
Tok... tok... tok.. pintu kamar Mita di ketuk dengan sangat keras membuat Mita terlonjat kaget terbangun dari tidurnya.
" Ihh... siapa sih, ngeselin banget!" gumam Mita lalu menutup wajahnya dengan bantal
Pintu terus diketuk semakin keras mau tidak mau Mita beranjak dari tidurnya seraya mendengus kesal. Mita melirik jam yang bertengger di dinding kamarnya jam menunjukkan pukul 5 pagi.
" Siapa sih pagi-pagi sudah bangunin orang ?" kesal Mita berjalan ke arah pintu.
Ceklekk
Mita membuka pintu kamarnya sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat dan mengantuk
" Lia loe?" tanya Mita yang terkejut karena ternyata pelaku utama yang menggedor-gedor pintu kamarnya adalah Lia yang dibelakangnya sudah ada Zaira dan sahabatnya yang lain.
" Kalian?" Mita terkejut bukan main karena bukan hanya Lia tetapi semua sahabatnya berdiri di belakang Lia.
"Ngapain kalian pagi-pagi buta gini sudah ada di sini?" tanya Mita mengerutkan keningnya melihat para sahabatnya
Mona yang sudah tidak sabaran langsung mendorong Mita masuk ke dalam kamarnya dan menyuruhnya untuk mandi.
" Cepat sana mandi !" Mona mendorong Mita masuk ke dalam kamar mandi
" Loe apa-apaan sih Mon pakai nyuruh gue mandi segala?" tanya Mita mendengus kesal
" sudah jangan banyak ngoceh, mending loe mandi sekarang kalau gak nanti gue yang mandiin loe mau?" ancam Zaira dengan nada tegas
" Kalian ini apa-apaan sih, heran gue?"
" Sudah ya Mita yang cantik, mandi dulu sana nanti loe juga bakalan tahu sendiri!" Mia sekarang yang maju untuk menyuruh Mita mandi
Mita menutup pintu kamar mandi tapi didalam kamar mandi Mita hanya diam saja duduk manis di atas closet sambil memikirkan ada hal apa yang membuat teman-temannya datang kerumahnya pagi-pagi buta.
" Mita buruan, loe mandi apa tidur sih!" teriak Zaira dari luar
" Iya bentar!" teriak Mita dari dalam kamar mandi
Dari pada pusing memikirkan alasan temannya yang sudah ada di dalam kamarnya Mita memilih untuk mandi dan mencari tahu nantinya
Ceklekk
pintu kamar mandi dibuka Mita menyembul dari balik pintu.
" Lama banget sih?" kesal Lia saat Mita baru keluar dari kamar mandi
" Kalian nungguin gue?" tanya Mita tanpa dosa
" Loe pikir?" Mona balik bertanya
" Sebenarnya kalian ini kenapa sih? ngapain juga maksa gue mandi segala?" Mita duduk di tepi kasur lalu tiba-tiba netranya dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang asing yang masuk kedalam kamarnya.
" Eh?" Mita terkejut bukan main
" Mereka siapa?" tanya Mita namun tidak ada yang menjawab pertanyaannya
" Tante tolong dandanin sahabat Za secantik mungkin ya tan!" ucap Zaira menunjuk ke arah Mita
"Tenang saja sayang, tante pasti akan membuat dia ratunya hari ini" ucap tante Imelda.
" Ada acara apa sih kok kalian sudah berdandan secantik ini?" tanya Mita yang merasa aneh dengan penampilan para sahabatnya
" Loe tenang aja Mit, gue juga tadi sempat kaget dibangunin oleh mereka" ucap Indah menunjuk ke arah Zaira dan yang lainnya dengan ekor matanya.
" Duh gue bisa mati penasaran kalau begini ceritanya" ucap Mita penasaran
" Jangan dong sayang kan belum nikah, belum merasakan indahnya surga dunia" ucap tante Imelda menggoda
" Tante bisa aja" ucap Zaira menimpali.
Tante Imelda tengah merias Mita sementara yang Zaira dan teman-temannya pamit keluar.
Lia sudah pergi lebih dulu karena baby Arsal menangis.
Di ruangan keluarga semua tengah berkumpul Mario dibantu Yoga dan Dion tengah membantu orang-orang suruhan Arta untuk menghias kediaman Mita.
" Ayo sarapan dulu, pasti pada capek kan dari semalam pada begadang!" seru mama Novi.
Flashback on
Setelah mengantarkan Mita berangkat ke sekolah Arta kembali lagi ke rumah Mita meminta izin kepada kedua orang tua Mita untuk menikahi putri mereka esok pagi.
Awalnya kedua orang tua Mita menolak tapi Arta dengan susah payah berusaha untuk meyakinkan keduanya dengan berbagai alasan dan dia juga ingin membuktikan kepada Mita bahwa ucapannya bukanlah main-main.
__ADS_1
Keraguan yang menyelimuti hati mama Rosa dan Andy akhirnya menguap begitu saja saat malam hari setelah Mita tidur tepatnya Arta datang bersama Alex, Mario dan juga mama Novi beserta para pekerjanya yang di perintahkan untuk menghias dan mendekorasi rumah Mita sesuai dengan apa yang Mita impikan saat merencanakan pesta pernikahan mereka kelak
Flashback off
Para pekerja yang diperintahkan Arta sejak semalam untuk menghias rumah Mita kini tengah sarapan bersama.
Mario menghampiri Lia yang sedang duduk di ruang TV seraya memberi asi putra mereka.
" Apa kamu lelah sayang?" tanya Mario perhatian
" Hanya sedikit mengantuk" Lia menyudahi memberi asi baby Arsal karena sudah tertidur. Lia dengan hati-hati meletakkan baby Arsal di sofa bed.
" Kamu sebaiknya sarapan dulu gih, biar aku yang akan menjaganya disini!" ucap Mario mengusap lembut pucuk kepala sang isteri
" Kamu sendiri sudah sarapan?" Lia balik bertanya
" Belum, aku bisa makan kapan saja tapi kalau kamu harus cepat sarapan sebelum putra kita terbangun dan meminta asi kembali!" ucap Mario seraya tersenyum hangat
" Ya sudah kalau begitu kita sarapan bersama, aku akan ambilkan untuk kita berdua" ucap Lia
lalu beranjak dari duduknya dan menuju meja dimana nasi dan berbagai lauk pauknya ada di sana.
" Za loe udah sarapan?" tanya Lia saat berpapasan dengan Zaira yang baru masuk kedalam rumah setelah tadi mendiamkan baby Zia yang sempat menangis
" Belum!" sahut Zaira
" Kamu belum sarapan sayang?" tanya Azka yang tiba-tiba muncul dibelakangnya
Zaira menoleh dan melihat Azka membawa sepiring nasi beserta lauk pauknya.
" Ayok kita duduk di sana, kita sarapan bersama ya!" ucap Azka
" Mas saja duluan, aku masih belum kepingin" sahut Zaira namun Azka tidak mempedulikan penolakan Zaira ia menarik tangan Zaira untuk mengikutinya dan duduk di karpet yang membentang di ruang TV.
" Aaa...!" titah Azka menyodorkan sesendok nasi beserta lauknya di depan mulut Zaira
" Mas aku belum lapar!" Zaira mendorong sendok tersebut
" Mau makan atau mas juga tidak ikut makan!" ancam Azka
Zaira mendengus kesal dan akhirnya membuka mulutnya dan mengunyah makanan tersebut.
Azka memasukkan sesendok kemulutnya dan begitu seterusnya bergantian dengan Zaira.
" Sini biar aku saja yang menyuapi!" ucap Mario mengambil alih piring yang dipegang oleh Lia
" Ayo makan!" Mario menyodorkan sesendok nasi kehadapan mulut Lia dan Lia pun langsung membuka mulutnya memakannya dengan lahap. Mario sesekali memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya mereka bergantian makan dipiring yang sama.
" Duh asiknya ya yang sudah halal sarapan aja disuapin, Mita sebentar lagi menyusul mereka gue kapan ya?" ucap Mia sendu menatap iri dua pasangan sahabatnya
" Sabar aja bentar lagi juga kak Sendy bakalan ngelamar loe!" Mona menepuk bahu Mia
" loe sendiri kapan Monalisa?" tanya Mia
" Kalau gue_" belum sempat menjawab terdengar suara mobil membuat perhatian mereka teralihkan.
" Sepertinya kak Arta sudah datang tuh!" ucap Mona yang melihat mobil Arta memasuki pekarangan rumah.
" Mita sudah selesai belum ya, gue penasaran nih!" ucap Mia
" Kita ke atas yuk!" ajak Mona
" Lia, Za ikut gak ke atas?" tanya Mona
" Iya, sebentar gue mau menaruh ini dulu!" ucap Lia yang sudah selesai sarapannya
" Mas aku juga mau ke atas dulu ya!" pamit Zaira
" Yaudah sana, sini biar baby sama mas saja" Azka mengambil baby Zia dari gendongan Zaira
" Gue ikut!" teriak Indah yang baru saja sarapan bersama Dion dan Yoga
" Loe udah pada sarapan?" tanya Zaira kepada Mona dan Mia
" Kalau soal itu jangan ditanya lagi Za, mereka pasti sudah lebih dulu dari pada kita!" sahut Lia
" Ah loe Li tau aja!" Mona tergelak
Ceklekk
Pintu kamar Mita dibuka dan sedetik kemudian Zaira dan yang lainnya terperangah melihat Mita yang begitu pangling dengan riasan natural tapi begitu pas di wajah Mita
__ADS_1
" Mita ini elo?" tanya Mona yang begitu tidak percaya dengan perubahan wajah Mita yang terlihat sangat cantik dan ayu
" Iya ini gue, emang loe kira siapa?" Mita mengerucutkan bibirnya
" Mita loe cantik banget, sumpah gue sampai gak ngenalin loe!" ucap Mia yang begitu terkesima dengan penampilan Mita
" Iya emang gue sudah cantik dari lahir Monalisa!" ucap Mita jumawa
" Tapi kali ini loe cantiknya berlipat-lipat ganda!" ucap Indah
" Gue bingung kenapa kalian menyuruh mereka buat ngedandanin gue kayak gini segala sih, ada apaan sih sebenarnya?" tanya Mita
" Nanti juga loe bakalan tahu sendiri" sahut Zaira
Tok tok tok
pintu kamar Mita diketuk dari luar dan sedetik kemudian mama Rosa menyembul dari balik pintu yang terbuka
" Sayang, ayo semuanya waktunya turun !" ucap mama Rosa tersenyum bahagia melihat putrinya yang terlihat sangat cantik pagi ini
" Putri mama cantik sekali hari ini!" puji mama Rosa
" Terima kasih mamahku sayang atas pujiannya tapi sebenarnya ada apa sih mah?" tanya Mita yang bergelayut manja di lengan sang mama
" Nanti kita semua juga akan tahu sendiri!" jawab mama Rosa mengelus punggung tangan Mita
Mita menuruni anak tangga dengan mama Rosa yang berjalan di samping kanannya dan Lia berada di samping kirinya, teman-temannya yang lain mengekor di belakangnya
Mita terkejut dengan keadaan rumahnya yang sudah terhias begitu indah.
" Mah ini ada apa sih sebenarnya kenapa rumah kita dihias seperti ini dan mereka?" Mita bergeming ditempat matanya menatap kesekeliling ruangan yang sudah dihias begitu indah dan mengagumkan dan banyak orang-orang juga disana ada sahabat dan juga sanak saudaranya yang turut berkumpul tengah memandang ke arah dirinya
" Sayang!" mama Rosa menepuk punggung tangan putrinya dengan lembut
" Ayok!" mama Rosa membimbing Mita untuk kembali berjalan menuruni anak tangga
" Mama Novi, papa Alex dan semua keluarga mereka juga ada?" Mita menoleh ke belakang menunjuk sahabat-sahabatnya dengan ekor matanya
" Kenapa mereka semua bisa ada di sini mah?" tanya Mita yang entah kenapa otaknya sedang tidak berfungsi dengan baik
" Ayo sayang, nanti juga kamu akan tahu sendiri!" mama Rosa kembali membimbing Mita berjalan menghampiri sosok pria tampan yang berada di balik tubuh papa Alex dan juga mama Novi
Deg
Mita terkejut setelah melihat sosok laki-laki yang belakangan ini sering beradu mulut dengannya
" Mita Paramita hari ini aku datang untuk membuktikan kepada mu betapa aku sangat mencintaimu dan didalam hatiku dan juga hidup ku hanya ada satu wanita yaitu kamu " ucap Arta yang berjalan mendekat ke arah Mita
Mita tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa
" Maukah kamu menjadi isteriku, ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Arta yang sudah berlutut di hadapan Mita dengan menyodorkan buket bunga mawar merah yang terlihat begitu cantik
" Kak!" Cicit Mita dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Sudah bertahun-tahun aku mencarimu, setiap detik setiap waktu aku terus berharap dan berdoa semoga suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan mu dan ternyata tuhan mendengar doaku pada akhirnya takdir pun mempertemukan kita dengan cara yang unik. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa padamu tapi aku akan berusaha membuktikan akan cintaku yang begitu besar dan tulus kepadamu Mita Paramita" Mita sudah tidak bisa lagi menahan rasa harunya hingga butiran bening pun mengalir begitu saja di pipinya.
" Will you marry me?" tanya Arta lagi dan Mita pun akhirnya mengangguk.
Mita meraih buket bunga yang Arta sodorkan lalu dengan senyum yang mengembang ia mencium bunga tersebut
"Ekhemm" Suara deheman membuat keduanya menoleh
" Mau sampai kapan kalian saling melempar senyum seperti itu? tidak lihat apa yang lain sudah tidak sabar menunggu kalian" ucap Alex membuat keduanya menjadi salah tingkah.
" Ayo cepat dimulai acaranya, pak penghulu sudah lama menunggu kalian" lanjutnya lagi
" Pak penghulu?" tanya Mita dan suara pelan
" Iya, hari ini kita akan menikah" sahut Arta tersenyum tipis
" Ap.... apa Menikah? hari ini?" tanya Mita yang tiba-tiba dikejutkan dengan kenyataan yang ada
Deg
Deg
Deg
" Kak,!" Mita menghembuskan napasnya kasar lalu perlahan menatap Arta dengan tatapan yang sulit di artikan
" Maaf!"
__ADS_1
Arta menatap lekat wajah Mita dan menggeleng sepelan mungkin
" Aku_" Mita menggantungkan pikirannya membuat Arta semakin gugup dan jantungnya berdegup sangat cepat