Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Menerima


__ADS_3

Lia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan saat berada di jalan xx Lia melihat Mita yang tengah duduk di trotoar dengan menundukkan kepalanya persis seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Mita sama sekali tidak menyadari kehadiran Lia yang sudah memarkirkan mobilnya tidak jauh dari dirinya duduk. Lia lalu keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Mita.


" Ada apa?" tanya Lia yang langsung mendudukkan dirinya di samping Mita membuat Mita terperanjat kaget.


" Eh Li sudah datang?" tanya Mita tersenyum yang dipaksakan.


" Iya, sudah yuk ah jangan mewek disini malu kalau sampai di lihat orang, kayak gak ada tempat lain aja untuk nangis!" goda Lia sambil tertawa.


" Si*lan loh siapa yang nangis sih" ucap Mita seraya berdiri.


" Ayok, mau langsung ke rumah atau mau mampir dulu nih?" tanya Lia


" Terserah loe aja deh!" Mita pasrah


" Yaudah mampir dulu sebentar buat beli yang dingin-dingin" sahut Lia


Mita dan Lia kini sudah berada di dalam mobil, tidak lama perjalanan Lia menepikan mobilnya disebuah kedai soto.


" Kita mampir makan soto dulu yuk, " ajak Lia


" Boleh" sahut Mita


Mereka kini sudah berada di sebuah kedai soto, tempatnya tidak kalah dengan kedai-kedai kelas atas, bersih dan sangat nyaman apalagi menunya sotonya katanya terkenal enak.


" Gue pesan soto ayam kampung kalau loe Mit?" tanya Lia


" Emmmm, ada sup ayam kampung gak mbak?" tanya Mita ragu kepada pelayan yang melayaninya


" Ada kak" sahut pelayan tersebut


" Ya udah aku pesan itu saja satu ya mbak minumnya jus alpukat saja" ucap Mita


" Aku jus jeruk ya mbak" ucap Lia


" Baik kak, tunggu sebentar ya kak" ucap pelayan tersebut


Tidak menunggu lama pesanan pun datang, Mita dengan antusias langsung ingin mencicipi sup ayam kampung yang terlihat begitu menggugah seleranya.


Mita memasukkan satu suapan ke dalam mulutnya dan Mita terlihat nampak sedikit kecewa.


Lia yang sedang menikmati soto ayam kampung pesanannya menatap heran ke arah sahabatnya itu.


" Loe kenapa Mit?" tanya Lia " Apa supnya gak enak, gue coba ya?" izin Lia dan Mita mengangguk pelan.


" Emm.. ini enak loh Mit" ucap Lia setelah mencicipi sup milik Mita


" Enak tapi gak tau kenapa gue kok jadi merasa kangen dengan sup ayam kampung buatannya ya?" gumam Mita pelan namun masih bisa Lia dengar.


" Sup buatannya? buatan siapa?" tanya Lia heran


" Ah bukan siapa-siapa" ucap Mita yang kembali menikmati supnya.

__ADS_1


" Kenapa sup buatan orang itu rasanya sangat mirip dengan buatan sup mommy-nya kakak tampan, ah kenapa aku jadi ingat dia lagi sih?" batin Mita


" Mit... Mita!" panggil Lia


" Ah iya Li kenapa?" tanya Mita yang terkesiap dari lamunannya


" Loe kenapa sih Mit?" tanya Lia penuh selidik


" Gue gak apa-apa, gue... gue... !" ucap Mita terbata-bata


" Loe kenapa?"


" Gue tadi sudah bertemu dengannya di taman Li dan sesuai dugaan gue dia masih enggan untuk bercerita tentang hal yang sebenarnya Li"


" Terus?"


" Tapi ada satu hal yang tidak terduga Li"


" Apa?"


" Saat gue dan mas Ariel sedang duduk bersama ditaman ada dua orang anak kecil penjual kue yang datang menghampiri kami"


" Terus?"


" Anak kecil itu memanggil mas Ariel ayah" ucap Mita tersenyum hambar


" Apa?" Lia tercengang " Ayah? ada anak kecil yang mengaku dokter Ariel adalah ayahnya?" tanya Lia terasa tidak percaya.


" Iya, kedua anak kecil itu cantik-cantik" ucap Mita membuat Lia merasa sulit menelan salivanya saat teringat dengan semua fakta yang sudah ia ketahui dari Arta.


" Mereka sepertinya saling menyayangi dan gue bisa lihat sendiri bagaimana sikap perhatian mas Ariel terhadap mereka" tutur Mita


" Meskipun mereka bukan anak kandung mas Ariel tapi gue bisa dengan jelas melihat cinta dan kasih sayang mas Ariel tuh tulus terhadap mereka" ucap Mita lagi


" Bukan anak kandung, bagaimana loe bisa tahu?" tanya Lia


Mita pun akhirnya menceritakan semuanya dari awal bagaimana mereka bertemu dengan kedua anak kecil tersebut dan menceritakan kembali yang Alifa ceritakan kepadanya tentang dokter Ariel ketika dokter pergi mencari makan untuk mereka bahkan Alifa juga menceritakan tentang keadaan ibunya yang tengah hamil bahkan Mita juga memberitahu pertanyaan Alifa yang bertanya kepada Mita yang tidak akan mengambil ayah mereka.


Lia merasa iba dengan nasib yang dialami Mita dan akhirnya Lia pun menceritakan apa yang dia ketahui sedikit mengenai dokter Ariel namun tidak menyangka kalau ternyata isteri dokter Ariel tengah hamil.


" Maafin gue ya Mit, sebenarnya gue sudah tau kalau foto yang loe dapat itu benar dokter Ariel sudah menikah dan memiliki dua orang anak sambung. gue pingin menceritakan semuanya sama loe tapi gue bingung bagaimana caranya gue memberitahu loe gue gak tega melihat hati loe hancur tapi gue juga gak bisa diam saja. gue selalu dihantui rasa bersalah Mit sama loe" ucap Lia yang merasa tidak enak hati dengan Mita


" Gak apa-apa Li, gue mengerti kok maksud loe itu, seandainya gue jadi loe juga mungkin gue akan melakukan hal yang sama" sahut Mita


" Loe gak marah sama gue kan?" tanya Lia


" Ya gak lah" Sahut Mita dan mereka pun akhirnya tertawa meskipun di dalam hati Mita merasakan sakit yang teramat dalam namun sebisa mungkin dia mencoba untuk bersikap tenang tidak ingin menangis lagi ditempat umum.


Ditempat yang sama tanpa mereka berdua sadari ada seorang pria yang tengah mereka bicarakan sedang duduk bersama seorang wanita hamil dan dua anak perempuan.


" Sayang kalian main disana dulu ya, ayah sama ibu mau bicara sebentar!" pinta dokter Ariel kepada Alifa dan Aliya.

__ADS_1


Di dekat kedai soto tersebut ada sebuah kolam ikan Alifa mengajak sang adik untuk melihatnya.


" Karina maafkan aku sebelumnya!" ucap dokter Ariel saat ingin memulai pembicaraannya


" Tidak perlu minta maaf mas" ucap Karina


" Sebenarnya aku_!" ucap dokter Ariel sedikit ragu


" Aku sudah tahu mas, Alifa sudah mengatakan semuanya" ucap Karina yang mengerti arah pembicaraan dokter Ariel


" Maksud kamu?" tanya dokter Ariel


" Alifa bilang dia bertemu mas dengan seorang kakak cantik, apa dia itu adik mas yang selama ini mas ceritakan, adik mas yang mas cintai.?" tanya Karina menerka


" Bukan, Al sudah menikah dan dia sudah hidup bahagia bersama suaminya apalagi saat ini dia sedang hamil" jawab dokter Ariel


" Hamil" batin Karina seraya tangannya mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


" Lalu, gadis yang bertemu dengan anak-anak itu siapa mas?" tanya Karina


" Dia Mita, tunangan ku" jawab dokter Ariel membuat Karina diam membeku.


" Tu... tunangan?" tanya Karina terbata-bata


" Iya, aku sebenarnya dengan Mita hampir saja menikah tapi entah siapa yang tiba-tiba mengirimkan foto kita bersama anak-anak" ucap dokter Ariel tatapan matanya menelisik ke arah Karina


" Kenapa mas melihatku seperti itu? apa mas menuduhku yang menghalangi pernikahan mas dengan gadis itu?" tanya Karina yang melihat dengan jelas kecurigaan dokter Ariel terhadapnya.


" Dengar ya mas, aku tidak pernah melakukan itu mas. meskipun kita menikah hanya karena permintaan terakhir suami aku, status aku tetaplah isteri sah mas yang seharusnya mas beritahu jika mas ingin menikah lagi dan aku pasti akan merestui itu jika memang mas akan bahagia bersama gadis pilihan mas itu dan aku mencari mas kesini bersama anak-anak karena aku ingin memberitahu mas Ariel kalau sebenarnya aku_"


" Kita bercerai saja!"


Jegeeeerrrr


" Bercerai?"


" Iya, kita bercerai saja"


" Tapi mas a.. aku_"


" Maafkan aku Karina aku tidak mencintaimu dan pernikahan ini memang tidak seharusnya terjadi, aku tahu aku berhutang nyawa dengan suamimu tapi aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini karena aku sangat mencintainya"


tutur dokter Ariel membuat Karina mau tidak mau berusaha untuk bersikap tenang.


" Baiklah jika memang itu yang mas Ariel inginkan, aku setuju. maaf jika selama ini aku dan anak-anak sudah menyusahkan dan merepotkan mas Ariel" ucap Karina dengan senyum yang dipaksakan.


" Terima kasih Karina, sekali lagi maafkan aku" ucap dokter Ariel


" Iya mas, semoga mas hidup bahagia bersama gadis itu. dan setelah kita bercerai aku dan anak-anak akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan mas" ucap Karina


" Terima kasih, aku tidak akan melupakan kebaikan mu Karina" ucap dokter Ariel

__ADS_1


" Kamu tidak boleh pergi kak, aku tidak mau menjadi pelakor dan menghancurkan kebahagiaan seorang anak yang bahkan belum lahir ke dunia" ucap seorang gadis yang sudah berdiri di hadapan mereka


Deg


__ADS_2