Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan oleh Azka, hari ini Azka akan kembali mengajar di SMA Darma Bangsa menggantikan Aldy untuk beberapa hari ke depan setidaknya sampai kasus yang menjerat Aldy dan Nana terselesaikan.


Ada beberapa wali murid yang datang untuk menuntut dan meminta Aldy dan Nana segera dikeluarkan dari sekolah, dan pak Ridwan hendak mengambil keputusan tersebut tanpa meminta pendapat dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak yayasan.


" Baik Bu, pak tenang saja saya akan mengambil tindakan tegas pada kasus ini!" ucap pak Ridwan kepada beberapa wali murid tersebut


" Benar apa yang dikatakan bapak-bapak dan ibu-ibu pak Ridwan memang sudah seharusnya bapak mengambil tindakan tegas kepada pak Aldy yang sudah mencoreng nama baik sekolah" ucap pak Surya salah satu staf guru


" Tapi apa tidak sebaiknya masalah ini dibicarakan dulu pada pihak yayasan pak, jika mengambil keputusan tanpa sepengetahuan kepala yayasan apa itu tidak terlalu lancang" ucap pak Wahyu


" Menurut saya pihak yayasan tidak perlu tahu tentang masalah ini" ucap pak Ridwan


" Kenapa pihak yayasan tidak perlu tahu pak?" tanya Azka yang menyembul dari balik pintu membuat pak Ridwan terkejut dan gelagapan.


" Pak Bagaz!" beo pak Ridwan yang nampak gugup


" Assalamu'alaikum, maaf jika saya mengganggu!" ucap Azka seraya berjalan menghampiri pak Ridwan dan para wali murid yang hadir.


" Wa'alaikum salam!" jawab semua yang berada di ruangan tersebut.


" Si... silahkan duduk pak Bagaz!" ucap pak Ridwan gugup.


" Terima kasih pak Ridwan!" ucap Azka lalu duduk di antara para wali murid


" Maaf sebelumnya, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu mungkin dari sebagian bapak-bapak dan juga ibu-ibu ada yang belum mengenal saya!" ucap Azka seraya tersenyum ramah


" Perkenalkan nama saya Bagazkara Afraza Dinata!" ucap Azka memperkenalkan diri


" Saya adalah putra dari Samuel Afrizal Dinata selaku kepala yayasan SMA Darma Bangsa!"


" Saya akan kembali menjadi tenaga didik di sekolah ini menggantikan pak Aldy yang tengah tersandung kasus yang mungkin bisa di bilang memalukan pihak sekolah" lanjut Azka


Pak Ridwan hanya bisa terdiam tidak berani menyela ataupun protes tentang apa yang sudah dituturkan oleh Azka.


" Pihak yayasan sudah tahu masalah ini maka dari itu kepala yayasan meminta saya untuk kembali mengajar menggantikan posisi pak Aldiansyah"

__ADS_1


Semua wali murid termasuk pak Ridwan dan beberapa staf guru hanya menyimak dan mendengarkan setiap hal yang di ucapkan Azka


" Lalu bagaimana dengan kasus ini pak? apa tindakan yang akan bapak ambil dalam masalah ini?" tanya salah satu wali murid yang menginginkan Aldy segera di keluarkan


" Bapak-bapak dan juga ibu-ibu mohon maaf untuk kasus ini saya tidak bisa mengambil keputusan begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya" jawab Azka


" Maksud pak Bagaz apa?" tanya pak Ridwan yang mulai ketar ketir


" Bukankah sudah ada bukti yang cukup kuat pak kalau pak Aldy dan Nana salah satu siswi berbuat yang tidak senonoh di lingkungan sekolah" ucap pak Ridwan begitu yakin


" Foto tersebut belum jelas kebenarannya pak Ridwan karena terkadang apa yang kira lihat belum tentu sama dengan apa yang terjadi sebenarnya. saya tidak akan mengambil keputusan tanpa menyelidiki terlebih dahulu kasus yang menimpa pak Aldy dan juga Nana!" tutur Azka pelan tapi tegas.


Pak Ridwan mendengus kesal dengan sikap dan keputusan yang Azka ambil.


" Maaf pak Ridwan seharusnya sebagai kepala sekolah anda bisa mengambil keputusan dengan bijak jangan main ambil keputusan tanpa menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya" pesan Azka membuat pak Ridwan sulit menelan salivanya


" Iya pak " sahut pak Ridwan


" Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan pak Bagaz, sungguh tidak adil jika pak Ridwan mengambil keputusan tanpa menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya" ucap pak Wahyu yang lebih percaya pada Aldy dari pada dengan foto yang sudah terlanjur tersebar


" Lalu bagaimana cara mencari bukti yang menunjukkan pak Aldy dan Nana tidak bersalah?" tanya pak Ridwan


" Su.. sudah saya cek pak, tapi sayangnya ada beberapa cctv yang rusak terutama di bagian belakang sekolah." jawab pak Ridwan membuat Azka mengerutkan keningnya


" Bagaimana bisa? sudah berapa lama cctv disekolah ini tidak berfungsi?" tanya Azka tegas dan dingin membuat nyali pak Ridwan menciut


" Sudah cukup lama pak!" bukan pak Ridwan yang menjawab melainkan pak Wahyu


" Apa, sudah cukup lama?" Azka cukup terkejut lalu menoleh ke arah pak Ridwan


" Iya pak!" pak Ridwan gelagapan


" Bagaimana bisa pak Ridwan sebegitu cerobohnya, seharusnya jika cctv yang berada di sekolah ini ada yang tidak berfungsi pak Ridwan wajib membuat laporan kepada pihak yayasan. jika sudah terjadi begini bagaimana pak Ridwan mempertanggungjawabkannya?" ucap Azka tegas.


" Ma... maafkan saya pak Bagaz, maaf atas keteledoran saya!" ucap pak Ridwan dengan gemetar karena aura Azka yang begitu dingin dan terlihat sangat marah

__ADS_1


"Ini termasuk kesalahan yang cukup fatal pak Ridwan, apalagi tindakan anda barusan yang ingin mengeluarkan pak Aldy dan siswi yang bernama Nana tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya, bisa saja kan siswa yang bernama Roni itu yang sengaja memutar balikkan fakta dan jika itu terbukti apa yang akan anda lakukan pak Ridwan selaku kepala sekolah?"


Pak Ridwan terdiam dia tidak bisa menjawab pertanyaan Azka yang menurutnya sangat memojokkan dirinya.


" Bapak-bapak dan ibu-ibu saya rasa masalah ini cukup sampai di sini dulu dan untuk lebih jelasnya lagi nanti pihak sekolah akan melakukan rapat dalam mengambil keputusan dan saya berjanji keputusan yang akan diambil pasti yang terbaik untuk semuanya"


Para wali murid yang hadir saling melempar pandangan dan selanjutnya mengangguk setuju.


" Baiklah kalau itu yang sudah menjadi keputusan pak Bagaz, saya percayakan ini semua kepada pihak sekolah dan saya berharap keputusan nanti adalah keputusan yang terbaik" ucap salah satu wali murid yang mewakili berbicara


" Terima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu sekalian, semoga masalah ini cepat terselesaikan" ucap Azka


" Amin " jawab semuanya serentak


Setelah para wali murid pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah, Azka beranjak dari duduknya " Saya berharap pak Ridwan bisa menyelidiki masalah ini karena kesalahan secara tidak langsung ada pada bapak" ucap Azka tegas


" Ke.. kenapa salah saya pak?" tanya pak Ridwan


" Pak Ridwan masih bertanya kenapa?" tanya Azka menautkan kedua alisnya


Pak Ridwan terdiam dan nampak berpikir.


" Jika pak Ridwan tidak tahu dimana letak kesalahan bapak biar saya beritahu, masalah pengawasan dan keamanan serta kenyamanan para siswa dan siswi disekolah SMA Darma Bangsa ini adalah tanggung jawab pak Ridwan selaku kepala sekolah dan salah satu sistem pengawasan yang dilakukan disini adalah dengan terpasangnya cctv dan bagaimana bisa cctv di sekolah ini rusak sedangkan pak Ridwan diam saja" ucap Azka bicara dengan wajah serius


" Satu lagi, murid yang bernama Roni kenapa dia bisa dengan leluasa keluar masuk kelas tanpa adanya teguran dari pihak sekolah?" tanya Azka seketika pak Ridwan sulit menelan salivanya.


" Saya sudah melihat beberapa cctv yang masih berpungsi dan dari situ saya bisa melihat siswa yang bernama Roni sering pergi ke kantin di jam pelajaran dan yang membuat saya tidak suka adalah dia berbuat hal yang buruk di lingkungan sekolah jadi saya bisa mengambil kesimpulan kalau sebenarnya apa yang dikatakan oleh pak Aldy bisa saja itulah hal yang sebenarnya" terang Azka


" Pak Ridwan saya ingin hari ini anda buat surat panggilan kepada orang tua dari siswa yang bernama Roni dan besok kita adakan pertemuan di ruang rapat "


"Tapi pak orang tua dari siswa yang bernama Roni itu adalah orang yang sangat sibuk, tidak mudah untuk memintanya hadir" ucap pak Ridwan


" Saya tidak mau tahu jika orang tuanya tidak bisa hadir maka putranya untuk sementara waktu di skorsing!" tegas Azka


"Tidak bisa begitu pak, bisa-bisa orang tuanya marah dan memberhentikan kucuran dana ke sekolah ini karena tuan Bambang Samudera pasti akan merasa marah atas tidakan pak Aldy terhadap putranya." ucap pak Ridwan

__ADS_1


" Buat saya itu tidak masalah, jika dia merasa berkeberatan silahkan dia mencari sekolah lain untuk putra kesayangannya itu, sekolah ini bertujuan untuk mendidik para siswa-siswi agar berprestasi baik dalam ilmu pengetahuan maupun moral!" sahut Azka


"Jadi mulai sekarang saya harap pak Ridwan lebih memperketat lagi pengawasan terhadap para siswa dan siswi SMA Darma Bangsa jangan sampai kejadian ini terulang lagi dan satu lagi suruh orang untuk memperbaiki cctv secepatnya saya harap besok semua sudah berjalan sesuai dengan apa yang saya katakan!" ucap Azka lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut membuat pak Ridwan diam membeku di tempatnya.


__ADS_2