Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Loe hutang penjelasan sama gue?"


" Puhhhh!" Khanza menghela napasnya seraya menatap lekat wajah seseorang yang berada di hadapannya


" Gue lihat kalau loe tadi keluar dari mobil_" ucapannya terpotong


" Gue akan jelasin " ucap Khanza dengan cepat


lalu berjalan ke arah rooftop


Sesampainya di atas rooftop keduanya masih saling diam dan bergelut dengan pikirannya masing-masing.


...Hening...


" Apa hubungan kalian?"


" Bukankah orang itu sedang keluar kota dan Bu Siska yang menggantikannya, kenapa tiba-tiba muncul nganterin loe ke sekolah?"


" Apa kalian diam-diam menjalin hubungan?" dan karena itu loe nolak gue?"


Jlepp


Khanza diam saja tidak menyanggah dan juga tidak mengiyakan.


" Maafin gue karena tidak bisa membalas perasaan loe" ucap Khanza penuh rasa bersalah


" Gue lebih nyaman kita bersahabat, karena dengan begitu kita tetap menjadi dekat tapi jika kita lebih dari sekedar sahabat disaat kita tidak lagi sejalan dan sekata maka persahabatan yang kita jalin selama ini pasti akan berubah, yang tadinya penuh cinta dan kasih sayang yang ada malah jadi saling membenci dan memaki" lanjutnya


Nicko terdiam menatap lekat gadis yang dulu sangat dekat dengannya namun kini malah membentang jarak antar keduanya, tidak ada canda tawa bahkan tegur sapa pun tidak. Nicko mencerna sedikit demi sedikit kata-kata yang diucapkan Khanza. ternyata keegoisannya sudah membuat hubungan persahabatannya dengan Khanza menjadi putus.


" Maaf!" tiba-tiba kata itu terlontar begitu saja dari bibir Nicko


Khanza yang tengah berdiri menatap ke bawah lapangan dimana beberapa siswa sedang bermain basket langsung menoleh ke arah Nicko


" Gue minta maaf karena sudah merusak persahabatan kita, perasaan cinta gue ke elo dan keegoisan hati gue sudah menghancurkan persahabatan kita." Nicko menundukkan wajahnya merasa malu dan juga bersalah


" Sudahlah, mari kita lupakan semuanya. kita mulai semua dari awal lagi bagaimana?" Nicko langsung mendongak dan menatap Khanza tidak percaya, gadis yang sudah ia sakiti dan bahkan ia hina masih mau memaafkannya dan bahkan tidak membencinya.


" Apa loe gak benci sama gue? gue kan hampir_" Nicko menggantungkan kata-katanya.


" Jangan ungkit sesuatu yang sudah berlalu, asal loe mau mengakui kesalahan loe dan berusaha untuk memperbaikinya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama maka loe berkesempatan untuk mendapatkan maaf" sahut Khanza seraya mengembangkan senyumnya


" Terima kasih Za, loe memang sahabat gue yang terbaik" Khanza menggeleng


" Jangan terlalu berlebihan memuji nanti yang ada malah jadi takabur" Nicko manggut-manggut.


" Jadi kita berteman lagi?" tanya Nicko malu-malu


" Emmmm... boleh tapi ingat jangan jatuh cinta lagi ya sama gue" Seloroh Khanza diselingi tawa.


" Iya...iya gue janji" jawab Nicko yang ikut tertawa


" Sudah yuk kantin, gue lapar nih tadi belum sempat sarapan!" ajak Khanza


" Tapi loe belum jawab pertanyaan gue Za!" protes Nicko


" Pertanyaan yang mana?" tanya Khanza seraya melangkahkan kakinya menuju kantin


" Kenapa orang itu bisa mengantar loe kesekolah?"


Deg


Khanza menghentikan langkahnya membuat Nicko yang mengekor di belakangnya hampir saja menabraknya.


" Cuma kebetulan saja bertemu" jawab Khanza berbohong.


" Cih, pembohong" Khanza yang sudah kembali melangkah kembali berhenti dan menatap tajam kearah Nicko membuat Nicko salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Khanza tidak menghiraukan ucapan Nicko dan kembali berjalan.

__ADS_1


" Gue udah liat semuanya, apa kalian pacaran diam-diam?"


Khanza tidak menjawab dan masih terus berjalan, sesampainya di kantin Khanza langsung menghampiri Bu Khodijah sedangkan Nicko duduk di bangku yang tidak jauh letaknya dari kedai bu Khodijah.


" Assalamu'alaikum"


" Wa'alaikum salam, kamu baru datang Za?" tanya bu Khodijah


" Iya bu, tadi sedikit kesiangan" jawab Khanza seraya menyendok nasi dan diguyur dengan kuah soto


" Kamu belum sarapan?" tanya bu Khodijah yang melihat Khanza menyendok kuah soto


" Enggak sempat bu"


" Terus nak Aldy apa dia sudah pulang dari luar kota?"


" Sudah bu kemarin, tapi hari ini mau berangkat lagi katanya"


" Lalu kamu tidak membuatkannya sarapan?"


" Dia tadi sudah Za buatin roti bakar saat mau berangkat mengantarkan Za" Bu Khodijah mengangguk mengerti


" Oh syukurlah!" ucap bu Khodijah


" Kenapa dia balik lagi ke luar kota padahal baru kemarin pulangnya?"


" Pekerjaannya masih belum selesai bu" jawab Khanza


" Belum selesai kok sudah pulang, apa tidak capek harus mundar-mandir kesana?" tanya bu Khodijah


Khanza duduk untuk menyantap sarapannya hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" Pasti dia sudah tidak tahan untuk bertemu dengan kamu ya Za?" tanya bi Ratna membuat Khanza hampir tersedak


" Ya biasalah namanya juga pengantin baru pasti susah tidur kalau terpisah jauh, kangenlah, rindulah ya begitulah pengantin baru, iyakan Za?"


Kali ini Khanza benar-benar dibuat tersedak


Bi Ratna langsung memberikan Khanza air minum dan Khanza menerimanya dengan cepat. Diteguknya hingga tandas.


" Oh jadi seperti itu, dia pulang hanya untuk bertemu kamu?" tanya bu Khodijah dengan senyum yang mengembang


Khanza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Selesai menghabiskan serapannya Khanza langsung beranjak dari duduknya dan berpamitan kepada bu Khodijah dan bi Ratna.


Nicko berjalan mengekor di belakang Khanza menuju kelas.


Tanpa mereka sadari Bayu mengepalkan tangannya menatap keduanya yang sudah kembali akrab.


" Za loe belum jawab pertanyaan gue loh!" Nicko kembali mengingatkan Khanza


" Menurut loe?"


" Kalian pasti ada hubungan"


" Sejak kapan Za?"


" Apanya?"


"Za, loe enggak bisa bohong sama gue"


" Kalau loe udah tahu kenapa masih nanya?" Khanza geleng-geleng masih berjalan didepan Nicko


" Jadi beneran kalian pacaran?"


" Tidak"


" Za, gue tadi lihat loh kalau loe sama pak Aldy sedang_"

__ADS_1


Jedugggg


" Za bisa gak sih kalau berhenti tuh bilang-bilang dulu?" Nicko mengusap dahinya yang terbentuk kepala Khanza


" Loe lihat apa?" tanya Khanza dengan jantung yang berdegup kencang


" Dia itu pria dewasa Za, gue aja gak tahan kalau dekat-dekat loe"


" Nicko....!"


" Iya maaf... maaf...!" Nicko cengengesan


" Apa gaya pacaran kalian sudah sejauh itu?" tanya Nicko yang masih tidak percaya dengan apa yang tadi di lihatnya apalagi dia tahu Khanza itu terbilang cewek yang susah tersentuh.


" Maksud loe?"


" Kenapa loe diam aja saat dia tadi mencium loe?"


Deg


Khanza melotot menatap gugup ke arah Nicko


" Elo... melihatnya?" Nicko mengangguk lalu geleng-geleng


" Gue gak nyangka Za kalian sampai sejauh itu, kalau pihak sekolah tahu gue gak kebayang Za"


" Ko, please jaga rahasia ini ya!" pinta Khanza


" Jadi benar kalian pacaran dan sampai sejauh mana?" tanya Nicko


" Jadi alasan loe nolak gue karena dia?" Khanza mengangguk


" Sudah berapa lama?"


" Sudah hampir 4 bulan" jawab Khanza


" Apa loe cinta sama dia?" Khanza mengangguk


" Loe berubah Za, kenapa loe mau dengan mudah disentuh olehnya?" ucap Nicko yang nampak panas bila teringat kejadian tadi


" Dia berhak atas gue Za" Nicko membelalakkan matanya mendengar pengakuan Khanza


" Apa maksud loe?"


" Dia berhak menyentuh gue karena itu sudah halal baginya"


" Gue enggak ngerti!" sahut Nicko


"Di... dia... dia itu suami gue" jawab Khanza


" Apa?" Nicko nampak terkejut dan sedetik kemudian tertawa


" Bercanda loe gak lucu Za!" ucap Nicko masih tertawa


" Tapi inilah faktanya!" Khanza mengangkat tangannya dan memperlihatkan cincin yang melingkar indah di jari manisnya.


" Elo?" Nicko nampak syok


" Hanya Miska, Hana dan loe yang tahu masalah ini dan gue harap loe bisa menjaga rahasia ini sampai kita lulus"


" Bagaimana mungkin?"


" Ceritanya panjang dan nanti loe pasti akan mengerti"


" Ini sungguh diluar dugaan" Nicko nampak masih tidak percaya


" Jangankan loe gue aja terkadang masih tidak percaya!" sahut Khanza


" Nicko!" panggil seseorang yang tentu saja membuat Nicko dan Khanza menoleh

__ADS_1


" Malas banget!" umpat Khanza


__ADS_2