Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
CCTV


__ADS_3

Lia berlari tergesa-gesa menuju parkiran dia sampai lupa kalau hari ini dia tidak membawa mobil karena ia berangkat bersama Mario. Lia mengumpat dirinya sendiri mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustasi


" Bodoh banget sih gue?" makinya


Sampai bunyi klakson mobil mengejutkannya


Tiiiiddddd..


Lia terlonjat kaget " Bereng_!" belum selesai memaki Indah mengeluarkan kepalanya dari kaca jendela mobil.


" Loe mau ikut apa mau diam aja disitu?" tanya Indah sedikit berteriak.


Lia langsung menghampirinya dan masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh Mona.


Disepanjang perjalanan mereka tidak ada yang berbicara mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Sekita 30 menit mobil mereka pun sampai di parkiran mobil rumah sakit dan tepat saat mereka keluar dari mobil, mereka melihat Azka yang juga baru datang langsung berlari menuju ruangan yang sudah diberitahukan sebelumnya oleh Mario.


Lia, Indah dan Mona bergegas mengikutinya dari belakang setelah sampai di ruangan dimana Zaira tengah dalam pemeriksaan tim medis, langkah Lia melemah apalagi saat netranya melihat sosok Mario yang tengah duduk di bangku tunggu bersama Mia.


Azka yang baru saja tiba langsung memberondong pertanyaan kepada Mario tentang apa yang telah terjadi pada isterinya dan Mario pun menceritakan semuanya dengan detail kepada Azka sampai ia datang bersama Mia. Azka merasa geram tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih setelah mendengar cerita dari Mario.


Bhugg


" Aku harus memberinya pelajaran, berani-beraninya dia menyentuh isteriku!" Azka melayangkan tinju Kedinding rumah sakit meluapkan segala emosinya.


" Pak Bagaz sebaiknya bapak tenangkan diri bapak dulu!" pinta Mario mencoba menenangkan guru olahraganya itu.


"Bapak fokus saja dengan kondisi Zaira, saya rasa Zaira sangat terguncang dengan kejadian tadi dan pasti disaat seperti ini Zaira sangat membutuhkan kehadiran bapak untuk selalu disampingnya" lanjut Mario membuat Azka sedikit lebih tenang.


" Untuk masalah Irfan kita harus memiliki bukti-bukti yang kuat terlebih dahulu, 'karena Yoga mengatakan kalau Bu Mayang tidak mempercayai semua kejadian ini dan Bu Mayang justru mengatakan yang sebaliknya dia lebih mempercayai Irfan yang merupakan murid teladan dan ketua OSIS yang bertanggung jawab, jadi Bu Mayang yakin Irfan tidak mungkin berani melakukan hal beja* tersebut justru Bu Mayang malah menuduh saya dan Zaira sebagai murid yang selalu menjadi biang masalah."! tutur Mario menjelaskan dan Azka menghela nafasnya berat.


" Baiklah, kalau begitu aku akan meminta Sendy untuk mengurus masalah ini dan pastikan dengan segera rekaman cctv seluruh area sekolah aman!" ucap Azka dengan tegas.


" Baik pak, kalau begitu saya permisi untuk kembali ke sekolah?" ucap Mario dan Azka hanya mengangguk pelan.


Mario pergi untuk kembali ke sekolah mencari bukti kejadian yang dialami Zaira dan langkahnya terhenti saat netranya melihat Lia yang berdiri tidak jauh dari ruang pemeriksaan Zaira.


Mario melangkah melewati Lia begitu saja menurutnya menyelesaikan masalah Zaira jauh lebih penting saat ini ia tidak mau jika sampai rekaman cctv tersebut sampai hilang. Mario tahu kalau Lia sempat cemburu buta melihatnya dengan Zaira, Lia yang masih saja meragukan perasaannya.


Mario tahu apa yang harus dilakukan jadi ia lebih memilih untuk menyelesaikan masalah Zaira terlebih dahulu dan memberi sedikit hukuman kepada Lia yang sudah berani-beraninya mencurigai kesetiaannya.


Ada rasa sesak yang menghantam dada Lia saat Mario berlalu begitu saja melewati dirinya.


Lia tidak menyangka jika Mario benar-benar akan semarah ini, ia tahu dirinya salah padahal Mario sudah berkali-kali mengingatkannya untuk tidak mudah percaya dengan apa yang dilihat tanpa tau kebenarannya.


Lia memberingsut ke lantai Mona yang terkejut langsung buru-buru merengkuh tubuh Lia yang hampir tumbang.


" Li loe kenapa, loe baik-baik ajakan?" tanya Mona yang cemas melihat keadaan Lia yang tidak seperti biasanya.


" Gue bodoh.... gue emang bodoh!" Lia memaki dirinya sendiri dan memukuli kepalanya sendiri.

__ADS_1


" Lia loe kenapa sih?" kali ini Indah yang bertanya dan menahan dengan kuat tangan Lia yang hendak memukuli kepalanya sendiri.


Lia hanya bisa menangis meruntuki kesalahannya sendiri, kenapa dia bisa dengan mudahnya terpancing dengan ucapan Rangga dan kenapa justru dia mencurigai Mario yang tengah berusaha untuk menyelamatkan kakak iparnya sendiri.


Lia masih menyesali perbuatannya yang telah cemburu buta sementara di dalam ruangan dokter tengah menjalankan beberapa pemeriksaan terhadap Zaira yang masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat penenang yang sempat diberi sang dokter itupun dengan dosis yang sangat sedikit karena tahu kondisi Zaira yang tengah hamil.


Zaira sempat histeris dan terus menjerit ketakutan saat tiba di rumah sakit karena takut melukai dirinya sendiri dan juga bayi didalam kendungannya maka dokter terpaksa memberi Zaira sedikit obat penenang tersebut.


Ceklekk


Dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan Azka langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.


" Dokter bagaimana keadaan isteri saya? apakah kondisinya baik-baik saja? kondisi kandungannya bagaimana dok?" tanya Azka panik.


Dokter menarik napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan Azka. " Kondisi pasien saat ini belum sadarkan diri karena pengaruh dari obat penenang yang sempat saya berikan tapi tidak perlu khawatir beberapa jam lagi dia akan segera tersadar dan pastikan saat ia tersadar jangan biarkan ada sesuatu yang memicu dirinya menjadi histeris kembali."


"untuk kondisi kandungannya, Alhamdulillah dia dalam keadaan baik-baik saja, walaupun isteri anda hamil dalam usia muda untung saja kondisi kandungannya sangat kuat. tapi walaupun begitu tetap keadaan sang ibu harus dalam keadaan baik dan sehat karena jika tidak maka akan membahayakan dirinya dan juga kandungannya." terang sang dokter dan setelah mengatakan itu dokter tersebut pun pamit undur diri.


💫💫


Zaira kini sudah berada di ruang perawatan VVIP, matanya masih terpejam dan Azka masih setia menemaninya. Mona, Indah dan Lia duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


Lia menatap iba terhadap kakak iparnya yang dengan tega ia sempat cemburui buta. padahal kondisi Zaira saat ini sangat memperihatinkan tapi dengan bodohnya ia malah menuduh yang bukan-bukan. sungguh kerdil otakmu Lia batinnya terus meruntuki otaknya yang tiba-tiba sempit.


Mia yang mengerti kondisi Lia saat ini hanya bisa menepuk bahunya " Loe yang sabar ya, gue tahu posisi loe yang mungkin belum percaya sepenuhnya dengan Mario, tapi gue yakin Mario gak bakal bisa marah sama loe lama-lama!" ucap Mia membuat Lia mendongak dan menatapnya.


" Loe gak usah khawatir Mario pasti gak sepenuhnya marah sama loe, dia hanya kecewa dan itu wajar. mungkinkah saat ini dia butuh waktu jadi loe gak usah terlalu memikirkan hal itu lagi!" lanjutnya Mia yang hari ini sedikit bersikap sok bijak.


" Dia udah benci sama gue Mi, karena gue selalu mencurigainya dan cemburu buta padahal dia sering bilang sama gue agar gue tidak mudah mencerna apa yang mata gue lihat tapi hari ini gue malah mengecewakannya lagi" dengus Lia


" Yaudah setelah kita pastikan kondisi Zaira baik-baik saja kita pulang dan setelah itu loe bisa menyelesaikan kesalahpahaman loe sama Mario!" Mia memberi usul dan Lia mengangguk pelan.


💫💫


Sementara di sekolah SMA Darma Bangsa berita heboh mulai merebak dengan cepat, bagaimana tidak berita itu keluar langsung dari ketua OSIS yang mengatakan kalau Zaira kini tengah hamil diluar nikah dan masalah yang menghamilinya dia bilang antara pak guru Bagaz atau bisa jadi Mario mengingat insiden yang pernah terjadi beberapa bulan yang lalu.


Dengan mudahnya berita tersebut di percaya begitu saja oleh para siswa-siswi SMA Darma Bangsa bahkan sebelum pulang Irfan sempat mengatakan jika dia habis dipukuli oleh Mario karena mendapati mereka tengah berduaan di belakang sekolah.


Karena selama ini Irfan terkenal sebagai ketua OSIS yang memiliki kepribadian yang baik dan bahkan tidak ada catatan buruk sedikitpun membuat semua teman-temannya dengan mudah percaya begitu saja kecuali Yoga yang memang tahu fakta kebenarannya tapi membantah ucapan munafik dari seorang Irfan dia rasa hanyalah sia-sia belaka jika tidak ada bukti kebenarannya.


Mario tiba disekolah tepat setelah mobil Irfan meninggalkan lingkungan sekolah. Mario turun dari mobil milik Yoga yang sempat di pinjamnya saat hendak membawa Zaira ke rumah sakit dan pada saat itu pula Sendy tiba setelah sang atasan memerintahkan untuk mencari bukti kekerasan yang dialami isterinya.


Mario berjalan bersama Sendy masuk kedalam sekolah dan tidak sedikit pandangan mata yang mengarah ke mereka berdua terutama kepada Mario. ada yang mencibir bahkan menghinanya terang-terangan, mungkin kalau yang berjalan di depan mereka saat ini adalah Mario yang dulu sudah pasti habis mereka dibogem olehnya, tapi Mario yang sekarang sudah banyak berubah dia lebih memilih untuk diam mengabaikan hal yang menurutnya tidak penting dan fokus mencari bukti kebenarannya melalui cctv.


Mario dan Shendy masuk ke ruangan kepala sekolah, dan di ruangan tersebut kebetulan sudah banyak para guru yang juga tengah mendatangi ruang kepala sekolah guna mencari kebenaran dari berita yang tengah heboh di sekolah tersebut.


" Kebetulan sekali si biang masalah kini sudah ada di sini!" ucap Bu Mayang sinis yang memang tidak suka dengan Mario.


Mario hanya bisa mengepalkan tangannya kuat guru yang selalu bergaya sok kecakapan ini berbicara seolah dia tahu segalanya.


Tanpa banyak basa-basi Sendy mengutarakan maksud kedatangannya kepada kepala sekolah, dan meminta kepala sekolah meredam secepatnya berita yang tengah heboh di chat sekolah.

__ADS_1


Pak Ridwan sangat terkejut dengan insiden yang terus terjadi disekolah ini apalagi kejadian tersebut selalu berkaitan dengan keluarga Dinata sang pemilik yayasan SMA Darma Bangsa.


Pak Ridwan memijat pelipisnya yang terasa penat, masalah kali ini pasti akan berdampak sangat besar dengan sekolah SMA Darma Bangsa yang terkenal sebagai sekolah unggulan di kota tersebut jika sampai beritanya sampai bocor keluar.


Pak Ridwan akhirnya meminta para siswa dan siswi SMA Darma Bangsa untuk berkumpul di lapangan.


Setelah semua murid berkumpul di lapangan pak Ridwan dengan beberapa staf guru akhirnya memberitahukan sekaligus memberi peringatan kepada siapa saja yang berani menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya maka akan mendapatkan sangsi dikeluarkan dari sekolah.


Pada saat pak Ridwan memberi peringatan kepada para siswa-siswi SMA Darma Bangsa, Mario dan Sendy ikut dengan pak Hartono ke sebuah ruangan untuk mengecek seluruh cctv yang ada di sekolah tersebut.


Setelah berada di dalam ruangan tersebut pak Hartono mengecek satu persatu cctv yang ada dilingkungan tersebut dan dimulai dari gerbang sekolah, terutama pada saat Zaira yang baru sampai dan diantar oleh Azka. Pak Hartono awalnya merasa heran karena setahunya Azka hari ini libur tapi kenapa ia bisa menyempatkan waktu untuk mengantarkan Zaira kesekolah.


"Pak tolong di percepat!" Pinta Mario yang merasa sudah tidak sabar.


Setelah putaran demi putaran video cctv nampaklah dimana Zaira yang tengah dihadang oleh Irfan dan menarik tangan Zaira dengan paksa.


Mario mengepalkan tangannya kuat melihat video tersebut, sampai video memperlihatkan dengan jelas kejadian dimana Zaira mendapatkan perlakuan kasar dan pelecehan oleh Irfan seorang ketua OSIS yang banyak dikagumi para siswi dan selalu menjadi kebanggaan Bu Mayang.


Setelah mendapatkan bukti yang kuat Sendy, Mario dan pak Hartono kembali ke ruangan kepala sekolah. Pak Hartono memberikan rekaman video tersebut kepada kepala sekolah yang sebelumnya sudah di cofy dan diberikan kepada Sendy.


Pak Hartono memutar video tersebut di layar laptopnya dan memperlihatkannya kepada pak Ridwan selaku kepala sekolah. Melihat video tersebut sontak membuat kepala sekolah dan beberapa guru termasuk Bu Mayang terkejut mereka benar-benar tidak menyangka jika yang ada di layar tersebut adalah Irfan sang ketua OSIS yang cukup dibanggakan, apalagi selama ini Irfan tidak pernah memiliki catatan buruk selama sekolah di SMA Darma Bangsa. Bu Mayang hampir terhuyung jika tidak ada Bu Tika yang langsung memegangi lengannya.


Seorang Siswa yang selalu menjadi kebanggaan disekolah dan menjabat sebagai ketua OSIS bahkan selama ini selalu memiliki etika yang baik dan banyak dikagumi para cewek disekolah berani berbuat sejauh itu membuat malu sekolah dan yang lebih parahnya lagi kasus kali ini pasti tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Samuel selaku pemilik yayasan tersebut apalagi ini sudah menyangkut tentang menantu kesayangannya.


Tubuh pak Ridwan seketika lemas, apalagi dilayar tersebut terlihat dengan jelas Irfan berbuat sangat kasar dan menyakiti menantu sang pemilik yayasan.


Tamatlah riwayatnya kali ini batin pak Ridwan yang berkali-kali kecolongan dan dengan kasus yang sama, dulu Mario memang hampir berbuat hal yang sama tapi dia tidak senekat Irfan yang sampai ingin berbuat lebih terhadap Zaira. jika dulu Mario hanya ingin sekedar menggertak Zaira saja.


" Kasus ini sudah termasuk kedalam tindakan kriminal, saya rasa tuan besar tidak akan tinggal diam dalam kasus kali ini" ucap Sendy


Tring


Pesan masuk ke dalam ponsel Mario dan saat membukanya Mario melotot dan langsung memberikan ponsel miliknya kepada Sendy.


Setelah melihat berita yang bukannya padam berita kali ini malah jauh semakin heboh di chat grup sekolah yang memberitakan tentang Zaira yang tengah hamil di luar nikah dan belum diketahui siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.


Sendy hanya bisa menghela napasnya berat belum selesai masalah yang satu sudah muncul masalah yang lain dan sepertinya masalah ini hanya bisa diselesaikan oleh Azka dan papa Sam.


Sendy dan Mario memilih untuk kembali ke rumah sakit setelah meredam gosip yang sempat memanas di chat grup sekolah.


💫💫


Sementara papa Sam yang berada di desa setelah mendengar berita tentang Zaira langsung memerintahkan Bram asistennya untuk melakukan akuisisi perusahaan WR Grup milik Wiryawan papa dari Irfan Ardi Wiryawan putra pertama Keluarga Wiryawan.


Wiryawan terkejut mendengar bahwa perusahaan miliknya kini telah di akuisisi oleh PT. Dinata Grup. Hampir saja ia terkena serangan jantung mendengar perusahaannya yang tiba-tiba diakuisisi tanpa tahu kesalahannya.


Bram datang menemui langsung Wiryawan di perusahaannya dan menceritakan semua perbuatan putranya itu, ini adalah sebuah kejutan kedua yang menghantam jantung Wiryawan untung saja jantungnya masih kuat untuk bekerja sehingga pasokan oksigen masih dapat terpenuhi.


Bram memberi tawaran kepada Wiryawan untuk menyerahkan putranya kekantor polisi dan menjelaskan semuanya dengan sebenar-benarnya mempertanggung jawabkan atas perbuatannya terhadap menantu keluarga Dinata. Awalnya Wiryawan merasa bingung pasalnya yang ia tahu putra dari keluarga Dinata masih melajang dan belum menikah apalagi yang Bram ceritakan kalau Irfan telah melakukan hal yang tidak pantas terhadap teman sekolahnya bagaimana bisa menjadi menantu keluarga Dinata. Bram yang tahu kebingungan Wiryawan akhirnya menjelaskan semuanya. Jika Wiryawan setuju dengan tawaran yang Bram berikan maka perusahaan


PT Dinata Grup akan mengembalikan semua milik WR Grup seperti semula.

__ADS_1


Wiryawan mau tidak mau akhirnya menyetujui tawaran tersebut, walau bagaimanapun putranya memang telah melakukan kesalahan besar apalagi berkaitan dengan keluarga Dinata yang tidak akan bisa dengan mudah lolos begitu saja.


__ADS_2