
Zaira saat ini tengah duduk di taman belakang bersama kelima sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Lia, Mia, Mita, Mona dan Indah si otak gesrek.
Calon mama muda ini sedang menikmati rujak mangga muda yang sejak tadi diinginkannya. mangga yang dengan susah payah suaminya dapatkan.
Tadi Lia memberitahu kakaknya kalau istri tercintanya sedang menangis karena menginginkan rujak mangga muda yang ada di belakang sekolah dan Zaira baru berhenti menangis setelah Azka berjanji untuk membawakannya mangga muda yang di inginkannya.
Zaira hanya ingin memakan mangga muda yang ada di taman belakang sekolah. dan untuk mendapatkan mangga tersebut Azka harus rela menunggu para murid dan guru-guru pulang semuanya.
Flashback on
Setelah kondisi sekolah terlihat sepi Azka baru mencari pak Min pria paruh baya si penjaga sekolah. Azka menemuinya meminta izin untuk memetik mangga muda yang ada di belakang sekolah tersebut. Pak Min awalnya sedikit heran dengan keinginan guru olahraga yang satu ini pasalnya setahu dia Azka belum menikah dan mangga muda itu buat apa pikirnya.
" Pak tolong ya jangan katakan pada siapa-siapa kalau saya meminta mangga muda ini" ucap Azka
" Iya pak guru tenang saja!" ucap pak Min ramah.
" Tapi maaf jika saya lancang, pak guru meminta mangga muda ini untuk apa ya? apa ibunya pak guru sedang ngidam?" tanya pak Min tidak enak hati.
Azka tertawa mendengar ucapan pak Min. " Ibu saya sudah berumur pak Min tidak memungkinkan untuk hamil lagi!" jawab Azka sambil terkekeh.
" Mangga muda ini untuk istri saya pak Min, dia sedang ngidam!" lanjut Azka lagi dengan wajah berseri. dan mendengat kata istri tentu saja membuat pak Min terkejut.
" Pak guru sudah beristri?" tanya pak Min yang seakan tidak percaya.
" Alhamdulillah sudah pak Min, tapi hanya pak Min saja yang tahu ya!" ucap Azka seraya menepuk bahu pak Min yang masih tercengang dengan pengakuan Azka dan pak Min hanya mengangguk menanggapi ucapan Azka.
" Maaf pak Min, apa pak Min punya galah?" tanya Azka celingukan mencari benda panjang itu.
" Sepertinya ada pak, sebentar ya pak saya carikan dulu!" jawab pak Min dengan sopan.
" Terima kasih ya pak Min, maaf merepotkan" ucap Azka yang merasa tidak enak hati
" Tidak apa-apa kok pak, saya tidak merasa direpotkan" ucap pak Min lalu pergi mencari benda panjang yang Azka butuhkan saat ini.
Pak Min sudah kembali dan membawa galah yang Azka inginkan. tapi tiba-tiba ponsel Azka berdering. melihat layar ponsel yang tertera nama sang isteri Azka tersenyum dan langsung menggeser tombol hijau.
" Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikum salam! mas sudah metik mangga muda yang dibelakang sekolah nya?"
__ADS_1
" ini baru aja mas mau petik mangga mudanya yang"
" Jangan pakai galah ya mas, maunya mas petik langsung dan gak mau mangganya sampai jatuh. mau yang masih ada tangkainya ya mas kalau gak aku gak mau makan.!"
" Apa?" Azka terkejut " pakai galah aja ya yang, mas kan gak bisa manjat pohon.
" Gak mau mas, ini keinginan dedeknya loh mas" rengek Zaira
" Iya mas usahain deh demi calon bayi kita, yaudah mas tutup ya telponnya kasihan pak Min belum pulang karena nungguin mas disini" ucap Azka yang tidak enak dengan pak Min karena dirinya pak Min jadi pulang telat.
" Iya daddy, love you!" ucap Zaira membuat Azka bersemu merah.
" Duh istri mas pandai sekali merayu. ya sudah mas tutup ya telponnya, assalamu'alaikum MY little Wife" ucap Azka sambil senyam-senyum.
Dan tanpa di sadari tingkah Azka yang sedang bertelponan dengan Zaira tak lepas dari tatapan pak Min yang ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah guru olahraga yang ada di hadapannya saat ini.
" Maaf pak Min sepertinya galahnya tidak jadi saya pakai" ucap Azka merasa bersalah kepada pak Min yang sudah repot-repot mencarikan galah untuknya.
" Tidak apa-apa pak guru, isteri kalau sedang hamil itu memang terkadang ada-ada saja keinginannya, isteri saya juga dulu begitu pak guru, yang sabar saja ya pak. semoga istri dan kandungan istri bapak selalu diberi kesehatan ya pak" ucap pak Min tulus.
" Terima kasih banyak pak Min atas do'anya" ucap Azka senang.
Azka pun dengan susah payah memanjat pohon mangga yang lumayan tinggi itu, awalnya Azka sedikit gemetar tapi setelah ingat wajah istri kecilnya di rumah yang pasti sedang menunggunya pulang dengan semangat 45 Azka terus berusaha untuk meraih mangga-mangga itu tanpa menjatuhkannya karena itu pesan dari sang istri.
Dengan kecepatan rata-rata Azka langsung melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya dimana sang isteri tercinta sedang menunggunya pulang.
mobil Azka sampai dipekarangan rumah dan dengan langkah cepat serta penuh semangat Azka masuk ke dalam rumah langsung mencari istri tercinta.
" Sayang... sayang...!" teriak Azka saat masuk ke dalam rumah.
" Ucap salam dulu dong sayang kalau baru datang tuh, kebiasaan deh!" tegur Zaira yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa cemilan ditangannya.
" Iya maaf, Assalamu'alaikum!" ucap Azka memberi salam
" Wa'alaikum salam" sahut Zaira
" ini" Azka mengangkat kantong plastik yang dibawanya ke hadapan Zaira.
" Mangga muda?" tanya Zaira dengan wajah berseri dan Azka mengangguk dengan seulas senyuman.
__ADS_1
Zaira dengan antusias langsung mengambil kantong plastik yang berisi mangga muda tersebut dari tangan Azka.
" Terima kasih pak suami!" ucap Zaira
Cup
Zaira mendaratkan kecupan singkat di pipi Azka sebelum pergi ke dapur dengan membawa mangga mudanya dan tentu saja apa yang telah Zaira lakukan membuat Azka berbunga-bunga. ah lagi-lagi istri kecilnya ini sungguh pandai mengambil hati.
Azka tersenyum bahagia dan dengan sendirinya tangannya menyentuh pipi yang dikecup Zaira.
" Wah ada apa dengan kakakku, kenapa wajahnya merah merona seperti itu?" goda Lia yang tiba-tiba datang dari arah taman belakang.
Flashback off
" Hai kalian yakin tidak mau?" tanya Zaira untuk kesekian kalinya menyodorkan rujak mangga muda dengan bumbu rujak yang super pedas
" Gak Za, kapok gue gi*a mangga seasem itu loe embat, parahnya lagi bumbu rujaknya juga pedes banget, emang berapa cabe yang loe pake Za?". tanya Mona penasaran
" ini tuh enak banget malah, pedasnya pas. gue cuma pakai cabe rawit 25 buah aja kok" ucap Zaira seraya mencocol irisan mangga muda ke bumbu rujak yang super pedas.
" Gue baru nyoba sekali aja udah minum hampir 3 gelas Za dan loe makan itu rujak udah kayak orang kerasukan aja sih Za" ucap Mia yang sedang kepedesan.
" Ah payah kalian!" ucap Zaira mengibaskan tangannya ke udara lalu kembali menikmati rujaknya tanpa keasaman dan kepedesan sama sekali.
Mona, Mia dan Indah menatap Zaira dengan heran sementara Lia hanya tersenyum dan geleng-geleng sedangkan Mita dalam hatinya sudah menebak ada sesuatu yang terjadi dengan Zaira.
" Udah Za loe udah makan tuh rujak banyak banget, nanti loe bisa sakit perut Za makan rujak kayak begitu" ucap Mia yang langsung menggeser wadah rujaknya dari hadapan Zaira.
" loe apa-apa sih Mi gue lagi makan juga!" kesal Zaira seraya menarik kembali wadah rujaknya
" Ya bukan gitu Za loe tuh udah banyak makan rujaknya" ucap Mia yang memang cukup perhatian sama Zaira.
" Tau loe Za udah kayak orang ngidam aja pake makan rujak mangga muda segala" celetuk Indah yang langsung mendapat tatapan penuh tanya dari Mona dan Mia.
" Za jangan-jangan loe_?" ucap Indah menebak
Mona dan Mia spontan menutup mulutnya saat mengerti apa yang dimaksud dengan arah pembicaraan Indah.
" loe beneran ngidam Za?" tanya Mia to the points.
__ADS_1
Deg
Zaira seketika menghentikan tangannya yang tengah mencocol sambal rujak dan menoleh kearah Mia dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.