
Khanza dan ke tiga sahabatnya kini tengah berjalan menuju parkiran.
" Za loe udah izinkan sama pak Gutami?" tanya Hana
" Udah, tadi gue udah kirim pesan!" jawab Khanza membuka pintu mobil dan dan duduk di samping Miska
" Za liat dah bukannya itu_!" Miska menunjuk ke arah gerbang sekolah
" Dasar ya tuh orang enggak tau malu banget sih" geram Hana mewakili kekesalan Khanza
" Loe mau samperin atau kita tetap cus nih?" tanya Nana yang sudah duduk di bangku belakang bersama Hana
" Kalau saran gue mending loe samperin Za!" sahut Hana
"Kalau gue samperin tuh cewek cari mati gue namanya" Miska mengangguk mengerti
" Iya betul Za yang ada bisa heboh dan hubungan loe sama pak Gutami bisa terbongkar" timpal Miska
" Terus kita harus bagaimana dong?" tanya Nana yang jadi geregetan sendiri
"Kita pantau dia aja dari sini bagaimana, ya kalau bisa sih lebih dekat biar bisa lebih jelas " sahut Khanza
" Oke kalau begitu, kita deketin!" Miska menyalakan mesin mobilnya
" Wah jadi detektif-detektifan lagi nih" seru Nana.
" Cuz lah!" ucap Hana
Khanza dan ketiga sahabatnya kini berada di dalam mobil seraya mengawasi Mila yang berada di depan gerbang sekolah.
"Za itu laki loe udah keluar!" tunjuk Miska
" Kita pantau aja dulu nanti baru kita ambil langkah selanjutnya!" Khanza menatap Aldy yang berjalan ke arah mobilnya tanpa menyadari ada Mila yang sedang bergegas berjalan ke arahnya.
" Mas Aldy!" panggil Mila membuat Aldy menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.
" Kamu? mau apa lagi kamu datang ke sini?" tanya Aldy dingin.
" Mas tolong dong mas jangan seperti ini, beri aku kesempatan mas!" ucap Mila sedikit memohon
" Mila tolong jaga sikap kamu ini di sekolah aku harap kamu tahu batasan kamu!" ucap Aldy geram
" Ya sudah, kalau mas enggak mau menjadi pusat perhatian murid-murid mas biarkan aku masuk dan ikut mobil mas" Aldy menatap tajam ke arah Mila dengan mudahnya wanita mengancam dirinya.
" Ayo mas tunggu apalagi, apa mas mau menunggu murid mas ya murahan itu" Aldy mengeraskan rahangnya mendengar penghinaan Mila untuk kesekian kalinya
" Jaga ucapanmu Mila sekali lagi kamu menghinanya aku tidak akan mengampuni kamu"
Mila tersenyum miris, " Jadi karena anak itu mas bersikap seperti padaku mas? sungguh keterlaluan kamu mas!" Mila mulai mendrama
__ADS_1
"Njir... tuh cewek mulai drama lagi" geram Khanza
" Bagaimana kalau kita turun sama-sama, dia bisa kenapa kita enggak, Za loe tunjukkin yang kemampuan loe" ucap Miska
"Iya betul itu Za, orang kayak gitu harus kita kasih pelajaran jangan loe diamin aja!" ucap Hana menambahi
"Gue setuju!" Nana pun ikut bersuara
" Okelah kalau begitu kita beraksi!" Khanza langsung turun dari mobil dan diikuti yang lainnya.
" Mas ayo kita pergi!"
" Aku memang akan pergi tapi tidak dengan kamu!" tegas Aldy dia tidak ingin membuat isterinya salah paham lagi.
" Mas, jika mas Aldy masih tetap menolak aku jangan salahkan aku mas kalau semua murid SMA Darma Bangsa tahu hubungan mas dengan murid mas itu dan akan aku bilang demi anak itu mas bahkan rela mencampakkan isteri mas yang tengah hamil" ancam Mila
" Kamu_!" geram Aldy
" Keputusan ada di tangan kamu mas jika kamu mau semua murid kamu kebejatan kamu silahkan aja kamu pergi mas!"
"Cukup Mila, kamu benar-benar sudah tidak waras" marah Aldy
"Mas Aldy yang membuat aku jadi seperti ini, gara-gara anak itu mas bahkan tidak lagi mau peduli sama aku dan juga sama bayi yang ada di dalam kandungan aku mas!" Mila kembali menggunakan tipu dayanya namun kali ini Aldy sudah berusaha untuk membentengi dirinya dengan membayangkan kemarahan Khanza jika dia kembali mempedulikan wanita yang ada di hadapannya saat ini.
" Sebaiknya kamu pulang Mila, kasihan Nino!" Mila tersenyum kecut.
" Aku memang peduli dengan anak itu tapi sekarang ada hati yang harus aku jaga dan aku lindungi." Mila tertawa sinis
" Ya semua itu terjadi setelah muncul wanita murahan itukan mas, kamu keterlaluan mas kamu bahkan lebih memilihnya dari pada aku. jahat kamu mas!"
"Mila sudah berapa kali aku bilang jaga ucapan kamu, dia gadis yang baik bahkan jauh lebih baik dari kamu." ucap Aldy tegas
" Jangan sakiti Toni Mila, kembali lah ke kota x dan ajak Toni pulang bersama kamu!"
" Pulang, ajak mas Toni pulang? untuk apa mas? dia itu tidak punya kemampuan apa-apa tidak punya masa depan" cerocos Mila
" Dia sudah kuliah dan dia juga sudah bekerja di perusahaan PT. Z Two Group." sahut Aldy
" Percuma bekerja jika hanya sebagai pegawai biasa!' cibir Mila
" Aku tidak butuh dia mas, aku butuh mas Aldy karena selama ini yang selalu ada dan menemani saya hanya mas Aldy!" ucap Mila yang hendak melangkah mendekati Aldy
" Assalamu'alaikum!" ucapan salam yang mengalihkan atensi keduanya.
"Wa'alaikum salam" sahut Aldy dan Mila hanya mencibir tidak suka kearah siswi tersebut.
" Maaf pak Al ganggu!"
" Iya tidak apa-apa, ada apa memangnya Han?" tanya Aldy seraya mengerutkan keningnya
__ADS_1
" Pak itu... emmm... anu!" Hana menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa Han, bicara saja!" Hana sedikit menciut dan berusaha untuk bersikap tenang agar tidak terlihat aktingnya.
"Emmmm ..... begini pak Aldy ini mengenai Khanza" ucap Hana cepat
"Ada apa dengan Khanza?" tanya Aldy menautkan kedua alisnya
" Khanza pingsan pak, tadi anak-anak sudah membawanya ke ruang UKS takut terjadi apa-apa dengan Khanza pak!" ucap Hana yang berkali-kali tidak henti-hentinya beristighfar dalam hati karena sudah berani membohongi gurunya.
"Apa pingsan?" Hana mengangguk
" Yaudah terima kasih ya!" tanpa banyak kata lagi Aldy langsung bergegas pergi ke ruang UKS dimana Hana tadi memberitahunya
Ceklekk
Aldy dibuat tercengang di saat membuka pintu ruangan UKS tidak menemukan siapa-siapa di dalamnya.
Kesal tentu saja ingin marah itu sudah pasti tapi tidak untuk sekarang karena hatinya masih belum tenang karena belum menemukan keberadaan sang isteri.
"Dimana kamu sayang?" gumam Khanza
Selagi Aldy mencari keberadaan Khanza di setiap sudut sekolah yang dicari justru berada di parkiran mobil bersama ketiga sahabatnya.
" Hai mbaknya, kita ketemu lagi di sini!" sapa Khanza
" Kamu lagi, bisa enggak sih kamu tuh gak ikut campur urusan orang!" kesal Mila
" Apa? ikut campur urusan orang. urusan yang mana ya mbak?" tanya Khanza dengan santai
" Aku tahu kelicikan kamu kelinci kecil. pura-pura pingsan segala" cibir Mila membuat Khanza seketika tertawa begitu juga dengan teman-temannya.
" Mbaknya aja sih yang kepedean. saya itu cuma mau menyelamatkan pak Aldy dari wanita rubah yang tidak tahu malunya sudah berkali-kali di tolak tapi terus saja maksa" ucap Khanza membuat Mila semakin geram
" Enggak punya harga diri Bu?" ejek Hana
" Enggak ada kan udah di jual, oopss" timpal Nana yang langsung membekap mulutnya sendiri
"Kalian_" Geram Mila
" Apa? berani?" ancam Miska
" Awas saja kalian ya!" Mila memilih pergi dari pada meladeni Khanza dan ketiga sahabatnya.
" Jadi kamu sudah berani membohongi saya?"
Deg
" MamPus gue" gumam Hana menciut
__ADS_1