
" Wahhh.... cucu Oma sini sayang!" mama Maria langsung menghampiri Azka dan mengambil alih baby Zia dari gendongan Azka
" Hai bro, apakabar?" sapa Azka pada Aldy
" Alhamdulillah baik Ka" sahut Aldy
" Selamat ya, akhirnya menyusul juga jadi calon ayah. bagaimana rasanya?"
" Luar biasa senangnya Ka" jawab Aldy seraya terkekeh
" Harus siapkan diri Al untuk menghadapi bumil yang kadang-kadang moodnya gampang banget berubahnya, jangan lupa bikin stok sabar sebanyak-banyaknya ya " bisik Azka seraya terkekeh
" Wah saya harus banyak belajar ini dari sang senior" seloroh Aldy
" Boleh saja, nanti tinggal di hitung saja ya sejamnya berapa?" timpal Azka lalu tertawa
" Boleh- boleh, tenang aja nanti sebulan 30 hari ya Ka!" canda Aldy menimpali
" Sebulan ada yang lebih bro"
" Itu tambahannya" keduanya tertawa bersama
" Kalian ini bicara soal apa sih?" tanya Zaira yang langsung menghampiri suaminya sambil membawa mangkok baksonya
"Rahasia dong!" goda Azka
" Oh mulai berani sekarang ya main rahasia-rahasiaan?" Zaira pasang wajah marah
" Iya enggak beranilah sayang, cuma bercanda!" Azka meraih dagu Zaira dan menggodanya.
" Enggak mau, pak suami nyebelin!" Zaira kembali ke tempat duduknya dan lalu menyantap baksonya
" Loh kok jadi ngambeknya beneran sih sayang"
" Enggak biasa aja tuh!" jawab Zaira ketus lalu memasukkan paksa satu bakso masuk ke dalam mulut Azka saat Azka tengah membujuknya agar tidak marah.
" Emmm!" satu bakso dengan ukuran cukup besar masuk ke dalam mulut Azka
" Yang inyih cucah yo ngunyahnya!" keluh Azka dengan suara gak jelas
"Biarin!" kesal Zaira
Melihat pertengkaran keduanya membuat Aldy dan Khanza tersenyum simpul. pertengkaran yang justru terlihat sangat manis dan romantis
" Mah, boleh gak dedek Zia duduk sini, gemes banget mah lihatnya" ucap Khanza yang menepuk sisi kasur yang kosong di sebelahnya
" Boleh dong aunty!" jawab mama Maria menirukan suara anak kecil
" Hallo sayang!" gemes Khanza mencium pipi gemoy baby Zia yang baru berusia satu tahun.
" Kak Za tidak ada rencana untuk tambah lagi?" tanya Khanza
" Sedang dalam proses produksi" bukan Zaira yang menjawab tapi Azka
__ADS_1
" Mas ih apaan sih!" protes Zaira karena menurutnya jawaban yang Azka berikan cukup membuatnya malu apalagi didepan mama dan papanya.
" Wah gencar dong ya Ka proses produksinya?" ledek Aldy
" Bukan gencar lagi Al, selagi ada kesempatan jangan sia-siakan" jawab Azka yang langsung mendapat cubitan kecil dari Zaira di pinggangnya.
" Awww .. sakit sayang!" Azka mengusap pinggangnya yang mendapat capitan kepiting dari sang isteri.
" Siapa suruh ngoceh terus!" Zaira mengerucutkan bibirnya
" Sudah ih kalian ini sudah punya anak juga masih saja ribut!" ucap mama Maria
" Ini ribut-ribut romantis mah ya gak sayang!" Azka menaik turunkan alisnya seraya tersenyum tipis
" Enggak, mwleee!" Zaira malah menjulurkan lidahnya meledek
" Awas ya sayang nanti kalau sudah sampai rumah" ancam Azka sambil tersenyum
" Enggak sampai rumah, kita kan mau menginap di rumah mama papah "
" Beneran sayang?" tanya mama Maria yang begitu antusias saat mendengar Zaira bilang akan menginap di rumahnya
" Iya mah, Lia katanya gak bisa pulang besok karena Mario masih ada urusan penting di kantornya" jawab Zaira
" Wah seru ya mah kalau di rumah kumpul semua?" tanya Khanza
" Tentu, dan mama juga berharap kalian kalau ada waktu sempatkan untuk datang ke rumah mama!" Jawab mama Maria
"Nah itu yang harus kamu jadikan motivasi dan juga sumber kekuatan kedepannya Khanza ketika begitu banyak aral dan rintangan yang tiba-tiba saja muncul di hadapan kamu" ucap Zaira
" Wah isteri mas bijak banget sih bikin tambah cinta" goda Azka
" Gak malu pak ngegombalin murid sendiri?" ledek Zaira
" Kenapa harus malu, orang muridnya udah sah jadi isteri, bukan begitu pak Aldy?" Aldy yang disebut Azka tersenyum kikuk merasa salah tingkah sendiri.
Canda tawa dan perbincangan hangat sungguh membuat Khanza merasa sangat beruntung, kehamilannya benar membawa kebahagiaan tersendiri. apalagi mendapatkan perhatian yang luar biasa dari keluarga Dinata.
Setelah lama berada di ruang perawatan Khanza, Zaira dan Keluarga pamit pulang dan tidak berselang lama bu Khodijah datang bersama Izan.
" Assalamu'alaikum!"
" Wa'alaikum salam, bu , Izan!" sapa Aldy seraya beranjak dari duduknya
" Ibu bawa apa itu banyak banget ?" tanya Khanza saat bu Khodijah menaruh sekantor kresek yang entah isinya apa.
" Ini baju ganti buat kamu sama makanan buat nak Aldy pasti belum makan" jawab bu Khodijah seraya menoleh ke arah Aldy
" Kamu belum makan mas?" tanya Khanza yang ikut menoleh ke arah Aldy
" Belum" jawab Aldy tersenyum tipis
" Ya ampun mas kamu begitu perhatian dan peduli sama aku tapi kamu mengabaikan kesehatan kamu sendiri!" cerocos Khanza kesal
__ADS_1
" Maaf sayang, bukan begitu mas mana bisa makan disaat mas begitu mengkhawatirkan keadaan kamu" Khanza menatap lekat wajah suaminya yang terlihat lelah
" Yaudah, mas sekarang makan dulu sana!" pinta Khanza
" Iya nak Aldy, tuh ibu bawakan makanan kesukaan kamu!" ucap bu Khodijah menunjuk makanan yang ada di atas nakas
" Terima kasih ya bu maaf jadi merepotkan!" ucap Aldy
" Tidak merepotkan kok nak Aldy justru anak ibu yang sudah merepotkan" sahut bu Khodijah
" tidak bu, Khanza sama sekali tidak merepotkan, Khanza sudah menjadi tanggung jawab saya, sudah sepatutnya saya menjaga dan merawat Khanza!" jawab Aldy seraya tersenyum ke arah Khanza
" Terima kasih ya mas"
" Iya sayang"
Aldy mengambil bekal yang sudah dibawakan oleh bu Khodijah lalu memakannya.
Izan menghampiri Khanza dan duduk di tepi tempat tidur
" Kak bagaimana keadaan kakak?" tanya Izan
" Alhamdulillah, sudah lebih baik dan besok juga sudah di perbolehkan pulang" jawab Khanza
" Sayang kamu besok mau pulang kemana, kerumah ibu apa ke apartemen?" tanya Aldy selesai merampungkan makannya
" Emmmm... ke rumah ibu dulu boleh gak mas?" Khanza balik bertanya
" Tentu saja boleh"
" Terima kasih ya mas"
" Iya"
Aldy pamit untuk bersih-bersih karena seharian menjaga khanza
Setelah 15 menit Aldy sudah selesai mandi dan saat keluar dia tidak melihat keberadaan bu Khodijah dan Izan.
" Loh ibu sama Izan kemana sayang?" tanya Aldy seraya mengeringkan rambutnya yang basah.
" Ibu sama Izan udah Za suruh pulang, kasihan ibu pasti capek banget hari ini, jadi Za suruh Istirahat di rumah aja!" jawab Khanza dan Aldy tersenyum tipis
" Yaudah, kamu juga istirahat tapi sebelum itu jangan lupa minum dulu vitaminnya" seru Aldy
Dengan telaten Aldy mengambil air minum dan vitamin untuk Khanza.
Khanza meraih minum tersebut dan juga vitaminnya, setelah selesai minum vitamin Khanza pun beranjak untuk istirahat.
" Mas Za tidur duluan ya, ngantuk!"
" Iya sayang!"
Aldy menatap Khanza yang sudah tertidur lelap sementara dirinya duduk di sofa seraya memangku laptopnya. merampungkan pekerjaan kantor dan juga tugas sekolah murid-muridnya.
__ADS_1