
Malam ini Aldy berencana untuk mengunjungi kediaman keluarga Dinata selain untuk bersilaturahmi Aldy juga ingin membahas kasus yang tengah menimpanya.
Aldy yakin berita tentang skandalnya yang disetting berbagai rupa oleh Roni sudah menyebar ke ruang lingkup sekolah dan tentu saja berita tidak benar tersebut sangat merugikan dirinya dan juga Nana.
" Mas beneran mau ke rumah papa Sam?" tanya Khanza yang tengah duduk di depan meja rias
" Iya, masalah ini harus segera diatasi mas khawatir sahabat kamu yang terkena imbasnya. sudah diperlakukan tidak senonoh oleh Roni ditambah lagi dengan berita hoax yang dibuat oleh Roni."
" Iya mas, kasihan Nana, tadi juga Nana sempat menelpon dan dia terus saja meminta maaf karena sudah melibatkan mas"
" Buat mas itu tidak masalah, yang mas khawatirkan jika dibiarkan terus menerus yang ada bukan hanya Nana yang diperlakukan seperti itu bisa juga dengan siswi-siswi yang lainnya" ucap Aldy miris
" Iya mas!"
" Terlebih lagi mas juga sangat mengkhawatirkan kamu, walaupun kamu bisa ilmu bela diri tapi saat ini kondisi kamu kan tengah hamil, mas takut Roni bersikap macam-macam sama kamu!" ucap Aldy cemas
" Insyaallah, Za bisa menjaga diri dengan baik mas" ucap Khanza untuk menenangkan hati suaminya
" Tapi bagaimana cara membuktikan kalau kamu dan Nana tidak bersalah mas, kita kan tidak punya bukti apa-apa" tutur Khanza
" Di sekolah bukannya ada cctv, kita lihat dari situ" ucap Aldy dengan yakin
" Apa tadi mas tidak melihat cctv nya?" tanya khanza
" Tidak, karena kepala sekolah melarang mas. katanya di bagian belakang sekolah tidak ada cctvnya" jawab Aldy
" Tidak mungkin tidak ada mas, semua ruangan saja ada masa dibelakang sekolah yang bahkan banyak para siswa dan siswi yang kabur lewat jalan belakang tidak ada" tutur Khanza merasa heran
" Iya juga, kamu benar sayang!"
" Ya sudah nanti kita bahas masalah ini dengan papa Sam, kamu ikut mas kan ke rumah papa Sam?"
" Iya mas, aku ikut apalagi kalau disana ada baby Zia. aku kangen mas dengannya" ucap Khanza berbinar membayangkan bertemu dengan baby Zia.
" Ya sudah cepat bersiap-siap!" ucap Aldy seraya beranjak dari duduknya
" Iya mas!" Khanza pun segera merampungkan bersoleknya.
Setelah siap Khanza dan Aldy pamit kepada bu Khodijah.
" Kalian mau pergi kemana?" tanya bu Khodijah saat Aldy dan Khanza berpamitan
" Mau ke rumah papa Sam Bu" jawab Khanza
" Kami ingin membahas masalah yang terjadi di sekolah bu, ini masalah yang cukup serius jika tidak segera diselesaikan takutnya malah merambat ke yang lain dan tidak menutup kemungkinan hubungan kami pun bisa saja terbongkar!" ucap Aldy
" Iya kamu benar nak, masalah ini memang seharusnya cepat di atasi. ibu juga tahu bagaimana kelakuan anak itu. dia sering mojok di kantin dengan siswi yang berbeda-beda dan perbuatan mereka bahkan diluar batas."
" Jadi si Roni itu sering mojok di kantin dengan pacar-pacarnya Bu?" tanya khanza antusias
" Iya, dia sering bolos di jam pelajaran tapi yang tidak habis pikir pihak sekolah kenapa membiarkannya begitu saja tidak menegur apalagi memberi sanksi" jawab bu Khodijah
" Karena dia itu putra tunggal dari salah satu donatur di SMA Darma Bangsa bu" tutur Khanza menjelaskan
" Tapi berkat informasi dari ibu barusan setidaknya kita punya titik terang dengan cctv yang ada di kantin. kita cek bagaimana kelakuan Roni selama ini. pihak sekolah lebih percaya ke siapa nantinya" terang Aldy
" Mas benar, semoga saja di kantin cctvnya tidak bermasalah juga ya mas" harap Khanza
" Amin, semoga saja!" ucap Aldy
" Terima kasih ya bu atas informasinya, semoga itu bisa cukup membantu"
" Iya nak Aldy sama-sama, semoga saja kasus ini cepat selesai, kasihan juga dengan teman kamu Nana, dia tadi sampai pulang di antar Miska dan Hana karena hampir semua siswa-siswi mengatainya yang tidak-tidak" ucap bu Khodijah memberitahu
" Ya ampun bu Khanza malah gak tahu, Nana pasti sedih banget" ucap Khanza berubah sendu
" Sudahlah, kamu jangan terlalu memikirkan masalah ini kasihan dedeknya,tenang saja mas akan segera menyelesaikannya" ucap Aldy seraya merangkul bahu Khanza dari samping.
" Iya mas, mas harus selesaikan masalah ini dengan segera!" ucap Khanza
" Ya sudah sekarang kita pergi dulu ke rumah papa Sam!"
__ADS_1
" Pamit bu!" Khanza dan Aldy mencium punggung tangan bu Khodijah sebagai salam takzim
" Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikum salam, hati-hati nak!" ucap bu Khodijah
" Iya bu!"
Aldy dan Khanza saat ini tengah berada di dalam mobil keduanya saling diam dengan pikiran masing-masing. Aldy fokus pada kemudinya sedangkan Khanza menatap ke arah jendela memikirkan bagaimana keadaan Nana saat ini, dia begitu mengkhawatirkan keadaan Nana.
Khanza meraih benda pipih yang ada di dalam tas selempangnya.
...Grup Chiwik-Chiwik manis 🥰...
...Khanza " Assalamu'alaikum!"...
...Hana " Wa'alaikum salam ibu negara!"...
...Miska " Wa'alaikum salam bumil!"...
...Khanza " Nana belum absen!"...
...Hana " Dia lagi meringkuk di guling!"...
...Khanza " Gue nanya serius"...
...Hana " Ya gue juga jawabnya dua rius malah🤭"...
...Miska " Nana sekarang lagi di rumah gue, tuh lagi meringkuk melukin guling"...
...Hana " Kecapean nangis dia di gosipin sama laki loe Za"...
...Khanza " Duh ya ampun kasihan banget sih"...
...Hana " Loe enggak marah Za lihat foto itu?"...
...Khanza " Kenapa harus marah, gue justru khawatir dengan keadaan Nana!"...
...Khanza " Kalau gue percaya sama tuh foto ngapain gue nanyain keadaan Nana yang ada gue malah datang ke rumahnya terus ngejambak tuh rambutnya" ....
...Hana " Ha...Ha.... serem juga ya ibu negara kalau udah marah"...
...Miska ". Makanya loe jangan berani macam-macam"...
...Khanza " Gue sekarang lagi di mobil mau ke rumah papa Sam"...
...Miska " Papa Sam maksud loe tuan Samuel?"...
...Khanza " Iya!"...
...Hana " Tuan Samuel maksudnya orang tuanya pak Bagaz?"...
...Khanza " Iya!"...
...Miska " ngapain?"...
...Khanza " Mau minta pendapat untuk menyelesaikan masalah ini karena Roni menggunakan kekuasaan orang tuanya untuk bertindak sesuka hatinya di sekolah"...
...Miska " Gue setuju mending emang untuk menghadapi orang macam Roni harus dengan lawan yang seimbang"...
...Hana" Iya Mis betul"...
...Khanza " Do'ain aja semua berjalan lancar...
...Hana/Miska " Amin...
" Serius banget chatingannya!" ucap Aldy seketika membuat Khanza menoleh ke arah Aldy
" Gak juga" Sahut Khanza
" Chatingan sama siapa?" tanya Aldy
__ADS_1
" Teman-teman" jawab Khanza
" Nana katanya dari tadi nangis terus dan sekarang sedang tidur kecapean nangis kata Hana!" lanjutnya
" Apa teman-teman kamu sedang di rumah Nana?". Aldy menoleh sekilas ke arah Khanza
" Tidak, tapi Nana yang berada di rumah Miska!" jawab Khanza dan Aldy mengangguk
" Kasihan Nana mas!" ucap Khanza sendu
" Iya, mas juga mengerti ya semoga aja papa Sam bisa membantu dan masalah ini cepat selesai"
" Amin"
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi pun kini sudah berada di depan rumah kediaman keluarga Dinata
" Cari siapa mas?" tanya penjaga rumah
" Emm... Papa Sam, apa ada di rumah?" tanya Aldy
" Papa Sam? maksud anda tuan Samuel?" tanya penjaga tersebut bingung
" Iya, papa Samuel"
" Maaf dengan siapa?"
" Bilang saja Aldy dan Khanza!" jawab Aldy
" Baik tunggu sebentar!"
Penjaga tersebut masuk ke dalam rumah dan tidak berapa lama keluar kembali
" Silahkan masuk,tuan Sam menunggu anda di ruang tamu!" ucap penjaga tersebut
" Baik terima kasih!"
" Sama-sama!"
" Mas kok aku jadi deg-degan gini ya?" ucap Khanza seraya turun dari mobil mengekor Aldy berjalan menuju rumah besar tersebut
Aldy hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Khanza memasuki rumah mewah tersebut
" Silahkan masuk !" ucap seorang pelayan
" Terima kasih!" ucap Khanza
" Assalamu'alaikum!" ucap Aldy saat memasuki rumah tersebut
" Wa'alaikum salam!" jawab papa Sam dan mama Maria
" Hai sayang apa kabar, bagaimana kondisi kesehatan kamu hem?" tanya mama Maria yang langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Khanza
" Alhamdulillah baik mah" jawab Khanza seraya mencium punggung tangan mama Maria
Mama Maria memeluk Khanza membuat Khanza merasa begitu nyaman.
" Kamu jangan terlalu banyak pikiran ya, ini hanya kerikil dan duri kecil yang sedang menguji rumah tangga kalian" ucap mama Maria seraya menggiring Khanza untuk duduk di sofa bersamanya.
" Duduklah!" seru papa Sam pada Aldy
" Iya pah!" Aldy pun duduk
" Mah, kak Zaira kemana?" tanya khanza mencari keberadaan Zaira tepatnya baby Zia
" Oh mereka sedang keluar sebentar, katanya mau kumpul sama teman-temannya" jawab mama Maria dan Khanza mengangguk
" Kalian sudah makan?" tanya mama Maria
" Sudah mah!" jawab Khanza
"Emm .. bagaimana kalau kamu ikut mama ibu hamil itu harus banyak makan dan mama punya puding coklat tadi mama bikin sama kakak mu Zaira" ucap mama Maria mengajak Khanza ke meja makan.
__ADS_1
" Pah kalian bicara saja selesaikan masalah nak Aldy mama mau mengajak putri mama menikmati puding buatan mama" ucap Mama Maria seraya menggandeng tangan Khanza menuju meja makan.