Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Selamat pagi sayang!" sapa Aldy saat melihat Khanza yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.


" Selamat pagi mas!" jawab Khanza meliriknya sekilas


" Kamu masak apa sayang?" tanya Aldy seraya menarik kursi lalu mendudukkan dirinya disana.


" Maaf mas cuma masak nasi goreng, soalnya isi kulkasnya kosong" jawab Khanza


" Oh iya sayang, maaf mas lupa isi kulkas. Nanti pulang sekolah bagaimana kalau kita ke supermarket membeli semua keperluan bulanan terus nanti mampir ke rumah ibu!" tawar Aldy


" Beneran mas nanti kita mampir ke rumah ibu?" Khanza nampak bersemangat


" Tentu saja dong sayang, nanti pulang sekolah kamu tunggu mas di parkiran ya kita pulang bareng"


" Tapi bagaimana kalau ada yang melihat kita mas?"


" Nanti mas parkir di parkiran sekolah Izan?"


" Yaudah iya mas"


" Sudah selesai sarapannya?" tanya Aldy yang hendak beranjak dari duduknya


" Sudah mas, aku cuci ini dulu !" ucap Khanza yang hendak membawa piring kotor untuk dicuci


" Nanti saja, kita berangkat sekarang sayang!"


Aldy melirik Khanza yang tengah sibuk dengan ponselnya


" Chat siapa sih serius banget?" tanya Aldy seraya berjalan menuju pintu lift


" Lagi pesan ojol" jawab Khanza santai


" Pesan ojol? untuk apa?" Aldy mengerutkan keningnya


" Ya untuk aku berangkat ke sekolah lah mas"


" Cepat cancel!" Khanza menatap bingung


" Kenapa harus di cancel? ini sudah siang gak mungkin kan aku naik taksi" kesal Khanza


" Mulai sekarang kamu pulang dan pergi sekolah bareng mas!" Khanza melotot


" Mana bisa begitu yang ada nanti satu sekolah akan heboh melihat kita" Khanza mencibikkan bibirnya


" Ya enggaklah sayang, kita berangkat lebih awal dan pulangnya kamu bisa menunggu mas di kantin sambil bantu-bantu ibu setelah keadaan sepi baru kita pulang" tutur Aldy


Khanza berpikir sejenak setelah itu mengangguk paham.


" Yaudah iya, sekarang ayo cepat kita berangkat. aku gak mau ada yang lihat kebersamaan kita nanti di sekolah" ucap Khanza


Didalam mobil Khanza dan Aldy nampak diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Khanza melempar pandangannya ke arah jendela, dia tengah memikirkan tentang Nicko sahabatnya yang tidak pernah ia sangka sedikitpun ternyata mempunyai niat buruk terhadapnya.


Khanza ingin menjauh dari Nicko akan tetapi dengan rasa tidak bersalahnya Nicko seakan pura-pura tidak pernah terjadi apa-apa dan bersikap biasa saja bahkan lebih bersemangat dalam mendekatinya.


" Kamu sedang mikirin apa hem?" tanya Aldy dengan tangan yang terulur untuk mengusap lembut pucuk kepala Khanza


Khanza menoleh lalu tersenyum tipis " Akhir-akhir ini aku jadi merasa tidak nyaman setiap kali berdekatan dengan Nicko, rasanya begitu sakit setiap kali teringat dengan niat buruknya waktu itu" tutur Khanza sendu


" Kami sudah lama bersahabat, 3 tahun bukanlah waktu sebentar kami menjalin persahabatan. aku suka dengan gayanya yang kocak dan selalu bisa menghibur tapi kenapa tiba-tiba Nicko berubah seperti itu aku sungguh kecewa dan sedih!" lanjutnya


Aldy meraih tangan Khanza lalu dikecupnya lembut " Kita tidak tahu apa alasannya melakukan hal itu kepada mu, jika kamu merasa tidak nyaman dengan sikap nya saat ini kamu bisa mengatakan yang sejujurnya atau tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa!" terangnya


" Aku ingin sekali tahu apa alasannya yang membuat dia punya niat buruk seperti itu, kenapa dia tidak berpikir dengan jernih dan memikirkan akibat dari apa yang akan dia lakukan" khanza menatap lurus ke depan


" Nicko yang aku kenal selama ini adalah anak yang baik dan juga menyenangkan tapi sungguh disayangkan sekarang dia sudah berubah bukan lagi Nicko yang aku kenal"

__ADS_1


" Cinta terkadang bisa merubah segalanya apalagi jika sudah dilandasi dengan obsesi yang besar. cinta bisa berubah menjadi nafsu dan ambisi yang nantinya akan menghancurkan dirinya sendiri" tutur Aldy


Mobil mereka sampai di area parkiran sekolah tapi bukan sekolah Khanza melainkan sekolah Izan adik Khanza yang bersebelahan dengan SMA Darma Bangsa.


" Aku duluan ya mas!" pamit Khanza lalu salam takzim kepada suami sekaligus gurunya itu


" Iya sayang, belajar yang sungguh-sungguh ya!" pesan Aldy yang mendaratkan satu kecupan di kening Khanza


Khanza keluar dari mobil Aldy dengan perasaan was-was karena takut ada yang melihatnya.


Setelah merasa aman Khanza dengan langkah cepat segera menuju kantin karena ingin menemui ibunya terlebih dahulu.


" Assalamu'alaikum!" ucap Khanza saat berada di kedai bu Khodijah


" Wa'alaikum salam, duh anak ibu kemana saja baru kelihatan?" tanya bu Khodijah saat Khanza menyalami punggung tangannya.


" Gak kemana-mana kok Bu, pulang acara camping langsung istirahat di rumah"


" Bagaimana acara campingnya lancar?" tanya Bu Khodijah sambil sibuk tangannya meracik mie ayam.


" Alhamdulillah, lancar Bu" Khanza meletakkan tasnya di kursi kosong di dalam warung lalu dengan tangan lihainya membantu ibunya.


" Kamu sudah sarapan?" tanya bu Khodijah


" Sudah bu" jawab Khanza seraya menjejerkan mangkuk dihadapannya.


" Neng Khanza sudah biar bibi saja, nanti seragam neng Khanza kotor!" ucap bi Ratna yang melihat Khanza malah sibuk membantu ibunya


" Enggak apa-apa kok bi sebentar lagi selesai!" Khanza tersenyum ramah


Khanza sudah selesai dan hendak membawa nampan yang berisi beberapa mangkuk mie ayam.


" Neng Khanza maaf biar bibi saja ya yang bawakan ini, neng Khanza sebaiknya ke kelas saja apalagi sebentar lagi sudah mau bel" ujar bi Ratna.


Khanza melirik jam dinding dan waktu sudah menunjukkan pukul 6:40 menit.


" Khanza, benar apa yang dikatakan bibimu. sebaiknya kamu segera ke kelas. sekarang sudah ada bibimu yang membantu ibu jadi kamu fokus saja dengan pelajaran kamu disekolah" imbuh Bu Khodijah kepada putrinya.


" Tapi bu_"


" Jangan khawatirkan ibu sayang, ibu bisa mengerjakan semua ini bersama bibimu!" ucap bu Khodijah paham akan kecemasan putrinya itu


" Apa ibu sudah tidak membutuhkan Khanza?" tanya Khanza sendu


" Huss... ngomong apa kamu? ibu hanya ingin putri ibu fokus dengan sekolahnya dan juga mengurus rumah tangga kalian. karena ibu tahu semua itu akan banyak menguras tenaga, pikiran dan juga perasaan. jadi untuk urusan kedai Mie ini percayakan sama ibu dan bibimu!" tutur bu Khodijah


" Kalau kamu masih cemas takut ibu kecapean, nanti aku akan carikan orang lagi untuk membantu ibu" Ucap seseorang yang tengah berdiri di belakang Khanza


Khanza menoleh dan Aldy tersenyum tampan di hadapan isteri kecilnya itu.


" Tidak usah nak Aldy ibu rasa berdua dengan Ratna itu sudah cukup" tolak Bu Khodijah


" Iya den, insyaallah bibi masih bisa!" ucap bi Ratna


" Kamu tidak usah khawatirkan ibu sayang, ibu tidak apa-apa"


" Tapi kalau ibu butuh bantuan Khanza bilang ya bu!"


" Iya sayang"


Aldy saat ini tengah berada di ruangannya bersiap untuk mengajar begitu juga dengan Khanza sudah duduk di bangkunya bersama dengan Miska.


" Khanza!" Nicko tiba-tiba duduk di atas meja Khanza membuat Khanza sendiri terperanjat memundurkan badannya.


" Astaghfirullah... Nicko loe apa-apaan sih duduk di situ enggak sopan tau gak sih loe!" kesal Khanza lalu berdiri dengan kedua tangan di pinggang.


" Minggir gak loe" Nicko langsung turun dengan wajah cemberut

__ADS_1


" Mending sekarang loe balik ke bangku loe deh Ko!"


" Tapi gue mau ngomong sama loe Za!" pinta Nicko memelas


" Mau ngomong apa sih? sebentar lagi tuh pak guru datang " Khanza kembali duduk di bangkunya


" Loe kenapa sih belakangan ini selalu menghindari gue?" tanya Nicko


Khanza menghela napasnya panjang " Gue gak Kenapa-napa " jawab Khanza dengan malas


" Tapi Za_" ucapan Nicko dipotong oleh Khanza


" Nicko, sebentar lagi pak Aldy datang gue gak mau dapat hukuman gara-gara loe yang masih aja berdiri di sini" ketusnya mengingatkan


" Oke gue balik ke bangku gue sekarang tapi nanti jam istirahat gue mau ngomong sama loe" ucap Nicko yang akhirnya menyerah


" Udah sana loe, berisik tau gak loe ganggu orang aja sih!" ucap Miska yang memang selalu jutek dengan Nicko


Aldy membuka pintu dan bertepatan dengan Nicko yang baru saja mendudukkan dirinya di bangkunya.


Khanza bernapas lega karena Nicko sudah kembali ke bangkunya saat Aldy masuk ke dalam kelas.


Seperti biasa anak-anak berdiri dan memberi salam setelah itu berdoa sebelum pelajaran dimulai.


Aldy mengabsen satu persatu muridnya dan saat menyebutkan nama Khanza Az-Zahra mata Aldy menatapnya lembut.


" Duh lain pandangannya kalau sama nyonya Aldiansyah mah, tatapan penuh cinta!" goda Miska berbisik seraya menyenggol lengan Khanza


" Apaan sih loe, berisik tau" wajah Khanza bersemu merah saat pandangannya bertemu dengan pandangan Aldy.


" Cie.... cie.. , udah jangan curi-curi pandang terus nanti yang lain curiga loh!" Miska mengingatkan


Khanza tersenyum kikuk lalu kembali fokus dengan buku yang ada di hadapannya.


Setelah jam pelajaran selesai Aldy sudah keluar dari kelas Nicko kembali menghampiri Khanza


" Ya ampun Nicko loe mau apalagi sih heran gue?" kesal Khanza karena lagi-lagi Nicko sudah berdiri di samping mejanya


" Gue mau bicara sama loe Za!" Nicko dengan lancang menarik tangan Khanza


" Nicko apaan sih loe main tarik aja!" Khanza menghempaskan tangannya kasar hingga terlepas dari tangan Nicko


" Elo jangan sembarangan gitu dong Ko, aneh banget sih loe sekarang. jelas aja Khanza ogah dekat-dekat loe karena loe nya aja sekarang yang sudah berani kurang ajar!" Miska berdiri dan menarik Khanza menjauh dari Nicko


" Ada apa lagi nih?" tanya Billy yang langsung menghampiri mereka saat mendengar suara ribut-ribut.


" Sebaiknya loe bawa tuh teman loe jauh-jauh dari sini!" usir Miska


" Kenapa lagi sih loe Ko?" tanya Billy


" Bukan urusan loe!" Nicko pun langsung keluar kelas untung saja bel istirahat berbunyi


Khanza menghela nafasnya berat dan menatap kecewa dengan sikap Nicko yang benar-benar bukan lagi Nicko sahabatnya yang ia kenal.


" Sabar Za!" ucap Billy


" Dia itu kenapa sih?" tanya Khanza penasaran


" Gue rasa ada yang Nicko sembunyikan dari kita, dan bisa jadi ada kaitannya dengan Bayu!" terka Miska


" Kok loe punya pemikiran kesitu Mis?" tanya Khanza


" Gue asal tebak aja sih soalnya belakangan ini dia dekat gitu sama Bayu, Romi dan Andy." Khanza mengangguk paham kenapa Miska berpikir begitu.


" Sudah yuk ah kantin!" ucap Hana yang menghampiri mereka.


" Cuss lah kuy lapar nih!" Miska menarik tangan Khanza dan mereka pun akhirnya pergi ke kantin bersama.

__ADS_1


__ADS_2