lia hingga terjerabah ke dalam pelukannya. Lia yang terkejut dengan spontan langsung menginjak kaki Mario.
" Aww!" tariak Mario " kok diinjak sih sayang, sakit tau!" kesal Mario
" Siapa suruh dari tadi bikin aku kesal dan sekarang seenaknya saja main peluk" ucap Lia kesal lalu berjalan menuju walk in closet.
__ADS_1
Mario hanya bisa berdecak memaklumi kondisi ibu hamil yang emosinya terkadang naik turun.
Lia menghampiri Mario dengan seragam yang sudah rapih. " Ayok!" Mario melotot karena Lia yang tadi merajuk kini tengah tersenyum manis bahkan merangkul lengannya.
" Sudah tidak marah?" Mario menaikan satu alisnya
" Marah, kenapa harus marah?" tanya Lia tanpa dosa membuat Mario menghela napasnya panjang
Mario dan Lia turun untuk sarapan dan sesampainya dimeja makan Lia dan Mario dibuat terkejut dengan keberadaan Arta dan Mita yang sudah duduk manis di meja makan bersama mama dan papanya.
" Kalian!" ucap Mario dan Lia bersamaan
Mita hanya cengar-cengir menimpali keterkejutan Lia.
" Kok kalian bisa ada disini?" tanya Mario seraya menarik kursi untuk Lia duduk
" So sweet banget sih kalian!" ucap Mita yang melihat kemesraan sepasang calon mami dan papi muda itu.
" Harus dong iya gak sayang!" ucap Mario
" Sudah banyak berubah ternyata ini anak!" celetuk Arta
" Kenapa memangnya kak?" tanya Lia
" Dulu mana pernah dia mau bicara diajak ngobrol pun susah apalagi sarapan bareng seperti ini!" ucap Arta
Lia langsung menoleh ke arah Mario yang seketika tersenyum manis kepadanya.
" Benar apa yang dibilang Arta, semenjak mengenal kamu papah juga merasa banyak perubahan yang terjadi dengan putra papah yang bandel itu!" ucap papa Alex ikut berkomentar.
" Mama rasa bukan hanya Mario, papah juga sama" sahut mama Novi ikut mengomentari
" Maksud mamah?" kali ini Mario yang ikut bersuara
" Semenjak kamu menikah dengan Lia papah kamu juga sudah tidak sekeras dulu dan lebih banyak memilih untuk mengalah. tentu saja hal itu membuat mama sangat senang sayang!" tutur mama Novi.
" Duh menantu kesayangan!" goda Mita
" Terima kasih ya sayang, kamu sudah memberi kehangatan dan cahaya di rumah ini!" ucap Mario lalu mengecup punggung tangan Lia dengan lembut
Mata Lia seketika berkaca-kaca, ruang makan menjadi penuh haru.
" Duh gue kok jadi terharu!" gumam Mita pelan namun masih bisa terdengar oleh Arta yang langsung menggenggam tangan Mita dibawah meja. Mita terkejut lalu menoleh ke arah tangannya yang berada di genggaman tangan Arta. Mita lalu mendongak dan melihat Arta yang tengah tersenyum kepadanya.
" Sudah-sudah ayok dilanjutkan sarapannya!" ucap papa Alex .
" oiya, Rio kapan kamu akan berangkat?" tanya papa Alex kepada Mario membuat Lia seketika menoleh ke arah Mario dengan berbagai pertanyaan dibenaknya.
" Lusa pah!" jawab Mario sambil memakan sarapannya
" Berangkat kemana?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari Lia
" Apa Rio belum bilang sama kamu ?" tanya papa Alex menatap Lia dan Mario bergantian
Lia menggeleng lemah lalu melirik ke arah Mario.
" Maaf aku lupa" jawab Mario seraya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
" Alamat ini, adegan yang tadi romantis akan berubah menjadi perang dunia" gumam Arta pelan namun Mita yang masih bisa mendengar gumaman Arta langsung menoleh dengan memincingkan matanya.
" Nanti saja aku beritahu" bisik Arta yang tahu isi pikiran Mita yang penasaran itu.
" Lupa?" tanya Lia penuh selidik
" Pah..mah... Arta sudah selesai sarapannya, Arta pamit ya mau mengantarkan Mita ke sekolah dulu!" pamit Arta beranjak dari duduknya begitu juga dengan Mita.
" Mah, pah kami pamit ya!" Mita mengikuti Arta yang menyalami tangan keduanya.
" Lia Kamu mau bareng kakak atau di antar Mario?" tanya Arta sebelum pergi.
__ADS_1
" Aku bareng kalian saja kak!" Lia langsung beranjak dari duduknya dan menyalami punggung tangan mama Novi dan papa Alex setelah itu menyalami tangan Mario yang nampak terkejut dengan sikap Lia yang tanpa bicara langsung meraih tangan Mario dan mencium punggung tangannya.
" Mah, pah aku berangkat ya. Assalamu'alaikum!" ucap Lia lalu menyusul Mita dan Arta yang sudah menunggunya di luar.
" Seharusnya kamu memberitahu Lia sedari awal Rio, karena dalam berumah tangga itu sekecil apapun masalah yang tengah kamu hadapi harus dilandasi dengan kejujuran. sekarang kamu harus bisa menjelaskan semuanya kepada Lia beri dia pengertian jangan sampai hal semacam ini menjadi beban pikirannya dan mengganggu kesehatannya apalagi saat ini dia tengah hamil sayang!" ucap mama Novi menasehati.
" Iya mah maaf, kemarin itu Rio sibuk sampai lupa memberitahu Lia" sahut Mario
" Ya sudah sebaiknya sekarang kamu susul Lia dan bawakan dia sarapan. lihat itu bahkan dia belum menyentuh sarapannya" ucap mama Novi seraya beranjak dari duduknya hendak membuatkan bekal untuk menantu kesayangannya itu.
" Iya mah!" jawab Mario sendu.
" Sabar, isteri kalau sedang hamil bawaannya pasti sensitif. kamu harus pandai mengambil hatinya." ucap papa Alex menepuk pundak Mario saat hendak berangkat ke kantor.
" Iya pah!"
" Ya sudah, papah berangkat dulu!" papa Alex pergi ke kantor setelah berpamitan kepada mama Novi.
🍃
Mario sudah berada di SMA Darma Bangsa, saat dia turun dari mobil semua siswi yang ada disekitarnya langsung menatap penuh kagum dengan ketampanannya yang dua kali lipat dari biasanya. Mario yang menggunakan celana jins dan kemeja begitu menjadi pusat perhatian dengan penampilan Mario yang berbeda dari biasanya yang sama-sama menggunakan seragam putih abu-abu dan sekarang begitu nampak casual.
Mario berjalan melewati koridor sekolah menuju kelas Lia. Para siswi yang berpapasan dengan Mario begitu tercengang dengan sosok pria yang berjalan melewati mereka begitu saja terutama Melati yang nampak tercengang dengan kehadiran Mario dengan penampilan yang sangat memukau.
" Mario?" gumam Melati yang masih tercengang.
Mario berjalan menuju kelas Lia tanpa menghiraukan para siswi yang begitu histeris saat melihat kedatangannya ditambah lagi saat Mario masuk ke dalam kelas Lia.
Lia yang sedang duduk dengan meletakkan wajahnya di tas yang berada di atas mejanya tidak menyadari kehadiran Mario yang sudah berdiri di samping mejanya.
Semua mata tertuju kepada dua insan tersebut, Mita hanya geleng-geleng kepala Sementara yang lain menatap heran dan penuh tanda tanya.
" Kenapa mereka?" tanya Zaira yang baru kembali dari ruang guru karena tadi ponsel Azka sempat terbawa di tasnya untungnya guru baru tersebut belum datang Zaira nampak begitu lega
" Biasalah masalah rumah tangga" sahut Mita
dan Zaira hanya mengangguk mengerti
" Mendengar suara yang nampak ramai apalagi didepan kelas para penggemar Mario sudah berkumpul hanya untuk melihatnya.
" Ada apa sih berisik banget?" tanya Lia kepada Zaira yang kini sudah duduk di bangku yang ada di sampingnya.
" Tuh?" jawab Zaira memberitahu Lia menunjuk ke arah belakang Lia dengan dagunya.
Lia langsung menoleh ke belakang dan sangat terkejut dengan sosok pria tampan yang tengah berdiri di hadapannya dengan senyum tampannya.
Melihat Mario tersenyum para siswi yang berada di luar berteriak histeris dan baper.
" Ini!" Mario memberikan kotak nasi yang dia keluarkan dari dalam tasnya.
Lia memincingkan matanya menatap lekat kotak yang berada di tangan Mario
" Ini sarapan kamu sayang, kamu kan belum sempat sarapan!" ucap Mario memberikan kotak makanan tersebut kepada Lia
" Gue ke toilet dulu ya Li!" ucap Zaira yang tahu situasi.
" Loe mau kemana?" tanya Lia yang tidak fokus dengan ucapan Zaira
" Toilet" sahut Zaira yang kemudian mengajak Mita untuk ikut bersamanya
" Ayok Mit antar gue ke toilet!" ajak Zaira
" Ayok deh!" Mita pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Lia dan Mario.
Mia, Indah dan Mona kebetulan belum datang karena jika dia sudah datang suasana pasti akan menjadi heboh.
" Kita tunggu Mia dan yang lain didepan saja!" ucap Zaira dan Mita pun setuju.
Sementara di dalam kelas suasana semakin heboh karena Mario dengan lembut mengusap pucuk kepala Lia lalu dengan santainya Mario membuka kotak bekal yang dibawanya dan menyuapi Lia.
__ADS_1
Awalnya Lia menolak tapi karena Mario mengancam akan menciumnya saat itu juga membuat Lia mau tidak mau akhirnya menurut.
Melati yang melihat adegan itu mengepalkan tangannya kuat menatap tajam ke arah Lia dan Mario