Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Salah Paham lagi


__ADS_3

" Boleh gabung?" tanya laki-laki yang membuat Azka memutar bola matanya malas sebelum akhirnya mengangguk pelan.


" Silahkan!" ucap Azka datar.


Laki-laki yang tidak lain adalah Aldy sang guru baru dengan santai duduk di bangku yang letaknya berhadapan dengan Azka.


" Pak Azka sedang apa disini, siapa yang sakit pak?" tanya pak Aldy


" Adik saya!" sahut Azka datar


" Adik bapak sakit? jadi Al_!" belum selesai dengan ucapannya Azka sudah beranjak dari duduknya.


" Maaf pak Aldy saya permisi duluan" ucap Azka yang kini sudah berdiri dan Mario yang sedari hanya diam memperhatikan keduanya pun ikut berdiri.


" Silahkan pak Bagaz!" ucap pak Aldy seraya tersenyum ramah.


" Pak Bagaz!" teriak pak Aldy memanggil Azka saat sudah berjalan beberapa langkah. Azka yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dengan enggan.


" Ada apa pak Aldy?" tanya Azka


" Apa boleh saya tahu adik anda sakit apa dan di rawat di ruangan apa?" tanya pak Aldy membuat Mario tercengang dan menatap pak Aldy dengan tatapan tidak suka.


Mario bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya laki-laki yang berada di hadapannya saat ini apalagi sampai bertanya tentang isterinya.


Azka yang melihat perubahan sikap Mario tahu kalau adik iparnya ini pasti sedang salah paham.


" Adik saya hanya kelelahan pak Aldy, maaf kami pamit dulu!" ucap Azka seraya merangkul bahu Mario dan mengajaknya untuk segera pergi.


Pak Aldy nampak mengerutkan keningnya melihat sikap Azka yang begitu terlihat posesif terhadap adiknya.


" Sungguh menantang!" gumam pak Aldy menatap punggung Azka yang pergi bersama Mario.


Sesampainya di ruangan Lia, pandangan Azka menatap keseluruh penjuru ruangan namun tidak melihat keberadaan Zaira.


" Dimana Za?" tanya Azka kepada Lia


" Di toilet!" sahut Lia seraya pandangan matanya melirik ke arah Mario yang nampak diam saja


" Kamu kenapa io?" tanya Lia yang tidak nyaman dengan raut wajah Mario yang ditekuk


" Tidak Kenapa-napa!" sahut Mario datar

__ADS_1


" Aku tahu kamu Io, jangan sembunyikan apapun dari aku atau aku akan marah dengan mu!" tutur Lia membuat Mario menghela napasnya berat


" Mario hanya salah paham!" sahut Azka membuat Mario yang ingin bertanya perihal laki-laki yang tadi berjumpa dengannya di kantin diurungkannya.


" Salah paham? maksudnya?" tanya Lia menatap Azka dan Mario secara bergantian.


" Yang dimaksud pria dikantin tadi bukan Meli melainkan Zaira" sahut Azka membuat Mario mengerutkan keningnya


" Za?" tanya Mario bingung.


" Iya, dia mengira Zaira adalah adikku!" sahut Azka membuat Lia paham pasti yang dimaksud Azka adalah guru barunya.


" Maksud kak Azka pak Aldy?" tanya Lia dan Azka mengangguk pelan


" Jadi kalian bertemu dengan pak Aldy dikantin?" Lia menautkan alisnya


" Siapa itu pak Aldy?" tanya Mario yang cukup penasaran dengan sosok laki-laki yang tadi bertemu dengannya di kantin


" Pak Aldy itu guru baru di SMA Darma Bangsa, dan yang parahnya pak Aldy itu mengira kalau Za itu adiknya kak Azka!" tutur Lia menjelaskan


" Kok bisa?" tanya Mario heran dan Lia pun menceritakan awal mula terjadinya kesalahpahaman tersebut kepada Mario.


" Apa kamu tahu Io, pak Aldy itu kelihatannya menaruh hati pada Zaira" Lia memberitahu Mario tentang sikap pak Aldy selama dikelas yang diam-diam selalu mencuri pandang pada Zaira.


" Kalau melirik memangnya kenapa?"ucap Lia balik bertanya.


" Aku akan mencungkil matanya!" geram Mario


" Ish, kau ini bicara sembarangan. ingat aku ini sedang hamil jadi jangan bicara yang bukan-bukan, itu tidak baik untuk calon ayah" ucap Lia memukul lengan Mario yang tengah duduk di bangku yang terletak di samping brankar Lia.


" Iya maaf, ya aku tidak suka saja ada yang berani macam-macam dengan isteriku!" tutur Mario


" Iya aku tahu, tapi kamu jangan lupa aku ini Meliani yang tidak akan pernah melirik laki-laki selain suamiku yang tampan ini!" ucap Lia membuat Mario tersenyum tipis.


" Sejak kapan isteriku suka menggombal?" Mario berdiri dan duduk di tepi tempat tidur.


" Sejak kepercayaan suamiku mulai goyah hanya karena sesuatu hal yang tidak penting" ucap Lia.


Mendengar jawaban Lia membuat Mario tersentil hatinya, ia mengakui kesalahannya yang ternyata terlalu mudah untuk terpengaruh oleh sesuatu yang sebenarnya tidak penting.


" Maafkan aku sayang!" tutur Mario langsung mendaratkan satu kecupan di kening Lia

__ADS_1


" Mas!" panggil Zaira yang baru keluar dari kamar mandi


Azka menoleh ke arah Zaira namun tatapan matanya masih sama seperti saat tadi yang tanpa sengaja mereka bertemu dengan pak Aldy.


" Kamu kenapa sih mas dari tadi mendiamkan aku begini, apa aku ada salah? kalau aku memang punya salah bicara dong mas bukan malah mendiamkan aku !" Kesal Zaira yang berjalan menghampiri Azka


" Kalau kamu masih bersikap seperti itu, maaf mas lebih baik aku pulang sekarang!" tegas Zaira yang langsung pamit kepada Lia dan Mario


" Lia, Rio sorry gue pamit ya, semoga loe cepat pulih Li dan loe Rio jangan jaga baik-baik Lia jangan marah dengan Lia tanpa sebab ya" ucap Zaira yang menyindir Azka


Mendengar kata-kata Zaira kepada Mario tentu saja membuat Azka tersindir.


Zaira pergi begitu saja meninggalkan Azka tanpa mengucapkan sepatah kata. Azka merasa kesal dengan sikap Zaira yang seperti kekanak-kanakan padahal tanpa dia sadari justru dialah yang sudah bersikap kekanak-kanakan.


" Kak, apa kakak tidak sadar kalau sikap kakak itu sudah sangat keterlaluan? kakak bersikap seolah Za itu yang salah padahal kakak tahu dengan jelas kalau Za tidak tahu apa-apa dan apapun yang dilakukan pak Aldy tidak ada sangkut pautnya dengan Za. Dia juga sebenarnya tidak nyaman dengan sikap pak Aldy tapi apa yang bisa dia perbuat kak? seharusnya kakak itu tidak bersikap seperti itu yang seakan kakak menuduh Za berselingkuh. apa kakak tahu dituduh sesuatu yang tidak dilakukan itu sangatlah menyakitkan kak!" tutur Lia panjang lebar mengingatkan sang kakak yang sudah bersikap egois.


" Kakak lupa ancaman aku, jika kakak membuat Za menangis maka bersiap-siaplah kakak kehilangan Za. karena aku tidak akan membiarkan kakak menyakiti hati Za lagi!" ucap Lia mengingatkan ancamnya kepada Azka


" Kakak..." Azka tidak tahu harus berkata apalagi semua yang dikatakan Lia memang benar adanya. Azka merutuki kebodohannya sendiri yang lebih terbawa emosi tanpa memikirkan orang yang selama ini sangat dia cintai.


" Sebaiknya kakak kejar Za sekarang. jangan biarkan sikap kakak yang bodoh ini memberi celah untuk laki-laki lain masuk ke dalam hati Za" ucap Lia mengingatkan


" Ya sudah kakak pulang ya, Rio jaga Meli dengan baik!" pesan Azka


" Kakak tenang saja aku pasti akan menjaga Lily dengan baik, kakak fokus saja dengan Zaira jangan sampai laki-laki itu mendapat celah untuk masuk ke dalam hati Zaira!" ucap Mario mengingatkan Azka.


Azka mengangguk dan langsung pergi menyusul Zaira. Azka berlari kesana-kemari mencari keberadaan Zaira namun sampai di lobi rumah sakit pun Azka tidak dapat menemukan sang isteri.


" Pergi kemana dia, cepat sekali perginya!" kesal Azka menjambak rambutnya sendiri dengan kasar


Azka terus berjalan seraya mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Zaira.


Azka tersenyum saat pandangannya menangkap sosok yang dicarinya namun sedetik kemudian senyumnya pun memudar saat matanya melihat seseorang yang berada bersama Zaira.


" Cih, dia lagi!" Azka mengepalkan tangannya kuat dan menatap tajam ke arah Zaira.


" Ekhemm!"


Zaira yang mendengar suara deheman seseorang yang sangat dikenalnya seketika menegang, ia takut Azka akan melampiaskan amarahnya.


" Alzaira Kiana Putri!" panggil Azka

__ADS_1


Deg


Zaira menelan salivanya kasar, membayangkan wajah Azka yang tengah dilanda kemarahan membuat Zaira sedikit gemetar.


__ADS_2