Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska berjalan begitu tergesa-gesa, ucapan Hana terus terngiang-ngiang di telinganya.


" Enggak mungkin, gue enggak mungkin hamil. enggak mungkin!" sanggah Miska dalam hati.


Miska terus berjalan dengan pikiran yang kacau balau dan tanpa sengaja ia sampai menabrak seseorang.


Brukkk


" Maaf... maaf ... gue enggak sengaja!" ucap Miska dengan hati yang bergemuruh hebat.


" Enggak apa-apa" ucapnya


Melihat Miska yang nampak gelisah membuatnya menjadi khawatir " Kamu baik-baik aja kan?" tanyanya memastikan.


Miska yang hafal dengan suara tersebut pun langsung mendongak menatap si pemilik suara


Deg


" Elo?" terkejut Miska


" I... iya gue baik-baik aja" Miska pun langsung beranjak pergi namun baru beberapa langkah ia mendengar suara yang cukup meresahkan hatinya


" Hai... sayang!" suara itu terdengar begitu manja


" Loe kemana aja sih, beberapa hari ini gue cariin enggak pernah ada?" tanyanya


" Ada" jawab Roni datar


Miska menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat Loly tengah memeluknya mesra.


" Loly jangan seperti ini, nanti kalau ada guru yang lihat bisa jadi masalah!" tegas Roni melepaskan pelukan Loly yang melingkarkan tangannya di pinggang.


Miska menatap Roni tajam entah kenapa rasanya ingin sekali ia menarik Loly lalu menjambak rambutnya.


Roni yang ditatap oleh Miska semakin kesal dengan Loly, dia takut Miska salah paham dan semakin membencinya.


" Miska !" teriak Nicko seraya berlari menghampirinya.


Miska menoleh ke sumber suara lalu kembali melangkah saat melihat Nicko, Billy, Nana dan Hana berlari menghampirinya.


Khanza tidak berani berlari jadi dengan santai gadis yang sudah tidak gadis itu lagi berjalan dengan gontai.


Saat berjalan menuju toilet Miska kembali di kejutkan dengan adanya seseorang yang beberapa hari ini selalu ia hindari.


" Miska!"


" Bayu!" keduanya sama-sama terkejut


Miska yang kembali teringat dengan kejadian malam itu ditambah lagi dengan ucapan Hana tanpa pikir panjang langsung mendekati Bayu dan


Plakkk


Plakkk


Bayu yang pada saat itu sedang bersama pacarnya dan kedua temannya sangat terkejut dengan reaksi Miska terlebih Maya pacarnya Bayu merasa tidak terima dengan perlakuan Miska yang sudah berani menampar Bayu


" Eh... Loe kurang ajar banget ya, datang-datang main nampar orang gitu aja" sarkas Maya


" Laki-laki macam dia pantas mendapatkan itu bahkan lebih" tegas Miska dengan kobaran api kemarahan yang terpancar di matanya.


" Loe bisa bebas dan bersikap sesuka hati loe setelah loe berhasil mendapatkan apa yang loe inginkan, loe pria berengsek yang paling gue benci dimuka bumi ini karena perbuatan loe lebih beja* dari seekor binatang!" amuk Miska dengan dada yang naik turun menahan tangis


" Karma pasti berlaku gue percaya itu!" ucap Miska lalu beranjak pergi


" Gue minta maaf, gue akui perbuatan gue memang sudah sangat keterlaluan gue sudah menyesalinya" Miska berbalik badan dan menatap tajam ke pada Bayu yang menurutnya mudah sekali mengatakan kata maaf.


" Maaf kata loe? semudah itu loe mengatakan maaf setelah apa yang udah loe lakuin ke gue hah?" geram Miska


" Eh, mau loe apa sih sebenarnya? cowok gue udah minta maaf ya kenapa loe masih ngotot begitu?"


" Oh atau jangan-jangan loe itu enggak terima ya cinta loe di tolak sama cowok gue dan loe mau memaksa cowok gue buat jadi pacar loe, iya?" ucap Maya nyolot


" Diam loe gak usah ikut campur loe!" ketus Miska


" Wah ini cewek kurang ajar ya!" Maya hendak melayangkan tangannya kepada Miska namun dengan cepat seseorang mencekal tangannya lalu menghempaskannya kasar


" Nicko, elo?" terkejut Maya mendapati Nicko berada di belakang Miska


" Loe memang berengsek, baj**gan.... Bia**b!" geram Nicko lalu menarik kerah baju Bayu dengan kasar


" Nicko hentikan!" teriak Billy yang berlari menghampiri Nicko bersama Hana dan Nana yang mengekor di belakangnya.


Bughh


Nicko tidak menghiraukan panggilan Billy dan akhirnya melayangkan satu tinju ke perut Bayu hingga membuat laki-laki itu tersungkur


" Aaa....!" teriak Maya histeris dan langsung menghampiri Bayu membantunya berdiri namun ditepis oleh Bayu.


" May, sebaiknya loe pergilah dulu!" pinta Bayu


" Tapi Bayu bagaimana dengan loe?"


" Tenang aja ada mereka" jawab Bayu menunjuk kedua sahabatnya.


" Dan satu lagi Maya jangan cerita hal ini pada siapapun atau gue enggak akan mau menemui loe lagi!" pesan Bayu membuat Maya cemas


Maya pun dengan berat hati pergi meninggalkan Bayu bersama Miska dan teman-temannya.


" Miska gue tahu gue salah, gue sudah merencanakan perbuatan jahat terhadap loe, beruntung rencana gue gagal coba kalau gue benar-benar melakukannya? enggak aja loe sampai semarah ini sama gue apalagi kalau gue_!"


" Apa maksud loe gagal?" potong Miska


" Ya gagal, emangnya loe enggak tahu kalau si berengsek Roni yang udah menggagalkan rencana gue itu?"


" Roni?" Miska terkejut dan menutup mulutnya


" Iya, dia yang bikin teman-teman gue babak belur dan dia yang membawa loe pergi"


" Tapi beruntung dia yang membawa loe pergi karena kalau bukan, maka tamat riwayat gue dan enggak mungkin sekarang gue masih bisa berdiri di sini!"


" Roni? jadi dia yang sudah_" kata-kata Nicko menggantung dan dengan emosi yang memuncak langsung pergi mencari keberadaan Roni


Sementara Miska masih bergeming dan begitu terkejut dengan fakta yang sebenarnya.


" Ja... jadi yang membawa gue pergi malam itu Roni?" tanya Miska dengan rasa tidak percaya


Sementara Khanza yang sudah berada di samping Miska bernapas lega.

__ADS_1


Tiba-tiba bayangan kelam malam itu berskelebatan di ingatan Miska.


" Roni!" pekik Miska saat teringat Nicko yang terlihat begitu marah pada Roni


Miska langsung bergegas mencari Nicko


" Za, loe istirahat aja ya gue tahu loe capek jangan memaksakan diri ya, gue enggak apa-apa kok, gaes nitip Khanza ya!" sempat-sempatnya Miska dalam situasi seperti itu masih memikirkan keadaan sahabatnya Khanza


" Ka elo?" Hana cemas


" Gue enggak apa-apa, gue mau cari Nicko takut tuh anak nekat!" ucap Miska


" Gue ikut loe!" ucap Nana dan Miska mengangguk


" Gue juga!" ucap Bayu


Billy sudah lebih dulu mengejar Nicko dia takut Nicko berbuat yang macam-macam.


Nicko dengan kasar masuk ke dalam kelas Roni, ternyata kosong. sebelumnya memang sudah diberitahu kalau hari ini semua murid dipulangkan lebih awal karena gurunya ada rapat termasuk Aldy.


Miska dan teman-temannya belum pulang karena mereka memilih untuk bersantai di kantin sekolah dan pulangnya berencana akan mampir ke mall.


Nicko lalu berjalan menuju parkiran dia yakin Roni pasti belum pulang, karena belakangan ini yang dia lihat Roni selalu pulang setelah memastikan Miska sudah pulang lebih dulu.


" Jadi selama ini dia menghindari Miska, pulang selalu belakangan dan takut Miska tau kelakuan bejatnya!" batin Nicko bergemuruh


" Roni!" teriak Nicko dengan langkah tegas menghampiri Roni yang baru saja naik ke atas motor butut milik Lukman yang dipinjamkan olehnya.


Bugh


Nicko melayangkan satu bogeman mentah tepat diwajah Roni membuat sudut bibir pria tampan itu berdarah.


Roni tersenyum sinis seraya menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan ibu jari.


" Dasar berengsek.. pengecut loe!" maki Nicko dan hendak melayangkan satu bogeman lagi


Bugh


" Nicko hentikan!" Billy berusaha untuk menahan Nicko tapi sepertinya amarah Nicko yang besar membuat Billy kewalahan.


Roni bergeming tidak melakukan perlawanan dia hanya ingin tahu sejauh mana kemarahan Nicko dan apa tujuannya melakukan hal itu.


" Gue akan habisi dia, laki-laki yang selalu mempermainkan perempuan dan sekarang dia sudah kurang ajarnya merusak anak gadis orang, dasar kurang ajar!" Nicko melayangkan tangannya kembali namun teriakkan seseorang menghentikan aksinya


" Nicko cukup!" dengan dada yang kembang kempis Nicko menahan kemarahannya.


" Untuk apa sih loe ngebela dia?" geram Nicko saat Miska berjalan menghampiri Roni


Plakk


Satu tamparan Miska layangkan membuat Roni meringis dan menatap tidak percaya dengan reaksi Miska.


Tamparan itu memang pantas ia dapatkan, Roni diam bergeming lalu tersenyum getir.


" Kenapa loe tega Ron, loe jahat?" Miska memukul dada Roni secara berutal dan Roni membiarkan Miska meluapkan semua kekesalannya.


" Loe jahat Ron, loe jahat. Kenapa loe biarkan kesalahpahaman ini terjadi, loe membuat gue merasa jijik dan kotor terhadap diri gue sendiri, kenapa loe lakuin itu sama gue Ron? kenap_?"


Brukk


Roni menggendong Miska ala bridal style " Roni bawa ke mobil gue !" ucap Billy


" Berengsek jangan sentuh dia!" geram Nicko yang hendak merebut Miska dari gendongan Roni


" Nicko, hentikan. keselamatan Miska jauh lebih penting dari ego loe!" geram Billy dan Nana mengangguk


" Ayo ikut gue!" ajak Billy.


" Na tolong bilang ke Khanza ya kita akan membawa Miska ke rumah sakit!"


" Iya, hati-hati segera kabarin ya!"


Billy mengangguk dan Roni pun mengekor mengikuti Billy sementara Nicko dengan menahan emosinya terpaksa ikut.


Roni dan Miska duduk di jok belakang sementara Nicko disamping Billy yang menyetir.


Roni berkali-kali membelai lembut kepala Miska dengan raut wajah yang begitu mengkhawatirkan.


Nicko merasa geram dengan sikap Roni yang dengan seenaknya menyentuh Miska.


" Eh pengecut, kondisikan tangan loe awas aja kalau loe mencuri kesempatan dalam kesempitan!" ancam Nicko namun tidak digubris oleh Roni


Tiba-tiba ponsel Roni berdering panggilan masuk dari Lukman


" Hallo!"


" loe dimana? katanya pulang cepat hari ini?"


" Iya, tapi sepertinya gue enggak bisa buka bengkel hari ini!"


" Kenapa?"


" Ada urusan mendadak!"


" Oke kalau gitu, biar nanti gue aja yang buka kebetulan sebentar lagi gue juga udah mau pulang!"


" Iya, sorry ya Man!"


" Iya enggak apa-apa!"


Baru saja Roni menutup panggilan telponnya tiba-tiba ponselnya berdering kembali dan kali ini yang menelpon mama Rika.


" Hallo, assalamualaikum mah!"


" Wa'alaikum salam"


" Nak Roni apa benar sekolah hari ini pulang cepat?" tanya mama Rika cemas


" Iya mah, memang ada apa ya mah?"


" Miska, dia kok belum pulang ya ?"


" Emmm.... itu anu mah!" jawab Roni terbata


" Ada apa?"


" Saat ini Roni sedang berada di mobil teman dan mau membawa Miska ke rumah sakit dia pingsan mah!" ucap Roni membuat mama Rika terkejut

__ADS_1


" Oh ya ampun pantas saja perasaan mama sedari tadi merasa tidak enak"


" Rumah sakit mana?"


" Darma Medika mah"


" Yaudah nanti mama menyusul, apa mommy kamu sudah tahu?"


" Belum"


" Yasudah sesampainya di rumah sakit kabarin mama ya!"


" Iya mah"


panggilan berakhir, Nicko dan Billy saling melempar pandangan, mendengar obrolan Roni di telpon bersama mamanya nampak begitu sopan membuat mereka merasa aneh dan beranggapan kalau Roni adalah anak mama.


Mereka kini sudah sampai di rumah sakit, Roni nampak cemas dan gelisah saat Miska dibawa ke ruangan IGD


Dokter yang menangani Miska pun keluar dari ruangan tersebut Roni dan Nicko beradu cepat menghampiri sang dokter.


" Dokter bagaimana keadaannya dok?" tanya Nicko yang lebih dulu


" Apa ada keluarga pasien?" tanya dokter tersebut


" Iya saya keluarga pasien dok!" jawab Roni


" Keluarga pasien dari mana loe, ngarang! " protes Nicko sementara Billy hanya geleng-geleng kepala.


" Dokter bagaimana keadaan putri saya?" tanya mama Rika


" Silahkan masuk sebentar Bu, ada yang ingin saya bicarakan!" jawab dokter cantik yang bernama dokter Dinda


" Ada apa ya dok?" tanya mama Rika saat berada di dalam ruangan tersebut


" Begini bu tapi sebelumnya saya berharap ibu tidak memarahi putri ibu"


" Memarahi putri saya bagaimana dokter?"


" Putri ibu tidak sakit tapi_"


" Tapi apa dokter?"


" Putri ibu, hamil"


" Apa, hamil?" mama Rika terkejut bukan main tapi sedetik kemudian ia tersenyum tipis


" Emmm... boleh saya panggil menantu saya masuk dokter?" pinta mama Rika


" Menantu ibu?" mama Rika mengangguk


" Jadi Putri ibu ini sudah menikah?" tanya dokter Dinda


" Sudah dok, dan salah satu anak muda yang ada di depan itu menantu saya" jawab mama Rika


" Silahkan kalau begitu!"


" Terima kasih dokter!" mama Rika beranjak dari duduknya dan menghampiri Miska sebentar sebelum keluar memanggil Roni.


" Sayang!" panggil mama Rika


Miska yang awalnya tidur memunggungi berbalik badan.


" Mama!" Lirihnya


" Selamat ya sayang!" ucap mama Rika tersenyum tipis dan mendaratkan satu kecupan di kening sang putri.


" Mah Miska_!"


" Ini sudah takdirnya sayang, sekuat apapun kamu menghindar dan ingin menjauhinya tapi takdir tuhan berkata lain dan kini calon anak kalian lah yang menjadi pemersatu hubungan rumah tangga kamu dan Roni"


" Tapi mah, Roni jahat dia sudah merenggutnya secara paksa"


" Siapa bilang, Roni sudah menceritakan semuanya kepada mama dan papa. dia sudah berusaha untuk bertahan sayang tapi godaan kamu terlalu besar untuk nya sampai akhirnya pertahanannya pun roboh juga!" cerita mama Rika yang tergelak sendiri membayangkan putrinya yang agresif


" Mama ih kenapa ketawain gitu"


" Enggak apa-apa sayang, mama cuma enggak habis pikir aja, ternyata segitu bucinnya Roni sama kamu sampai kamu yang akhir-akhir ini bersikap aneh apalagi soal makanan ternyata insting seorang calon ayah begitu kuat ya"


" Maksud mama?"


" Kamu tahu gak, kamu kan selalu bilang kalau mama itu peka dan tau banget makanan apa yang kamu inginkan selama beberapa hari ini?" Miska mengangguk


" Sebenarnya yang membelikan kamu makanan itu bukan mama tapi suami kamu calon ayah dari anak kamu!"


" Mama jangan bercanda?"


" Serius sayang, tanya bibi aja kalau enggak percaya"


Deg


" Mama panggilin ya, kasihan nak Roni terlihat begitu mengkhawatirkan kamu sayang!"


" Tapi mah"


" Ayolah sayang, berdamailah dengan hatimu, mama juga tahu sebenarnya kamu juga kangen kan sama dia?" goda mama Rika


" Dih siapa yang kangen, ngarang!" elak Miska


" Sudah, jangan gengsi kasihan dedeknya kalau kalian terus bertengkar"


" Mama panggil dulu ya!" Mama Rika pun keluar


Ceklek


" Bagaimana keadaan Miska tante?" baru saja Roni ingin bertanya Nicko sudah lebih dulu menyelak


" Miska baik-baik saja, dia juga sudah sadar dan_" mama Rika menatap Roni dan Nicko bergantian.


" Saya Nicko, teman satu kelasnya Miska tante, apa boleh saya melihat keadaan Miska tante?" ucap Nicko membuat mama Rika menghela nafasnya panjang lalu menatap Roni yang menundukkan wajahnya


" Dia ini laki-laki pengecut tante yang sudah berani kurang_"


" Nak Roni masuklah, Miska ingin bicara!" ucap mama Rika yang seketika membuat Nicko terkejut bukan main.


Sementara Roni tersenyum lalu mengangguk pelan


Ceklek

__ADS_1


__ADS_2