Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Akhirnya


__ADS_3

Pagi ini Zaira tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, setelah menyiapkan semua keperluan baby Zia.


Rasa bahagia dan lega akhirnya Zaira rasakan, setelah hampir setiap hari setiap kali hendak berangkat ke sekolah Zaira selalu merasa enggan dan malas tidak bersemangat, apalagi setiap jam pelajaran matematika Zaira merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan sang guru.


Tapi hari ini rasanya Zaira begitu lega karena pak Aldy sudah bisa menerima kenyataan dan sadar akan kesalahannya.


Usai sarapan Zaira dan Azka berangkat ke sekolah dan seperti biasa Azka dan Zaira berpamitan terlebih dahulu kepada baby Zia.


Saat ini Zaira dan Azka tengah berada di dalam mobil, sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara keduanya. Azka memilih diam karena tidak ingin mengganggu konsentrasi isterinya yang tengah membaca buku mempersiapkan diri untuk test.


Setelah 20 menit perjalanan mobil mereka pun sampai di parkiran. dan tanpa diduga mereka bertemu dengan Lia dan Mario yang baru saja keluar dari dalam mobil mereka.


" Za!" teriak Lia seraya berjalan menghampiri


" Hai Li, Rio!" sapanya


" Gak kuliah Rio?" tanya Azka


" Kuliah jam 8 kak!" sahut Mario dan Azka mengangguk mengerti.


" Li perut loe udah ketara ya, berapa sih usianya?" tanya Zaira seraya mereka berjalan menuju kelas dengan dua bodyguard tampan yang mengekor di belakangnya.


" Jalan 20 Minggu" sahut Lia seraya mengusap perutnya


" Udah nendang-nendang dong ya?"


" Mantap banget tendangannya seperti pemain bola " Lia tertawa sendiri mengingat betapa kencangnya bayi yang berada di dalam perutnya menendang.


" Terus loe rencana buat homeschooling nya kapan?" tanya Zaira


" Emmm ... mungkin sampai gue merasa lelah aja kali ya, selagi gue masih kuat sekolah gue pinginnya sih sekolah" sahut Lia


" Tapi apa gak beresiko nantinya?" tanya Zaira khawatir


" Tuh yang dengarkan apa kata Za, mendingan kamu pikirkan lagi deh yang, homeschooling aja ya biar aku juga tenang kalau kamu di rumah" sahut Mario yang berjalan di belakangnya


" Iya Li udah homeschooling aja!" Zaira menambahi


" Tapi bosen tahu kalau di rumah terus, gak enak banget pastinya iyakan Za?" ucap Lia yang merasa enggan untuk homeschooling


" Gak juga sih Li, tapi ya demi anak jalani ajalah"


" Iya sih, tapi nanti deh gue pikirin lagi" sahut Lia


Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan kelas " Mas sudah sana ke ruangan kamu!"


" Iya, kerjakan yang benar jangan terburu-buru oke!" pesan Azka


" Iya, bawel" Zaira meraih tangan suaminya untuk menyalami punggung tangannya.


" Udah kamu juga sana gih!" ucap Lia


" Iya sayang, yaudah aku pamit ya, ingat belajar yang serius!"


" Iya my Io." Lia pun menyalami punggung tangan Mario


Zaira dan Lia masuk ke dalam kelas, dan tidak lama Mita dan yang lainnya pun datang. waktu bel masuk masih ada 15 menit lagi. Zaira memanfaatkan waktu untuk mengulang kembali pelajarannya begitu juga dengan Mita. Mona dan Indah malah asik mengobrol sedangkan Mia masih asik chattingan dengan Sendy.


Akhirnya bel masuk berbunyi, rasa tegang dan gugup dirasakan oleh setiap murid saat sang guru masuk ke dalam kelas.


" Duh kok gue jadi gugup gini ya?" ucap Indah


" Semoga aja gue bisa ngerjainnya dan pak Aldy gak bikin soal yang susah-susah!" ucap Mia


" Loe udah belajar Mi?" tanya Indah


" Sudah tapi sebentar doang, gak tau dah ada yang nyangkut apa enggak!" ucap Mia


" Sama kayak gue, Dion ngajak belajar bareng semalam tapi bukannya belajar dia malah tidur" kesal Indah


" Ya terus loe ikut tidur gitu?" tanya Mia


" Bukannya ikut tidur, ngaco aja loe bisa di gorok gue sama bokap gue" sahut Indah


" Ya terus?"


" Dion ngorok berisik banget gue jadi gak bisa konsen belajar" sahut Indah


" Kenapa loe gak pindah aja belajarnya?" tanya Mia


" Kasihan kalau gue tinggal!" Indah cengengesan


" Ah dasar loe bucin!" seloroh Mia


" Kayak loe gak bucin aja sama kak Sendy" sahut Indah tidak mau kalah dan Mia hanya cengar-cengir


" Sudah siap semuanya?" tanya sang guru berteriak dengan lantang membuat Mia dan Indah terperanjat dalam obrolannya


" Siap pak guru!" ucap seluruh siswa dan siswi dalam kelas bersamaan


" Sebelum kalian mengerjakan soal test ujian hari ini silahkan dipimpin do'a terlebih dahulu, Edo silahkan!" tunjuk pak Aldy


" Baik pak!" sahut Edo


Edo memimpin do'a, setelah selesai berdo'a pak Aldy membagikan lembaran soal-soal. waktu pengerjaan 60 menit semua murid terlihat begitu serius mengerjakan soal-soal tersebut.


Jam pengerjaan selesai semua lembaran jawaban baik selesai tidak selesai tugas tetap dikumpulkan, seperti biasa Edo yang diperintahkan untuk mengumpulkan semua lembar jawaban.


🖤


Di kantin seperti biasa Zaira selalu memesan bakso kesukaannya, dan yang kebagian memesan Mona dan Indah.


pesanan datang dan dengan lahapnya Zaira menyantap bakso tersebut.


" Za loe lahap benar makannya, kelaparan Bu?" goda Mia


" Sialan loe!" Zaira mencibikkan bibirnya

__ADS_1


" Tau loe Za tumben banget makan bakso kayak orang kesetanan gitu, takut banget gue pinta sih Za!" ucap Lia menimpali


" Perasaan gue makan biasa aja dah!" sahut Zaira yang kembali menyantap baksonya.


" Gak nyadar dia!" celetuk Indah


" Udah deh jangan pada banyak komentar gue kan lagi menikmati bakso Bu kantin. jarang-jarang gue bisa makan setenang ini." tutur Zaira


" Oh gue ngerti, Zaira itu jarang-jarang makan kayak gitu karena selama ini dia makan gak tenang gara-gara pak guru baru. iyakan Za?" tebak Mita


" Ah loe Mit tau aja lagi" sahut Zaira seraya tertawa


" Oh jadi begitu toh!" ujar Mia " kirain loe isi lagi Za!" lanjutnya


" Duh jangan dong baby masih terlalu kecil gue aja belum lulus. ngaco aja loe ah!" Zaira bergidik ngeri membayangkan hamil lagi sementara baby Zia masih terlalu kecil


" Ya gak apa-apa juga kali Za, kan gue jadi ada temannya buat homeschooling!" tutur Lia


" Yeee... itu sih mau loe" sahut Zaira


" Eh ada pak Aldy tuh!" tunjuk Mia dengan ekor matanya ke arah pak Aldy yang sedang berjalan bersama Azka


" Ada laki loe juga Za!" ucap Mita memberitahu karena Za hanya fokus dengan makanannya.


" Mereka kayaknya berjalan ke arah sini deh Za!" ucap Mia


" Biarin aja napa sih ganggu makan gue aja deh kalian pada" kesal Zaira seraya mengerucutkan bibirnya.


" Makan apa serius banget sih?" tanya Azka yang tiba-tiba duduk di samping Zaira


Zaira seketika menengok ke arah pria tampan yang berada di sampingnya.


" Bapak mau?" bukan menjawab Zaira malah menawarkan Azka.


" Kok makannya pedas gitu sih yang?" protes Azka yang langsung mencicipi bakso milik Zaira


" Ini gak pedas kok" Zaira mengambil sendok yang berada di tangan Azka.


Pak Aldy melihat tingkah Zaira dan Azka hanya bisa tersenyum getir ya walaupun sudah mengatakan ikhlas dan menerima kenyataan yang ada di hadapannya saat ini namun namanya hati butuh proses untuk beradaptasi.


" Pak Aldy jangan heran ya, mereka berdua kalau sudah ketemu ya begitulah merasa dunia itu milik berdua yang lainnya ngontrak" ucap Mita yang melihat sikap canggung pak Aldy berada di antara mereka terutama diantara Zaira dan Azka.


Pak Aldy tidak berkata apa-apa hanya tersenyum tipis menyikapi ucapan Mita.


" Nah tuh Yoga sama Dion dari mana aja tuh anak!" tunjuk Mia ke arah dua orang yang tengah berjalan kearah mereka.


" Sudah kelar makannya?" tanya Yoga yang langsung duduk di bangku yang ada di depan Mona


" Dari mana?" tanya Mona dengan wajah jutek


" Biasalah cowok ganteng mah tebar pesona dulu ya gak Dion?" ucap Yoga seraya menyenggol bahu Dion.


Mona memberengut kesal jawaban Yoga pun membuatnya semakin memanas.


" Gak usah di tekuk gitu Mon muka loe, orang kayak Yoga mah gak usah loe cemburuin mana ada sih yang mau sama manusia planet kayak dia" Seloroh Dion


" Wah kurang asem nih anak kayaknya kudu gue kasih garam nih" Yoga melingkarkan tangannya di leher Dion.


" Kurang asem dikasih garam situ waras?" ucap Dion sambil tertawa.


" Eh ini anak baru datang udah bikin rusuh ya?" omel Lia.


" Huss diam Yo, bumil udah mode marah tuh " ucap Dion seraya melepaskan tangan yoga yang bertengger di lehernya.


" Sorry bumil" ucap Yoga dengan suara pelan.


" Huss!" Mona melototin Yoga menyuruh diam


" Ternyata kalian ini seru juga ya, ramai!" ucap pak Aldy tiba-tiba


Zaira dan Azka langsung menoleh ke arah pak Aldy dan nampak sedikit canggung.


" Dengan adanya kebersamaan ini sesulit apapun perjalanan hidup yang sudah kami lewati, Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Persahabatan Zaira dengan teman-temannya membuat saya merasa bangga menjadi salah satu bagian dari persahabatan mereka yang begitu kuat dan juga memiliki solidaritas yang sangat tinggi" tutur Azka seraya menatap satu persatu murid-muridnya yang berada di meja tersebut dengan tersenyum bangga


" Terima kasih juga buat pak Bagaz yang sudah membimbing kami dan juga menjadi bagian dari persahabatan yang kami jalin selama ini. pesan kami terus bahagiakan Zaira jangan biarkan Zaira menangis dalam kesedihan tapi buatlah Zaira menangis karena kebahagiaan" tutur Mita membuat Zaira terharu matanya sudah berkaca-kaca.


" Semoga persahabatan kita sampai kakek nenek ya!" ucap Zaira tersenyum tipis


" Duh saya jadi terharu dengan persahabatan kalian" ucap pak Aldy


" Kami juga berharap dan akan selalu berdoa kelak pak Aldy pun bisa menemukan kebahagiaan bapak sendiri. Seseorang yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan pak Aldy" tutur Mita


" Amin, terima kasih Mita atas doanya!" ucap pak Aldy


" Iya biar Za merasa tambah lega lagi pak dan bisa menikmati makan baksonya dengan lahap karena merasa tenang tanpa ada tatapan mata pak Aldy yang selalu membuat Za dilanda ketakutan" celetuk Indah membuat Za melotot begitu juga dengan yang lainnya


" Indah!" dengus Zaira menatap tajam ke arah Indah


" oops... sorry Za keceplosan" Indah menepuk-nepuk mulutnya sendiri


" Sampai segitunya ya ?" ucap pak Aldy yang menjadi merasa tidak enak


" Iya pak, setelah pak Aldy bisa menerima kalau mereka ternyata memiliki hubungan yang lebih dari yang bapak tau. Za merasa lega dan makannya pun seperti orang yang tidak makan sebulan" ucap Mia membuat Zaira semakin memberengut


" Ya ampun kalau begitu saya minta maaf ya Alzaira, pak Bagaz!" ucap pak Aldy yang merasa tidak enak dengan mereka berdua


" Gak apa-apa pak, jangan dengarkan mereka." ucap Zaira yang menjadi salah tingkah


" Gak apa-apa Za biar semua jelas dan kedepannya tidak ada lagi deh drama yang bikin loe mewek" timpal Indah


" Betul tuh!" ucap Mia


Mereka begitu asik mengobrol sampai lupa hampir bel masuk berbunyi.


" Ya ampun gue belum belajar, sebentar lagi masuk!" ucap Mona yang langsung beranjak dari duduknya


" Iya gue juga!" Mia pun ikut berdiri

__ADS_1


" Gue kirain gue doang ternyata kalian juga sama aja;" Indah pun ikut beranjak dari duduknya


" Sayang kamu sudah siap belum?" bisik Azka


" Sudah, ya semoga aja gak susah!" jawab Zaira


" Yaudah yuk balik ke kelas!" ajak Lia


" Kamu belum belajar dek?" tanya Azka


" Sudah sih tapi cuma sebentar doang" sahut Lia cengengesan


" Kenapa sebentar?" tanya Azka


" Apa loe di gangguin Mario ya kayak gue yang digangguin terus sama kakak loe?" tebak Zaira


" Wahhh kita harus cepat pergi Mon, kalau dua manusia ini sudah ngomongin gangguan-gangguan astral" ucap Mita yang langsung beranjak dari duduknya dan pamit pergi duluan


" Mita tunggu, ih loe ngomong apa sih gak jelas deh!" Mona langsung menyusul Mita diikuti Mia dan Indah.


" Ha .. ha .. ha..!" Lia dan Zaira tertawa melihat mereka yang langsung pergi begitu saja


" sudah yuk ah" ajak Zaira


" Belajar yang benar jangan mikir yang macam-macam" pesan Azka


" Tenang kak kita gak mikir yang macam-macam kok cuma mikir satu macam aja!" Sahut Lia mengerlingkan matanya lalu tertawa, Lia dan Zaira berjalan menyusul teman-temannya.


Azka dan pak Aldy pun ikut meninggalkan kantin namun tiba-tiba tanpa sengaja pak Aldy menabrak seseorang sampai mangkuk yang dibawanya pun jatuh dan pecah.


" Maaf..maaf..maaf gak sengaja!" ucap pak Aldy hendak membantu seorang wanita yang seumuran dengan Mario namun detik kemudian


" Sial benar sih gue!" gumam gadis yang bernama Khanza menatap malas ke arah pak Aldy.


" Eh? Kamu yang waktu itu menabrak saya kan?" tanya pak Aldy yang tiba-tiba ingat dengan seorang murid yang menubruknya


" Ralat ya pak bukan menabrak tapi di tabrak !" protes Khanza


" Pak Aldy saya duluan ya sudah bunyi bel!" ucap Azka pamit


" Tunggu pak" pak Aldy pergi menyusul Azka


" Maaf ya sekali lagi saya minta maaf nanti mangkoknya yang pecah bilang saja sama ibu kantin saya yang bayar" ucap pak Aldy sebelum pergi.


" Ish, seenaknya main pergi gitu aja!" gumam Khanza.


Setelah mengerjakan test yang kedua Zaira dan teman-temannya kini sedang berjalan di koridor sekolah.


" Za loe nungguin pak Bagaz?" tanya Mita


" Iya, gue mau pulang duluan naik taksi online gak boleh" Sahut Zaira


" Yaudah loe pulang bareng gue aja, sekalian gue juga mau main dengan baby Zia!" ucap Lia


" Serius loe mau ke rumah?" tanya Zaira memastikan


" Iya bawel!" sahut Lia


" Nah tuh Mario gue bilang dia dulu ya"


" Iya"


" Yang kita ke rumah Za ya pulangnya?" ucap Lia


" Iya, tapi kamu aja ya yang, aku harus ke kantor tadi kak Arta nelpon dan meminta aku datang" ucap Mario


"Iya, tapi jemputnya jangan malam-malam" Ucap Lia


" Iya!" Mario mengusap lembut pucuk kepala Lia


🖤


Lia saat ini sudah berada di rumah Zaira dan dia asik bermain dengan baby Zia.


" Non Lia sedang isi ya?" tanya bi Ningsih


" Kenapa bi ketara ya?" tanya Lia sambil mengelus perutnya


" Jadi beneran non Lia hamil?" tanya bi Ningsih yang sedikit terkejut


" Iya bi, jalan 5 bulan" tutur Lia santai


" Bagaimana gak mau hamil pacarannya aja lengket banget!" batin bi Ningsih


" Orang tua non Lia tahu kalau non Lia tengah hamil?" tanya bi Ningsih takut-takut


" Sudah bi dan mereka senang banget malah!" sahut Lia cengar-cengir


" Yang benar saja" batin bi Ningsih dengan perasaan yang tidak karuan


" Saya rasanya juga sudah tidak sabar bi ingin bertemu dengan si kecil!" ucapnya


" Maaf non apa mereka tidak marah non saat tau non hamil?" tanya bi Ningsih


" Marah? kenapa mereka harus marah bi mereka justru senang banget bi saat tahu aku hamil" sahut Lia yang tahu kalau bi Ningsih pasti tengah menduganya kalau dia hamil di luar nikah.


" Oh ya ampun!" bi Ningsih tidak bisa menahan keterkejutannya


" Tenang aja bi, buang jauh-jauh pikiran negatif bibi. Lia itu hamil karena sudah punya suami jadi sah aja jika Lia hamil" Tutur Zaira yang datang menghampiri mereka


" Punya suami?" tanya bi Ningsih karena selama ini dia menduga Lia dan Mario hanyalah sepasang kekasih.


" Mereka itu takut gak kuat bi jadi langsung minta kawin!" goda Zaira


" Nikah Za baru kawin!" protes Lia


" Oh ya ampun,maaf ya non Lia saya sudah salah paham" ucap bi bi Ningsih

__ADS_1


Zaira dan Lia hanya tertawa melihat keterkejutan bi Ningsih.


__ADS_2