Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Udah selesai telponannya?" tanya Miska saat Khanza datang menghampiri mereka yang tengah sibuk di dapur


" Wah pada mau masak apa nih?" tanya Khanza tanpa menjawab pertanyaan Miska


" Terserah loe yang masak?" sahut Miska


" Loh kok gue sih?"


" Iyalah siapa lagi, disini yang bisa masak kan cuma loe doang"


" Kita cuma nyiapin bahannya dan yang masak ya elo lah!"


" Ah pada rese nih sekali-kali gue gitu yang tinggal makan" keluh Khanza


" Tenang non Khanza biar bibi bantuin!" sahut bibi Maysaroh yang baru saja masuk ke dapur.


" Wah cakep bi!" Khanza mengacungkan jempolnya


" Nih bantuin cuci sayurannya!" Khanza menyodorkan daun pokcay kepada Miska


" Emangnya non Khanza mau masak apa, biar nanti bibi siapin bumbunya?" tanya bi Mae


" Enaknya masak apa ya?" Khanza berpikir sejenak


" Bagaimana kalau tumis pokcay, ayam asam manis sama bakwan jagung?"


" Wah enak tuh Za, gue setuju!" ucap Miska


" Non Khanza pandai memasak ya?" tanya bi Mae


" Enggak pandai kok bi cuma bisa sedikit. ya sebagai seorang wanita kita itu walaupun sedikit ya harus bisa memasak kan bi apalagi jika sudah bersuami amat sangat disayangkan kalau suami selalu makan diluar kan bi, " jawab Khanza seraya terkekeh sendiri


Khanza berkutat dengan wajan dan spatulanya sedangkan yang lain hanya sibuk berkomentar dan sesekali bertanya tentang bumbu-bumbu masakan pada Khanza.


" Beruntung ya Za yang jadi suami loe" ucap Nana


" Beruntung kenapa?" Za melirik Nana sekilas


" Selain pintar dan cantik loe ternyata pandai juga memasak" sahut Nana


" Nah maka dari itu non semuanya belajar dari non Khanza ya non?" ucap bi Mae


" Gak gitu juga kali bi, saya juga kan masih belajar tepatnya itu bi yuk mari kita belajar sama-sama" ucap Khanza


" Ah non Khanza memang istimewa deh," bi Mae mengacungkan ibu jarinya


" Istimewa bagaimana bi?" tanya Miska


" Ya paket komplit" jawab bi Mae seraya tertawa


" Udah kayak jamu pegelinu aja bi paket komplit" Khanza tertawa


Setelah acara masak memasaknya selesai dan mereka menyantap penuh nikmat. setelah bersih-bersih mereka berempat memilih untuk bercerita dan curhat di dalam kamar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi ke empat gadis tersebut masih asik bercerita dan mengobrol kan apa saja yang unfaedah


Dan di sela obrolan mereka tiba-tiba terdengar suara bunyi ponsel yang cukup menyita perhatian semuanya.


" Za itu ponsel loe bunyi!" ucap Miska yang baru saja hendak beranjak masuk ke kamar mandi menyempatkan melirik nama yang tertera di layar ponsel yang berdering di atas nakas yang ternyata ponsel milik Khanza.


Khanza beranjak dari duduknya dan meraih ponselnya yang sedari tadi tidak berhenti berdering.


" Hallo Assalamu'alaikum!"


..." Wa'alaikum salam!"...


..." Sedang apa?"...


" Lagi ngobrol aja sama anak-anak, mas sendiri?"


..." Sedang mikirin kamu, sedang merindukan kamu sedang gelisah karena tidak melihat kamu!"...


" Ish gombal teruuuuussss!"


..." Ha.. ha..., siapa yang gombal, aku serius sayang!"...


" Iya...iya percaya, dasar bucin!"


Aldy tergelak mendengarnya


..." Apa kamu sudah makan sayang?"...


" Sudah, tadi mereka mengerjai ku masak untuk mereka"


..." Wahhh suamimu merasa iri saat ini karena tidak bisa merasakan masakan kamu!" suara Aldy terdengar sendu...


" Makanya cepat selesaikan urusan disana biar bisa cepat pulang"


..." Apakah isteriku ini merindukan suami mu ini?"tanya Aldy...


" Tidak!" jawab Khanza membuat Aldy terdiam


" Cepatlah pulang!"


" Apa itu artinya kamu kangen sama aku?" Aldy nampak riang


" bukan begitu cuma jika terlalu lama disana kasihan murid-muridnya terlantar gak ada yang ngajar" ucap Khanza lalu tertawa


..." Oh sungguh jahat sekali isteriku ini, masa sedikitpun tidak kangen sih sama suaminya sendiri!"...


" Kangen itu gak perlu di ucapkan terus menerus tapi dibuktikan dengan perbuatan"


..." Maksudnya bagaimana sayang?"...


" Kalau kangen ya pulang!" Seloroh Khanza lalu tergelak


..." Wah nantangin?"...


" Siapa yang nantangin?"


..." Kalau aku pulang sekarang apa hadiahnya?"...


" Terserah mas mau minta apa!"


..." Beneran nih?"...


" iya benar, tapi dengan syarat ya?"

__ADS_1


..." Syarat **apa hem**?"...


" Aku kasih waktu satu jam dari sekarang bagaimana." ucap Khanza lalu terkekeh


..." Cuma itu syaratnya?"...


" Iya, sanggup?"


..." *Oh sungguh b**erat sayang, tapi demi kamu akan aku cobalah" ucap Aldy terdengar lesu*...


" Coba ngapain mas?"


..." Menemui kamu!"...


" Caranya?"


..." Aku akan pinjam pintu Doraemon dulu biar aku bisa menjemput isteriku pulang ke rumah tidak menginap di rumah temannya lagi."...


" Ya udah jemput sekarang juga ya aku tunggu!"


..." Iya mas pasti jemput kamu, sebentar ya mas mau menemui Doraemon dulu pinjam kantong ajaibnya"...


" Ya udah sana!"


..." Mas matiin dulu ya telponnya, tunggu suami mu sayang!'...


" Iya, semoga saja Doraemon mau meminjamkan kantong ajaibnya ya!"


..." Kalau enggak di kasih mas paksa, karena mas sudah rindu berat dengan isteri kecil mas yang selalu meresahkan hati mas setiap detik setiap waktu!'...


" Gombal teruuuuussss!"


..." Loh kok gombal sih, ini serius sayang" ucap Aldy diselingi tawanya...


" iya iya... " Khanza pun ikut tertawa


" Aku tunggu kehadiran mu suamiku!" ucap Khanza sedikit berbisik


..." Baiklah isteriku, setialah menanti suamimu ini"...


..." Assalamu'alaikum!"...


" Wa'alaikum salam!"


Khanza senyam senyum menatap layar ponselnya, tanpa dia sadari beberapa pasang mata tengah menatap lekat kearahnya.


" Senyam senyum terus dari tadi, habis telponan sama siapa sih, tumben banget seorang Khanza telponan selama itu dan nampak bahagia banget lagi. apa gue udah melewatkan sesuatu?" tanya Nana yang menatap penuh selidik


Khanza tersenyum lalu berjalan ke arah ketiga sahabatnya, mendudukkan dirinya di atas karpet.


" Loe mau tau apa mau tahu banget?" seloroh Khanza


" Emmmm... sangat ingin tahu!"


" Jangan Za nanti dia ember lagi!" sahut Hana


" Ih loe kok gitu sih Han sama gue, jadi gue doang nih ceritanya yang gak dikasih tau?" Nana cemberut


" Bukan begitu Bambang.. bukan gak mau kasih tau loe cuma ya loe kan suka ember tuh sering keceplosan terus. kalau loe sampai tahu bisa bahaya kalau tiba-tiba loe keceplosan"


" Sampai segitunya kah?" tanya Nana


" Ah jangan begitu kalian, sebegitu menakutkan amat, memangnya yang telponan sama Khanza itu orang penting?"


" Ya pentinglah, sangat penting. apa loe masih penasaran dan masih ingin tahu?"


" Iya gue masih ingin tahu, siapa sih?"


" Apa loe sanggup menyimpan rahasia ini sampai waktu sendiri yang mengungkapkan nya?" tanya Miska dengan wajah serius


" Emmm.. gue" Nana ragu-ragu takut keceplosan juga


" Gak beranikan?"


" Iya gue janji akan berusaha menjaga rahasia ini"


" Janji akan selalu menjaga rahasia ini, karena jika loe berjanji menjaga rahasia ini sama halnya loe melindungi Khanza sahabat kita!" sahut Miska


" Iya betul apa yang dikatakan Miska Na, kalau loe ember sama aja loe mencelakai sahabat loe sendiri" timpal Hana


" Astaghfirullah, ya enggaklah mana mungkin gue mau mencelakai Khanza"


" Iya gue akan berusaha untuk menjaga rahasia ini seperti kalian"


" Jangan kaget ya?" ucap Hana sambil tertawa


" Gak apa-apa ni Za manusia satu ini tau?"


" Boleh ya Za, gue janji deh gak akan ember lagi!' ucap Nana


" Iya, semoga aja loe amanah ya !"


" Insyaallah Za, gue akan berusaha!"


" Dia itu tadi habis telponan dengan pak Gutami?" sahut Miska mewakili Khanza


" Pak Gutami siapa tuh?" tanya Nana yang merasa asing dengan nama yang disebut oleh Miska


" Pak Gutami itu_" kata-kata Miska terpotong karena mendengar ada suara bi Mae yang mengetuk pintu seraya memanggil namanya


Tok


Tok


Tok


" Sebentar!" Miska beranjak dari duduknya dan menghampiri pintu yang diketuk


Ceklekk


" Ada apa ya bi?" tanya Miska setelah membuka pintu kamarnya.


" Itu non ada yang mencari non Khanza!" sahut bi Mae memberitahu


" Siapa bi yang mencari Khanza malam - malam begini?" Miska nampak berpikir sejenak


" Seorang laki-laki non, tampan banget lagj" jawab bi Mae sambil membayangkan wajah tampan sang tamu

__ADS_1


" Cowok tampan? siapa ya? bentar deh bi!" baru saja Miska hendak memanggil Khanza tapi saat dia berbalik badan Khanza sudah lebih dulu berdiri di belakang Miska.


" Ada apa, kok gue kayak mendengar loe sebut-sebut nama gue ya?" tanya Khanza


" Ada yang nyari loe Za kata bi Mae laki-laki tampan" ucap Miska memberitahu


" Siapa?" tanya Khanza bingung


" Ya mana gue tahu" Miska mengangkat bahunya


" Ada apaan sih?" tanya Hana dan Nana yang penasaran dan sudah berada di belakang mereka


" Pak Gutami kali Za?" tanya Hana


" Siapa sih pak Gutami?" tanya Nana semakin dibuat penasaran


" Gak mungkinlah, dia kan lagi di luar ko_" Khanza diam sesaat teringat dengan ucapan sang suami


" Oh gak mungkin" Khanza nampak geleng-geleng kepala


" Kenapa Za?" tanya Miska seraya mengerutkan keningnya


" Gue pastiin dulu siapa" Khanza langsung menerobos keluar dan berjalan menuju lantai bawah diikuti dengan yang lainnya.


Sesampainya di ruang tamu Khanza melihat seorang pria tengah duduk membelakangi posisi Khanza berdiri


Mendengar derap langkah kaki yang tiba-tiba berhenti pria yang tengah duduk pun langsung beranjak dari duduknya lalu menoleh ke arah Khanza berdiri.


" Assalamu'alaikum!" ucapnya dengan senyum yang mengembang


Khanza nampak terkejut begitu juga dengan ketiga sahabatnya sedangkan bi Mae sudah melesat ke kamarnya.


" Wa'alaikum salam" jawab Khanza sedikit terbata


" Kenapa kaget ? gak mau menghampiri?"


Khanza menggelengkan kepalanya dan tetap berdiri di tempat


Aldy yang merasa gemas ditambah rasa rindu yang teramat sangat, langsung melangkahkan kakinya menghampiri Khanza yang masih diam mematung.


Langkah Aldy terhenti ketika Khanza tiba-tiba merentangkan tangannya kedepan


" Jangan mendekat!" ucap Khanza tegas


" Loh kenapa memangnya?" tanya Aldy mengerutkan keningnya


" Kamu siapa?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Khanza membuat laki-laki yang berdiri di hadapannya nampak terkejut begitu juga dengan Miska dan Hana kecuali Nana yang masih nampak bingung kenapa guru mereka datang mencari Khanza


" Jangan bercanda sayang!"


Deg


Nana membulatkan matanya saat mendengar laki-laki yang merupakan guru di sekolahnya memanggil Khanza dengan kata sayang.


Sementara Khanza sendiri masih diam dengan berjuta tanya dipikirannya.


Suaminya sudah berada di hadapannya setelah tadi dia mengatakan ingin menjemputnya dan meminjam pintu Doraemon. apa itu benar-benar terjadi. saat bertelponan suaminya masih berada di luar kota pikirnya dan kenapa sekarang sudah ada di depan mata. apa suaminya berhasil meminjam pintu Doraemon.


Memikirkan hal itu Khanza nampak geleng-geleng kepala membuat Aldy mengulum senyumnya merasa gemas


" Gak usah bingung gitu sayang" Khanza terkejut karena Aldy sudah berdiri tepat di hadapannya.


" Aku ini suami mu yang asli kok, aku berhasil meminjam pintu Doraemonnya!" ucap Aldy sedikit berbisik dan tersenyum tipis


Khanza mendongak dan menatap lekat wajah tampan pria yang berstatus suaminya itu.


" Apa aku sedang bermimpi? tapi rasa-rasanya aku belum tidur" gumam Khanza membuat Aldy yang mendengarnya tergelak


" Ih ya ampun ternyata kamu masih belum percaya, ayok kita pulang sayang karena kamu harus memenuhi janjimu yang akan memberiku hadiah yang ku inginkan kalau aku berhasil menjemput mu dalam waktu satu jam!" ucap Aldy membuat Khanza tersedak


" Uhuk... uhuk .!"


" Jadi kamu ini sungguh pak Aldy ?" tanya Khanza nampak polos


" Perlu bukti?" Aldy melangkah semakin mendekat dan hendak mengikis jarak diantara mereka namun Khanza mencegahnya


" Iya aku percaya, dasar omes!" Aldy tertawa


" Ayok pulang, aku sudah sangat merindukan mu sayang!"


" Iya...iya tunggu sebentar aku pamit dengan teman-temanku dulu"


" Iya sana cepat!"


Khanza pamit kepada sahabat-sahabatnya yang sudah kembali ke kamar atas ajakan Miska yang tidak mau mengganggu Khanza dan suaminya walaupun Nana sempat menolak karena masih penasaran.


Ceklekk


Khanza masuk ke dalam kamar Miska.


" Gaess gue pulang ya, sorry Mis gue gak jadi menginap!"


" Iya gak apa-apa"


" Za bukannya itu tadi pak Aldy ya? loe sama pak Aldy ada hubungan apa?" tanya Nana yang sudah kepo akut


" Nanti aja gue ceritain, sekarang gue mau pulang dulu"


" Cie... cie gak galau lagi deh ibu kita yang satu ini" ucap Hana


Khanza hanya menjawab dengan senyuman dan bergegas pergi diikuti oleh Miska dan dua sahabatnya untuk mengantar sampai depan rumah.


Setelah berpamitan Aldy dan Khanza pun melesat meninggalkan rumah Miska.


" Jadi yang sering telpoanan sama Khanza itu pak Aldy?" Nana kepo saat mereka sudah kembali ke dalam kamar untuk tidur karena waktu sudah cukup larut


" Loe akan tahu lebih lengkap nanti ya biar orangnya sendiri yang cerita. intinya sekarang belajar untuk tidak keceplosan" sahut Miska


" Gue jadi tambah penasaran, atau jangan-jangan Khanza pacaran ya sama pak Aldy dan karena hal itu kalian meminta gue merahasiakannya"


" Intinya sabar nanti loe juga bakal tahu kok" ucap Hana


" Tapi kenapa pak Aldy menjemput Khanza pulang sudah seperti suami yang tengah menjemput istrinya saja?" gumam Nana yang langsung membuat Miska dan Hana tersedak


" Apa jangan-jangan dugaan gue_?"


" Udah tidur udah malam!" ucap Miska memotong ucapan Nana

__ADS_1


Miska dan Hana langsung beranjak untuk tidur sedangkan Nana masih berkutat dengan pikirannya sendiri bahkan karena memikirkan Khanza dia sampai lupa dengan rasa kecewa dan kesedihanya terhadap Ron.


__ADS_2