Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ancaman Lia


__ADS_3

Lia mendengus kesal ketika trio kunbi yang tersisa satu ini menghadang jalannya.


" Loe lebih baik menyingkir deh, gue lagi malas berusaha sama loe!" pinta Lia dengan aura dingin


" Cihh, siapa loe sok memerintah gue?" Putri berjalan mendekati Lia lalu bertolak pinggang.


Lia memutar bola matanya malas, urusan dengan si kunbi Rara saja belum ada titik terang karena kata sang kakak anak itu menghilang tanpa jejak. dan kini ia harus berhadapan lagi dengan sisanya yang masih tertinggal.


"Sebaiknya loe menyingkir deh dari pada _!" ucapan Lia terpotong tatkala seorang pria tampan yang beberapa hari ini membuatnya susah makan dan susah tidur berdiri di hadapannya dengan senyum manisnya.


Tapi tunggu dulu senyuman manis itu ah tidak itu bukan untuk Lia melainkan untuk gadis yang berdiri di hadapan Lia.


Lia menghela napasnya berat dan jengah dengan pemandangan yang ada di depan matanya saat ini dimana seorang pria merangkul pinggang Putri dan melontarkan kata-kata manisnya.


Lia memilih untuk pergi namun langkahnya terhenti ketika Putri melontarkan kata-kata yang mampu membuat seorang Lia mengepalkan tangannya kuat.


" Eh loe mau kemana? gue belum selesai ya bicara sama loe." Lia cuek " Loe itu suka iyakan sama Rangga?"


Degg


Lia memejamkan matanya sesaat menetralkan emosinya.


" Gue tau loe itu suka sama Rangga sudah sangat lama tapi sayang Rangga sukanya sama gue. karena itukan loe dendam sama gue dan menyuruh orang tua loe agar pihak sekolah memberi skorsing sama gue. iyakan? Cemen tau gak sih loe!" ucap Putri membuat Lia dipermalukan di depan Rangga. memang yang dikatakan putri itu benar adanya tapi dia tidak pernah membawa hal pribadi dengan masalah sekolah.


putri tidak menyadari perbuatannya dengan para temannya itu adalah perbuatan yang sangat fatal. beruntung masih papanya tidak mengeluarkan dia dari sekolah seperti yang dialami kedua sahabatnya. tapi ternyata kejadian itu tidak menjadikan putri tersadar dari kesalahannya itu.


Lia ingin pergi tapi lagi-lagi kalimat yang dilontarkan putri kembali membuat langkah Lia terhenti.


" Loe itu jangan pernah berharap lagi sama pria yang sudah berstatus pacar orang, kecuali Loe itu memang termasuk cewek murahan yang suka dengan milik orang." hina putri dan sontak saja ucapan Putri membuat Lia ingin sekali menampar mulut Putri yang tidak punya akhlak itu


" Kenapa marah iya, merasa tersinggung?" ejek putri dan Rangga sudah berkali-kali meminta putri untuk membiarkan Lia pergi tapi sayangnya putri sama sekali tidak menggubris ucapan Rangga.


" Kalau loe gak laku ya udah ya jangan lagi mencoba mendekati pacar orang!" Lia benar-benar dibuat hilang kesabarannya.


" Gue sudah gak punya urusan sama loe dan juga pacar loe itu ya, jadi biarkan gue pergi oke!" pinta Lia dengan santai.

__ADS_1


" pergi? tunggu dulu,enak aja loe main pergi gitu aja. gue belum selesai ngomong" ucap putri melarang Lia yang hendak beranjak pergi


" Apalagi sih hah, belum puas loe dari tadi bercuap-cuap?" tanya Lia dengan nada yang sudah meninggi


" Loe sama teman loe itu sama aja ternyata ya, sama-sama gak punya malu. pantas saja pada menolak pacaran dan loe juga jangan bilang sikap loe yang santai begini karena perasaan loe terhadap Rangga sebenarnya cuma kebohongan belaka iyakan? loe berdua sengaja deketin Mario, pak Bagaz dan Irfan sebagai tameng kalian. iyakan. menutupi kebusukan kalian yang sebenarnya memiliki hubungan terlarang. cihh menjijikkan?" hujat putri membuat Lia mendelik geram namun tetap berusaha untuk bersikap santai.


" Sudah puas, kalau belum silahkan lanjutkan!" ucap Lia santai dan justru hal itu membuat Putri semakin geram.


" Loe benar-benar ya cewek gak ada malunya!" ucap Putri yang sudah terbakar emosinya sendiri.


" Ya terus mau loe apa sekarang?" ucap Lia melipat tangannya di dada.


Mario yang tengah memandangnya dari balik dinding hanya tersenyum tipis.


" Gue mau loe mengakui semua kebusukan loe didepan semuanya?" ucap Putri yang langsung membuat Lia tak bisa lagi menahan tawanya.


" Kebusukan apa yang loe maksud?" tanya Lia enteng.


" Jangan berlaga bodoh deh loe, emang gue gak tau kalau loe sama sahabat loe itu ada hubungan terlarang, iyakan?" Putri dengan sangat percaya dirinya berucap.


" Dan loe sebagai kakak kelas yang sudah berani mengusik kehidupan gue dan Za. apa loe gak kapok dengan hukuman loe yang kemarin, mau nasib loe sama seperti dua sahabat loe itu. ingat ya kak putri loe boleh mengusik gue tapi gak akan gue biarin kalau loe sampai berani mengusik sahabat gue!" ancam Lia dengan tatapan mengintimidasi.


" Cukup, kamu sebagai adik kelas sungguh tidak sopan berbicara seperti itu, sebaiknya kamu minta maaf sekarang!" bentak Rangga yang tidak terima Putri mendapat ancaman dari Lia. Ternyata rasa cintanya terhadap Putri benar-benar sudah membuat Rangga berubah drastis.


Putri merasa bangga karena Rangga terang-terangan membelanya di depan Lia. Putri tahu Lia sangat menyukai Rangga jadi ucapan yang Putri lontarkan tidak lain hanya ingin memancing amarah Lia didepan Rangga. Putri ingin melihat Rangga membelanya di depan Lia dan ternyata usahanya tidak sia-sia. Rangga pun terpancing emosi akibat kebucinannya terhadap Putri.


Lia tersenyum miris, tidak menyangka seseorang yang selama ini ia kagumi hari ini dengan lantang membentaknya.


" Ayo minta maaf!" pinta Rangga membuat Lia mendengus kesal dengan rasa yang bergejolak di dalam hatinya. ingin sekali Lia berteriak dan membenturkan kepala Rangga ke dinding saja.


Lia tidak bergeming, tatapan matanya semakin tajam dan senyumnya pun begitu getir.


" Dasar gadis bodoh!" gumam Mario yang mengintai Lia dari balik dinding.


Lia sudah jenuh berada di tempat itu namun saat hendak melangkah tiba-tiba tangannya ditarik oleh Putri.

__ADS_1


" Gue belum selesai?" teriak Putri lagi dan hendak menjabak rambut Lia namun sebelum tangan itu sampai ke kepala Lia, tangan itu sudah lebih dicekal oleh seseorang.


Putri terkesiap ketika melihat tangan kekar itu menyentuh tangannya. " El...elo!" ucap Putri menatap pemilik tangan kekar itu.


Mario dengan kasar menghempaskan tangan Putri lalu beranjak menarik tangan Lia tanpa bicara sepatah katapun. Mario berjalan bersisian dengan Lia yang masih menggandeng tangannya.


Setelah hampir sampai di parkiran Lia baru teringat dengan Zaira. " Za!" lirihnya.


Lia langsung menghempaskan tangannya dari tangan Mario. " Gue lupa!" ucap Lia yang langsung berlari meninggalkan Mario begitu saja. Sampai di pos penjaga sekolah Lia di buat tercengang, pasalnya Sahabatnya yang disuruh menunggunya sudah tidak ada di tempat.


" Maaf pak Min, apa bapak melihat teman saya yang menunggu di sini tadi?" tanya Lia


pak Min yang tahu maksud orang yang dimaksud pun dengan sopan memberitahu tentang Zaira yang sudah pergi bersama suaminya.


" Iya neng, tadi neng Za nungguin disini cukup lama neng. " sahut pak Min.


" Lalu sekarang kemana ya pak?" tanya Lia lagi


" Emmm.. itu neng anu, neng Za sudah pergi neng" ucap pak Min terbata.


" Pergi? pergi sama siapa ya pak?" tanya Lia


" sama pak suami katanya sih!" sahut pak Min membuat Lia tercekat dan menghela napasnya panjang.


" Sudah, dia sudah berada di tangan orang yang tepat. sebaiknya loe pulang gue yang antar aja, gimana?" tawar Mario berusaha bersikap santai.


" Gak usah, gue bawa mobil kok!" sahut Lia menolak


" Gue bawa motor, apa loe gak tertarik gitu pulang bareng gue?" tanya Mario datar.


" Mobil gue?" tanya Lia menunjuk ke arah mobilnya.


" Tenang aja mobil loe nanti diantar sopir gue " sahut Mario


Entah ada gerangan apa Lia tidak menolak dan langsung setuju dengan ajakan Mario.

__ADS_1


__ADS_2