
Kabar gembira tentang kehamilan Lia pun akhirnya sampai juga ke telinga Zaira. betapa gembiranya Zaira saat tahu sahabat sekaligus adik iparnya itu kini tengah berbadan dua.
Mama Maria dan papa Sam yang tengah berada di luar kota pun langsung bertolak ke ibu kota setelah mendengar kabar putri kesayangannya itu tengah hamil. begitu juga dengan Alex dan Novi mereka yang baru saja sehari menginjakkan kakinya di negara Jerman langsung memilih kembali ke tanah air setelah tahu kalau menantu kesayangannya kini tengah mengandung anak dari putranya Mario.
" Io!" ucap Lia saat sudah berada di kamar kesayangannya.
" Apa kamu butuh sesuatu sayang?" tanya Mario dengan sangat lembut.
" Apa kamu bahagia Io?" tanya Lia membuat Mario tersenyum simpul
" Kamu itu bicara apa sih sayang, tentu saja aku sangat bahagia. sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, gak kebayang ya aku baru saja selesai ujian dan ini seperti hadiah buat aku sayang" ucap Mario yang tanpa sadar menitikkan airmatanya
" Kenapa kamu menangis Io?" tanya Lia yang nampak khawatir lalu mengusap air mata Mario dengan ibu jarinya.
" Aku menangis karena aku sangat bahagia sayang, terima kasih karena sudah mau mengandung anak kita!" ucap Mario seraya mengecup kening Lia dengan sangat lembut.
Lia tersenyum tipis lalu menatap lekat wajah Mario " Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik untuknya kelak" ucap Lia dan Mario tersenyum tipis lalu mengecup punggung tangan Lia dengan penuh cinta.
" Istirahatlah!" Mario membantu Lia merebahkan tubuhnya
" Io, mau kemana?" tanya Lia saat Mario hendak beranjak dari duduknya
" Aku gak kemana-mana sayang, hanya ingin mengambil air minum ke bawah supaya kamu tidak mundar mandir kalau haus" sahut Mario
" Terima kasih My Io!" ucap Lia terdengar begitu manja
" Sama-sama my Lily" jawab Mario dengan senyum manisnya.
Mario baru saja hendak membuka pintu tiba-tiba pintu sudah lebih dulu dibuka dari luar.
Ceklekk.
" Oopss... maaf!" ucap Zaira yang begitu semangat langsung mau main masuk saja ke kamar Lia dan hampir saja bertubrukan dengan Mario.
" Sayang!" tegur Azka kepada isterinya yang mau main masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Tidak apa-apa kakak ipar" sahut Mario dengan santainya namun membuat Zaira seketika menaikkan satu alisnya.
" Apa gue gak salah dengar ya barusan loe manggil apa?" tanya Zaira memastikan pendengarannya
" Kakak ipar, kenapa memangnya?" Mario balik bertanya dengan nada santainya.
" Gak ada apa-apa sih, aneh aja dengarnya" Zaira cengir kuda
" Harus dibiasakan, bukan begitu pak Bagaz!' ucap Mario bertanya ke Azka yang tengah menggendong baby Zia
" Bukan pak Bagaz tapi Kakak ipar, harus dibiasakan!" ucap Zaira membalikkan kata-kata Mario membuat Mario tersipu malu seraya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yaudah gue masuk mana Lia?" tanya Zaira
" Tuh lagi istirahat" sahut Mario
" Sayang, nanti saja sekarang biarkan Meli istirahat dulu" cegah Azka saat Zaira hendak masuk ke kamar adik iparnya itu.
__ADS_1
" Gak apa-apa kak masuk saja, Lily pasti senang kalau kalian datang apalagi kalau melihat si cantik Zia!" ucap Mario menoel pipi gembul baby Zia yang bikin gemes.
" Tuh kan mas gak apa-apa" ucap Zaira yang nampak sangat senang.
" Lia!" teriak Zaira yang langsung berhambur memeluk Lia.
" Za!" Lia pun ikut berteriak menyambut pelukan Zaira.
" Akhirnya, duh gue senang banget dengarnya. selamat ya Li sebentar lagi loe juga bakal jadi ibu dan baby Zia akan ada temannya" ucap Zaira setelah melepaskan pelukannya.
" Gue gak nyangka hamil di usia muda, jadi mama muda" ucap Lia sambil tertawa.
" Tapi ada serunya juga si Li. kalau lagi hamil berasanya tuh suami kayak tambah sayang gitu dan apa saja yang kita pingin sebisa mungkin mereka akan dituruti" ucap Zaira
" Masa sih Za!" ucap Lia
" Iya," Zaira duduk di tepi tempat tidur dan Azka memberikan baby Zia kepada Zaira karena terlihat sudah haus.
" Za!" panggil Lia memperhatikan Zaira yang tengah sibuk memberikan ASI-nya kepada baby Zia
" Kenapa?" Zaira menoleh sekilas ke arah Lia
" Sakit gak si Za?" tanya Lia melihat baby Zia yang sepertinya sangat kehausan.
" Sakit? apanya yang sakit?" Zaira balik bertanya
" Ya itunya?"
Zaira mengerutkan keningnya " Itu!" tunjuk Lia dengan dagunya ke arah baby Zia
" Sakit di awalnya aja tapi semakin kesini biasa aja kok!" jawab Zaira dan Lia hanya mengangguk-angguk.
" Sayang, aku keluar dulu ya mau istirahat di kamar, kalau nanti baby Zia sudah tidur bawa saja kesana ya!" pamit Azka
" Iya " jawab Zaira
" Oia, kak bisa minta tolong bilangin Mario? tolong ya kasih tau Mario aku kepingin banget makan rujak buah yang ada di pertigaan sekolah kak!" ucap Lia
" Yaudah biar kakak aja yang belikan" tawar Azka
" Ih gak mau, aku tuh maunya Mario sendiri yang beli" tolak Lia.
" yaudah iya nanti kakak bilangin" ucap Azka sebelum keluar dari kamar Lia.
Azka baru saja menuruni anak tangga dan berpapasan dengan Mario yang akan naik ke atas mengantarkan air minum untuk Lia.
" Rio mau kemana?" tanya Azka yang sudah tahu kalau Mario mau ke kamar Lia pakai ditanya segala.
" Mau mengantarkan air minum kak untuk Lia" sahut Mario
" Biar aku saja yang mengantarkan itu, saat ini Zaira sedang menyusui dan Lia pun tadi juga sempat berpesan dua sedang ingin makan rujak buah yang ada di pertigaan jalan sekolah" ucap Azka
" Owh begitu, yaudah aku beli sekarang ya kak. maaf tolong ini!" Mario memberikan nampan berisi teko dan gelas kepada Azka.
__ADS_1
" Iya, hati-hati!" ucap Azka saat Mario hendak pergi
" Iya kak, assalamu'alaikum!" pamit Mario sebelum pergi
" Wa'alaikum salam" jawab Azka
Azka kembali ke kamar Lia dengan membawa nampan ditangannya.
" Kak dimana Mario nya?" tanya Lia
" sudah pergi mencari yang tadi kamu inginkan" jawab Azka
" Sudah pergi kak?"
" Sudah" Azka melihat ke arah baby Zia yang ternyata sudah memejamkan matanya.
" Sayang baby Zia sudah tidur sebaiknya kamu bawa ke kamar gih!" ucap Azka menyuruh Zaira membawa baby Zia ke kamar mereka.
" Iya mas!" Zaira dengan perlahan beranjak dari duduknya.
" Li gue nidurin baby Zia dulu ya, kasihan udah ngantuk berat " ucap Zaira
" iya Za!" Lia menoel pipi gembul baby Zia yang sudah tertidur pulas.
" Sudah sekarang kamu istirahat, mama sama papa mungkin sore ini akan tiba dari kota x" ucap Azka
" Mama sama papa mau pulang, bukannya mereka bilang Minggu depan ya kak baru pulang?" tanya Lia
" Papa tadi nelpon, papa tahu mengenai kamu yang pingsan di sekolah karena khawatir makanya papa nelpon kakak ya kakak bilang saja kamu bukannya sakit tapi sedang hamil, ya mereka antusias banget mendengar berita kehamilan kamu. jadi mereka memutuskan untuk segera pulang!" jawab Azka panjang lebar
" Owh begitu"
" Yaudah kakak mau menyusul Za, kamu istirahat saja!" ucap Azka yang sudah di tinggal Zaira pergi ke kamar mereka.
Saat ini mereka berada di kediaman keluarga Dinata, disaat seperti ini Lia memilih ingin tinggal di rumah keluarganya sendiri terutama di kamarnya sendiri yang sudah beberapa bulan ia tinggalkan karena dia dan Mario menempati kediaman keluarga Alexander.
...☄️☄️☄️...
Mario saat ini tidak berada di pertigaan jalan dekat sekolah. dia sedang membeli rujak buah keinginan sang isteri yang tengah mengidam.
" Kak Rio!" sapa seorang adik kelas yang diam-diam mengagumi Mario.
Mario tidak menggubris sapaan adik kelasnya itu yang sedang membeli rujak buah juga.
" Kak Rio suka rujak juga ya? emmm... jarang-jarang loh cowok itu suka makan rujak" ucap seorang gadis yang merupakan adik kelasnya di SMA Darma Bangsa
Mario hanya diam saja dan merasa tidak nyaman dengan ocehan adik kelasnya itu yang berkesan sok akrab.
" Kak Rio kok diam aja sih, malu ya kak karena ketahuan beli rujak? gak apa-apa kali kak santai aja malah terlihat keren loh kak cowok yang suka rujak apa lagi kalau rujak bibir" ucap adik kelasnya tersebut berbisik di telinga Mario dan seketika Mario melotot ke arahnya.
" Sudah bang rujaknya?" tanya Mario
" Ini !" tukang rujak tersebut menyerahkan rujak pesanan Mario dan setelah itu dengan langkah cepat Mario langsung beranjak pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
" Menarik, tampan lagi. sayang sudah mau lulus. kesempatan gue buat mendekatinya cuma sebentar tapi gue yakin bisa menaklukkan cowok itu!" gumam adik kelas yang bernama Melati yang tengah menatap lekat punggung Mario yang sudah berlalu dengan motor gedenya.