Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Part End


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Zaira dan ke lima sahabatnya setengah berlari memasuki area sekolah menuju mading.


" Za selamat ya loe lulus dengan nilai tertinggi!" ucap Mita dan yang lainnya setelah mereka melihat hasil pengumuman kelulusan.


" Selamat juga untuk kalian yang juga lulus dengan nilai terbaik" sahut Zaira


" Gak sia-sia dia punya suami seorang guru!" celetuk Mia


" Yaps loe benar banget Mi!" Mona mengacungkan ibu jarinya


" Loe bertiga memang hebat ya, gak nyangka urutan tiga besar ada pada kalian" ucap Indah merasa bangga


Zaira, Lia dan Mita hanya geleng-geleng kepala mendengar ocehan Indah


" Mit, Za, Li kalian bertiga mau meneruskan kuliah di mana? tanya Mona yang saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah


" Kalau gue sih ya dimana lagi kalau bukan di kampus sebelah!" sahut Zaira


" Kalau loe Li?" tanya Mona beralih kepada Lia


" Ya samalah, gak mungkin gue kuliah di kampus lain sedangkan Mario aja kuliah di sana" sahut Lia


" Apa loe juga akan kuliah di tempat yang sama dengan mereka Mit?" tanya Mona


Mita tersenyum lalu sedetik kemudian menggeleng " Gue akan meneruskan kuliah di Jerman" sahut Mita membuat para sahabatnya tercengang


" Jerman!" ucap mereka bersamaan


" Iya, kenapa memangnya?" tanya Mita


" Apa loe yakin meneruskan kuliah ke sana?" tanya Lia


" Apa loe sudah membicarakan semuanya dengan kak Arta?" tanya Zaira


" Tentu saja sudah, bahkan ini kemauannya" sahut Mita


" Maksudnya?" tanya Mona yang tidak paham


" Gue melanjutkan pendidikan di Jerman itu atas permintaan kak Arta karena kami berencana akan tinggal di sana sebab kak Arta di minta oleh papa Alex untuk mengurus perusahaan papa yang berada di Jerman" tutur Mita menjelaskan


" Jadi kalian akan menetap di sana?" tanya Mona dengan raut wajah sendu.


" Gue akan pulang saat liburan" jawab Mita


" Gue pasti akan merasa sangat kehilangan" ucap Indah sedih


" Gue juga!" Mia bahkan sudah menitikkan air matanya


" Ish, kalian lebay banget deh. saat liburan juga kita masih bisa kumpul kok" ucap Mita


" Ya tetap aja beda, loe datang cuma sebentar doang kita gak bisa kumpul kayak gini lagi" tutur Mona


" Mona kita itu punya kehidupan masing-masing apalagi setelah berumah tangga pasti akan memiliki kesibukan tersendiri. meskipun kita hidup berjauhan dan jarang bertemu karena kesibukan masing-masing kita harus tetap menjaga persahabatan kita dengan baik " ungkap Mita


" Iya benar apa yang dikatakan Mita, kelak loe juga akan menikah dan hidup berumah tangga. kita akan memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar yaitu mengikuti kemanapun suami kita pergi. seperti Mita yang harus ikut dengan kak Arta tinggal di Jerman." Zaira merangkul bahu Mona


" Sudah ah kok jadi melow gini, saharusnya kita itu bersenang-senang bukan malah nangis-nangis kayak gini!" ucap Indah sambil mengusap kasar air matanya


" Loe sendiri aja nangis!" ejek Mia


" Ya semua karena elo lah!"sungut Indah


" Ya gue kan cuma terbawa suasana" elak Mia


" Sama aja itu sih semua juga karena terbawa suasana" Mona menimpali


" Sudah... sudah... kita lupakan kesedihan sejenak kita rayakan kelulusan kita hari ini" ucap Zaira


" Bagaimana kalau kita rayakan di rumah loe Za, kita buat acara barbeque bagaimana?" usul Lia


" Gue sih terserah kalian aja!" sahut Zaira


" Gue setuju banget secara Za kan bintang sekolah tahun ini" Mona ikut menimpali


" Wah benar banget loe Mon. gue setuju!" Indah menepuk-nepuk bahu Mona


" Setuju sih setuju tapi gak pakai acara nepuk-nepuk juga kali" protes Mona dan Indah cengir kuda


🖤


Mia kini sudah berada di rumahnya dan mama Nina langsung menghampirinya.


"Bagaimana sayang?" tanya mama Nina saat Mia tengah berada di ruang TV


" Alhamdulillah mah lulus ya walaupun nilai aku tuh tidak sebagus Za, Mita dan juga Lia" sahut Mia


" Gak apa-apa sayang setiap orang itukan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. tetap semangat dan jangan putus asa ya!" pesan mama Nina


" Iya mah, terima kasih ya mah. mamah memang paling baik sedunia" ucap Mia


" Kamu ini bisa aja!" mama Nina memeluk sang putri


Malam harinya Mia sudah di jemput oleh Sendy untuk datang ke rumah Zaira " Mah pamit dulu ya bawa Mia pergi ke rumah Za!" Sendy menyalami punggung tangan mama Nina


" Iya sayang, jangan lupa balikin anak mamah dengan baik tanpa lecet !" seloroh mamah Nina


" Siap mah!" sahut Sendy meletakkan tangan kanannya di dahi tanda hormat


" Mah berangkat dulu!" kali ini Mia yang pamit kepada namanya


" Iya sayang!" sahut mama Nina

__ADS_1


Di dalam mobil Mia hanya diam saja entah ada gerangan apa yang membuat gadis tersebut memilih diam.


" Kamu kenapa?" tanya Sendy yang melirik sekilas ke arah Mia


" Enggak Kenapa-napa" sahut Mia tanpa menoleh


" Kalau tidak Kenapa-napa gak mungkin kamu seperti ini!" Sendy menoleh ke arah Mia memperhatikan sekilas wajah Mia yang nampak murung


" Terserah ajalah!" jawab Mia dengan malas


" Loh kok kamu marah si yang?" tanya Sendy yang merasa aneh dengan sikap Mia hari ini


" Kak, aku sedang tidak ingin berdebat jadi sudah jangan banyak bicara deh!" kesal Mia


" Loh kok kamu bicaranya seperti itu, aku salah apa memangnya?" ucap Sendy yang juga ikut tersulut emosi


Mia diam dan membuang pandangannya ke arah jendela


" Kenapa tidak jawab?" Sendy membanting stir mobilnya ke kiri


" kamu apa-apaan sih kak" kesal Mia yang tersentak kaget karena tiba-tiba mobil terhenti begitu saja


" Kamu yang apa-apaan, tau-tau marah gak jelas" Sendy sudah menghadap ke arah Mia


" Kak sudahlah jangan dibahas sebaiknya buruan kita berangkat sekarang nanti takutnya telat tidak enak dengan Za dan juga pak Bagaz" ucap Mia


Sendy diam saja dan sedetik kemudian ia kembali memakai seatbeltnya yang tadi di lepas lalu menghidupkan mesin mobilnya melaju ke rumah Zaira.


Sendy ikut diam dan membiarkan Mia bersikap semaunya dia tidak akan membatasi dan ikut campur urusan kekasihnya itu


Sampai di depan rumah Zaira, Sendy sudah turun lebih dulu tanpa menunggu Mia yang tercengang dengan sikap Sendy yang nampaknya tengah marah.


" Assalamu'alaikum!" ucap Sendy saat memasuki rumah Zaira dan Azka


" wa'alaikum salam!" sahut Zaira yang baru saja menuruni anak tangga membawa baby Zia


" Loh kak Sendy sendirian aja, Mianya kemana?" tanya Zaira


" Kenapa loe nyariin gue, kangen loe sama gue?" sahut Mia yang baru menampakkan diri


" Oh ikut juga toh kirain sendirian!" ucap Zaira


" Yang lain kemana?" tanya Mia


" Sudah di belakang" sahut Zaira seraya berjalan ke arah belakang rumah


Sendy sudah mendahului Zaira sementara Mia mensejajarkan jalannya dengan Zaira.


" Kalian kenapa?" tanya Zaira yang melihat aura dingin antara Mia dan Sendy


" Gak Kenapa-napa!" sahut Mia seraya tersenyum


" Mia... Mia... loe itu gak pandai berbohong, kenapa sih loe masih aja mau ngeles dari gue?" Zaira geleng-geleng kepala


" Mulut loe bisa bilang kayak gitu tapi hati loe gak bisa berbohong" tegas Zaira


Mia tertawa membuat Zaira memutar bola matanya malas.


" Loe itu udah kayak peramal aja Za!"


" Nah itu loe tahu, jadi sekarang loe cerita kalian itu kenapa?" tanya Zaira untuk yang kesekian kali


" Gue bilang gak kenapa-napa Za, gue sama kak Sendy gak ada masalah kami baik-baik aja kok cuma ya gue tadi sedikit membuatnya kesal di jalan dan ya begitulah!" sahut Lia


" Kenapa memangnya?"


" Dia sama kayak loe nanya mulu, gue rada kesal aja dan sedikit marah sama dia dan jadilah sekarang dia yang marah sama gue!" tutur Mia menceritakan


" Lah loe aja bege senang banget bikin orang kesal"


" Ya gue bilang gue gak Kenapa-napa tapi dia aja yang terus banyak tanya"


" Ya karena dia itu khawatir sama loe oncom!" Zaira ikutan kesal dengan Mia


" Ya kan gue sudah jawab kalau gue itu gak kenapa-napa" Mia menghela napasnya panjang


" Iya tapi muka loe itu bikin orang khawatir" Mia mengerucutkan bibirnya


" Masa sih perasaan gue biasa-biasa aja deh" sahut Mia


" Menurut loe tapi gak buat yang melihat" sungut Zaira


" Loh kalian sedang apa disini kok kayaknya serius banget pada?" tanya Mita yang tiba-tiba muncul


" Gak sedang apa-apa ini baru mau menyusul ke belakang" sahut Mia


" Loe kenapa Mi, muka loe pucat banget?" tanya Mita yang memperhatikan Mia dengan lekat


" Kenapa sih hari ini banyak banget yang bertanya gue kenapa? padahal udah gue bilang gue gak Kenapa-napa juga" Mia mengusap wajahnya kasar


" Berarti mereka khawatir sama loe " sahut Mita


" Gue itu gak Kenapa-napa gaes, ya gue cuma gak tau kenapa selalu saja kepikiran kalau kita tidak bisa bersama-sama kayak gini lagi. kumpul bersama apalagi loe Mit yang akan segera di boyong oleh kak Arta ke Jerman" ungkap Mia sendu


" Mia..!" ucap Mita dan Zaira bersamaan lalu berhambur memeluk Mia


" Loe jangan bicara seperti itu dong Mia gue jadi sedih" aku Mita


" Gue juga sedih tapi ya mau bagaimana lagi ini mungkin sudah takdir kita" sahut Mia


" Meskipun kita tidak bisa bersama seperti ini lagi tapi kita masih bisa berkomunikasi dan berkirim kabar lewat medsos" tutur Zaira

__ADS_1


" Persahabatan kita akan tetap terjalin sampai kapanpun karena kita bukan hanya sahabat tapi saudara" lanjutnya


" Iya benar apa yang dikatakan Zaira, kita akan tetap menjadi saudara walaupun kita berada di pijakan kaki yang berbeda, selama tubuh ini masih bernafas maka kita tetap bersahabat selamanya" tambah Mita


" Kalian" ucap Indah dan Mona yang baru saja ikut bergabung dan dibelakang mereka ada Lia yang sedang mendorong baby Arsal di stroller


" Kok kalian pada nangis sih?" tanya Indah yang melihat wajah ketiga sahabatnya basah


Mita meraih tangan Mona lalu tangan Indah membawanya ke arah Zaira dan juga Mia setelah itu Mita menghampiri Lia menarik satu tangannya dan membawanya ke Zaira dan yang lainnya.


Mita meraih tangan para sahabatnya satu persatu


" Kita ini akan tetap menjadi sahabat sampai maut yang memisahkan. Jangan biarkan persahabatan kita terputus hanya karena jarak dan waktu" ucap Mita lalu memeluk para sahabatnya


" Mita!" ucap Zaira dan yang lainnya dengan air mata yang sudah menetes


" Gue minta maaf kalau selama ini gue punya salah sama kalian semua, gue gak akan pernah melupakan kalian walau dimanapun gue berada. kelak kita pasti akan dipertemukan kembali dan bisa berkumpul seperti ini lagi" tutur Mita


" Oh jadi ini yang membuat kamu uring-uringan seharian, sudah bikin aku kesal setengah mati" ucap Sendy yang tiba-tiba muncul di belakang mereka bersama Arta, Azka, Mario, Yoga dan juga Dion


" Kalian!" ucap para wanita bersamaan


Azka berjalan menghampiri Zaira, Arta ke arah Mita, Mario ke arah Lia, Sendy ke arah Mia, Yoga ke arah Mona dan Dion ke arah Indah


Ke enam pasangan tersebut merengkuh pasangan masing-masing saling melempar senyum


🖤


Satu bulan kemudian


Setelah acara kelulusan Sendy memutuskan untuk menikahi Mia.


Hari ini adalah hari pernikahan Mia, para sahabatnya tengah berkumpul di dalam kamar Mia


Mita akan berangkat ke Jerman setelah acara pernikahan Mia dengan Sendy


" Mita thanks ya loe udah menunda keberangkatan loe demi gue!" ucap Mia yang sudah menitikkan air matanya.


" Ish, pengantin gak boleh nangis!" sahut Mita


" Mia gue justru senang banget karena kak Arta memberikan gue waktu untuk hadir di acara pernikahan loe!" ucap Mita


" Kalian memang sahabat terbaik gue!" lanjut Mita


Kata Sah yang baru saja menggema di lantai bawah membuat Mia mengucap syukur karena statusnya saat ini sudah menjadi isteri sah dari Sendy Aditya putra


Satu tahun berlalu dan hari ini adalah hari pernikahan Indah dan Dion mereka menikah di kampung tepatnya di rumah kediaman keluarga besar Indah yang berada di kota Y


Semua sahabatnya turut hadir termasuk Mita yang sudah bertolak ke Jerman pun menyempatkan untuk hadir dihari pernikahan sahabatnya itu.


Sementara Mona sudah lebih dulu menikah dengan Yoga walau pada awalnya keluarga Yoga berharap mereka menikah setelah lulus kuliah tapi Yoga yang memang ingin segera menikah muda terus saja membujuk kedua orang tuanya sampai akhirnya mereka pun pasrah.


Saat ini mereka berada di acara pernikahan Indah dan Dion dengan nuansa alam terbuka.


Zaira yang tengah hamil anak kedua merasa sangat menikmati pemandangan sekitar, begitu juga dengan Mita yang ternyata sama dengan Zaira tengah berbadan dua memilih menghampiri Zaira yang tengah duduk menikmati pemandangan alam yang masih begitu asri.


" Duh bumil auranya sungguh sedap dipandang ya!" puji Arta yang tiba-tiba muncul dan melingkarkan tangannya di pinggang sang isteri begitu juga dengan Azka yang sudah lebih dulu duduk di samping Zaira sambil menggendong baby Zia.


" Wah kalian di sini rupanya?" Lia ikut bergabung bersama mereka dengan Mario yang tengah menggendong baby Arsal


" Ikutan dong!" ucap Mia yang dibelakangnya ada Sendy


" Wah sudah kumpul aja nih" ucap Mona ikut bergabung


Saat ini Mona tengah hamil 4 Minggu awalnya Yoga melarang Mona pergi tapi bukan Mona kalau menurut, dia tetap saja pergi.


" Kalian sudah ada di sini aja" ucap Indah yang menghampiri para sahabatnya bersama Dion.


" Alhamdulillah sekarang semua sudah menjadi pasangan halal ya!" ucap Zaira yang langsung mengundang gelak tawa semuanya.


" Semoga Mia dan Indah secepatnya bisa menyusul memiliki momongan yang lucu dan menggemaskan" lanjutnya


" Amin!" jawab semuanya serempak


" Mia, jangan bersedih kalau belum dikasih itu tandanya kalian masih disuruh pacaran lagi, pelan-pelan saja biarkan mengalir seperti air jangan terlalu dipikirkan jika memang sudah waktunya kalian pasti akan segera memiliki momongan!" ucap Zaira lagi.


" Terima kasih ya Za, semuanya mungkin benar apa yang dibilang Za kami masih disuruh pacaran dulu." Zaira tertawa


" Semangat terus Sen!" ucap Arta


" Jangan menyerah Sen!" Azka memberi semangat


" Gas pol Sen!" Yoga ikut-ikutan


" Yakin bisa Sen!" Mario ikut memberi semangat


Mereka semua akhirnya tertawa bersama dan pancaran kebahagiaan pun terpancar di wajah-wajah ke enam pasangan suami istri tersebut.


Zaira kini tengah hamil anak keduanya, Mita yang awalnya ingin melanjutkan kuliah di Jerman akhirnya gagal karena tersendat dengan kehamilannya. Diluar rencananya ternyata tuhan memberinya begitu cepat. Mita yang masih ingin kuliah akhirnya terpaksa menundanya.


Mia masih belum diberi kepercayaan mungkin karena keduanya masih sama-sama menekan ego masing-masing. sehingga Tuhan masih belum mempercayainya sementara Mona kini tengah hamil 7 Minggu. Mona yang awalnya masih enggan memiliki momongan tapi ternyata Tuhan punya rencana lain dia kini tengah hamil muda.


Indah baru saja menikah dan tatapan Dion sudah begitu mendamba


" Sabar Dion!" suara serempak membuat Dion menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu sedetik kemudian semuanya tertawa


Zaira dan kelima sahabatnya kini sudah menemukan kebahagiaannya masih-masing. Mereka tertawa bersama tidak menyangka jika pasangan mereka ternyata bukanlah orang jauh.


Mereka sesekali tertawa mengingat perjalanan cinta mereka yang penuh dengan lika-liku dan mereka pun bersyukur dapat merengkuh kebahagiaan itu bersama-sama.


...Selesai...

__ADS_1


"


__ADS_2