Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ektra Part 4


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


" Kak,!" Mita menghembuskan napasnya kasar lalu perlahan menatap Arta dengan tatapan yang sulit di artikan


" Maaf!"


Arta menatap lekat wajah Mita dan menggeleng sepelan mungkin


" Aku_" Mita menggantungkan pikirannya membuat Arta semakin gugup dan jantungnya berdegup sangat cepat.


" Jangan menolakku sayang, karena kamu sudah tidak punya pilihan lain selain menerima ku sebagai suamimu yang sudah sah dimata hukum dan agama!" ucap Arta membuat Mita terbelalak


Flashback on


Mita yang berada di dalam kamar dan berbicara dengan teman-temannya tidak tahu kalau di bawah Arta sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri yang tengah dilanda rasa gugup yang teramat besar karena saat ini ia sedang berhadapan dengan bapak penghulu dan juga orang tua dari Mita Paramita wanita yang akan segera ia persunting menjadi isterinya.


" Jangan tegang!" bisik papa Alex


" Iya pah, tapi aku benar-benar gugup. aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya" Arta berusaha untuk tenang tapi tetap saja rasa gugupnya begitu besar


" Tenang saja kak, tarik napas dalam-dalam dan ingat satu hal Mita akan segera menjadi isteri sah mu jika kakak lancar mengucapkan ijab qobul nya" bisik Mario menenangkan Arta


" Sudah siap?" tanya pak penghulu


" Saya sudah siap pak penghulu" jawab Arta


" Kalau begitu mari kita mulai!" ucap pak penghulu dan Arta menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan tidak lupa ia pun membaca basmalah di dalam hati untuk menenangkan hatinya.


Acara pun dimulai dan terdengar kata SAH dari para saksi menandakan Arta dan Mita sudah sah menjadi suami isteri.


" Silahkan mempelai wanitanya dihadirkan untuk menandatangani berkas-berkas" ucap pak penghulu


" Mah panggil Mita!" titah papah Andy kepada mama Rosa


" Iya pah!' Mama Rosa beranjak dari duduknya untuk memanggil Mita.


Flashback off


Ketakutan Arta yang begitu besar membuat ia nekat untuk segera menikahi Mita tanpa orangnya tahu. Mita mengira ucapan Arta hanyalah gurauan semata tapi kini Arta sudah membuktikannya.


" Mak.. maksud kakak apa?" tanya Mita bingung


" Sudah bahasnya nanti saja sebaiknya kalian selesaikan dulu urusan kalian menandatangani berkas-berkasnya.!" ucap papa Andy mengingatkan


" Ayok sayang!" Mita tidak banyak bertanya lagi pikirannya saat ini masih begitu bingung


Arta menyematkan cincin pernikahannya terlebih dahulu di jari manis Mita begitupun sebaliknya. setelah itu Mita mencium punggung tangan Arta dan Arta mencium kening Mita dengan lembut.


Mita dan Arta lalu menandatangani berkas-berkas pernikahan mereka.


🖤

__ADS_1


Saat ini Arta dan Mita tengah berada di dalam kamar. Mita tidak tahu harus berbicara apa lagi mengenai pernikahannya yang begitu mendadak dan tanpa sepengetahuannya.


Awalnya Mita tidak terima dengan apa yang sudah Arta lakukan dia butuh waktu tapi karena tidak ingin mempermalukan orang tuanya maka Mita bersikap biasa-biasa saja dan setelah semuanya tengah menikmati hidangan yang tersedia Mita mengajak Arta ke kamarnya untuk bicara empat mata.


" Ada apa sayang?" tanya Arta saat keduanya sudah berada di dalam kamar Mita


" Kak apa yang kakak lakukan? kenapa kakak melakukan ini kepadaku?" tanya Mita dengan raut wajah yang merah karena menahan marah


" Melakukan apa?" Arta mengerutkan keningnya


" Pernikahan ini" tutur Mita


" Pernikahan ini? apa maksudmu? jangan katakan kamu merasa keberatan jika aku menikahimu?" tanya Arta dengan raut wajah kecewa


" Iya, aku keberatan" tegas Mita


" Kenapa kakak tidak mengatakan semua ini dan kakak dengan seenaknya menikahiku tanpa aku tahu apa-apa" ucapnya lagi


Arta tersenyum miring " Tidak tahu apa-apa? cih, kamu lupa kemarin aku sudah mengatakannya jika aku akan segera menikahi mu?" tutur Arta


" Tapi aku kira kakak hanya _"


" Hanya apa? main-main gitu? Mita Paramita dengar baik-baik! untuk masalah hati dan juga masa depan aku tidak pernah main-main apalagi jika itu menyangkut tentang kamu isteriku" ucap Arta membuat Mita mencelos dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Mita diam tidak tahu harus berkata apa, ingin menolak tapi semua sudah terjadi. Mita bukan tidak ingin menikah dengan Arta tapi dirinya hanya belum siap dan masih ingin melanjutkan pendidikannya. Belum lagi akhir-akhir ini mereka kerap kali adu mulut masalah kecil saja dibesar-besarkan.


Disaat hubungan mereka dinyatakan putus dan Mita ingin keduanya memperbaiki diri masing-masing walaupun Arta selalu memaksa untuk mengantar jemput dirinya seperti biasa kesekolah, Mita berusaha untuk menata hatinya kembali agar tidak terluka lagi, tapi siapa yang menyangka kini justru ia sudah menyandang isteri seorang Arta Dewangga Atmaja


" Sudahlah, jangan marah lagi. aku minta maaf jika caraku ini terkesan licik. Tapi aku tidak tahu cara yang mana lagi yang harus ku pakai untuk meluluhkan kemarahanmu yang ingin melepaskan hubungan kita. aku sangat takut kau akan kembali pada dokter kesayangan mu itu" ucap Arta yang tiba-tiba kesal sendiri saat teringat dengan mantan tunangan isterinya itu


" Aku tidak tahu harus berkata apa lagi kak, semua sudah terjadi dan sekarang aku sudah sah menjadi isterimu. masa depanku sudah tidak ada lagi" tutur Mita terdengar begitu lirih


" Aku hanya ingin sekolah lalu kuliah tapi sekarang_" Mita menjeda ucapannya


" Dengarkan baik-baik, kita memang sudah menikah dan kamu sudah sah menjadi isteri Arta Dewangga Atmaja tapi jika kamu ingin tetap melanjutkan pendidikan mu aku tidak akan berkeberatan. aku akan menanggung semua biaya pendidikan kamu sampai lulus kuliah. kamu sudah menjadi tanggung jawab ku sekarang dan aku juga tidak akan membatasi semua kegiatan mu asalkan itu sesuatu yang positif. Mengenai hak aku sebagai seorang suami, aku tidak akan memaksamu aku akan melakukannya jika kamu sendiri yang meminta!" ucap Arta panjang lebar membuat Mita tercengang dengan penuturan Arta


" Kak_" Mita sudah basah dengan air mata


" Kau adalah gadis kecilku, imutnya kakak tampan. Sudah bertahun-tahun aku mencarimu mana mungkin aku biarkan kamu lepas lagi dan menjauh dari hidupku" tutur Arta menarik Mita kedalam pelukannya.


" Aku mencintaimu sayang jadi aku mohon terimalah pernikahan kita dengan ikhlas!" ucap Arta


" Aku bukan menolak pernikahan ini kak hanya saja ini terlalu mendadak dan aku sebagai pengantin tidak tahu jika hari ini aku dipersunting oleh kakak tampanku" ucap Mita


membuat Arta tersenyum tipis


" Apa kau mencintaiku?" tanya Arta membuat Mita bersemu merah


" Tidak!" jawab Mita asal


" Jadi kau sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Arta mengurai pelukannya


" Memangnya kapan aku bilang aku mencintaimu kak, dan kamu itu polos sekali beritahun-tahun mencari seorang gadis SD dan mempercai ucapannya" ucap Mita membuat Arta mengerutkan keningnya


" Aku memang bodoh karena terlalu mencintaimu Mita Paramita tapi aku ikhlas dibodohkan oleh gadis imut seperti mu!" ucap Arta membuat Mita terkekeh

__ADS_1


" Gombal!" sahut Mita


" Siapa yang gombal? aku selalu berbicara apa adanya" ucap Arta


" Iya iya percaya " Mita tersenyum simpul


" Bagaimana?" tanya Arta


" Bagaimana apanya?"Mita balik bertanya


" Kamu sudah menerima aku sebagai suami mu kan?" tanya Arta dan Mita meletakkan telunjuk didagu seolah tengah berpikir.


" Sayang!" Arta memanggil Mita dengan sangat lembut


" Apa? ayok ah kita turun mereka pasti sudah menunggu kita. nanti disangkanya malah yang enggak-enggak" Mita melepaskan pelukan Arta


" Biarkan saja mereka berpikir seperti itu. kita di sini saja ya!" rengek Arta manja membuat Mita mengerutkan keningnya melihat tingkah Arta yang tidak biasanya.


" Kak ih!" ucap Mita mendengus kesal


"Kenapa?" tanya Arta sedikit menggodanya


" Sudah ah aku mau turun!" Mita yang hendak melangkah meninggalkan Arta tiba-tiba tangannya ditarik


"Kak ayok dong cepat!" Mita menarik tangan Arta


Arta tersenyum bahagia karena Mita sudah tidak marah lagi kepadanya.


Mita menuruni anak tangga bersama Arta yang mengekor di belakangnya


" Cie pengantin baru?" ledek Lia


" Apaan sih loe Li!" Mita mengerucutkan bibirnya


" Kalian bener-bener ya tega sama gue!" ucap Mita kesal


" Tega apanya?" tanya Mia


" Tega gak bilang kalau ini hari pernikahan gue pantas saja gue pagi-pagi udah dibuat heboh"


" Tapi loe senangkan? secara kini sudah menyandang isteri dari Arta Dewangga Atmaja " ledek Lia


" Bagaimana Mita siap dong sekarang meluncur menyusul Lia dan Zaira?" tanya Mona yang menunjuk dua sahabatnya yang sedang sibuk dengan anak-anak mereka


" Gue_" ucap Mita menggantung


" Mita masih harus fokus dengan pendidikannya. soal anak saya tidak memaksa itu sekasihnya saja yang terpenting buat saya sekarang adalah Mita sudah menjadi isteri sah saya"tutur Arta menjelaskan kebimbangan yang ada pada Mita


" Kak" cicit Mita dan Arta merengkul pinggangnya hingga merapat kepadanya


" Sayang kamu makan dulu ya, biar aku ambilkan!" ucap Arta mulai posesif


" Aku saja yang ambil kak!"


"Tidak usah kamu mengobrol saja nanti kakak yang ambilkan" Arta beranjak pergi dan Mita hanya geleng-geleng kepala

__ADS_1


Didalam hati Mita merasa bahagia tidak menyangka di usianya yang masih terbilang muda sudah menyandang status isteri.


Mita tersenyum tipis melihat dekorasi rumahnya nampak sesuai dengan apa yang diinginkannya. " Semoga kita bahagia dengan semua ini kak" batin Mita menatap lekat ke arah Arta


__ADS_2