Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Setelah sekitar 10 menit dari kepulangan Aldy yang kembali ke sekolah, beberapa teman Khanza bersama bu Siska dan bu Tika tiba di ruangan tempat Khanza di rawat.


" Assalamu'alaikum!" ucap Miska dan yang lainnya secara serempak


" Wa'alaikum salam" sahut Khanza dan bu Khodijah bersamaan


Satu persatu teman-teman Khanza menyalami punggung tangan bu Khodijah begitu juga dengan bu Siska dan bu Tika.


" Bagaimana keadaan loe Za?" tanya Miska mewakili teman-temannya


" Alhamdulillah sudah baikkan!" jawab Khanza seraya tersenyum tipis


" Tapi muka loe masih pucat Za" ucap Nana


" Ya namanya juga masih sakit Nana" sahut Hana


"Kata dokter kamu sakit apa Za, bikin saya panik aja kamu tuh?" kali ini bu Tika yang bertanya


" Iya Bu maaf sebelumnya sudah merepotkan jadinya, saya tadi pagi tidak sempat sarapan saya paksakan lari eh malah sakit banget perut saya jadi asam lambung saya naik" jawab Khanza


" Kamu ini, makanya kalau dibilangin tuh jangan ngeyel. udah ibu sarankan kalau lagi kurang sehat tidak perlu ikut lari eh ngeyel begini deh jadinya" ucap Bu Tika membuat bu Khodijah merasa tidak enak hati sementara Khanza hanya nyengir seperti orang tanpa dosa


" Maafkan anak saya ya bu guru" ucap bu Khodijah


" Tidak apa-apa bu Khodijah, namanya anak-anak untung saja Khanza anak yang pintar dan berprestasi kalau dia seperti Nicko sudah saya jewer kali bu" seloroh bu Tika


" Loh kok saya yang dibawa-bawa bu" protes Nicko


" Udah sih iya in aja" timpal Miska


" Eh enak aja loe kalau ngomong, gue juga anak yang berprestasi ya"


" Prestasi apanya?"


" Ya prestasi molor kalau lagi belajar" Billy menimpali


' Ah sialan loe gue kan jadi malu nih depan guru-guru cantik" sahut Nicko


" Eh si Nicko parah bener, guru sendiri mau dia modusin" celoteh Mega


" Ya kali aja ada yang mau gitu, ya gak bu" goda Nicko


" Ah kamu Nicko bukan level saya kamu tuh!" ucap bu Siska membuat ledekan demi ledekan semakin ramai


" Terus level ibu siapa dong bu Siska?" tanya beberapa siswi lainnya


" Ya yang jelas tampan, baik, pintar dan diam-diam menghanyutkan gitu deh" jawab bu Siska dengan wajah merona


" Kenapa jadi kedengarannya seperti ciri-ciri pak Aldy ya?" celetuk Nana membuat Miska dan Khanza jadi saling menatap satu sama lain.


" Ah kamu bisa saja Nana!" Bu Siska jadi salah tingkah sendiri


" Jadi beneran Bu kalau ibu itu naksir pak Aldy?" tanya Mega penasaran


Bu Siska hanya tersenyum tipis terlihat begitu malu-malu


" Wahhh... Bu kalau suka sama pak Aldy siap-siap deh bu patah hati!" sahut Nicko


" Mending sama saya aja bu" lanjutnya

__ADS_1


" kalau sama kamu saya seperti momong bocah Nicko, kalau sama pak Aldy kan_!"


" Eh Za loe udah boleh pulangnya kapan?" Miska langsung mengalihkan pembicaraan


dia tahu saat ini Khanza dalam keadaan tidak baik-baik saja apalagi dari raut wajahnya bisa terlihat dengan jelas kalau Khanza tidak menyukai bu Siska apalagi terlihat dengan jelas bu Siska menaruh hati terhadap suaminya.


" Besok juga gue udah di perbolehkan pulang " jawab Khanza yang tertangkap oleh tatapan mata para sahabatnya Khanza tengah menahan rasa cemburunya.


" Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Khanza, Semoga kamu cepat sembuh!" ucap bu Tika


" Iya bu Tika terima kasih banyak, untuk semuanya juga terima kasih sudah mau datang menjenguk. maaf jadi merepotkan"


" Ah.... lebay loe Za, kan loe mah udah biasa ngerepotin" seloroh Nicko seraya tergelak


" Ah sialan loe Ko" Khanza pun ikut tertawa


" Kok enggak terima kasih juga sama saya?" ucap bu Siska membuat Khanza memutar bola matanya malas.


" Ah iya ibu Siska, terima kasih banyak sudah datang" ucap Khanza yang sebenarnya sangat malas menimpali guru yang satu itu.


Akhirnya Bu guru dan yang lainnya pamit pulang kecuali Miska, Hana dan Nana yang memilih untuk menemani Khanza dan bu Khodijah


" Bu, ibu kalau mau pulang gak apa-apa kok pulang aja dulu, disini ada mereka nanti juga mas Aldy balik lagi kok Bu kesini" ucap khanza


" Iya betul bu, biar Khanza kami yang temani. ibu pulang aja dulu" ucap Miska


"Yaudah kalau begitu, ibu pulang dulu ya. tolong jagain Khanza ya nak!" pamit bu Khodijah


" iya Bu, tenang aja kita bakal jagain kok anak ibu yang satu ini" ucap Hana


"Terima kasih banyak ya semuanya!' ucap bu Khodijah


Setelah bu Khodijah pulang Miska duduk di bangku samping brankar Khanza, sementara Hana dan Nana duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut sambil memainkan ponselnya.


Miska penasaran dengan penyakit Khanza. mereka tidak mudah percaya begitu saja kalau Khanza bisa sampai pingsan hanya karena belum sarapan.


" Za!" panggil Miska


" Hem!" jawab Khanza


" Khanza!" panggil Miska lagi


" Apaan sih Miska?"


" Za apa benar loe cuma sakit lambung doang?" tanya Miska sedikit berbisik membuat Khanza langsung melotot


" Maksud loe apa bertanya kayak gitu?" Khanza bukan menjawab tapi malah balik bertanya


" Ya gue tahu elo Za, dan enggak mungkin banget kayaknya kalau seorang Khanza Az-Zahra pingsan gara-gara belum sarapan doang dan asam lambungnya naik"


Deg


Khanza terlihat salah tingkah entah kenapa dia tidak pernah bisa berbohong sedikit pun kepada sahabat-sahabatnya yang satu ini.


" Za !" panggil Miska karena Khanza malah ngelamun


" Khanza, ih malah bengong!" kesal Miska


" He... he.... sorry!" Khanza cengengesan seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Terus menurut loe apa?" Khanza tanya balik ke Miska


" Gue takut loe marah dan malah tersinggung lagi dengan ucapan gue" sahut Miska


" Kenapa mesti marah?"


" Ya takut aja"


" Gue enggak akan marah kok, tenang aja"


" Ya karena loe dan pak Aldy setidaknya pernah begitu begitu"


" Begitu begitu apa?" goda Khanza


" Udah deh gak usah di perjelas, gue tahu otak loe enggak lemot kaya Nana" oceh Miska dan Khanza tertawa mendengarnya


" Ya terus?"


" Emmmm... loe hamil ya Za?" tanya Miska hati-hati


Khanza terdiam menatap Miska dengan lekat membuatnya menjadi tidak enak hati dan takut salah bicara.


" Za sorry kalau kata-kata gue_!" belum selesai dengan ucapannya Khanza sudah lebih dulu memotong


" Iya, gue hamil " jawab Khanza membuat Miska tersentak dan membulatkan matanya


"Serius?" Miska nampak antusias mendengar berita tersebut


" Iya gue serius ngapain juga gue bohong"


" Oh ya ampun sebentar lagi gue bakalan jadi aunty" Miska nampak begitu bahagia


" Kok loe senang banget sih Mis?"


" Ya iyalah gue seneng secara gue mau jadi aunty gitu loh"


" Selamat ya Za, semoga loe dan calon keponakan gue ini selalu sehat dan kuat" doa yang di ucapkan oleh Miska


" Amin, Terim kasih aunty!" ucap Khanza seraya mengelus perutnya yang masih rata


" Aunty? duh ada yang terlewat nih kayaknya" ucap Hana yang penasaran dengan obrolan Khanza dan Miska yang terlihat begitu serius


" Menurut loe gimana?" tanya Miska


" Ya gue juga mau tahulah" sahut Hana


" Gue juga" Nana ikut menimpali


" Kita akan segera menjadi aunty gaess!" seru Miska


" Serius loe?" Hana menatap Miska dan Khanza bergantian


" Iya!" jawab Khanza


" Wah selamat ya Za!" Hana langsung memeluk Khanza


" Loe kenapa Han, kok orang sakit malah di beri selamat ?" tanya Nana dengan wajah polosnya


...Pluk...

__ADS_1


Khanza, Miska dan Hana serempak menepuk jidat mereka masing-masing


__ADS_2